Tag Archives: berkat

11 Januari 2014 – Allah Melipatgandakan Anda

Baca: Kejadian 17:1-2
“Aku akan mengadakan perjanjian antara Aku dan engkau, dan Aku akan membuat engkau sangat banyak.” (Kejadian 17:2)

Ada tipe-tipe orang yang pemberiannya tidak pernah tanggung-tanggung; apapun yang dia lakukan untuk orang lain selalu dikerjakan dengan sepenuh hati, bahkan tidak tanggung-tanggung, sebab dia memberi yang terbaik untuk siapa saja. Tuhan yang kita sembah di dalam Yesus Kristus adalah pribadi yang sedemikian, bahkan jauh lebih luar biasa, sebab Dia sang Pencipta umat manusia. Pernahkah Anda menghitung berkat-berkat yang diperoleh Abraham, pribadi yang ketaatannya luar biasa kepada Allah-nya?
Dalam Kejadian 24:1, kita membaca bahwa “TUHAN memberkati Abraham dalam segala hal.” Luar biasa! Bermula, nama Abram pun diubah, tetapi bukan karena keinginan yang tiba-tiba. Tuhanlah yang mengubahnya. Pada zaman Alkitab, Allah kerap kali mengubah nama orang untuk menunjukkan apa yang akan diperbuat-Nya melalui orang tersebut. Nama Abram (yang artinya “bapa yang agung”) diubah menjadi Abraham (“bapa orang banyak”) karena Allah telah mengucapkan janji untuk menjadikannya bapa segala bangsa.
Riwayat hidup singkat Abraham selama 175 tahun (11:29-25:8) menyatakan berkat demi berkat yang terjalin melalui semua kesengsaraan, ujian, bahkan melalui kegagalan hidupnya. Ia menerima pimpinan (12:1), janji atas tanah pusaka (13:14), kekayaan besar (13:2), sukses dalam pertempuran (14:16), perjanjian kekal dari Allah untuk menjadi Allahnya (17;7), seorang ahli waris pada usia 100 tahun (21:2), perlindungan untuk keluarganya (19:16; 20:2-8). Ini baru sebagian kecil. Masih banyak lagi yang terjadi. Anda rindu mengalami multiplikasi? Teruslah setia kepada-Nya, maka berkat Abraham akan mengikuti Anda. TL

BISNIS ALLAH ADALAH MULTIPLICATION-BUSINESS

30 Desember 2013 – Hidup Dalam Berkat

Baca: Ulangan 30:15-20
“Karena pada hari ini aku memerintahkan kepadamu untuk mengasihi TUHAN, Allahmu, dengan hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya dan berpegang pada perintah, ketetapan dan peraturan-Nya, supaya engkau hidup dan bertambah banyak dan diberkati oleh TUHAN, Allahmu, di negeri ke mana engkau masuk untuk mendudukinya.” (Ulangan 30:16)

Hidup dalam berkat Tuhan adalah pilihan, bukan suatu keadaan atau takdir bagi kita. Tuhan tidak pernah membuat takdir seseorang diberkati dan yang lain tidak bisa hidup dalam berkat. Firman-Nya menegaskan bahwa berkat Tuhan itu adalah pilihan, bukan suatu takdir bagi kita (ay.16). Percayalah kalau Allah itu adalah Pribadi yang suka memberkati umat-Nya, seperti halnya kita suka menerima berkat dari Tuhan. Tetapi kita harus mengerti juga bahwa Dia hanya memberkati mereka yang hidupnya berkenan kepada-Nya dan yang mempunyai tanggungjawab sebagai orang percaya. Oleh sebab itu, sebelum menerima dan menikmati berkat-berkat-Nya kita harus mencari perkenanan-Nya serta melakukan tanggungjawab tersebut.
Bacaan kita hari ini menjelaskan ada tanggungjawab dari orang yang siap untuk diberkati Tuhan, yaitu: mengasihi Tuhan (ay.16a). Mengasihi-Nya dengan waktu kita, ibadah, korban persembahan, kerinduan untuk selalu menyenangkan hati Tuhan dan hidup yang berpadanan dengan firman Tuhan. Orang yang mengasihi Tuhan adalah orang yang mau mendengarkan firman Tuhan dan melakukannya (ayat 20,16b). Setiap kebenaran firman Tuhan yang didengarkan harus segera dilakukan dengan kesetiaan dan kesungguhan hati.
Orang yang siap diberkati adalah mereka yang hatinya berpaut kepada Tuhan. Mau mendengarkan perintah-Nya dan melakukan apa yang Tuhan kehendaki. Semua perintah-Nya pasti dapat kita lakukan jika kita mengasihi-Nya, maka berkat-berkat-Nya akan senantiasa mengikuti kita. Periksa hati Anda, apakah sudah sungguh-sungguh mengasihi Tuhan Yesus? YMT

