Bertumbuh Itu Pilihan

Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang. ~ 2 Korintus 5:17 Ayat ini sangat menarik untuk disimak, karena ayat More »

Serahkanlah Pekerjaan Anda Kepada Tuhan

By Michael Yang (founder and CEO, Become.Com) Serahkanlah perbuatanmu kepada TUHAN, maka terlaksanalah segala rencanamu. Amsal 16:3 Pada akhir tahun 2003, sesudah beberapa lama keluar dari pekerjaan, saya memutuskan untuk meluncurkan suatu More »

Bukti – Bukti Alkitab adalah Firman Allah

Sebab tidak pernah nubuat dihasilkan oleh kehendak manusia, tetapi oleh dorongan Roh Kudus orang-orang berbicara atas nama Allah. (2 Petrus 1:21) Allah adalah pribadi yang senang mengungkapkan keberadaan dan isi hati-Nya kepada More »

Jika Hidup Seperti yang Kita Mau

Jika semua yang kita kehendaki terus kita MILIKI, darimana kita belajar IKHLAS. Jika semua yang kita impikan segera TERWUJUD, darimana kita belajar SABAR Jika setiap doa kita terus DIKABULKAN, bagaimana kita dapat More »

Bagaimanakah Anda Ingin Dikenang?

By Barry Landis (President; The Landis Agency) Nama baik lebih berharga dari pada kekayaan besar, dikasihi orang lebih baik dari pada perak dan emas. Amsal 22:1 Saya sedang dalam perjalanan menuju Atlanta More »

 

Category Archives: Gandoem Mas

31 Maret 2015 – Godaan Gaya Hidup

Baca: Amsal 21:1-10
“Memperoleh harta benda dengan lidah dusta adalah kesia-siaan yang lenyap dari orang yang mencari maut.” (Amsal 21:6)

Zaman yang semakin berkembang ini membuat banyak orang tergoda untuk mengikuti perkembangannya. Bagi mereka yang cukup banyak uang, tentu hal itu mudah dilakukan. Tetapi jika kita tidak cukup uang, mari bersyukur dengan apa yang ada. Jika Anda tidak dapat menguasai diri, maka kemungkinan Anda akan bernasib sama seperti Alen Stanford. Alen Stanford pernah masuk daftar orang terkaya didunia versi Forbes, dengan nilai kekayaan mencapai 2,2 miliar dolar Amerika. Pria kelahiran Texas itu mempunyai gaya hidup yang sangat boros yaitu gemar berpesta dan berkeliling dunia dengan memakai fasilitas kelas satu. Namun ternyata uang yang Allen pakai untuk memenuhi gaya hidup borosnya itu adalah merupakan hasil penipuan investasi. Kejahatannya terbongkar pada tahun 2009 dan akhirnya dia jatuh miskin karena harus membayar ganti rugi kepada semua orang yang telah ditipunya. Pada waktu itu Allen diancam hukuman 110 tahun penjara.
Renungan hari ini mengingatkan kepada kita tentang sebuah peringatan dan nasihat bagi siapa saja yang mencoba meraih banyak harta melalui dusta. Bukan kebahagiaan yang akan didapatnya, melainkan akan berujung kepada maut. Kelemahan manusia seringkali tidak dapat menguasai diri dengan godaan-godaan harta. Sepertinya halnya contoh diatas tadi. Jika seseorang tidak kuat dalam mempertahankan kebenaran pasti ia akan jatuh ke dalam hal-hal yang tidak berkenan demi mencapai keinginannya.
Sahabat Gandoem Mas, mari belajar menguasai diri dalam segala hal. Seringkali kita jatuh kepada keinginan-keinginan mata yang belum tentu berguna. Jangan biarkan hidup kita berjalan dalam jalan yang tidak lurus hanya karena gaya hidup dunia. SP

MENCUKUPKAN DIRI DALAM SEGALA HAL, ADALAH JALAN MENGHINDARI GAYA HIDUP DUNIA

30 Maret 2015 – Usaha Untuk Berubah

Baca: II Korintus 5:1-10
“Sebab itu juga kami berusaha, baik kami diam di dalam tubuh ini, maupun kami diam di luarnya, supaya kami berkenan kepada-Nya.” (II Korintus 5:9)

