16 Februari 2013 – Sang Pendoa Sejati

Baca: Markus 1:35-39
“Pagi-pagi benar, waktu hari masih gelap, Ia bangun dan pergi ke luar. Ia pergi ke tempat yang sunyi dan berdoa di sana.” (Markus 1:35)

Salah satu fakta dari kehidupan Tuhan Yesus ialah, Ia suka pergi ke tempat-tempat yang sunyi seperti bukit untuk berdoa seorang diri. Pada saat Yesus hadir di bumi sebagai manusia, selain melakukan pekerjaan selayaknya manusia pada umumnya, Ia juga banyak menghabiskan waktu untuk berdoa. Tidak salah jika kita sebut Ia pendoa sejati. Ia mengajar murid-murid-Nya mengenai Doa Bapa kami dan Ia juga memberi teladan dalam hal berdoa.

Alkitab banyak menjelaskan bahwa berdoa merupakan kebiasaan Tuhan Yesus. Dari awal kehidupan Tuhan Yesus sampai akhir pelayanan-Nya di bumi. Ketika Ia di atas kayu salib, Ia pun juga masih berdoa kepada Bapa. Yang luar biasa, ditengah-tengah kesibukan pelayanan-Nya memberitakan injil, mengajar dan menyembuhkan orang sakit atau mengusir setan-setan, Yesus menyempatkan diri-Nya untuk berdoa. Hal ini menunjukkan Ia terbiasa berdoa setiap hari. Faktanya sekalipun Ia maha kuasa dan memiliki kuasa rohani yang besar, tetapi dengan kerendahan hati Ia datang kepada sumber kekuatan, yaitu Bapa sorgawi. Yesus sujud kepada Bapa untuk memohon kasih karunia-Nya pada waktu Ia memerlukan pertolongan. Melalui doa, Tuhan Yesus berkomunikasi dengan Bapa. Melalui kebiasaan doa tersebut, Yesus sedang mengajar kepada kita mengenai sebuah gaya hidup orang percaya.

Sahabat Gandoem Mas, Yesus telah memberikan teladan tentang pentingnya berdoa. Sebagai murid-murid-Nya mari mengikuti teladan-Nya. Terlebih kita manusia yang lemah, justru doa adalah kekuatan kita. YN

YESUS ADALAH TELADAN SANG PENDOA SEJATI, MAKA JADIKAN DOA SEPERTI NAFAS HIDUP KITA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>