Bagaimanakah Anda Ingin Dikenang?

sunflower

By Barry Landis (President; The Landis Agency)

Nama baik lebih berharga dari pada kekayaan besar, dikasihi orang lebih baik dari pada perak dan emas. Amsal 22:1

Saya sedang dalam perjalanan menuju Atlanta baru-baru ini saat saya melihat tulisan di bagian belakang sebuah truk besar di depan saya yang bunyinya, “Apakah yang anda inginkan tertulis di batu nisan anda?”


Semua yang lain dalam mobil menganggapnya sebagai iklan untuk sebuah perusahaan pizza, tetapi saya mulai memikirkan tulisan ini sebagai pertanyaan yang seharusnya melintasi benak semua murid Kristus yang serius. Bagaimanakah kita ingin dikenang saat pekerjaan kita di bumi sudah selesai?
Saya sudah menghabiskan karier saya di dunia hiburan, khususnya dalam bisnis musik, yang saya mulai percaya, digerakkan terutama oleh ketakutan dan ego. Dalam dunia ini saya mau dikenang sebagai orang yang berkarakter. Saya mau “ya saya adalah ya” dan “tidak saya adalah tidak” (Matius 5:37). Saya ingin berurusan dengan secara jujur dengan orang lain. Dengan mengatakan kebenaran kepada mereka tentang bisnis potensial kami bersama atau mengapa itu tidak akan terjadi. Saya ingin berusaha dengan para karyawan secara terus terang.
Karakter memang penting. Pada tahun 1994, perusahaan kami Warner Alliance, harus mengambil sikap dalam menghadapi perselingkuhan seorang penyanyi lagu rohani dengan salah seorang penyanyi latarnya. Kami menerima kritik maupun dukungan atas keputusan kami untuk mengakhiri kontrak dengan penyanyi tersebut.
Surat kabar local tampaknya heran bahwa suatu organisasi pencari laba mau memutuskan untuk memilih sikap moral, tetapi tanggapan favorit saya datang dari mantan gembala saya, yang berkata, “Mungkin benar bahwa walaupun dunia terus membutuhkan khotbah tentang masalah-masalah seperti ini, dunia memang sangat membutuhkan teladan.”
“Karakter” telah didefenisikan sebagai kekuatan moral atau etika.” Sekarang di Amerika, kami sangat membutuhkan teladan karakter jenis ini. Terlalu sering, kita mendengar tentang satu lagi skandal perusahaan, satu lagi skandal doping dalam olah raga, satu lagi kasus plagiarisme oleh jurnalis atau mahasiswa – bahkan peristiwa-peristiwa dari pendeta-pendeta yang mencuri khotbah dari internet.” Semua orang melakukannya” seharusnya tidak menjadi dalih bagi orang Kristen.
Tuhan terus membangun karakter kita. Kita tidak dapat memilih orang tua kita, tetapi kita dapat memilih karakter kita. Kita membuat keputusan-keputusan setiap hari yang membentuk karakter kita, menentukan arah masa depan kita dalam hidup dan, akhirnya, menentukan apa yang dikatakan tentang kita saat kita sudah meninggal dunia.
Saat Yusuf dipenjara di Mesir, ia sering diuji, tetapi ia malah naik jabatan sampai menjadi orang kedua paling penting di seluruh negeri. Karakternya yang sejati bahkan memungkinkannya menolong saudara-saudaranya sendiri yang pernah menjualnya sebagai budak.
Dalam Les Miserables karya Victor Hugo, tokoh utamanya, Jean Valjean, berpikir ia sudah mencuri perak dari rumah uskup. Namun, saat polisi menangkapnya dan membawa Valjean kembali ke tempat kejadian, uskup mengatakan kepada polisi bahwa ia memang sudah memberikan perak itu kepada Valjean. Sesudaj polisi pergi, uskup berkata kepada Valjean, “Nah, engkau sudah dibeli dan dibayar lunas. Gunakanlah uang ini untuk menjadi orang yang jujur.”
Paulus mengatakan kepada kita dalam 1 Korintus 6:20, “Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah Bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, – dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri? Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!”
Sebagai orang Kristen, kita sudah ditebus dan dibayar lunas. Karena itu, betapa jauh lebih banyaknya lagi kita seharusnya, yang disebut menurut nama-Nya, ingin memakai tubuh dan pikiran kita dengan cara-cara yang memperlihatkan kekuatan moral dan etika?
Pokok Renungan
Berikanlah cukup banyak waktu dan tenaga untuk perbaikan diri anda sendiri sehingga anda tidak mempunyai waktu untuk mengkritik orang lain
Pertanyaan untuk direnungkan:
1.Apakah arti frase “kekuatan moral dan etika” dalam hidup anda? Bagaimanakah frase ini membuat anda berpikir tentang pilihan anda?
2.Bagaimanakah anda dapat menjadikan diri anda sendiri teladan moral dan bisnis yang etis dalam urusan anda sehari-hari dengan para kolega dan orang-orang bisnis lain?
3.Jadi… apakah yang anda inginkan tertulis di batu nisan anda?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>