Tag Archives: Allah

12 Februari 2015 – Allah Tidak Butuh Awan

Baca: Kejadian 18: 9-15
“Adakah sesuatu apapun yang mustahil untuk TUHAN? Pada waktu yang telah ditetapkan itu, tahun depan, Aku akan kembali mendapatkan engkau, pada waktu itulah Sara mempunyai seorang anak laki-laki.” (Kejadian 18:14)

Suatu hari yang cerah ditengah-tengah matahari bersinar penuh, langit biru tanpa awan sedikitpun tiba-tiba turunlah hujan, fenomena yang tidak lazim terjadi! Sebab apa yang kita ketahui ‘mengajarkan’ bahwa biasanya sebelum hujan turun didahului oleh awan yang gelap dilangit, bukan? Timbullah pikiran, “Dari mana turunnya hujan dibumi kita ini?” Bagi Allah tidak mustahil untuk membuat hujan turun ke bumi, baik melalui awan kecil, awan besar, awan hitam pekat, atau tanpa awan sekalipun.
Ayat diatas adalah janji Allah kepada pasangan Abraham Sarah bahwa mereka akan dikarunia anak tahun depan! Sarah khususnya, meresponi dengan tawa, karena mustahil bagi dirinya untuk melahirkan keturunan pada usia tua-nya! Semua kuasa yang mengatasi langit bumi dan segala isinya ada ditangan Allah yang Mahakuasa. Ketika Dia mengatakan “hujan” turunlah hujan, ketika Dia mengatakan “sembuh” jadilah kesembuhan, sebab Allah tidak membutuhkan dokter, tidak membutuhkan obat! Ketika Allah mengatakan “promosi” jadilah kenaikan jabatan, tanpa persetujuan bos!Ketika Allah mengatakan ‘kelimpahan’ jadilah kelimpahan, tanpa membangun Bank lebih dulu.
Allah kita tidak terikat pada perkara-perkara natural, sebab Dia Allah supranatural! Apapun yang Anda hadapi hari ini, ketahuilah bahwa Allah mempunyai jawabannya, tidak peduli apa masalah Anda didunia nyata ini. Percayalah kepada-Nya, sebab Dialah yang membuat jalan dimana tidak ada jalan. Allah mampu membuat sesuatu dari ‘tidak ada menjadi ada’. Allah tidak membutuhkan awan untuk menurunkan hujan!. TL
SERINGKALI KITA TIDAK MENGENAL ALLAH YANG KITA PUJI DAN SEMBAH!

02 Februari 2015 – Hikmat Bukan Pengetahuan

Baca: 1 Korintus 1:18-2:5
“Tetapi apa yang bodoh bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan orang-orang yang berhikmat, dan apa yang lemah bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan apa yang kuat.” (1Korintus 1:27)

Tahukah Anda bahwa menurut hukum grafitasi, lebah seharusnya tidak bisa terbang? Lebar sayap terlalu kecil untuk ukuran tubuhnya. Tidak mungkin sayap yang kecil itu mengangkat tubuh yang cukup besar dan berat. Tapi nyatanya lebah itu dapat terbang, tidak ada yang memberitahukan kepada lebah tentang hal itu, termasuk para ahli-ahli binatang dan ahli aerodinamika. Namun bagi lebah tidak menjadi masalah, dia hanya sadar bahwa dirinya mempunyai sayap, dia sadar bahwa dirinya dapat terbang, dia sadar bahwa dia bukan binatang ‘merayap’. Lebah kecil mulai melakukan hal-hal yang alami bagi dirinya sendiri, ia mulai mengepak-ngepak sayapnya, kemudian tanpa pikir panjang ia mulai terangkat dan mulai lepas landas dan akhirnya mampu terbang keudara, oh betapa menyenangkan kata lebah itu! Lebah itu mengatasi ilmu aerodinamika.
Apakah hari hari ini seorang dokter atau ahli-ahli medis mengatakan bahwa Anda tidak bisa sembuh? Anda tidak akan pernah keluar dari hutang? Memang para medis diberi karunia Allah untuk menjadi dokter, para ahli-ahli mendapat karunia dari Allah untuk menganalisa sesuatu hal dengan tepat. Tetapi ketahuilah keputusan final ada di dalam Allah Yang Mahakuasa.
Dia tidak pernah membuat umat-Nya susah, putus asa dan melarat. Dia menjamin masa depan kita, sebab Tuhan mempunyai rancangan yang penuh dengan damai sejahtera mengenai kita (Yeremia 29:11). “Jika Anda kekurangan pengetahuan, pergilah kesekolah. Jika anda kekurangan hikmat, berlututlah! Pengetahuan itu bukan hikmat. Hikmat adalah penggunaan pengetahuan secara tepat.” (Vance Havner). TL

