Tag Archives: anugerah

24 Februari 2015 – Duri Dalam Daging

Baca: II Korintus 12:1-10
“Dan supaya aku jangan meninggikan diri karena penyataan-penyataan yang luar biasa itu, maka aku diberi suatu duri di dalam dagingku, yaitu seorang utusan Iblis untuk menggocoh aku, supaya aku jangan meninggikan diri.” (II Korintus 12:7)

Dalam suratnya kepada jemaat di Korintus, Rasul Paulus menuliskan penglihatan yang diterimanya tentang surga sekaligus duri di dalam dagingnya. Paulus menunjukkan pentingnya kaitan di antara keduanya dalam pelayanan seorang hamba Tuhan untuk menjaga integritas dirinya dan mencapai keberhasilan sejati. Bagaimana kita dapat menerima keberadaan duri tersebut dan menjalani hidup dengan bersandar pada kasih karunia Allah yang mencukupkan kita setiap harinya? Seperti halnya Tuhan mengijinkan iblis untuk menguji Ayub dan Petrus, Dia pun mengijinkan iblis menyerang Paulus.
Tuhan menginginkan Paulus tetap rendah hati setelah mengalami lawatan kesurga. Dalam kehendak Tuhan yang penuh kasih, penderitaan memiliki tujuan yang tidak mungkin tercapai melalui cara lain. Ketika kita mencoba melawannya, hal itu justru akan menjadi beban berat. Seperti Tuhan kita di Getsemani, Paulus berdoa tiga kali agar Tuhan membebaskan nya, tetapi Tuhan tidak menjawab doa itu seperti keinginan Paulus. Akan tetapi Tuhan memenuhi kebutuhannya dan memberi hamba-Nya anugerah yang diperlukannya. Paulus bukan sekadar memanfaatkan hal itu sebaik mungkin ia memanfaatkannya sebanyak mungkin! Anugerah dapat melakukannya bagi Anda.
Paulus lebih mencemaskan dosa orang-orang dari pada masalah tubuhnya sendiri. Seperti Bapa yang penuh kasih, ia ingin pergi ke Korintus dan menikmati persekutuan dengan anak anak yang dikasihinya, tetapi mereka memaksanya mendisiplinkan mereka. Meski begitu, disiplin pun suatu bukti dari kasih. TL

TAKARLAH SESEORANG BERDASARKAN PENDERITAANNYA DARIPADA KEBERHASILANNYA

18 Januari 2015 – Lebih Dari Cukup

Baca: Keluaran 3:8
“Sebab itu Aku telah turun untuk melepaskan mereka dari tangan orang Mesir dan menuntun mereka keluar dari negeri itu ke suatu negeri yang baik dan luas, suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya, ke tempat orang Kanaan, orang Het, orang Amori, orang Feris, orang Hewi dan orang Yebus.” (Keluaran 3:8)

Anda tidak pernah tahu apa yang mungkin terjadi pada suatu hari, jadi bukalah mata dan telinga pada pimpinan Tuhan. Rasa ingin tahu yang seperti seorang anak kecil telah mengubah kehidupan Musa secara drastis. Tuhan memanggil orang-orang yang sibuk untuk melayani-Nya, dan Dia menyatakan diri-Nya kepada mereka. Tuhan itu setia, Dia memanggil Abraham, memelihara Ishak, memimpin Yakub, menyertai Musa. Dia adalah Tuhan bagi tiap individu dan bagi seluruh bangsa itu, Dia tidak pernah berubah dari generasi ke generasi.
Allah tidak mengatakan, bahwa Dia akan membawa umatNya kenegeri yang kecil, sempit dan padat! Terimalah ajakan Tuhan untuk membawa ke negeri yang baik dan luas, suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya. Hal yang sama akan dibuatNya kepada Anda! Tuhan akan membawa Anda ke negeri yang “lebih dari cukup”. Negeri yang berkelimpahan dengan berkat-berkatNya, kesempatan-kesempatan untuk maju. Anda akan hidup bukan untuk mencukupi hidup saja, namun lebih dari itu. Anda diberkati sehingga dengan berkatNya Anda mampu menjadi saluran berkat bagi orang-orang disekitar Anda!
Jikalau Anda tidak sedang dalam situasi dan kondisi tempat seperti tersebut diatas, tantangannya, adalah: ‘Ketahui bahwa itu bukan tempat Anda, Jangan mandek ditempat. Bangkit, tetap percaya dan melangkah maju, karena tempat itu bukan ‘alamat’ Anda! Tuhan telah menyediakan “tempat” yang “lebih dari cukup”. TL

