Bertumbuh Itu Pilihan

Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang. ~ 2 Korintus 5:17 Ayat ini sangat menarik untuk disimak, karena ayat More »

Serahkanlah Pekerjaan Anda Kepada Tuhan

By Michael Yang (founder and CEO, Become.Com) Serahkanlah perbuatanmu kepada TUHAN, maka terlaksanalah segala rencanamu. Amsal 16:3 Pada akhir tahun 2003, sesudah beberapa lama keluar dari pekerjaan, saya memutuskan untuk meluncurkan suatu More »

Bukti – Bukti Alkitab adalah Firman Allah

Sebab tidak pernah nubuat dihasilkan oleh kehendak manusia, tetapi oleh dorongan Roh Kudus orang-orang berbicara atas nama Allah. (2 Petrus 1:21) Allah adalah pribadi yang senang mengungkapkan keberadaan dan isi hati-Nya kepada More »

Jika Hidup Seperti yang Kita Mau

Jika semua yang kita kehendaki terus kita MILIKI, darimana kita belajar IKHLAS. Jika semua yang kita impikan segera TERWUJUD, darimana kita belajar SABAR Jika setiap doa kita terus DIKABULKAN, bagaimana kita dapat More »

Bagaimanakah Anda Ingin Dikenang?

By Barry Landis (President; The Landis Agency) Nama baik lebih berharga dari pada kekayaan besar, dikasihi orang lebih baik dari pada perak dan emas. Amsal 22:1 Saya sedang dalam perjalanan menuju Atlanta More »

 

10 April 2015 – Selalu Ada Jalan

Baca: Keluaran 14:15-31
“Demikianlah orang Israel berjalan dari tengah-tengah laut di tempat kering; sedang di kiri dan di kanan mereka air itu sebagai tembok bagi mereka.” (Keluaran 14:22)

Di tengah-tengah para ilmuwan dan para penemu-penemu alat-alat yang penting bagi dunia, yang cenderung Atheis, ternyata masih ada seseorang yang yang begitu taat berdoa. Dia adalah Samuel Morse. Tahukah Anda siapa Samuel Morse? Suatu saat ketika ia ditanya apakah pernah berhadapan dengan situasi di mana ia sama sekali tidak tahu apa yang harus diperbuat, dia menjawab: “Ya, aku pernah berhadapan dengan situasi seperti itu, dan bukan hanya sekali. Dan jika saya tak dapat melihat jalan atau jawaban secara jelas, saya akan berlutut dan berdoa memohon terang, pengertian dan jalan dari Tuhan.” Siapakah Samuel Morse? Dia adalah penemu telegraf. Morse menerima banyak penghargaan oleh karena penemuan-penemuannya di bidang telegraf.
Di puncak kesuksesan Samuel Morse ternyata terdapat sebuah kisah yang begitu indah. Bahwa disaat semua jalan pemikirannya buntu ia datang kepada Tuhan dan berdoa. Hal ini mengingatkan kita akan kisah bangsa Israel yang dipimpin Musa dalam perjalanannya ke tanah Kanaan menemui jalan buntu, karena di depan mereka terdapat Laut. Sementara dibelakang mereka ada Firaun dan prajuritnya yang sedang mendekat hendak membunuh orang Israel. Pada waktu itu seolah-olah tidak ada jalan. Tetapi oleh penyertaan Tuhan melalui Musa, Tuhan membelah laut Teberau melalui tongkat Musa membuat jalan bagi mereka.
Hari-hari ini Anda sedang mengalami kebuntuan dalam persoalan Anda? Belajarlah dari Samuel Morse dengan datang dan berlutut dihadapan Tuhan. Belajarlah dari pengalaman bangsa Israel, bahwa ketika Tuhan menyertai akan selalu ada jalan keluar dari setiap masalah. Percayalah! SP

SELALU ADA JALAN DI DALAM TUHAN, BAGIAN ANDA HANYA BERSERAH DAN PERCAYA KEPADA TUHAN

09 April 2015 – Nama Harum

Baca : Pengkotbah 7:1-5
“Nama yang harum lebih baik dari pada minyak yang mahal, dan hari kematian lebih baik dari pada hari kelahiran.” (Pengkotbah 7:1).