SADARLAH, BAHWA ALLAH MENYERTAI ANDA, IA LUAR BIASA DAN MAMPU MEMBUAT HAL-HAL MUSTAHIL

29 Januari 2015 – Pemberian Allah

Baca: Efesus 2:1-10
“Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah.” (Efesus 2:8)

Allah mengasihi kita dengan sempurna, sehingga tidak ada sesuatu apapun yang tidak Dia buat untuk menjalin relasi dengan Anda. Apapun akan Dia buat karena kasihNya kepada kita sempurna. Bahkan mati dikayu salib pun Dia rela karena kasihNya kepada kita. Alkitab mengatakan, bahwa dosa memisahkan kita dari Allah, namun Allah tidak menghendaki kita terpisah dari diriNya. Oleh karena itu Dia mengirim Yesus kedalam dunia untuk menebus dosa manusia, supaya manusia boleh hidup kekal bersama Dia. Banyak orang berpikir bahwa dirinya telah mempunyai ‘jalan’ kesurga. Mereka berpikir dirinya cukup baik, pelayanannya cukup baik sehingga diterima Allah!? Mereka mempersiapkan dirinya, membersihkan dirinya agar diterima Allah.
Namun perhatikan firman Tuhan hari ini, “kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah” – keselamatan adalah pemberian Allah. Anda diselamatkan bukan karena usaha dan upaya Anda, bukan karena pilihan Anda, bukan karena kemampuan Anda, bukan karena inteligensi Anda, bukan karena pelayanan Anda, bukan karena orang tua Anda. Anda tidak dapat membeli ‘pemberian’, Anda tidak dapat memiliki pemberian. Pemberian itu tidak tergantung kepada baik tidaknya seseorang. Pemberian itu tergantung kepada si pemberi, mengasihi atau tidak.
Anda hanya dapat menerima keselamatan itu dengan iman dan berterima-kasih kepada si pemberi, hanya itu! Ketika seseorang memberi suatu pemberian kepada Anda, Anda tidak akan meresponi, seperti ini: “Berapa aku berhutang kepadamu?”
Namun, perhatikan banyak orang berpikir seperti ini: “Sekarang aku wajib melayani Tuhan dengan caraku!”. TL

SUDAHKAH ANDA MENERIMA PEMBERIAN KRISTUS YANG SUDAH TERSEDIA 2000 TAHUN YANG LALU?

17 Januari 2015 – Bergaul Dengan Allah

Baca: Kejadian 6:9-22
“Inilah riwayat Nuh: Nuh adalah seorang yang benar dan tidak bercela di antara orang-orang sezamannya; dan Nuh itu hidup bergaul dengan Allah.” (Kejadian 6:9)

Di jejaring sosial Facebook, seorang anak muda menuliskan statusnya sebagai berikut,  “Mental dan perilaku manusia 100% terbentuk dari lingkungan hidupnya. Bukan dari statusnya ataupun orangtuanya.”Tanpa sadar saya tersenyum, dan berpikir kalau anak muda ini bisa menuliskan status ini, berarti ada hal positif yang dia sudah dapat dari pergaulannya. Memang hari-hari ini dunia menawarkan kepada kita banyak pilihan, termasuk pilihan dengan siapa kita mau bergaul. Dan salah satu hal yang akhirnya membuat banyak orang percaya kembali kepada dosa adalah karena salah memilih dalam pergaulan. Memang betul kita harus bergaul dengan siapa saja, karena dengan cara demikian kita dapat memenangkan orang berdosa. Namun jangan sampai terjadi, bukannya berhasil mempengaruhi, tetapi malah dipengaruhi dunia dan akhirnya hidup kita tidak menjadi berkat. Anda boleh bergaul dengan siapa saja, tetapi pertanyaannya,  “Apakah Anda  juga telah bergaul karib dengan TUHAN?”
Sebagaimana Henokh kakek buyutnya, Nuh juga adalah pribadi yang bergaul akrab dengan Tuhan. Mari kita belajar meneladani sikap Nuh. Sebab itu tercermin dalam ia bertindak¸”Lalu Nuh melakukan semuanya itu; tepat seperti yang diperintahkan Allah kepadanya, demikian dilakukannya(ayat 22).
Beranilah bersikap jujur ketika memeriksa kehidupan Anda, sedekat apakah keintiman Anda dengan TUHAN?. Yang harus kita lakukan adalah bergaul karibdengan TUHAN, karena kalau Anda bergaul karib dengan TUHAN, Anda memiliki sikap positif dalam pergaulan Anda. Tetap semangat. YR

