21 Maret 2014 – Aku Marah

Baca: Efesus 4:17-32
“Besi menajamkan besi, orang menajamkan sesamanya. “ (Amsal 27:17).

Banyak orang pernah merasa tersinggung oleh sebuah postingan di Facebook, entah berupa foto memalukan, update status yang kurang enak dibaca, atau hal lain. Tim Facebook Compassion Research Day (CRD) bekerjasama dengan Universitas Berkeley, Yale, dan Stanford meneliti interaksi manusia di jejaring sosial. Hasil penelitian mengungkapkan, dari sepuluh posting yang diminta dihapus (oleh pengguna lain, karena dianggap menyinggung), hanya satu yang benar-benar bermaksud untuk “menyerang” atau memprovokasi. (Kompas, 9 Desember 2013). Kita semua pasti pernah merasakan rasa tersinggung, namun, kita harus ingat panggilan kita sebagai anak Tuhan, kita tidak diajarkan membalas kejahatan dengan kejahatan.
Amsal berkata “Besi menajamkan besi, orang menajamkan sesamanya” (Amsal 27:17). Seringkali Tuhan menempatkan orang-orang disekeliling kita bahkan orang terdekat yang sikapnya tidak “mengenakan” untuk menjadi bagian dari hidup kita, untuk apa? Untuk membentuk karakter kita sehingga kita memiliki karakter yang serupa dengan Kristus dan dewasa di dalam-Nya. Pemikiran seperti inilah yang akan memberi kita sukacita demi sukacita, sehingga kita dibentuk untuk menjadi pribadi yang tidak pemarah melainkan peramah.
Jangan kecewa dan merasa gusar jika kita menemukan orang-orang disekitar kita memancing emosi kita, melainkan kita bersyukur atas orang-orang tersebut karena mereka turut ambil bagian dalam proses pendewasaan rohani kita bersama dengan Tuhan Yesus. LBS

KERINDUAN SEORANG BAPA ADALAH MELIHAT KELAK ANAK-NYA DEWASA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>