TUHAN BAGI KITA ADALAH ‘MORE THAN ENOUGH

21 Desember 2014 – Berapa Standar Nilainya

Baca: Efesus 2:1-10
“Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna.” (Matius 5:48)

Tahun ajaran 2014/2015 ini anak saya masuk SMA kelas 1. Ketika lulus SMP ia saya antar untuk mendaftar ke SMA yang dikehendakinya. Tetapi Sekolah yang dituju ini menetapkan standar nilai yang cukup tinggi sehingga terpaksa tidak jadi daftar dan mendaftar ke SMA yang lain. Tentu setiap sekolah menetapkan standar yang satu dengan yang lain berbeda. Namun bagaimanapun ada standar minimalnya.Untuk kelulusan siswa atau kenaikan kelas pasti juga ada standar nilai nimimalnya yang disebut KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal). Dengan demikian setiap siswa akan dapat mengetahui sejauh mana prestasi yang dicapai. Kalau KKMnya belum tercapai harus belajar lagi dan ikut remidi.
Setiap mid semester atau semester siswa akan mengetahui prestasinya, ia memenuhi standar atau tidak? Tetapi untuk masuk sorga berapa standar nilai minimalnya? Berapa KKMnya? Setiap orang hanya disuruh untuk berbuat baik, berbuat baik tetapi tidak tahu selama hidupnya berapa nilai perbuatan baiknya. Tidak pernah ada malaikat yang datang dan memberikan raportnya. Dan berapa standar nilai minimal setiap orang bisa masuk sorga? Menurut Matius 5:48 “Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna.” Kita adalah manusia bagaimana mungkin bisa sempurna? Malaikatpun tidak bisa sempurna.
Memang kita tidak mungkin sempurna, tidak mungkin bisa masuk sorga.Tetapi semua oleh karena anugerah Allah kita bisa masuk sorga yaitu oleh karena iman kita kepada Kristus. “Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu; jangan ada orang yang memegahkan diri.” (Efesus 2:8,9). UBS

SEMUA HANYA OLEH KARENA ANUGERAH

16 November 2014 – Menjadi Kristen Sejati

Baca: Galatia 6:1-10
“Jangan sesat! Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya.” (Galatia 6:7)

Seorang penulis buku, pengajar dan juga gembala jemaat, Erastus Sabdono pernah berkata, menerima status sebagai orang “Kristen” adalah anugerah semata-mata. Tetapi, anugerah kehidupan dan keselamatan dari Allah harus dipertanggungjawabkan kepada Allah yang memberikan anugerah itu. Salah satu tanggung jawab bagi orang percaya adalah merespons dalam merubah karakter, yaitu merubah karakter sesuai dengan firman Tuhan. Anugerah sudah tersedia, bahkan sudah diterima oleh orang-orang yang percaya kepada Tuhan. Jika kehidupan seseorang tidak menunjukkan sebuah perubahan, hal itu menunjukkan bahwa orang tersebut tidak sungguh-sungguh merespons panggilan keselamatan dari Tuhan. Menjadi serupa dengan Kristus, merupakan sebuah perjuangan untuk membuang kebiasaan lama yang berhubungan dengan dosa. Karena dosa menghambat hubungan kita dengan Tuhan. Jika kita tidak berusaha meninggalkan dosa, tentu hidup kita tidak akan berubah.
Kita semua tahu, bahwa merubah karakter adalah pekerjaan Tuhan melalui firman-Nya dan Roh Kudus. Tetapi, jika kita tidak merespons, maka firman itu tidak akan merubah hidup kita. Hari ini kita kembali diingatkan dengan keras oleh kebenaran firman Tuhan, bahwa Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan. Orang akan menuai apa yang ditabur. Orang yang menabur dalam daging akan menuai kebinasaan. (Galatia 6:7-8).
Orang yang percaya Kristus sungguh-sungguh, adalah mereka yang menunjukkan perubahan dalam hidupnya. Mari kita sungguh-sungguh dalam mengikut Yesus, supaya kita menjadi manusia baru, yaitu seorang Kristen yang sejati. SP

ANUGERAH KESELAMATAN MEMANG CUMA-CUMA, NAMUN MENUNTUT RESPONS YANG SUNGUH-SUNGUH

08 Agustus 2014 – Maksimalkan Waktumu

Baca: Mazmur 90:10-12
“Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana.” (Mazmur 90:12).
 