Kalau ada orang yang menyimpan peta harta karun, kemungkinan saudaranya, temannya, tetangganya bahkan orang yang jauh pun akan mengincar dan berusaha untuk mencuri peta harta karun itu. Jika mendapatkan harta karun tersebut, tentu akan senang memiliki kekayaan yang berharga dan barang yang mahal. Apakah ada yang lebih berharga dan lebih mahal dari harta karun tersebut? Ada yang lebih berharga dan lebih mahal, tetapi mereka tidak tahu. Di atas kekayaan yang berharga masih ada yang lebih berharga, di atas emas yang mahal masih ada yang lebih mahal yaitu nama baik. Dan di atas bunga yang indah masih ada yang lebih indah, diatas minyak yang harum masih ada yang lebih harum, yaitu nama harum.
Di dalam Amsal 22:1 mengatakan jika nama baik lebih berharga dari pada kekayaan besar. Penulis Pengkhotbah juga berkata, bahwa nama yang harum lebih baik dari pada minyak yang mahal. Setelah kita mengerti bahwa nama baik itu kebih berharga dari pada kekayaan yang besar dan emas yang banyak. Nama harum itu lebih mahal dari pada barang yang mewah dan mahal. Sekarang kita mau memiliki nama baik dan harum itu. Harimau mati meninggalkan belang. Tikus mati meninggalkan bangkai. Dan ada orang mati meninggalkan hutang. Tetapi orang benar mati pun akan selalu dikenang.
Pembaca setia, kita semua rindu kalau mati, mati sebagai orang benar yang meninggalkan nama baik dan harum. Yang akan selalu dikenang oleh keluarga, saudara, teman dan mayasarakat di sekitar kita. Pulang ke rumah Bapa dengan meninggalkan kenangan manis dan indah. DS

NAMA HARUM LEBIH MAHAL DARI PADA HARTA KARUN

08 April 2015 – Aku Tak Biasa

Baca:
Baca: Daniel 6:1-29
“… Dalam kamar atasnya ada tingkap-tingkap yang terbuka ke arah Yerusalem; tiga kali sehari ia berlutut, berdoa serta memuji Allahnya, seperti yang biasa dilakukannya” (Daniel 6:11).

Kebiasaan kalau sering diulang-ulang lama-lama akan menjadi karakter, entah itu kebiasaan baik maupun kebiasaan yang buruk. Dalam setiap pribadi pasti memiliki dua kebiasaan atau tabiat, sadar atau tidak sadar hal tersebut ada dalam setiap orang. Kebiasaan apa yang sering kita lakukan? Apakah kebiasaan yang baik atau yang buruk? Sadarilah bahwa kebiasaan kita tersebut lama-lama akan menjadi karakter yang sulit untuk diubah. Sebagai orang percaya marilah kata membiasakan diri dengan kebiasaan yang baik, sekalipun terasa sulit mari kita belajar melakukannya, karena hal tersebut akan membentuk karakter pribadi kita.
Dalam bacaan kita hari ini, kita belajar dari sosok anak muda yang luar biasa, seorang anak muda yang memiliki pendirian serta karakter yang baik, yaitu Daniel. Daniel terbiasa dengan pola hidup yang baik, secara khusus dalam hubungannya dengan Tuhan. ayat enam mengatakan “tiga kali sehari ia berlutut, berdoa serta memuji Allahnya, seperti yang biasa dilakukannya”. Kata “seperti biasa” menunjukan bahwa tindakkan yang dilakukan oleh Daniel merupakan sebuah kebiasaan yang sudah sering dilakukan, sehingga menjadi sebuah karakter yang membentuk jati dirinya.
Dunia semakin canggih, waktu terasa cepat berlalu seakan-akan tidak ada waktu yang kosong untuk melepas penat rutinitas sehari-hari. Dalam waktu yang terasa cepat berlalu apakah masih kerohanian kita tetap terpelihara? Masih adakah waktu saat teduh pribadi, mezbah keluarga, yang membuat iman kita tetap terpelihara? Kalau Anda terbiasa dengan kegiatan peribadatan dan jika ada orang yang mempengaruhi Anda untuk tidak melakukannya, maka saya percaya Anda akan berkata: “Aku Tak Biasa”, aku harus beribadah kepada Tuhan.” DN
BIASAKAN SIKAP YANG BAIK, JANGAN YANG JAHAT

