GM 21 Agustus 2012 – Menabur akan Menuai

Baca: Galatia 6:1-10
“Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya.” (Galatia 6:7b)

Ada khotbah yang usianya sudah lebih dari 100 tahun. Dalam khotbah itu, pak Moody menyampaikan sebuah illustrasi. Kalau di Indonesiakan, begini. “Pak Prawiro punya tanah yang luas. Sebelum ke luar negeri, beliau memanggil Abdi dan berpesan, agar tanah di sudut barat ditanami padi. Abdi pergi dan melihat, bahwa tanah yang dimaksud sulit untuk bisa dapat air. Kalau ditanami padi, ia harus kerja ekstra keras. Abdi ambil jalan yang lebih ringan, yaitu ditanami jagung.”

Tiga bulan kemudian, pak Prawiro pulang. Setelah beliau melihat hasil kerja Abdi, ia marah besar dan berniat untuk memecatnya. Tapi, karena Abdi mohon maaf dengan rendah hati agar jangan dipecat, pak Prawiro tersentuh hatinya. Beliau mengampuni Abdi. Beberapa minggu kemudian, saatnya panen tiba. Lalu Moody bertanya: “Menuai padi atau jagung?” Ya, Anda benar. Yang dituai adalah jagung. Jadi pengampunan Allah di sisi lain adalah 100%. Tapi apa yang ditabur, itu juga yang akan dituai.
Ketika nabi Nathan menegur Daud yang telah tidur dengan Batsyeba, Daud sadar dan menyesali dosanya itu. Allah mengampuni dengan pengampunan yang sempurna, bukan sekedarnya (2 Samuel 12). Akan tetapi, ternyata setelah itu, Absalom mengadakan pemberontakan untuk menggulingkan Daud.

Perhatikanlah, bahwa apa yang dialami oleh Daud, persis seperti yang dialami oleh Uria, suami Batsyeba. Yaitu dikejar-kejar untuk dibunuh (2 Samuel 15:13). Bedanya, Uria mati, tapi Daud selamat, karena pengampunan Allah baginya. Tapi apa yang Daud tabur, ia harus menuainya. Camkanlah! GS

MELAKUKAN SESUATU DENGAN BAIK, JAUH LEBIH BAIK, DARIPADA MENGATAKANNYA DENGAN BAIK

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>