Beberapa tahun lalu, di Brazil diedarkan sebuah angket kepada ribuan responden dan salah satu pertanyaannya adalah “Hal apakah yang paling Anda sesali dalam hidup Anda?”  Mengejutkan, 72% responden menjawab bahwa hal yang paling membuat mereka menyesal adalah karena di masa lalu, mereka tidak menggunakan waktunya dengan baik. Sayang tidak ada mesin waktu. Seandainya ada, maka akan ada banyak orang yang mau kembali ke masa lalunya untuk memperbaiki pola hidup yang tidak memaksimalkan waktu mereka. William Barclay berkata ada tiga hal yang tidak bisa kembali yaitu perkataan yang keluar dari mulut kita, anak panah yang telah dilepaskan dan terakhir, waktu yang telah kita lewati.
Melihat fakta ini, maka kita perlu meneladani Musa yang bahkan sampai berdoa kepada Allah, minta hikmat dan kebijaksanaan, agar bisa menggunakan waktu yang dia miliki dengan baik. Rasul Paulus menasihatkan, “… pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat” (Efesus 5:16). Artinya, kegagalan kita menggunakan waktu dengan baik saat ini, akan membuat kita masuk ke dalam sebuah jerat kesusahan dan penyesalan di kemudian hari.
Tiba saatnya kita harus mulai mengatur waktu kita dengan baik sambil minta pimpinan Tuhan. Karena kualitas hidup kita saat ini, ditentukan oleh cara kita menggunakan waktu di masa lalu. Kualitas masa depan kita, ditentukan oleh bagaimana kita menggunakan waktu saat ini. Dan kualitas upah kita di sorga, ditentukan oleh bagaimana kita menggunakan waktu ketika hidup. SW

WAKTU JUGA ADALAH ANUGERAH. JANGAN SIA-SIAKAN

30 Juni 2014 – Pentingnya Satu Menit

Baca: Efesus 5:1-21
“Dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat.” (Efesus 5:16)

Pada Pebruari 2012, sebuah club sepakbola Inggris, Manchester City kena sanksi denda sebesar 25 ribu poundsterling (Rp 364 juta), lantaran terlambat satu menit masuk lapangan usai jeda babak pertama. Insiden tersebut terjadi saat City menghadapi Sporting Lisbon di Liga Europa. Denda semacam ini juga diterapkan oleh pemerintah kota Balikpapan, Kalimantan Timur, yaitu menerapkan bagi para pegawai yang terlambat datang maupun yang cepat pulang, sekalipun hanya satu menit. Sanksinya adalah memotong uang tunjangan. “Yang datang terlambat atau pulang cepat akan ketahuan di sistem presensi sidik jari. Dari situ sudah pernah ada yang dipotong tunjangannya sampai Rp700 ribu. Saya saja juga pernah dipotong Rp100 ribu. Kan lumayan itu.” Kata Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Balikpapan, Tatang Sudirja. Kisah ini merupakan contoh, betapa berharganya waktu bagi orang-orang di atas.
Alkitab mengajarkan bahwa waktu adalah pemberian Allah. Ketika Allah menciptakan dunia ini, Ia tentu juga menciptakan waktu di dalamnya. Hal ini terbukti dengan diciptakannya siang dan malam pada waktu penciptaan. Oleh sebab itu rasul Paulus menasihatkan kepada jemaat di Efesus, bahwa anak-anak Tuhan harus benar-benar mempergunakan waktu sebaik-baiknya. Mempergunakan waktu sedemikian rupa agar waktu-waktu yang dapat dimanfaatkan untuk kemuliaan Tuhan, tidak terbuang dengan sia-sia.
Anak Tuhan sejati selalu melihat waktu sebagai anugerah yang harus dapat dimanfaatkan untuk melakukan hal-hal yang bernilai kekal. Serta peka melihat kehendak dan pimpinan Allah di dalam setiap waktu. Sudahkah Anda menghargai waktu? SP

MASA LALU TIDAK DAPAT KITA UBAH ITU SEBABNYA WAKTU BEGITU AMAT BERNILAI

08 April 2014 – Kuncinya, Anugrah Allah

Baca: Yakobus 1:17-18
“Setiap pemberian yang baik dan setiap anugerah yang sempurna, datangnya dari atas” (Yakobus 1:17a)