“… Dalam kamar atasnya ada tingkap-tingkap yang terbuka ke arah Yerusalem; tiga kali sehari ia berlutut, berdoa serta memuji Allahnya, seperti yang biasa dilakukannya” (Daniel 6:11).

Kebiasaan kalau sering diulang-ulang lama-lama akan menjadi karakter, entah itu kebiasaan baik maupun kebiasaan yang buruk. Dalam setiap pribadi pasti memiliki dua kebiasaan atau tabiat, sadar atau tidak sadar hal tersebut ada dalam setiap orang. Kebiasaan apa yang sering kita lakukan? Apakah kebiasaan yang baik atau yang buruk? Sadarilah bahwa kebiasaan kita tersebut lama-lama akan menjadi karakter yang sulit untuk diubah. Sebagai orang percaya marilah kata membiasakan diri dengan kebiasaan yang baik, sekalipun terasa sulit mari kita belajar melakukannya, karena hal tersebut akan membentuk karakter pribadi kita.
Dalam bacaan kita hari ini, kita belajar dari sosok anak muda yang luar biasa, seorang anak muda yang memiliki pendirian serta karakter yang baik, yaitu Daniel. Daniel terbiasa dengan pola hidup yang baik, secara khusus dalam hubungannya dengan Tuhan. ayat enam mengatakan “tiga kali sehari ia berlutut, berdoa serta memuji Allahnya, seperti yang biasa dilakukannya”. Kata “seperti biasa” menunjukan bahwa tindakkan yang dilakukan oleh Daniel merupakan sebuah kebiasaan yang sudah sering dilakukan, sehingga menjadi sebuah karakter yang membentuk jati dirinya.
Dunia semakin canggih, waktu terasa cepat berlalu seakan-akan tidak ada waktu yang kosong untuk melepas penat rutinitas sehari-hari. Dalam waktu yang terasa cepat berlalu apakah masih kerohanian kita tetap terpelihara? Masih adakah waktu saat teduh pribadi, mezbah keluarga, yang membuat iman kita tetap terpelihara? Kalau Anda terbiasa dengan kegiatan peribadatan dan jika ada orang yang mempengaruhi Anda untuk tidak melakukannya, maka saya percaya Anda akan berkata: “Aku Tak Biasa”, aku harus beribadah kepada Tuhan.” DN

BIASAKAN SIKAP YANG BAIK, JANGAN YANG JAHAT

07 April 2015 – Hanya Tuhan

Baca: Keluaran 20:1-6
“Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku.”(Keluaran 20:3)

