5 Februari 2013 – Menyukakan Allah

Baca: 1Tesalonika 2:1-12
“Maka kami berbicara, bukan untuk menyukakan manusia, melainkan untuk menyukakan Allah yang menguji hati kita.” (1Tesalonika 2:4)

Ketika rasul Paulus menulis surat kepada jemaat di Tesalonika, ia mengawali suratnya dengan ucapan syukur kepada Tuhan karena pekerjaan iman mereka, usaha kasih mereka, dan ketekunan pengharapan mereka kepada Tuhan (1Tesalonika 1:3). Kita tidak mungkin memaksa orang lain menjadi seperti diri kita sendiri, sekalipun orang itu anak kita sendiri. Dalam hal ini kita tidak mempunyai otoritas. Biar setiap orang menjadi seperti yang Tuhan kehendaki bagi dirinya masing masing. Bukan seperti yang kita mau! Sebaliknya, kita juga tidak mungkin bisa menyenangkan semua orang. Apabila kita berusaha untuk menyenangkan semua orang, kita akan capek dan bingung sendiri. Kepada siapa Anda mengabdikan hidup Anda selama ini? Rasul Paulus mengatakan, “Apabila kamu menyerahkan diri kepada seseorang sebagai hamba untuk mentaatinya, kamu adalah hamba orang itu ..” (Roma 6:16). “Tetapi syukur sekarang kamu adalah hamba kebenaran” (19).

Sebab panggilan hidup kita di dunia ini bukanlah untuk menyukakan manusia, tetapi menyukakan Tuhan. Karena itu, standar atau ukuran sikap dan perilaku kita harus berpusat kepada firman Tuhan. Dengan demikian kita menyukakan Tuhan. Seperti kata Rasul Paulus, “Maka kami berbicara, bukan untuk menyukakan manusia, melainkan untuk menyukakan Allah yang menguji hati kita” (1Tesalonika 2:4).

Ketika kita menyukakan Tuhan, maka kita beroleh buah yang membawa kita kepada pengudusan dan sebagai kesudahannya ialah hidup yang kekal. (Roma 6:22). Kepada siapa Anda menghambakan diri? TL

PANGGILAN HIDUP KITA ADALAH MENYUKAKAN TUHAN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>