Kita percaya bahwa perubahan manusia itu 100% pekerjaan Tuhan. Saya meyakini akan hal itu, bahwa jika Tuhan berkehendak Ia dapat melakukan segala sesuatu. Tetapi di dalam Alkitab kita menemukan sebuah nasihat dan bahkan perintah bahwa setiap orang juga harus turut berjuang untuk merubah diri mereka menjadi lebih baik. Seorang penulis bercerita tentang seorang pecandu alkohol yang meminta pendetanya untuk mendoakannya agar ia terlepas dari masalah kecanduan. Ia mengira ini adalah cara yang cepat dan mudah untuk mengatasi ketergantungannya. Sang pendeta, yang mengetahui motivasinya untuk minta didoakan menjawab, “Saya punya ide yang lebih baik. Pergilah ke Alcoholics Anonymous (grup penolong pecandu alkohol).” Ia menyarankan orang itu untuk mengikuti program yang ada dengan tekun serta membaca Alkitab setiap hari. Sang pendeta mengakhiri ucapannya, “Berjuanglah.”
Berusaha dan berjuang adalah bagian yang harus kita lakukan untuk berusaha menjadi lebih baik dihadapan Tuhan. Paulus pun juga menyadari akan bagian tersebut. Di dalam pelayanannya ada banyak hal yang dialaminya. Tetapi ia menyadari bahwa ia pun harus berjuang untuk tetap bertekun di dalam pelayanan. “Sebab itu juga kami berusaha, baik kami diam di dalam tubuh ini, maupun kami diam di luarnya, supaya kami berkenan kepada-Nya.” (II Korintus 5:9)
Anda bergumul dengan kelemahan Anda saat ini? Anda merasa tidak ada perubahan karakter hidup Anda? Mungkin saja Anda belum berusaha melakukan bagian Anda. Mari terus berjuang untuk menjadi yang terbaik bagi Tuhan. SP

TUHAN MEMBERI KEKUATAN BAGI MEREKA YANG SIAP BERJALAN DI DALAM KEBENARAN-NYA

29 Maret 2015 – Berdiri Dihadapan Raja

Baca: Amsal 22:29
“Pernahkah engkau melihat orang yang cakap dalam pekerjaannya? Di hadapan raja-raja ia akan berdiri, bukan di hadapan orang-orang yang hina.” (Amsal 22:29)

Memang seharusnya kita melakukan perubahan setiap saat, supaya hidup ini terus berkembang dan terus berdampak bagi ‘dunia’ khususnya bagi kemuliaan nama Tuhan. Namun, terlalu sering dan terlalu banyak banyak orang dengan tanpa sadar terus melakukan pekerjaan dengan rutin, artinya lebih mudah, akibatnya juga terlalu sering, sangat mudah untuk jatuh dalam lubang yang sama, melakukan hal yang sama dengan cara yang sama berulang-ulang setiap hari. Tetapi jika kita mau hidup dengan potensi penuh, kita harus terus berkembang dan mengasah keterampilan kita. Kita harus terus belajar dan bertumbuh setiap hari karena ketika Anda berhenti belajar, Anda berhenti tumbuh. Ketika Anda berhenti tumbuh, Anda berhenti hidup.
Dalam periode ini upaya apa yang Anda telah lakukan untuk membuat kemajuan dalam diri sendiri? Suatu pertanyaan yang perlu menantang kita setiap saat untuk maju dan berkembang! Apa yang Anda lakukan untuk meningkatkan keterampilan Anda? Jangan terjebak dengan berpikir bahwa “keterampilan ku sudah cukup baik”. Anda diciptakan ‘lebih dari hanya rata-rata’. Hari ini adalah hari baru, dan ada level baru menantang Anda untuk dicapai. Mengejar apa yang Anda impikan dan terus mengembangkan area kehidupan Anda.
Jangan segan untuk belajar atau ‘meniru’ para senior para mentor demi kebaikan Anda sendiri! Anda akan melihat pertumbuhan, pencapaian dan peningkatan. Anda akan berdiri di hadapan para pemimpin dan penguasa dan menjalani kehidupan yang diberkati Allah sediakan untuk Anda. TL