HIDUP DALAM BERKAT ITU PILIHAN; BUKAN TAKDIR

11 Desember 2013 – Berkat Dari Ibadah

Baca: Ibrani 10:25
“Tetapi kamu harus beribadah kepada TUHAN, Allahmu; maka Ia akan memberkati roti makananmu dan air minumanmu dan Aku akan menjauhkan penyakit dari tengah-tengahmu.” (Keluaran 23:25)

Seorang kontraktor bangunan akan memperhatikan kualitas dari bangunan yang akan dibangunnya, entah itu dari segi lokasi pembangunan, ukuran bangunan yang akan dibangun, bahan bangunan yang dipakai bahkan kualitas dari bangunan tersebut. Hal ini punya maksud dan tujuan yaitu keuntungan yang akan diperolehnya nanti setelah terjadi transaksi penjualan.
Sesungguhnya, hal itu juga sama kalau kita terapkan dalam kerohanian kita. Apabila kita memperhatikan kualitas kerohanian kita, khususnya ibadah kita tersebut. Musa menegaskan hal itu dalam kitab Keluaran, ketika kita memperhatikan dengan sungguh-sungguh ibadah kita, firman Tuhan berjanji bahwa Allah akan memberkati roti makananmu dan air minumanmu. Kitab Ibrani juga menegaskan supaya kita jangan meninggalkan pertemuan-pertemuan ibadah kita. Hal ini ditegaskan karena di dalam ibadah tersebut mengandung janji yang luar biasa bagi kita orang percaya. Tingkat kedewasaan iman kita, bisa diukur dari seberapa besar kita merespons setiap ibadah yang dilakukan di gereja masing-masing. Hal ini disebabkan karena ada juga orang yang tidak mempedulikan ibadah mereka, sehingga Keluaran 23:25 tidak digenapi dalam kehidupan mereka.
Sesungguhnya dibalik ibadah itu ada berkat-berkat Allah yang menanti kita, asalkan kita mau menjadikan ibadah itu ibadah yang berkualitas dalam hidup rohani kita. JK

IBADAH YANG DISERTAI RASA CUKUP BESAR FAEDAHNYA

19 Maret 2013 – Dipelihara oleh Tuhan

Baca: 1 Raja-Raja 17:1-6
“Pada waktu pagi dan petang burung-burung gagak membawa roti dan daging kepadanya, dan ia minum dari sungai itu.” (1 Raja-Raja 17:6)

Ketika banjir besar melanda wilayah Pluit pada 18 Januari 2013, gereja kami pun tidak terluput. Banyak barang yang rusak terendam air. Bahkan akses untuk keluar dan masuk gereja tempat kami tinggal dan melayani sudah sangat sulit. Waktu itu, adik saya sempat menyuruh untuk mengungsi ke rumahnya, tetapi saya katakan “tidak ada akses.” Ketika beliau bertanya tentang persediaan makanan, spontan saya menjawab “banyak burung gagak yang Tuhan kirimkan membawa makanan, jangan kuatir.”
Sungguh luar biasa. Hari pertama, Bapak dan Ibu gembala mengirimkan makanan yang siap disantap. Hari kedua dan ketiga, banyak jemaat yang mengirimkan makanan kepada kami, bahkan sampai melimpah. Bukan hanya pagi dan petang makanan dikirimi, tetapi sepanjang hari Tuhan menggerakkan hati umat-Nya.

Nabi Elia disuruh Tuhan bersembunyi di tepi sungai Kerit, setelah dia menyatakan kepada raja Ahab bahwa hujan tidak akan turun selama tiga tahun dan enam bulan. Tuhan mengatakan kepada nabi Elia, bahwa ia dapat minum dari sungai itu dan burung-burung gagak telah diperintahkan-Nya untuk membawa makanan kepada Elia. Elia pun taat kepada perintah Tuhan itu. Dan sungguh luar biasa pemeliharaan Tuhan bagi dia, sehingga “Pada waktu pagi dan petang burung-burung gagak membawa roti dan daging kepadanya, dan ia minum dari sungai itu.”

