Tag Archives: bersyukur

31 Maret 2015 – Godaan Gaya Hidup

Baca: Amsal 21:1-10
“Memperoleh harta benda dengan lidah dusta adalah kesia-siaan yang lenyap dari orang yang mencari maut.” (Amsal 21:6)

Zaman yang semakin berkembang ini membuat banyak orang tergoda untuk mengikuti perkembangannya. Bagi mereka yang cukup banyak uang, tentu hal itu mudah dilakukan. Tetapi jika kita tidak cukup uang, mari bersyukur dengan apa yang ada. Jika Anda tidak dapat menguasai diri, maka kemungkinan Anda akan bernasib sama seperti Alen Stanford. Alen Stanford pernah masuk daftar orang terkaya didunia versi Forbes, dengan nilai kekayaan mencapai 2,2 miliar dolar Amerika. Pria kelahiran Texas itu mempunyai gaya hidup yang sangat boros yaitu gemar berpesta dan berkeliling dunia dengan memakai fasilitas kelas satu. Namun ternyata uang yang Allen pakai untuk memenuhi gaya hidup borosnya itu adalah merupakan hasil penipuan investasi. Kejahatannya terbongkar pada tahun 2009 dan akhirnya dia jatuh miskin karena harus membayar ganti rugi kepada semua orang yang telah ditipunya. Pada waktu itu Allen diancam hukuman 110 tahun penjara.
Renungan hari ini mengingatkan kepada kita tentang sebuah peringatan dan nasihat bagi siapa saja yang mencoba meraih banyak harta melalui dusta. Bukan kebahagiaan yang akan didapatnya, melainkan akan berujung kepada maut. Kelemahan manusia seringkali tidak dapat menguasai diri dengan godaan-godaan harta. Sepertinya halnya contoh diatas tadi. Jika seseorang tidak kuat dalam mempertahankan kebenaran pasti ia akan jatuh ke dalam hal-hal yang tidak berkenan demi mencapai keinginannya.
Sahabat Gandoem Mas, mari belajar menguasai diri dalam segala hal. Seringkali kita jatuh kepada keinginan-keinginan mata yang belum tentu berguna. Jangan biarkan hidup kita berjalan dalam jalan yang tidak lurus hanya karena gaya hidup dunia. SP

MENCUKUPKAN DIRI DALAM SEGALA HAL, ADALAH JALAN MENGHINDARI GAYA HIDUP DUNIA

20 Juni 2014 – Bersyukur Atas Anugerah Nya

Baca: 2 Korintus 9:15
“Syukur kepada Allah karena karunia-Nya yang tak terkatakan itu!” (2 Korintus 9:15)

Alkitab terjemahan lama, 2 Korintus 9:15 “Syukurlah kepada Allah sebab anugerah-Nya yang tiada terkira-kira itu.” Anugerah Allah kepada umat-Nya sangatlah besar, Thomas a Kempis (Theolog asal Jerman, tahun 1380-1471) mengatakan “Berilah aku anugerah untuk selalu menginginkan dan menghendaki hal yang paling sesuai untuk-Mu dan paling menyenangkan dalam pandangan-Mu.”
Oleh karena itu, biarlah kita sebagai umat pilihan-Nya mau bersyukur atas segala sesuatu yang diberkatkan-Nya kepada kita dan memampukan kita menghadapi apapun dalam kehidupan ini. Bersama Dia, kita akan mampu melakukan perkara-perkara yang besar dan semua itu kita kembalikan guna hormat dan keagungan nama Tuhan Yesus Kristus, ini merupakan salah satu langkah kehidupan orang yang beriman kepada Allah dalam nama Tuhan Yesus Kristus.
Hadapi apapun dalam kehidupan ini dengan bersyukur kepada Allah, dengan demikian kita belajar untuk mengendalikan diri terhadap tawaran-tawaran dunia, tidak mudah menyalahkan situasi dan kondisi disekitar kita, menikmati kehidupan dengan penuh ucapan syukur. “Sekalipun pohon ara tidak berbunga, pohon anggur tidak berbuah, hasil pohon zaitun mengecewakan, sekalipun ladang-ladang tidak menghasilkan bahan makanan, kambing domba terhalau dari kurungan, dan tidak ada lembu sapi dalam kandang, namun aku akan bersorak-sorak di dalam TUHAN, beria-ria di dalam Allah yang menyelamatkan aku.” (Habakuk 3:17-18).Sudahkah perkataan Habakuk menjadi bagian dalam hidup Anda? AK