BERGAUL KARIB DENGAN ALLAH MERUPAKAN PELUANG ANDA MEMPEROLEH BERKAT MELIMPAH

08 Januari 2015 – Patah Hati

Baca: Kejadian 2:18-25
“Lalu berkatalah manusia itu: “Inilah dia, tulang dari tulangku dan daging dari dagingku. Ia akan dinamai perempuan, sebab ia diambil dari laki-laki.” (Kejadian 2:23)
 
Seekor beruang kutub di Kebun Binatang Johannesburg, Afrika Selatan meninggal karena alasan yang sungguh luar biasa: patah hati. Hewan tersebut tutup usia karena ditinggal oleh pasangannya. Wang, nama beruang itu, dipercaya sebagai beruang kutub satu-satunya yang tersisa di Afrika, meninggal 6 bulan kemudian setelah pasangannya, GeeBee terkena serangan jantung dan meninggal. Pihak kebun binatang menyatakan kematian Wang dipastikan karena penyakit hati dan jantung yang ia derita. Petugas kebun binatang berkata, sebelum GeeBee meninggal, Wang masih terlihat sehat. Namun ketika GeeBee meninggal, Wang terlihat seperti tidak punya semangat. Si beruang terlihat lesu, menolak makanan, dan tidak suka berenang. Mungkin hal itulah yang membuat Wang jatuh sakit hingga akhirnya pergi menyusul GeeBee.Wang datang ke Johannesburg, Afrika, pada tahun 1986 dalam rangka salah satu program pertukaran hewan dengan kebun binatang Jepang. Wang (kiri) dan GeeBee telah menghabiskan waktu mereka bersama-sama sejak masih kecil. Wang kemudian dipasangkan oleh GeeBee di dalam satu kandang. Sayangnya mereka tidak dapat berkembang biak karena beruang kutub hanya berkembang biak di cuaca dingin. Tentu saja ini masalah cuaca Afrika Selatan yang tidak cocok dengan beruang kutub. 
Binatang saja tahu betapa sakitnya jika ditinggalkan pasangannya. Demikian seharusnya kita Manusia sebagai suami-istri, jika dipisahkan akan mengalami patah hati yang dalam sebab kita telah dipersatukan Tuhan. Sebab nyata firman Tuhan “… apa yang telah dipersatukan oleh Allah tidak boleh diceraikan manusia” (Matius 19:6). Anda tahu masih banyak pasangan Kristen berpisah bukan karena meninggal tapi cerai. HR

AKU DAN KAU TIDAK BISA DIPISAHKAN

29 Desember 2014 – Kekuatiran

Baca: Matius 6:25-34
“Kekuatiran dalam hati membungkukan orang tetapi perkataan yang baik menggembirkan dia. ” (Amsal 12:25)

Kekuatiran tidak akan dapat menghilangkan ketakutan dan kesedihan di masa depan, justru akan membuat kita kehilangan kekuatan untuk menjalani kehidupan yang seharusnya dinikmati.
Kitab Matius 6:25-34 menjelaskan, “Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya? Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari”. Jika Allah memberkatkan hari, minggu, bulan dan tahun yang baru kepada kita, maka Allah juga yang akan tetap mempedulikan seluruh kehidupan kita. Namun kita harus bijak untuk memilah dan tidak mudah mempercayai setiap perkataan orang lain atau terjerat oleh perasaan dalam diri kita. Kekuatiran yang berlebihan tidaklah menyelesaikan dan mengendalikan apa yang terjadi pada hari esok. Bahkan tidak dapat mengubah apa yang akan terjadi hari ini. Tetap percaya bahwasannya Allah tetap memelihara kehidupan kita baik hari ini, besok maupun hari depan. Mengucap syukurlah dengan apa yang sedang Anda peroleh hari ini. Dengan demikian Anda dapat menikmati kebaikan dan berkat Tuhan di dalam hidup Anda. Seperti hal apa yang dikatakan oleh Amsal, “Kekuatiran dalam hati membungkukan orang tetapi perkataan yang baik menggembirakn dia. ” (Amsal 12:25)
Sahabat Gandoem Mas, besok mempunyai kesusahannya sendiri. Belajar dari pengalaman perjalanan tokoh-tokoh iman yang tidak pernah takut dan kuatir sebab “Allah yang akan menyediakan” segala sesuatu yang Anda butuhkan tepat pada waktunya. Masihkah Anda Kuatir akan hidupmu? AK

MENGAPAKAH ANDA KUATIR JIKA ALLAH SANGGUP MEMELIHARA KEHIDUPAN ANDA?

