02 Agustus 2014 – Belas Kasihan

Baca: Amsal 14:1-35
“Siapa menghina sesamanya berbuat dosa, tetapi berbahagialah orang yang menaruh belas kasihan kepada orang yang menderita.” (Amsal 14:21)

Perasaan kasihan akan membantu pikiran dan perilaku untuk mengasihi, hal ini tidak mungkin akan ada dan dimiliki oleh orang yang jahat dan kejam. Saat seseorang menderita untuk dirinya sendiri ini disebut kesedihan, tetapi apabila ikut menderita dalam penderitaan orang lain ini disebut belas kasihan.
Penderitaan yang dialami oleh Tuhan Yesus Kristus, mau lahir sudah ditolak hingga lahir dikandang yang kotor bahkan menghadapi ancaman pembunuhan hingga dikhianati dan dijatuhi hukuman mati digantung pada kayu salib serta dikubur dikuburan yang bukan milikNya tapi kemudian bangkit dari kematian dan hidup dalam kemuliaan yang luar biasa kembali kedalam Kerajaan Sorga menyediakan tempat bagi orang-orang yang percaya kepadaNya. Ini semua Dia lakukan dengan rela untuk membuktikan betapa besar kepedulianNya dan bagaimana Ia menaruh belas-kasihan yang luar biasa terhadap umat manusia, Ia tidak bersedih saat mengalami penderitaan yang harus dipikulNya karena Ia sangat mengasihi umat manusia, Ia mengetahui dengan pasti bahwa tidak ada seorangpun yang sanggup menghadapi dan memenuhi tuntutan hukum dosa.
Sekarang kita yang percaya kepada-Nya memiliki jaminan keselamatan, perlu untuk diekspresikan dengan benar sehingga menjadi berkat bagi orang lain dan dapat ikut menikmati belas-kasihan-Nya yang menjamin keselamatan kekal dalam Kerajaan Sorga, (bdgk Ibr.2:14-18). AK

BELAS KASIHAN ADALAH RASA KASIHAN YANG DITAMBAH DENGAN PERBUATAN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>