Suatu hari Tuhan bertanya pada Moris Cerullo: “Moris, seandainya engkau Kuberi kesempatan untuk memilih menjadi seperti siapa dalam Alkitab, engkau memilih siapa?” Moris Cerullo menjawab: “Abraham, Tuhan.” “Mengapa Abraham?” Maka pak Morris mulai menceritakan kelebihan-kelebihan nabi besar itu. Lalu Tuhan bertanya : “Moris, jika istrimu diambil seorang pria, apakah engkau relakan?” “Apa?” balas pak Cerullo spontan. “Tidak mungkin, Tuhan. Orang itu harus lebih dahulu melangkahi mayat Moris Cerullo!” “Tapi Abraham membiarkan istrinya diambil Firaun, tanpa pembelaan.” Moris tertunduk. “Kesempatan kedua, Morris,” kata Tuhan. Ia menjawab: “Musa, Tuhan.” “Mengapa Musa?” Cerullo mulai menyampaikan kelebihan-kelebihan Musa. “Moris,” tanya Tuhan, “Seandainya Aku berfirman kepadamu, agar engkau katakan kepada batu itu ‘keluarlah air’ … apakah engkau akan pukul batu itu?” “Oh, tidak perlu. Untuk apa dipukul? Cukup berkata saja.” “Tapi Musa pukul batu untuk kedua kalinya.” Kembali Moris tertunduk. “Moris, sekarang yang terakhir,” kata Tuhan. Moris Cerullo diam agak lama. Lalu dengan suara pelan ia berkata: “Daud, Tuhan.” Dan seperti tadi, beliau mulai mengisahkan kelebihan-kelebihan Daud. Lanjut Tuhan: “Apakah engkau akan mengambil istri orang dan membunuh suaminya?” “Tidak mungkin, Tuhan,” sergahnya. “Engkau telah berkenan memberi aku istri yang cantik dan baik.” Dengan penuh wibawa Tuhan menjawab: “Tapi Daud mengambil Batsyeba dan membunuh suaminya!” Moris Cerullo diam. Tuhan bersabda: “Ingat, Morris, semuanya hanya karena anugrah-Ku !” Jadi, kuncinya, anugrah Allah! GS

JANGAN PERNAH LUPAKAN ANUGRAH DAN BELAS KASIHAN ALLAH

19 Maret 2013 – Dipelihara oleh Tuhan

Baca: 1 Raja-Raja 17:1-6
“Pada waktu pagi dan petang burung-burung gagak membawa roti dan daging kepadanya, dan ia minum dari sungai itu.” (1 Raja-Raja 17:6)

Ketika banjir besar melanda wilayah Pluit pada 18 Januari 2013, gereja kami pun tidak terluput. Banyak barang yang rusak terendam air. Bahkan akses untuk keluar dan masuk gereja tempat kami tinggal dan melayani sudah sangat sulit. Waktu itu, adik saya sempat menyuruh untuk mengungsi ke rumahnya, tetapi saya katakan “tidak ada akses.” Ketika beliau bertanya tentang persediaan makanan, spontan saya menjawab “banyak burung gagak yang Tuhan kirimkan membawa makanan, jangan kuatir.”
Sungguh luar biasa. Hari pertama, Bapak dan Ibu gembala mengirimkan makanan yang siap disantap. Hari kedua dan ketiga, banyak jemaat yang mengirimkan makanan kepada kami, bahkan sampai melimpah. Bukan hanya pagi dan petang makanan dikirimi, tetapi sepanjang hari Tuhan menggerakkan hati umat-Nya.

Nabi Elia disuruh Tuhan bersembunyi di tepi sungai Kerit, setelah dia menyatakan kepada raja Ahab bahwa hujan tidak akan turun selama tiga tahun dan enam bulan. Tuhan mengatakan kepada nabi Elia, bahwa ia dapat minum dari sungai itu dan burung-burung gagak telah diperintahkan-Nya untuk membawa makanan kepada Elia. Elia pun taat kepada perintah Tuhan itu. Dan sungguh luar biasa pemeliharaan Tuhan bagi dia, sehingga “Pada waktu pagi dan petang burung-burung gagak membawa roti dan daging kepadanya, dan ia minum dari sungai itu.”

Seperti nabi Elia dipelihara Tuhan dalam masa kekeringan melalui burung gagak, Tuhan yang sama juga memelihara kami di masa kebanjiran melalui orang-orang yang Tuhan persiapkan. Jadi, apapun yang Anda hadapi, ingatlah bahwa Tuhan akan memelihara Anda. Percayalah kepada-Nya dan taatilah perintah-Nya. EJG

ALLAH SANGGUP MELIMPAHKAN SEGALA KASIH KARUNIA KEPADA KAMU (2 Korintus 9:8)