Maneki Neko (kucing mengundang) adalah pajangan berbentuk kucing dari Jepang yang dibuat dari porselen atau keramik. Sebelah kaki depan (tangan) pajangan ini diangkat seperti sedang memanggil orang. Pajangan ini dipercaya membawa keberuntungan kepada pemiliknya dan biasa dipajang di toko, restoran dan tempat-tempat usaha. Maneki neko yang mengangkat kaki depan sebelah kanan dipercaya dapat mendatangkan uang, sementara maneki neko yang mengangkat kaki depan sebelah kiri dipercaya mendatangkan pembeli. Maneki neko umumnya tidak dibuat dengan kedua belah kaki depan diangkat karena tidak ingin dikatakan sudah menyerah angkat tangan. Model pajangan ini biasanya adalah kucing belang tiga, kucing Japanese Bobtail dengan buntut pendek seperti buntut kelinci. Maneki neko juga dibuat dalam warna-warna lain seperti kuning emas atau hitam..(www.wikipedia.org).
Ada orang-orang yang mempercayai bahkan menyimpan benda-benda tertentu atau melakukan kebiasaan-kebiasaan tertentu, yang menurut mereka akan membawa keberuntungan bagi mereka. Tetapi sebagai orang percaya yang terbaik adalah bahwa kita punya Tuhan dalam hidup kita. Tuhanlah sumber keberuntungan kita. Tuhan berfirman kepada kita tentang benda-benda tersebut, “Jangan sujud menyembah j kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, adalah Allah yang cemburu, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenci Aku.”(Keluaran 20:5).
Allah ingin mempunyai tempat yang istimewa dalam hidup kita. Sudahkah Tuhan menjadi yang terutama di dalam hidup kita? LBS

JADIKAN TUHAN YESUS YANG TERUTAMA DI DALAM HIDUPMU

06 April 2015 – Arti Sebuah Nama

Baca: Matius 16:13-20
“Dan Aku pun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan diatas batu karang ini Aku mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya.” (Yakobus 2:20)

Ketika Anda lahir atau seorang anak lahir ke dunia ini, pastilah kedua orang tuanya memiliki harapan bahwa anak yang baru lahir tersebut kelak akan menjadi orang yang sukses dan membanggakan di masa depan. Karena itu tidak heran orang tua memberikan nama yang mencerminkan harapan bagi mereka.
Alkitab menjelaskan banyak sekali pemberian nama anak atau mungkin suatu tempat yang berarti pengharapan. Sebagai contoh, Yusuf, yang berarti:”Tuhan akan menambahkan anak yang lain.” Hal ini sesuai dengan harapan rahel yaitu ingin melahirkan anak lagi. Raja Daud memiliki arti nama” yang dikasihi.” Terbukti karena memang Daud adalah figur yang dikasihi oleh Tuhan dan bangsanya. Bahkan Naomi yang arti namanya,”Kegembiraan”, dan berniat mengganti namanya menjadi Mara yang berarti “pahit” karena penderitaan hidup yang ia alami. Atau Gideon artinya “Pahlawan yang tangguh” yang kemudian Tuhan pilih menjadi hakim mengalahkan Midian. Demiian pula Petrus arti namanya, “Batu karang”. Tuhan Yesus menyebut Simon dengan Petrus sebab kekokohan Petrus, si batu karang ini, terbukti setelah ia di kuasai oleh Roh Kudus. Dan di atas pengakuan Petrus Tuhan Yesus mendirikan jemaat-Nya. Tidak kalah penting arti nama Yesus yakni,”Tuhan adalah keselamatan”. Ya, bagi umat manusia.
Jika Anda adalah orang tua sedang menyiapkan sebuah nama untuk anak Anda, pilihlah nama yang terbaik disertai doa dan harapan yang besar. Sudahkah Anda memilih dengan tepat? YN

BERHENTILAH BERKATA, APALAH ARTI SEBUAH NAMA? KARENA NAMA BERISI HARAPAN, DOA DAN IMAN

05 April 2015 – Anak Domba Paskah

Baca: Keluaran 20:1-20
“Sebab anak domba Paskah kita juga telah disembelih, yaitu Kristus.” (I Korintus 5:7b)

