11 September 2014 – Ucapan Membawa Berkat

Baca: Rut 1:8-17
“Di mana engkau memungut dan di mana engkau bekerja hari ini? Diberkatilah kiranya orang yang telah memperhatikan engkau itu!.”(Rut 2:19)

Tahukah Anda ungkapan, “Mulutmu adalah harimaumu.” Ungkapan tersebut memiliki makna bahwa segala sesuatu yang telah terlanjur kita keluarkan apabila tidak dipikirkan terlebih dahulu akan merugikan diri sendiri. Karenanya kita haruslah bijaksana dalam bertutur kata dengan sopan dan santun.

Dalam kisah Naomi dengan menantunya, ia sangat bijak di dalam berkata-kata. Hal tersebut dapat kita lihat melalui perkataannya kepada menantunya, “TUHAN kiranya menunjukkan kasih-Nya kepadamu, seperti yang kamu tunjukkan kepada orang-orang yang telah mati itu dan kepadaku; kiranya atas karunia TUHAN kamu mendapat tempat perlindungan, masing-masing di rumah suaminya.” (Rut 1:8-9). Setiap ucapan yang diberikan kita cermati penuh pertimbangan, positif dan ucapan yang membawa berkat. Naomi menginginkan hal yang terbaik terjadi dalam hidup mereka, sehingga tidak heran kedua menantunya sangat menghormati mertuanya itu. Bahkan Naomi juga mengucapkan berkat bagi orang yang dipakai Tuhan menjadi saluran berkat bagi dirinya dan menantunya (Rut 2:19). Dari ucapan atau perkataan kita maka orang disekitar kita menjadi respek atau sebaliknya tidak menghargai diri kita. Ucapan berkat selalu menghasilkan kebaikan.

Sahabat Gandoem Mas, Apakah ucapan dari bibir mulut kita lebih banyak ucapan berkat atau syukur, atau cacian, sumpah serapah ataukah kutuk yang keluar? Pilihan ada pada Anda! YN

PERKATAKANLAH BERKAT DAN BUKAN KUTUK, SEBAB ANDA DIPANGGIL MENJADI BERKAT BAGI ORANG LAIN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>