01 Februari 2015 – Manusia Biasa

Baca: I Raja-raja 19:1-8
“Maka takutlah ia, lalu bangkit dan pergi menyelamatkan nyawanya; dan setelah sampai ke Bersyeba, yang termasuk wilayah Yehuda, ia meninggalkan bujangnya di sana.” (I Raja-raja 19:3)

Elia adalah Nabi yang termasyur di Israel, kerajaan utara, sekitar tahun 875-850 s.M. Dengan berani Elia membela Allah sendirian saja, walaupun ia harus menegur sang raja mengenai kesalahannya. Kemenangan Elia atas para imam Baal di Gunung Karmel (IRaja-raja 18:20-46), merupakan cerita yang menakjubkan, Allah mendengar doa Elia dan semua orang Israel sujud menyembah kepada Tuhan Allah.
Dalam pembacaan kita tadi, di kisahkan bangaiman Elia yang sebelumnya melihat perbuatan Tuhan yang luar biasa, bahkan semua orang Israel yang ada bersama dengan dia di Gunung Karmel sujud dan percaya kepada Tuhan. Tetapi pada pasal 9:3, Elia merasa takut kerena ada seorang suruhan Izebel datang kepadanya dengan pesan, “ … jika besok kira-kira pada waktu ini aku tidak membuat nyawamu sama seperti nyawa salah seorang dari mereka itu,” ayat 2.
Dari cerita ini kita melihat bahwa Elia adalah “Manusia Biasa” yang juga bisa mengalami ketakutan ketika mendapat tekanan dan ancaman dari orang lain. Tetapi Tuhan tidak pernah salah dalam memilih seseorang untuk menjadi alat-Nya, Tuhan bertanggung jawab atas orang pilihan-Nya. Tuhan tetap memperhatikan Elia. Ayat 6 membuktikan bagaimana pemeliharaan Tuhan terhadap Elia. Bagaimana dengan anda masihkah ada keraguan dan ketakutan dalam diri anda dalam mengikut Tuhan? percayalah bahwa penyertaan dan pertolongan Tuhan masih nyata sampai saat sekarang ini, kasih Tuhan tidak pernah berubah dulu sekarang bahkan sampai selamanya. DN

PERCAYALAH KEPADA TUHANG DENGAN SEGENAP HATIMU (Amsal 3:5)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>