10 November 2014 – Allah Dipihak Kita

Baca: Roma 8:31-39
“Sebab itu apakah yang akan kita katakan tentang semuanya itu? Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita?” (Roma 8:31)

Jangan sampai masa lalu Anda membatalkan masa-depan
Dengan perkataan lain, “Jangan ijinkan sesuatu yang dibuat atau tidak dibuat orang lain terhadap Anda mengurangi atau membatalkan apa yang Allah telah sediakan bagi Anda! Mungkin seseorang telah membuat Anda cacat fisik atau mental apapun, namun ketahuilah Roh yang ada dalam hidup Anda tidak tercemar oleh apapun kuasa apapun didunia ini. Roh itu yang terus akan memimpin Anda menggapai destiny Anda. Mungkin seseorang atau orang tua Anda sendiri ‘mengutuk’ Anda, namun kuasa Allah telah membebaskan kita dari segala kutuk dosa diatas salib Kalvari.
Mungkin Anda mendapatkan perlakuan kekerasan atau ketidak adilan masa lalu, namun masa depan Anda ada ditangan Allah. Itulah iman kepercayaan kita! Rasul Paulus mengingatkan jemaat untuk senantiasa memposisikan diri bahwa Allah ada di pihak kita. Nah, apakah Anda dan saya termasuk orang orang yang dekat dengan Tuhan? Sungguhkah kita percaya dan berpegang teguh pada kebenaran akan penyertaan Allah? Bagaimana sikap kita ketika kehidupan tidak berjalan seperti yang kita harapkan? Ketika masalah besar datang, ia justru berkata: “Terima kasih Tuhan untuk masalah ini. Dengan ini, aku bisa membuktikan bahwa Engkau jauh lebih besar dari masalahku!” Sikap inilah yang menguatkan Paulus ketika menghadapi tekanan, penderitaan, dan penganiayaan.
Bagaimana dengan kita? Ingatlah bahwa Allah, yang selalu berada di pihak kita, jauh lebih besar dari persoalan apa pun. Berpeganglah teguh pada kebenaran tersebut! TL

ALLAH DIPIHAK KITA ADALAH KEKUATAN DALAM MENGHADAPI PERSOALAN HIDUP

28 Oktober 2014 – Mempersilahkan Allah

Baca: Roma 8:18-30
“Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yangterpanggil sesuai dengan rencana Allah.” (Roma 8:28)

Seorang pemuda ketika naik sepeda motor honda, tiba-tia mengalami masalah pada mesinnya hingga sepeda motornya macet. Dan terpaksa ia harus menuntun sepeda motor hingga beberapa kilometer, hingga akhirnya bertemu dengan seorang yang sudah lanjut umurnya. Orang yang sudah lanjut usia itu menawarkan diri untuk memperbaiki sepeda motor si pemuda. Awalnya si pemuda ragu dan tidak segera mempersilahkan untuk memperbaiki. Tetapi, akhirnya ia pun mempercayakan orang tua tersebut untuk memperbaikinya. Tidak lama kemudian sepeda motor itu hidup kembali. Dan orang tua tersebut, tidak lain adalah Soichiro Honda (pembuat motor honda). Natorda, si pemilik motor tersebut tersipu malu dan langsung minta maaf. Sebab ia telah meragukan kemampuan Soichiro Honda dan tidak segera mempersilahkan untuk memperbaiki sepeda motornya.
Kemampuan umat manusia terbatas, kemampuan kita terbatas dan bisa kewalahan saat menghadapi persoalan. Tetapi Allah yang menciptakan umat manusia, Dia tidak terbatas dan tak terbatas kuasa-Nya. Ingat syair pujian: “Tak terbatas kuasa-Mu Tuhan semua dapat Kau lakukan, apa yang kelihatan mustahil bagiku itu sangat mungkin bagi-Mu.” Tuhan Allah selalu siap menolong dan selalu mampu menolong kita. Apakah kita mau mempersilahkan Allah turut bekerja dalam hidup kita?
Jika kita mau mempersilahkan Allah turut bekerja dalam hidup kita, maka Dia akan bertindak untuk memberi pertolongan dan mendatangkan kebaikan pada kita. DS