Paskah untuk pertama kalinya dirayakan oleh orang Israel sebagai perintah dari Allah. Orang Israel harus mengoleskan atau membubuhkan darah domba pada kedua tiang pintu dan ambang atas pintu rumah mereka. Darah yang di bubuhkan itu menjadi tanda; apabila Allah melihat darah itu maka rumah itu akan lewat dari tulah kemusnahan ketika menghukum tanah Mesir.
Perbudakan yang dialami oleh bangsa Israel di Mesir memberi gambaran kepada kita sebagai orang-orang percaya dalam Kristus tentang bagaimana kita telah dilepaskan dari perbudakan dosa. Domba yang disembelih mengacu pada Yesus Kristus, “Anak domba Paskah kita juga telah disembelih” (1Korintus 5:7b). Percikan darah itu melambangkan tindakan iman yang melaluinya kita memperoleh keselamatan. Paulus melihat dosa dalam jemaat di Korintus.(1Korintus 5:1-8). Dosa dan pelanggaran kita hanya bisa di bayar dengan penebusan oleh anak domba Paskah. Kristus adalah anak domba itu, Ia rela membayar lunas dosa kita. Tanpa penebusan Yesus Kristus maka kita tetap berada di bawah hukum dosa. Dan upah dosa ialah maut. Itu sebabnya Kristus Tuhan di berikan Allah untuk menjadi korban supaya kita hidup dalam kemenangan atas dosa dan pelanggaran kita. Andai saja Kristus tidak diberikan sebagai anak domba Paskah sudah pasti kita mengalami ganjaran hukuman kekal atas dosa kita.
Sahabat Gandoem Mas, hari ini adalah Paskah bagi Anda. Mengucap syukurlah karena anak domba telah di berikan kepada kita untuk menebus dosa dan pelanggaran kita. Darah Kristus telah tercurah mengampunikita dengan sempurna. Sudahkah Anda mengalami sukacita keselamatan yang dikaruniakan kepada setiap orang yang percaya kepada Anak Domba Allah? YN

ANAK DOMBA PASKAH DIBERIKAN UNTUK MENYELAMATKAN KITA ATAS KUTUK DOSA

04 Maret 2015 – Berani menyatakan kebenaran

Baca: Lukas 23:50-56a
“Ia tidak setuju dengan putusan dan tindakan Majelis itu. Ia berasal dari Arimatea, sebuah kota Yahudi dan ia menanti-nantikan Kerajaan Allah.” (Lukas 23:51)

Pada masa pemerintahan Raja Inggris Henry VIII, seorang bernama John Lambert telah ditangkap dan kemudian dihadapkan kepada Raja Henry VIII dan Uskup Agung Canterbury, dianggap telah menentang ajaran gereja pada waktu itu. John Lambert dan para pemuka Gereja saling berargumentasi hingga Raja Henry menjadi bosan dan memberikan pilihan kepada Lambert. Henry berkata, “Setelah mendengar pengajaran dan argumentasi orang-orang terpelajar di sini tidakkah kau puas? Mana yang kau pilih hidup atau mati? Apa jawabmu?” Lambert menarik nafas kemudian menjawab dengan penuh keyakinan, “Aku menyerahkan jiwaku ke tangan Allah, tetapi aku menyerahkan tubuhku kepada kemurahan hatimu.” “Engkau harus mati!” jawab Henry dengan penuh penghinaan. Kemudian, Lambert dibakar di tiang pembakaran. Sementara tubuhnya terbakar, ia mengangkat tangannya dan berkata, “Hanya Kristus! Hanya Kristus.”
Kisah John Lambert ini merupakan sebuah teladan tentang keberanian dalam mempertahankan kebenaran. Begitu juga Yusuf Arimatea, juga sosok yang berani dalam mempertahankan kebenaran. Injil Lukas dicatat bahwa Yusuf adalah seorang anggota Majelis Besar (Bouleutes) yang terkemuka. Sebagai anggota majelis, Yusuf Arimatea tidak setuju dengan keputusan untuk menghukum Yesus, namun karena sendirian, ia tidak dapat mengubah keputusan para Mejelis Agama untuk menyalibkan Yesus. Apa yangdilakukannya penuh dengan resiko, yaitu ia harus mempertaruhkan jabatannya demi memihak kebenaran.
Berjalan di dalam kebenaran membutuhkan sebuah keberanian, meskipun resikonya tidak mudah. Siap berada dijalur yang benar? Kiranya Roh Kudus menolong kita semua. SP

