Bukti – Bukti Alkitab adalah Firman Allah

holy bible

Sebab tidak pernah nubuat dihasilkan oleh kehendak manusia, tetapi oleh dorongan Roh Kudus orang-orang berbicara atas nama Allah.
(2 Petrus 1:21)

Allah adalah pribadi yang senang mengungkapkan keberadaan dan isi hati-Nya kepada manusia. Salah satu cara yang dipakai untuk itu adalah melalui Alkitab, Firman Allah yang tertulis. Melalui Alkitab kita dapat mengenal pribadi Tuhan, kehendak dan rencana-Nya bagi manusia. Itulah sebabnya sangat penting bagi kita mempelajari dan memahami isi Alkitab.
Alkitab sampai kepada bentuknya yang tertulis seperti sekarang ini melalui beberapa langkah, yaitu:
Allah memanggil dan memilih orang yang tulus dan jujur sehingga mereka mampu menerima wahyu-Nya tanpa suatu kesalahan.
Allah mewahyukan kebenaran-Nya. Artinya, Ia mengungkapkan kebenaran-Nya kepada penulis Alkitab.

Allah bekerja dalam diri penulis Alkitab sehingga mereka dapat menuliskan wahyu dan cerita yang mereka dengar, lihat dan rasakan, dengan benar dan tanpa kesalahan
Dalam mewahyukan atau menyatakan kebenaran-Nya, Allah memakai berbagai sarana, misalkan  dengan perantaraan malaikat, mimpi, penglihatan, cerita dari orang-orang kudus atau para nabi atau suara ilahi yang terdengar.
Selain Allah mewahyukan kebenaran-Nya dan bekerja di dalam diri penulis Alkitab — yang merupakan orang-orang pilihan-Nya—Allah menjaga mereka sedemikian rupa sehingga wahyu tersebut ditulis dengan jujur, tepat dan tanpa kesalahan.

Bukti bahwa Alkitab itu berisikan kebenaran tertinggi dan bukti bahwa Alkitab itu memang Kitab Tuhan atau Kitab Suci dan bukan buku fiksi, dongeng atau juga bukan sekedar buku biasa:
Ramalan atau Nubuatan Yang Digenapi
Nabi Yesaya meramalkan seorang perawan akan mengandung dan melahirkan seorang bocah dan anak itu akan dinamakan Imanuel (Yesaya 7:14)
Nubuatan ini digenapi 700 tahun kemudian dengan lahirnya Yesus Kristus dari perawan suci Maria (Matius 1:21-23)

Tuhan Yesus berkata bahwa tidak satu pun batu dari Bait Allah (Bait Suci Orang Yahudi) akan dibiarkan terletak di atas batu yang lain, tetapi semuanya akan diruntuhkan (Matius 24:1-2)
Nubuatan ini digenapi 40 tahun kemudian yaitu ketika kota Yerusalem dihancurkan oleh tentara Romawi di bawah pimpinan Jenderal Titus pada tahun 70 Masehi.
Masih ada ratusan lagi nubuatan dalam Alkitab yang tergenapi secara akurat dan yang masih akan digenapi di zaman sekarang maupun yang akan datang. Termasuk apa yang akan terjadi sebelum kedatangan Isa Almasih atau Yesus Kristus  sebagai Hakim Yang Adil.
Di dalam Alkitab Allah sudah membuat suatu ukuran dan cara untuk mengetahui apakah seseorang itu nabi yang datang dari TUHAN ataukah ia seorang nabi palsu. Allah membuat suatu patokan bagi kita untuk mengetahui apakah perkataan seseorang adalah sabda TUHAN atau bukan.
Jika sekiranya kamu berkata dalam hatimu: “Bagaimanakah kami mengetahui perkataan yang tidak difirmankan TUHAN? Apabila seorang nabi berkata demi nama TUHAN dan perkataannya itu tidak terjadi dan tidak sampai, maka itulah perkataan yang tidak difirmankan TUHAN; dengan terlalu berani nabi itu telah mengatakannya, maka janganlah gentar kepadanya.” (Ulangan 18:21-22).