INGIN MENJALIN HUBUNGAN DENGAN ORANG BESAR? ANDA HARUS MENJADI ORANG BESAR LEBIH DULU

28 Maret 2015 – Berdoa Kepada Siapa?

Baca: Yohanes 16:23-28
“Pada hari ini kamu akan berdoa dalam nama-Ku. Dan tidak Aku katakan kepadamu, bahwa Aku meminta bagimu kepada Bapa” (Yohanes 16:26)

Pada abad ke-16 Erasmus, perintis Reformasi Gereja sebelum meninggal, ia berdoa demikian,”O, Yesus, kasihilah aku; Tuhan, keselamatan aku; Tuhan semuanya telah berakhir; Tuhan, kasihilah aku.” Pada abad ke-19 seorang rahib Rusia mempunyai satu doa seperti ini, “Tuhan Yesus Kristus, Anak Bapa, kasihilah aku, orang berdosa ini.” Tokoh Alkitab Stefanus, martir Kristen pertama berdoa,”Ya, Tuhan Yesus, terimalah rohku.”(Kpr 7:59)
Dari ketiga tokoh diatas ada persamaan di dalam mereka berdoa yakni mereka berdoa sama-sama ditujukan kepada Tuhan Yesus Kristus bukan kepada Bapa. Ada banyak orang Kristen berdoa tetapi mereka mengalami kebingungan, doa mereka ditujukan kepada siapa? Kepada Bapa atau kepada Tuhan Yesus? Alkitab mengajarkan bahwa doa kita hendaknya di tujukan kepada Bapa maupun kepada Tuhan Yesus. Sebab Tuhan Yesus pun mengajarkan murid-murid-Nya agar mereka berdoa kepada Bapa di Sorga, khususnya ketika Tuhan Yesus sendiri masih ada di bumi ini. Ketika kita berdoa kepada Bapa, kita berdoa dalam nama Tuhan Yesus(Yohanes 16:23). Ini berarti berdoa dalam nama Tuhan Yesus sedangkan,Yohanes 14:14, Tuhan Yesus mengajarkan murid-murid-Nya berdoa kepada diri-Nya. Hal ini dimaksudkan-Nya terutama ketika Ia nanti telah berada di Sorga. Jadi, Tuhan sendiri mengajarkan berdoa kepada Bapa dan nama-Nya sendiri.
Oleh karena itu, Berdoalah kepada Bapa dalam nama Tuhan Yesus. Sudahkah Anda praktekkan berdoa kepadaNya? YN

SEKERAS APA PUN UCAPAN DOA KITA TETAPI TIDAK DITUJUKAN KEPADA-NYA, AKAN SIA-SIA

27 Maret 2015 – Tidak terpengaruh

Baca: Filipi 2:12-18
“supaya kamu tiada beraib dan tiada bernoda, sebagai anak-anak Allah yang tidak bercela di tengah-tengah angkatan yang bengkok hatinya dan yang sesat ini, sehingga kamu bercahaya di antara mereka seperti bintang-bintang di dunia,” (Filipi 2:15)

Dua orang ibu memasuki toko pakaian dan membeli baju seragam anaknya.Ternyata pemilik tokonya sedang bad mood sehingga tidak melayani dengan baik, malah terkesan buruk, tidak sopan dengan muka cemberut. Ibu pertama jelas jengkel menerima layanan yg buruk seperti itu.Yang mengherankan, Ibu kedua tetap bersikap sopan kepada penjualnya. Ibu pertama bertanya ; “Mengapa Ibu bersikap demikian sopan pada penjual menyebalkan itu?”. Lantas dijawab; “Mengapa saya harus mengizinkan dia menentukan caraku dalam bertindak? Ibu pertama menjawab “Tapi ia melayani dengan buruk sekali.” Dengan tersenyum ibu kedua menjawab “Itu masalah dia. Kalau dia mau bad mood, tidak sopan, melayani dengan buruk, toh tidak ada kaitan dengan kita. Kalau kita sampai terpengaruh, berarti kita membiarkan dia mengatur dan menentukan hidup kita, padahal kitalah yang bertanggung jawab atas diri kita. ”
Ilustrasi diatas menggambarkan bagaimana kehidupan kita sebagai orang Kristen. Banyak hal yang mempengaruhi kehidupan kita sebagai orang Kristen yang membuat hidup kita terkadang melenceng dari kehendak Tuhan. Akan tetapi dalam renungan hari ini kita diingatkan kembali bahwa kita sebagai orang percaya yang telah menerima anugerah keselamatan hendaknya hidup kita sesuai dengan status kita sebagai orang yang sudah diselamatkan. Keadaan apapun tidak akan mempengaruhi kehidupan kita sebagai orang Kristen. Namun kehidupan kita sebagai orang Kristen hendaknya dapat menjadi terang dan berkat bagi sekitar kita (Filipi 2:15). KN