TUHAN SELALU BERADA DI JALAN KEBENARAN

03 April 2015 – Kemenangan Kematian Kristus

Baca: Kolose 2:13-15
“Tetapi syukur kepada Allah, yang telah memberi kemenangan oleh Yesus Kristus. Tuhan kita.” ( I Korintus 15: 57)

Peristiwa kematian adalah peristiwa yang alamiah bagi setiap kita sebagai manusia fana bukan? Tidak ada satu manusia pun yang lepas dari kematian. Misalnya saja, sang penakluk dunia; Aleksander Agung dari Makedonia (356 – 324 sM) meninggal dalam usia 33 tahun karena sakit demam. Aleksander adalah seorang penakluk banyak orang dan bangsa, tetapi dia ditaklukkan oleh demam yang kemungkinan adalah nyamuk malaria. Contoh lain adalah Julius Caesar yang mampu memperluas dunia Romawi hingga Oceanus Atlanticus.Tetapi akhirnya dia meninggal dunia pada 15 Maret 44 SM akibat ditusuk hingga mati oleh Marcus Junius Brutus dan beberapa senator Romawi.
Menurut dunia kematian Kristus dapat dianggap sebagai suatu kematian yang tragis. Kristus mati di salib dalam usia 33 tahun. Usia yang relatif sangat muda. Namun mengapa Alkitab dan iman Kristen menghayati kematian Kristus yang sangat tragis tersebut menjadi suatu wujud dari karya keselamatan Allah yang sempurna?Jawabannya ialah kematian-Nya menjadi bukti kebenaran bahwa Kristus adalah Tuhan, telah membayar hutang dosa dengan lunas, agar karya keselamatan-Nya di anugerahkan bagi setiap kita. Itu sebabnya rahasia kemenangan kita terletak pada kematian Kristus di kayu salib yang mendamaikan, menebus, menggantikan, membenarkan dan membebaskan kita dari kuasa dosa dan kuasa setan. Sedang maut tidak memiliki kemenangannya.
Sahabat Gandoem Mas, Jumat Agung di peringati sebagai kematian Kristus atas dosa kita. Bagaimana Anda dapat memaknai kematian Kristus yang telah menang atas penebusan-Nya? Saat inilah waktunya Anda bisa menghargai kematian Kristus dengan hidup ber kemenangan atas hidup lama Anda.YN

KEMATIAN KRISTUS MENJADIKAN KITA LEBIH DARI SEORANG PEMENANG

02 April 2015 – Kuasa Doa di Getsemani

Baca: Lukas 22:39-46
“Ia sangat ketakutan dan makin bersungguh-sungguh berdoa. Peluh-Nya menjadi seperti titik –titik darah yang bertetesan ke tanah.” (Lukas 22:44)