28 Januari 2013 – Menguasai Diri

Baca: Roma 12:1-3
“Berdasarkan kasih karunia yang dianugerahkan kepadaku, aku berkata kepada setiap orang di antara kamu: Janganlah kamu memikirkan hal-hal yang lebih tinggi dari pada yang patut kamu pikirkan, tetapi hendaklah kamu berpikir begitu rupa, sehingga kamu menguasai diri menurut ukuran iman, yang dikaruniakan Allah kepada kamu masing-masing.” (Roma 12:3)

Aspek menguasai diri adalah: Percaya diri dan tahu diri. Ada perbedaan antara Percaya diri dengan sombong. Jika sombong lebih membandingkan dirinya dengan orang lain, sebaliknya ‘percaya-diri’ lebih berfokus pada persamaan antara manusia. Orang akan percaya diri jika ia merasa sama dengan orang lain. Merasa memiliki perbedaan, justru akan menimbulkan sikap negatif. Merasa lebih rendah disebut rendah-diri. Sementara orang yang merasa lebih baik disebut sombong’. Saat kita merasa kita memiliki kesamaan dengan orang lain, maka kita bisa mendapatkan atau memiliki kehebatan seperti orang hebat lain. Percaya diri berfokus kepada keyakinan akan potensi yang diberikan Allah kepada dirinya.

Anugerah yang terbesar yang diberikan Allah kepada umat-Nya, adalah: kemampuan untuk percaya kepada-Nya, atau iman. Masing-masing kita mempunyai iman, menurut ukuran yang dikaruniakan Allah kepada kita. Berbahagialah Anda ketika Anda mengetahui ukuran iman Anda, dan memberdayakannya secara maksimal. Memikirkan diri sendiri lebih dari sepatutnya, atau kurang dari sepatutnya adalah dosa.
Jadi tahu diri adalah penting. Percaya diri dan rendah hati adalah sikap yang positif, sedangkan sombong dan rendah diri adalah negatif. Jikalau Anda percaya ‘penuh’ akan firman Allah, Anda akan sukses, Anda akan menggenapi destiny Anda yang Tuhan telah tetapkan bagi Anda menurut ukuran iman Anda. TL

JIKALAU ANDA TAHU DIRI ANDA AKAN LEBIH MENGAGUMI ANUGERAH TUHAN

1 Januari 2013 – Anugerah Baru

Baca: Kolose 1:24-29
“Aku telah menjadi pelayan jemaat itu sesuai dengan tugas yang dipercayakan Allah kepadaku untuk meneruskan firman-Nya dengan sepenuhnya kepada kamu.” (Kolose 1:25)

Ingatkah Anda film fenomenal tahun 2012? Tentu ada banyak film yang menarik perhatian Anda. Saya percaya salah satu di antaranya adalah film yang diberi judul “2012.” Sebuah film karya sutradara Roland Emmerich ini diinspirasi dari ramalan Suku Maya yang meramalkan akhir dari dunia akan jatuh pada akhir 2012. Suku Maya sendiri adalah kelompok suku yang tinggal di Semenanjung Yucatan, Amerika Tengah, yang dikenal menguasai ilmu falak dan sistem penanggalan. Pada tanggal ramalan tersebut akan muncul gelombang galaksi yang besar sehingga mengakibatkan terhentinya semua kegiatan di muka bumi ini. Apakah benar? Tahun berapakah hari itu? 2013! Itu berarti apa yang diyakini oleh suku Maya tersebut tidak benar.

Merupakan anugerah besar jika Anda dan saya dapat melewati tahun 2012 dan masuk dalam tahun 2013. Ada berapa banyak orang yang Anda kenal yang tidak memasuki tahun 2013? Jika Tuhan masih memberi kesempatan untuk melewati tahun 2013 itu berarti kita harus melanjutkan tugas yang Tuhan percayakan bagi Anda dan saya. Seperti halnya Paulus, ia menyadari bahwa hidupnya mempunyai tugas. Dengan kata lain, jika Paulus masih hidup, itu berarti ada tanggung jawab yang harus dikerjakan.
Sahabat Gandoem Mas, tanpa kita sadari kita seringkali menggangap hidup kita biasa-biasa saja. Kita melupakan bahwa kita orang percaya mempunyai tugas dari Tuhan. untuk itu, di tahun yang baru ini saya ajak kita semua untuk memperbarui komitmen kita di hadapan Tuhan. Setiap kita bertanggung jawab dengan kepercayaan yang kita pegang. Biarlah di tahun ini kita lebih giat lagi bekerja untuk Tuhan. Selamat menyonsong tahun baru dan selamat berkarya di tahun 2013! SP
TAHUN INI HARUS LEBIH BAIK DARI TAHUN YANG LALU