JANGAN PERNAH TERPENGARUH OLEH DUNIA INI, TETAPLAH JADI TERANG KRISTUS

26 Maret 2015 – Mengenal Sumber Berkat

Baca: Yeremia 9:23-26
“Tetapi siapa yang mau bermegah, baiklah bermegah karena yang berikut: bahwa ia memahami dan mengenal Aku, bahwa Akulah TUHAN yang menunjukkan kasih setia, keadilan dan kebenaran di bumi; sungguh, semuanya itu Kusukai, demikianlah firman TUHAN.” (Yeremia 9:24)

Ada banyak orang mengira bahwa kekayaannya akan mampu membuat mereka bertahan hidup dengan baik. Tetapi, jika kita perhatikan salah satu contoh orang ini, maka kita mengerti bahwa kekayaan bukanlah sesuatu yang dapat menjamin hidup kita menjadi baik. Seseorang bernama Sean Quinn pernah dinobatkan sebagai orang terkaya di Irlandia pada tahun 2008, Sean merupakan pemilik Anglo Irish Bank, yang membiayai banyak proyek di berbagai negara Eropa. Namun Sean gemar hidup boros dan suka mempertaruhkan hartanya kepada bisnis baru yang belum tentu menguntungkan. Akhirnya investasi yang dia tanamkan amblas yang membuatnya kehilangan kekayaan sebesar 2,8 miliar dolar Amerika hanya dalam waktu singkat.
Hal ini yang terjadi kepada raja Manasye, pada zaman pelayanan nabi Yeremia. Orang Israel mulai menjauhkan diri dari Tuhan dan lebih condong kepada orang Asyur yang telah membuat kemajuan Israel pada zaman itu. Nabi Yeremia melihat pengaruh Asyur ini sudah sangat berbahaya, sebab telah merusak sendi-sendi keimanan umat Tuhan. Mereka sampai pada pikiran, bahwa segala yang mereka miliki karena ketaatan mereka pada allah Baal. Mereka tidak lagi bergantung kepada Tuhan sebagai Allah sumber berkat Israel. Yeremia mengingatkan bahwa segala kemegahan, kehormatan dan kekayaan itu semuanya datang dari Tuhan.
Apa yang membuat Anda merasa kuat? kekayaan yang melimpah seperti Sean Quinn? Mempunyai hubungan dengan orang yang mempunyai pengaruh dan kuasa? Semuanya adalah sia-sia. Meri bergantung kepada Allah sumber kehidupan kita. SP

TUHAN MENJAMIN KEPADA SIAPA YANG BERGANTUNG KEPADA-NYA

25 Maret 2015 – Air Yang Dalam

Baca: Amsal 20:1-10
“Rancangan di dalam hati manusia itu seperti air yang dalam, tetapi orang yang pandai tahu menimbanya.” (Amsal 20:5)

