27 April 2014 – Yang Chung Syn

Baca: Mazmur 145:1-13
“TUHAN dekat pada setiap orang yang berseru kepada-Nya, pada setiap orang yang berseru kepada-Nya dalam kesetiaan.” (Mazmur 145:18 )

Donita Dyer menulis sebuah buku yang berjudul Srikandi Iman, yang diterbitkan oleh Yayasan Komunikasi Bina Kasih, Jakarta 2005. Buku ini menceritakan kisah Yang Chung Syn, seorang wanita Korea yang dilahirkan tahun 1920-an dalam sebuah keluarga miskin dan kolot. Ia dianggap pembawa sial, karena selain buta dia juga anak yang tidak diharapkan oleh orang tuanya.
Tuhan membuka kesempatan untuk Chung Syn bersekolah hingga SMA, meskipun ia harus berjuang keras dengan bekerja sambilan untuk mencukupi biaya sekolahnya. Dengan berkat Tuhan dia lulus dengan hasil gemilang, bahkan melebihi siswa-siswa yang tidak buta. Bukan itu saja, ia bahkan memperoleh bea siswa ke Jepang untuk kuliah kedokteran. Anda mungkin takjub mendengar bagaimana Tuhan memberi kepandaian luar biasa kepada Chung Syn sebagai dokter buta yang berhasil membedah pasien. Di balik semua itu, ada kisah yang kelam yang harus ia lewati. Chung Syn, sempat ingin bunuh diri karena putus asa, namun niatnya diurungkan ketika ia mendengar suara Tuhan. Ia pernah hampir diperkosa sewaktu memberitakan firman Tuhan. Tetapi bukan hanya ia luput, orang yang mau memperkosa akhirnya bertobat. Hal yang paling mengerikan adalah pada waktu ia dipenjara oleh tentara Jepang. Ia disiksa dan diperkosa berbulan-bulan lamanya.
Dalam keadaan yang mengerikan seperti itu ia tidak menyalahkan Tuhan, bahkan tetap berkata bahwa Tuhan tidak pernah mengecewakannya, bahkan ia diberi kekuatan untuk mengampuni orang-orang yang menyiksanya. Justru lewat ketaatannya, Tuhan mempercayai tugas-tugas mulia yang mulia. Apakah penderitaan Anda melebihi Chung Syn? Tetaplah setia. SP

PEMBERIAN ANDA YANG PALING BERHARGA KEPADA TUHAN ADALAH, KESETIAAN

One Response to 27 April 2014 – Yang Chung Syn

  1. Aprilina Awing says:

    amin… saya merasa terharu membaca buku “Srikandi Iman” yang mengisahkan tentang dr.Chung Syn. saya bersyukur atas apa yang Tuhan ijinkan saya alami. Saya memang tidak buta dan secerdas beliau. tapi melalui biografi hidupnya, membuat saya tetap memiliki pengharapan dalam Tuhan meskipun kemustahilan merentang nyata..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>