Seperti nabi Elia dipelihara Tuhan dalam masa kekeringan melalui burung gagak, Tuhan yang sama juga memelihara kami di masa kebanjiran melalui orang-orang yang Tuhan persiapkan. Jadi, apapun yang Anda hadapi, ingatlah bahwa Tuhan akan memelihara Anda. Percayalah kepada-Nya dan taatilah perintah-Nya. EJG

ALLAH SANGGUP MELIMPAHKAN SEGALA KASIH KARUNIA KEPADA KAMU (2 Korintus 9:8)

12 Februari 2013 – Maju Meskipun Lelah

Baca: Amsal 13:4
“Tangan yang lamban membuat miskin, tetapi tangan orang rajin menjadikan kaya” (Amsal 10:4)

Salah satu media massa menuliskan ungkapan Artis Hollywood yang bernama Cameron Diaz mengungkapkan bahwa dia menjalani hidup dengan sederhana dan suka melakukan pekerjaan kasar, seperti membersihkan toilet. Bintang film ‘Charlie’s Angels’ itu, yang mendapat gaji 20 juta dolar Amerika (sekitar Rp.192 miliar) per film, menegaskan bahwa dia tetap hidup dengan sederhana meskipun memiliki kekayaan yang banyak. “Kupikir sifat dasarmu menunjukkan siapa dirimu yang sebenarnya. Aku bekerja dengan keras dan adalah sifat dasarku,” tutur Cameron kepada Contactmusic. “Jadi bagiku, aku tidak perlu banyak berpikir, ‘Hmm, bagaimana rasanya melakukan itu?’ Aku sudah tahu jawabannya,” imbuhnya. “Dan aku akan terus bekerja keras sampai kapan pun. Aku mau membersihkan toilet. Dan aku membersihkannya dengan pembersih toilet terbaik,” ujar Cameron.

Renungan hari ini, mengajarkan kepada kita untuk rajin, seperti yang dilakukan Cameron Diaz, meskipun sudah kaya. Artikel ini tidak mencatat bahwa Cameron Diaz melakukan karena belajar dari firman Tuhan. Tapi penulis Amsal yaitu Salomo sendiri sebagaia orang yang berhikmat, agar kita jangan jadi si pemalas melainkan si rajin, melakukan dengan sungguh-sungguh dan bukan karena terpaksa atau dipaksa, tetapi sudah menjadi gaya hidup. Tentu akan ada berkat untuk orang yang rajin. Kekayaan, kehormatan, pengalaman, kesuksesan dan kepintaran akan didapatkan bagi yang rajin.

Sahabat Gandoem Mas, apakah Anda termasuk orang yang rajin atau yang malas? Tuhan tidak suka dengan orang malas apalagi manusia, seperti bos, orang tua, guru, teman Anda. kalau Anda tahu sikap malas tidak ada yang suka. mengapa Anda pelihara? HR

RAJINLAH AGAR ANDA TIDAK MISKIN

19 Januari 2013 – Syarat Menerima Berkat

Baca: Matius 5:1-12
”Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan.” (Matius 5:6)

Ia melimpahkan segala yang baik kepada orang yang lapar, dan menyuruh orang yang kaya pergi dengan tangan hampa (Lukas 1:53). Sebab dipuaskan-Nya jiwa yang dahaga, dan jiwa yang lapar dikenyangkan-Nya dengan kebaikan (Mazmur 107:9). Kita harus menyadari bahwa berkat Tuhan kepada manusia didasarkan pada satu kondisi. Agar Tuhan memberkati manusia, ia harus memenuhi satu syarat: ”dia harus lapar.” Jika kita tidak lapar, kita tidak bisa berharap untuk menerima sesuatu dari Tuhan. Kekayaan dan kasih karunia Allah dipersiapkan hanya untuk satu jenis orang yaitu ’mereka yang lapar.’

Banyak orang sering tidak puas dan tidak bahagia. Namun, ketidakpuasan dan ketidakbahagiaan tidak selalu sama dengan kelaparan. Seseorang mungkin tidak bahagia dan tidak puas, namun pada saat yang sama, menolak untuk mencari sesuatu karena ia tidak lapar. Lapar artinya menjadi kosong di hadapan Allah dan merasa hampa di dalam. Sebuah perasaan kosong dan hampa adalah dorongan bagi seseorang untuk mencari Allah. Namun, jika seseorang tidak lapar, dia bisa duduk di tempat yang sama selama berhari-hari tanpa melakukan apa-apa. Allah telah berjanji untuk memberkati mereka yang lapar. Dia tidak berjanji untuk memberkati mereka yang puas. Mereka yang penuh, yang berpikir bahwa mereka kaya, akan disuruh pergi dengan tangan kosong.