“Isi hati orang ibarat air sumur yang dalam; tapi bisa ditimba oleh orang yang punya pengertian.” (BIS Ams 20:5)
Menarik sekali pesan ayat ini, “air sumur yang dalam; tapi bisa ditimba oleh orang yang punya pengertian.” Jika Anda bijaksana, Anda akan mempertimbangkan akibat-akibat keputusan dan tindakan Anda. Anda akan bertanya, “Bagaimana setelah ini?” Mengkonsumsi minuman keras (1) berakibat tidak menyenangkan, dan orang yang memulai masalah (2) bisa membuat bahaya. Lebih baik mencegah masalah sejak awal (3). Anda telah dilengkapi dengan segala sesuatu yang Anda butuhkan untuk menggenapi panggilan hidup Anda. Apapun yang Anda butuhkan sudah ada didalam kehidupan Anda – seperti air sumur yang dalam (BIS) sudah tersedia didalam “kedalaman air sumur.”
Anda dapat menaikkan kepermukaan segala bakat, kapasitas, talenta yang tersembunyi ketika Anda merendahkan diri dihadapan Tuhan, ketika Anda tunduk kepada firman-Nya. Itulah yang akan membuat Anda menjadi ‘orang yang punya pengertian.’ Amsal juga mengatakan kepada kita, bahwa orang yang berpengertian menyukai hikmat. Orang yang berpengertian berwatak. Mereka tidak berbuat cemar, mereka berjalan lurus, menahan perkataan, berkepala dingin suka menegakkan hukum (Amsal 10:23; 15:21; 17:27; 28:2).
Jangan tinggal diam dipermukaan saja, gali lebih dalam sumber daya yang telah Allah sediakan dalam hidup Anda. Ketika Anda mentaati firman Allah, tujuan Allah menjadi semakin nyata dalam hidup Anda. Penyediaan Allah terus ditambah-tambah, tuntunan-Nya semakin jelas membawa Anda kepada impian Anda selama ini. TL

TIDUR PENTING BAGI KESEHATAN, TETAPI TERLALU BANYAK TIDUR MENGAKIBATKAN KEMISKINAN (4, 13)

24 Maret 2015 – Andalkan Tuhan!

Baca: Mazmur 127:1-5
“Banyaklah rancangan di hati manusia, tetapi keputusan Tuhanlah yang terlaksana.” (Amsal 19:21)

Pada waktu kita tidur, tubuh kita direparasi habis-habisan. Sehingga pada waktu bangun kita terasa segar. Kita sebagai pemilik tubuh tidak perlu melakukan apa-apa, Tuhan melakukan pemulihan. Selama tidur, tubuh mengeluarkan hormon-hormon yang sangat berguna untuk memelihara kesehatan. Contohnya hormon melatonin, hormon kortisol, hormon pertumbuhan. Hormon Melatonin, kekurangan dari hormon ini dihubungkan dengan meningkatnya faktor risiko kanker. Hormon Pertumbuhan, Kekurangan dari hormon pertumbuhan dilaporkan mempunyai gejala cepat lelah, otot lemas, mudah cemas, depresi, osteoporosis, dan lain-lain. Hormon kortisol, diproduksi pada waktu menjelang pagi/subuh. Pada pagi hari level hormon kortisol tinggi sehingga pagi hari kita merasa penuh semangat. (www.sinarharapan.com/17 Januari 2015).
Pemazmur menulis, “Jikalau bukan TUHAN yang membangun rumah, sia-sialah usaha orang yang membangunnya; jikalau bukan TUHAN yang mengawal kota, sia-sialah pengawal berjaga-jaga. Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi dan duduk-duduk sampai jauh malam, dan makan roti yang diperoleh dengan susah payah, sebab Ia memberikannya kepada yang dicintai-Nya pada waktu tidur.”(Mazmur 127:1-2). Mazmur ini hendak berkata kepada semua orang tentang sikap dalam mempertahankan hidup dan mencari nafkah. Jangan merasa bisa melakukan banyak hal dengan kekuatan sendiri tanpa Tuhan.
Berkat itu datangnya dari Allah, oleh karena itu mari kita mengandalkan Dia selalu. Jikalau Allah tidak ada dalam hidup kita, kegiatan kita, sasaran dan keluarga kita, maka segala sesuatu itu sia-sia dan akan berakhir dengan kekecewaan dan kegagalan. LBS.

DIBERKATILAH ORANG YANG MENGANDALKAN TUHAN. Yeremia 17:7.

