20 Juli 2014 – Ketaatan atau Kemandirian?

Baca: Lukas 9:22-27
“Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku.” (Yohanes 14:15)

Tuhan tidak pernah ‘memaksa’ kita untuk mentaati perintah-Nya, Tuhan hanya menekankan apa yang seharusnya kita lakukan untuk Dia. Ketaatan kita kepada Tuhan harus berasal dari kesatuan Roh dengan Dia. Itulah sebabnya, setiap kali Tuhan berbicara tentang pemuridan, Dia selalu mengawali dengan kata, ‘jika’ (‘if’) artinya: “Tidak ada keharusan bagi Anda untuk melakukan hal ini kecuali engkau rela melakukannya.” Ketaatan atau kesetiaan bukan karena sesuatu hal, melainkan karena dorongan dari dalam untuk melakukannya, bukan dorongan dari luar.
Perhatikan Lukas 9:23 dalam versi KJV “.. If any man will come after me, let him deny himself, and take up his cross daily, and follow me.” “Untuk menjadi murid-Ku, biarlah ia menyerahkan haknya atas dirinya kepada-Ku.” Tuhan berbicara tentang bagaimana kita bisa bernilai bagi-Nya dalam kehidupan di dunia sekarang ini juga. Itulah sebabnya perkataan-Nya terdengar begitu keras: “Jikalau seorang datang kepada-Ku dan ia tidak membenci bapanya, ibunya, isterinya, anak-anaknya, saudara-saudaranya laki-laki atau perempuan, bahkan nyawanya sendiri, ia tidak dapat menjadi murid-Ku” (Lukas 14:26)
Jika relasi Anda dengan Tuhan adalah relasi kasih, tanpa ragu Anda akan melakukan apa yang dikatakan-Nya. Tuhan tidak akan pernah memaksa kita mentaati-Nya, tetapi kita harus taat. Melalui ketaatan yang sedemikian. Jika Anda mentaati Tuhan sedemikian rupa, maka penebusan Allah akan mengalir melalui Anda ke dalam hidup orang lain, karena dampak ketaatan itu ada realitas Allah yang Maha Kuasa. TL

KETAATAN/ KESETIAAN BUKAN KARENA SESUATU HAL NAMUN KARENA MEMANG MAU MELAKUKANNYA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>