2 Timotius 3 : 15
Ingatlah juga bahwa dari kecil engkau sudah mengenal Kitab Suci yang dapat memberi hikmat kepadamu dan menuntun engkau kepada keselamatan oleh iman kepada Kristus Yesus.

Bukti lainnya bahwa Alkitab itu bukan buku biasa melainkan Kitab Suci dan Firman Allah yang berkuasa adalah:
1.  Kesatuan isinya yang menakjubkan
Padahal Alkitab ini ditulis oleh 40 orang penulis yang berlainan dalam jangka waktu 1500 tahun. Penulisnya masing-masing mempunyai latar belakang berbeda-beda. Ada diantaranya adalah pengusaha ternak, perdana menteri Mesir, mantan pangeran Mesir dan penggembala, nabi, imam, mantan gembala domba, raja, penasihat raja, perdana menteri Babel, guru, nelayan, tabib dan lain-lain.
Walau para penulis tersebut hidup dalam kurun waktu yang berbeda dan dengan latar belakang yang berlainan, namun isi tulisan mereka tidak pernah saling bertentangan. Sebaliknya secara keseluruhan isi  tulisan mereka memiliki satu pesan atau berita yang sama yang tersusun secara harmonis. Yaitu berita atau pesan mengenai kedatangan Yesus Kristus yang menyelesaikan masalah dosa manusia dan yang memerintah sebagai raja di surga dan di bumi.

2.  Ketepatannya dalam hal ilmu pengetahuan
Dalam kitab Yesaya (yang ditulis ±th 700 SM) tercatat bahwa bentuk bumi adalah bulat (Yesaya 40:22).
Hal ini baru terbukti 2200 tahun kemudian, yaitu sewaktu Columbus berlayar untuk mengelilingi dunia pada tahun 1490 masehi.
Dalam kitab Ayub (yang ditulis ±th 3000 tahun yang lalu) tercatat bahwa bumi bergantung dalam kehampaan (Ayub 26:7).
Masih banyak lagi bukti ketepatan dari pernyataan Alkitab yang melampaui kemajuan ilmu pengetahuan pada masa pernyataan tersebut di tulis.

3.  Memiliki kuasa untuk membaharui kehidupan manusia
Berjuta-juta orang yang dahulunya hidup penuh dosa mengalami perubahan yang menakjubkan setelah membaca Alkitab. Alkitab memiliki kuasa untuk mengubah dan membaharui kehidupan manusia.
Alkitab merupakan suatu pemberian yang luar biasa dari Allah kepada semua manusia. Karena melalui kebenaran yang tersimpan di dalamnya manusia dapat memperoleh jalan keluar dari dosa, sengsara dan hukuman yang kekal.

Bahasa Asli Alkitab
Bahasa asli Alkitab Perjanjian Lama adalah bahasa Ibrani dan beberapa pasal ditulis dalam bahasa Aram. Sedangkan Perjanjian Baru ditulis dalam bahasa Yunani.
Lalu supaya dapat dimengerti oleh semua orang, Alkitab kemudian diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa di dunia. Dan karena keinginan untuk menterjemahkannya secermat mungkin, sering kali kita temukan dalam satu bahasa terdapat beberapa versi terjemahan.

Sikap Yang Benar Terhadap Firman TUHAN
Kalau kita benar-benar mengasihi Tuhan, maka kita pasti juga mengasihi Firman-Nya. Mengasihi Firman Tuhan dimulai dari tekun membaca Alkitab kemudian merenungkan dan melakukan apa yang tertulis di dalamnya.
Sebab sesungguhnya ada berkat dalam mempelajari Alkitab. Alkitab dapat memberikan iman dan hikmat serta menuntun kita kepada keselamatan. Alkitab juga bermanfaat untuk mengajar, menyatakan suatu kesalahan, memperbaiki kelakuan, dan mendidik orang dalam kebenaran.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>