23 Maret 2015 – Ketika Intensitas Muncul

Baca: 1 Tawarikh 16:35
“Dan katakanlah: “Selamatkanlah kami, ya TUHAN Allah, Penyelamat kami, dan kumpulkanlah dan lepaskanlah kami dari antara bangsa-bangsa, supaya kami bersyukur kepada nama-Mu yang kudus, dan bermegah dalam puji-pujian kepada-Mu.” (1Tawarikh 16:35)

Memiliki momen-momen pujian dan perayaan yang khusus itu baik, tetapi Anda tidak dapat menyandarkan hidup pada pengalaman-pengalaman ini. Sebuah perjalanan yang memuaskan bersama Tuhan bergantung pada ibadah kita kepadaNya setiap hari. Itulah sebabnya Daud menugaskan Asaf dan orang-orang Lewi untuk pelayanan ibadah “Seperti yang patut dilakukan setiap hari.” (37). Setiap kali ketika hidup menjadi sulit dan sepertinya bertambah-tambah sulit, itu adalah tanda bahwa kesulitan yang Anda hadapi sudah hampir berakhir dan kemenangan Anda sudah dekat!
Dalam sebuah acara perayaan nasional yang istimewa, Raja Daud menulis sebuah lagu untuk memimpin bangsanya memuji Allah pada masa itu, Hingga kini lagu ini bertahan menjadi bagian dalam buku kidung pujian di Israel yang tak henti-hentinya dinyanyikan (Mazmur 105:1-15).
Dua abad silam, Matthias Claudius menulis: Kami bersyukur kepada-Mu, Bapa, atas segala hal yang cemerlang dan indah; Masa menabur dan masa menuai, kehidupan kami, kesehatan kami, makanan kami; Tak ada yang mampu kami berikan kepada-Mu atas segala kasih yang Engkau curahkan selain yang Kaukehendaki, kerendahan hati kami dan hati yang penuh syukur; Segala anugerah yang baik di sekeliling kami berasal dari surga; Syukur kepada Tuhan, oh syukur kepada Tuhan atas kasih-Nya. TL

ALASAN INTENSITAS MUNCUL KARENA AKU AKAN MERANGKUL KEMENANGAN-KU DIDALAM TUHAN

22 Maret 2015 – Cari Muka

Baca: Galatia 4:12-20
“Memang baik kalau orang dengan giat berusaha menarik orang lain dalam perkara-perkara yang baik, asal pada setiap waktu dan bukan hanya bila aku ada di antaramu.” (Galatia 4:18)

Saya mengutip sebuah kata-kata bijak dari sebuah situs jejaring sosial Facebook atas nama Kata-kata Motivasi. Orang yang berhasil karena ‘cari muka’ di depan manusia, kelak akan kehilangan ‘muka’ di depan Tuhan. Sedangkan orang yang digagalkan walau berhasil, kelak akan jauh lebih berhasil di masyarakat…. ‘Cari Muka’ lah, tapi hanya kepada Tuhan. Maka Anda akan dapat melihat pintu terbaik, yang sedang terbuka menunggu kehadiran Anda.” Sebuah kutipan yang tidak begitu enak di dengar bukan? Tetapi, ini adalah fakta dalam sebuah persaingan karyawan, yaitu dengan cari muka. Banyak diantara mereka yang kemudian mengorbankan rekan-rekan kerjanya demi mendapatkan jabatan dan bahkan hanya sekedar pujian dari bosnya.
Rupanya kebiasaan cari muka ini juga pernah terjadi ketika zaman pelayanan Paulus. Kepupoleran Paulus pada masa itu membuat banyak rekan-rekan pelayanannya yang berusaha ingin mendapatkan perhatian dan pujian dari Paulus sendiri, meskipun seolah-olah hal itu dikerjakan untuk sebuah pelayanan. Yang terjadi pada waktu itu adalah, bahwa mereka giat bekerja ketika mendengar Paulus akan datang, sedangkan mereka tidak berbuat apa-apa ketika Paulus tidak bersama mereka. Oleh sebab itu Paulus menasihatkan agar rekan-rekannya senantiasa bekerja meskipun Paulus tidak hadir.
Bagaimana dengan Anda? Yesus juga mengajarkan bahwa apa pun yang kita lakukan, mari lakukan dengan ketulusan. Tidak perlu risau apakah orang akan melihat atau menilai, tetapi janji Tuhan, Ia akan membalas ketulusan kita dalam bekerja. SP

CARI MUKA HANYA DILAKUKAN OLEH ORANG-ORANG YANG TIDAK TAKUT AKAN TUHAN