S.D Gordon berkata, “Kemenangan yang sesungguhnya dalam semua pelayanan dimenangkan sebelumnya di dalam doa. Pelayanaan hanya sekedar pengumpulan hasilnya.”
Kemenangan Tuhan Yesus di bukit Golgota sesungguhnya telah diraih-Nya di taman Getsemani ketika ia berkata, “Ya Abba, ya Bapa, tidak ada yang mustahil bagi-Mu, ambillah cawan ini dari padaku, tetapi janganlah apa yang aku kehendaki, melainkan apa yang Engkau kehendaki.” Pergumulan yang berat Yesus menjelang pengorbanan-Nya di kayu salib membuat pembuluh darah-Nya pecah, sehingga keringat-Nya keluar seperti tetesan darah, namun akhirnya Yesus memenangkan pergumulan itu dengan menyerahkan diriNya sepenuhnya ke dalam kehendak dan rencana Bapa-Nya. Kehidupan doa Yesus sungguh luar biasa! Bukan hanya ajaran-ajaranNya saja yang hebat mengenai doa tetapi Ia sendiri yang mempraktekkannya. Biasanya pagi-pagi sekali Yesus dan di malam hari, Ia mencari tempat yang sunyi untuk berdoa. Ia memohon hikmat, kekuatan dan petunjuk dari Bapa-Nya. Di situlah kuasa doa bekerja dalam kehidupan Yesus bahkan dilakukannya sampai akhir hidupnya. Melalui doa-Nya di taman Getsemani, maka misi dan pengorbanan Yesus tergenapi secara sempurna. Kuasa doa membuat Yesus berkemenangan dalam menggenapi rencana Allah untuk penyelamatan umat manusia.
Yesus mengajarkan, bahwa berdoa tidak perlu bertele-tele. Ia mengajarkan kita berdoa di dalam kamar dan kita dengan bebas dapat berdoa pribadi. Mari, kita belajar dari kehidupan doa Yesus maka kuasa doa itu sangat besar faedahnya dan dapat mengubah segala sesuatu bahkan merubah hal yang mustahil. YN

KEKUATAN ROHANI SESEORANG HANYA TERLETAK PADA PILAR-PILAR DOANYA SETIAP HARI

01 April 2015 – Bertumbuh Menjadi Kuat

Baca: Efesus 6:10-20
“Akhirnya, hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan, di dalam kekuatan kuasa-Nya.” (Efesus 6:10)

Kalau Anda akan membangun sebuah rumah, tentu tidak hanya rumah dengan model yang bagus, tetapi juga rumah yang kuat. Kalau Anda membeli sebuah sepatu, maka yang dipilih bukan hanya modelnya atau warnanya yang menarik, melainkan juga kuat dan tahan lama. Begitu pula dengan Tuhan, Allah ingin agar kita menjadi orang Kristen yang kuat di dalam-Nya, memiliki akar iman yang kokoh, mempunyai dasar iman yang teguh, sehingga kita bisa menang ketika menghadapi segala tantangan dalam kehidupan kita. Ada banyak orang yang mungkin secara fisik kuat, seperti Simson, yang bisa mengalahkan singa, tetapi ternyata memiliki moralitas yang lemah. Ia dapat mengalahkan musuh-musuhnya, tetapi tidak mampu menguasai dirinya sendiri, yaitu nafsu birahinya. Di hadapan Tuhan, orang yang demikian bukan termasuk ke dalam kategori orang yang kuat.
Lukas 2:40 berbicara tentang Yesus. “Anak itu bertambah besar dan menjadi kuat, penuh dengan hikmat dan kasih karunia Allah ada padanya”. Yesus bertumbuh semakin lama semakin kuat, bukan hanya secara jasmani, melainkan juga secara rohani. Sekarang ini, banyak orang yang mengembangkan kekuatan jasmaninya dengan berolahraga, fitness, atau mungkin dengan berlatih tinju atau karate. Semuanya itu sah-sah saja, namun, ingatlah bahwa kekuatan jasmani itu hanya bersifat sementara, sedangkan kekuatan karakter itu kekal dan itulah yang dikehendaki oleh Tuhan.
Bertumbuh menjadi orang yang kuat secara jasmani di samping itu juga secara rohani, sehingga kita juga akan semakin kuat dalam iman, sebagai orang percaya. Apakah Anda sudah bertumbuh kuat di dalam Tuhan? Tetaplah semangat! YR

KEKUATAN JASMANI BERSUMBER DARI DIRI TETAPI KEKUATAN ROHANI BERSUMBER DARI ILAHI