Semakin kita dekat dan memandang Tuhan, semakin hati kita akan merasa haus dan lapar. Semakin kita rindu untuk dipuaskan atau diberkati Tuhan, semakin kita jauh dari Tuhan. Semakin kita merasa cukup kaya, semakin kita merasa tidak memerlukan Tuhan, seperti halnya jemaat di Laodekia (Wahyu 3:17). Bagaimana dengan Anda? TL
TUHAN ADALAH GEMBALAKU, TAKKAN KEKURANGAN AKU

GM 26 Agustus 2012 – Semua Ingin Beruntung

Baca: Amsal 13:1-14
“Siapa meremehkan firman, ia akan menanggung akibatnya, tetapi siapa taat kepada perintah, akan menerima balasan.” (Amsal 13:13)

Seorang anak Tuhan yang baru bertobat, sedang mengalami masalah keuangan yang memprihatinkan. Bahkan untuk makan sehari-hari pun sudah cukup susah. Ketika beribadah di gereja, menurutnya dia keliru memberikan persembahannya. Waktu itu uangnya tinggal 30 ribu rupiah, dan dengan tidak sengaja ia memasukkan yang 20 ribu ke kantong persembahan. Setelah ibadah ia hendak membeli makanan, barulah ia sadar bahwa ia keliru memberi persembahannya.

Membawa persembahan kepada Tuhan, bukan berarti bahwa Tuhan kekurangan sehingga Ia membutuhkan persembahan Anda. Sekali pun sepertinya Tuhan meminta supaya kita memberi persembahan persepuluhan, bukan berarti itu untuk keperluan-Nya. Tetapi sebaliknya, itu semua akan kembali juga kepada kita. Sebab Allah memberkati orang-orang yang memberi dengan tulus dan murah hati. Tetapi jika Anda adalah orang yang sulit memberi atau “pelit,” maka Anda perlu mengingat dan merenungkan: bahwa sesungguhnya, semua yang ada pada Anda pun adalah milik Tuhan.

Firman Tuhan berkata: “Ada yang menyebar harta, tetapi bertambah kaya, ada yang menghemat secara luar biasa, namun selalu berkekurangan. Siapa banyak memberi berkat, diberi kelimpahan, siapa memberi minum, ia sendiri akan diberi minum.” (Amsal 11:24-25). Dan orang yang mengembalikan miliknya Tuhan, maka Ia pun akan menghardik belalang pelahap dari padamu (Maleakhi 3:10-11). Jadi, mana yang Anda pilih?
Sekarang lihatlah keadaan Anda, apa yang Anda miliki. Apakah Anda sudah mengembalikan miliknya Tuhan? Semakin Anda banyak memberi dengan tulus, Anda pasti semakin diberkati. Percaya dan lakukanlah! Janji-Nya pasti digenapi. SK

MEMBERI ADALAH LANGKAH AWAL DIBERKATI

GM 19 Agustus 2012 – Integritas

Baca: Mazmur 7:1-8
“TUHAN mengadili bangsa-bangsa. Hakimilah aku, TUHAN, apakah aku benar, dan apakah aku tulus ikhlas.” (Mazmur 7:9)

Tulus ikhlas atau ‘integritas’ adalah atribut yang berkuasa didalam kehidupan orang percaya. Integritas berarti Anda orang yang dapat diandalkan. Anda adalah orang yang omongannya bisa dipercaya. Anda konsisten dan jujur. Bisa saja Anda mengatakan, “aku orang baik.” Aku melakukan banyak hal yang baik sepanjang umurku,” namun ingat Kidung Agung 2:15, “Tangkaplah bagi kami rubah-rubah itu, rubah-rubah yang kecil, yang merusak kebun-kebun anggur, kebun-kebun anggur kami yang sedang berbunga. Sedikit kebohongan tanpa disadari akan membawa kita menyimpang dari tujuan kekal. Jangan ijinkan hal-hal sederhana membawa Anda keluar dari jalan Allah.

Pilih integritas sekalipun tidak ada seorangpun yang menyaksikan perbuatan Anda itu. Jikalau penjaga parkir memberikan uang kembalian lebih dari seharusnya, hal itu bukanlah berkat Tuhan, namun integritas Anda sedang diuji. Di rumah Anda sedang membutuhkan 2-3 lembar kertas A4 padahal setumpuk kertas yang ada di kantor ada di dalam kuasa Anda. Ingat, jikalau Anda hidup dalam integritas sekalipun dalam hal hal kecil dan sederhana, maka Allah akan mempercayakan perkara-perkara yang lebih besar.
Jadilah orang yang punya integritas dan bukalah pintu hati Anda, karena Allah akan memberkati Anda sepanjang hari hari hidup Anda. TL

HIDUP TULUS DAN BENAR, KADANG MERUGIKAN NAMUN SUNGGUH MERUPAKAN SUMBER KETENANGAN