DENGAN MEMPERSILAHKAN ALLAH YANG TAK TERBATAS, MASALAH KITA JADI TUNTAS

10 Agustus 2014 – Pemeliharaan Allah

Baca: 2 Korintus 9:6-15
“Dan Allah sanggup melimpahkan segala kasih karunia kepada kamu, supaya kamu senantiasa berkecukupan di dalam segala sesuatu dan malah berkelebihan di dalam pelbagai kebajikan.” (2 Korintus 9:8)

‘Manna’ (Keluaran 16) menunjukkan bahwa Tuhan senantiasa menyediakan apa yang kita perlukan. Paulus juga menggunakan gambaran tentang menabur untuk mendorong kita memberi secara murah hati (9:6). Janji Allah dapat di percaya. Ketika bangsa Israel dalam perjalanan di padang gurun, Allah memelihara mereka dengan Manna dari surga. Itu adalah pemeliharaan Allah yang luar biasa. Setelah sekian lama makanan mereka hanya Manna, mereka mulai bosan dan mengeluh kepada Musa, “Musa, kami ingin makan daging!”
Bagi Musa mustahil memberi makan daging setiap hari kepada sekitar dua juta umat di padang gurun, tidak ada pasar, tidak ada toko, tidak ada daging! Tetapi bagi Allah tidak ada yang mustahil, dengan mudah Allah dapat merubah angin kencang dari laut untuk membawa burung-burung puyuh. Bangsa Israel tidak perlu mengeluh, tidak perlu mencari, tidak perlu membeli daging, daging sebagai makanan yang mereka impikan datang dengan sendirinya. Mereka tinggal ambil dan makan. Aneh bukan, tidak terpikir burung puyuh sebanyak itu terbang sejauh itu.
Allah tahu bagaimana memelihara dan memberkati kita masing-masing. Apa yang Anda butuhkan hari ini? Bagaimana pun hatimu seperti padang gurun sekalipun, kasih karunia-Nya cukup melimpah. Percayalah kepada-Nya melalui jalan yang ditunjukkan-Nya, sekalipun hal itu bukan favorit. TL

DIA BISA MEMBUAT JALAN DIMANA TIDAK ADA JALAN

08 Juli 2014 – Kebenaran Yang Menyelamatkan

Baca: Filipi 3:1b-16
“dan berada dalam Dia bukan dengan kebenaranku sendiri karena mentaati hukum Taurat, melainkan dengan kebenaran karena kepercayaan kepada Kristus, yaitu kebenaran yang Allah anugerahkan berdasarkan kepercayaan.” (Filipi 3:9)

Seringkali kita sebagai orang yang beriman dalam Tuhan Yesus Kristus, terperangkap di dalam keegoisan yang kita bangun dengan mempertahankan kebenaran dan kebijaksanaan pribadi. Allah tidak ingin menyelamatkan kita karena kebenaran dan kebijaksanaan kita sendiri, yang berasal dari diri sendiri atau melalui garis keturunan. Tetapi Allah ingin menyelamatkan kita melalui kebenaran dan kebijaksanaan yang berasal dari surga yang akan membenarkan kita untuk mencapai keselamatan kekal dalam sorga melalui Tuhan Yesus Kristus. “Beritahukanlah jalan-jalan-Mu kepadaku, ya TUHAN, tunjukkanlah itu kepadaku. Bawalah aku berjalan dalam kebenaran-Mu dan ajarlah aku, sebab Engkaulah Allah yang menyelamatkan aku, Engkau kunanti-nantikan sepanjang hari.” (bdg. Mazmur 25:4-5); Yesaya 32:17, Matius 5:6).
Oleh karena itu, marilah kita sebagai orang-orang yang beriman kepada Tuhan Yesus Kristus untuk tidak kembali membangun dan mempertahankan kebenaran kita sendiri, tetapi mau berjalan dalam kehidupan ini dengan kebenaran yang menyelamatkan, yaitu kebenaran yang berasal dari Allah di dalam Tuhan Yesus Kristus.
Mari kita mau benar-benar berpedoman dalam firman Tuhan dan mau berjalan dalam pimpinan kuat kuasa Roh Kudus untuk mencapai kehidupan kekal dalam kerajaan sorga (bdg. Yohanes 14:15-17, 16:13-15). AK

IA MENJADI POKOK KESELAMATAN YANG ABADI BAGI SEMUA ORANG YANG TAAT KEPADANYA Ibrani.5:9