BERSYUKURLAH KEPADA TUHAN, BAHWASANYA UNTUK SELAMA-LAMANYA KASIH SETIA-NYA” (Mazmur 106:1)

03 Mei 2014 – Jangan Suka Iri

Baca: Pengkhotbah 4:1-6
“Dan aku melihat bahwa segala jerih payah dan segala kecakapan dalam pekerjaan adalah iri hati seseorang terhadap yang lain. Inipun kesia-siaan dan usaha menjaring angin.” (Pengkhotbah 4:4)

Sebagai orang yang lahir dan besar di desa, saya begitu mengenal kehidupan dan karakter beberapa orang, dimana saya pernah tinggal. Rasa kebersamaan memang besar. Tidak perlu diminta dan disuruh, jika ada tetangga yang memerlukan bantuan, pasti cepat untuk bertindak. Namun ada satu sikap yang menurut saya kurang baik, yaitu rasa iri hati dan kurang bersyukur. Sebagian orang berlomba membangun rumahnya, bukan karena perlu untuk dibangun, bukan juga karena memang berkelimpahan uang, tetapi karena melihat tetangganya membangun lebih baik dari yang ia punya. Membeli barang, entah televisi atau kendaraan, bukan karena memerlukan barang-barang tersebut, melainkan karena melihat tetangganya telah membeli yang baru. Ironis bukan?
Mungkin hal demikian yang dilihat oleh Pengkhotbah dalam pengalaman hidupnya. “Dan aku melihat bahwa segala jerih payah dan segala kecakapan dalam pekerjaan adalah iri hati seseorang terhadap yang lain, …” Pengkhotbah melihat pada masanya, rasa iri hati dan ingin seperti orang lain, telah mendorong orang-orang bekerja keras untuk mendapatkan sesuatu yang telah diperoleh terlebih dahulu oleh orang lain. Jika hal ini yang menjadi motivasinya, Pengkhotbah berkata, “… Inipun kesia-siaan dan usaha menjaring angin.” (Pengkhotbah 4:4). Maksud Pengkhotbah dalam pesan itu adalah, apa pun yang dilakukan, biarlah dilakukan bukan karena iri hati, melainkan karena takut akan Tuhan.
Dalam beberapa hal, atau bahkan mungkin banyak hal, apa yang kita punya tidak lebih dari apa yang orang lain punya. Namun bukan berarti hal itu membuat kita lebih rendah bukan? Bersyukurlah dengan apa yang ada pada Anda, jangan suka iri. SP

BERKAT YANG ADA, AKAN MEMBUAT KITA DAPAT BERSYUKUR KEPADA TUHAN

26 Desember 2013 – Kasih Setia Tuhan

Baca: Mazmur 106:1-12
“Haleluya! Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.” (Mazmur 106:1)

Masihkah Anda bisa mengucap syukur kepada Tuhan, ketika Anda mengenang kembali seluruh perjalanan hidup Anda sampai hari ini? Baik suka atau duka, berhasil atau gagal, maju atau mundur, bisa mengucap syukurkah kepada Tuhan? Tidak tahukah Anda bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi kita semua (Roma 8:28). Jadi semua yang Anda alami adalah untuk kebaikan Anda, bukan? Betapa kasih-setia-Nya kekal selama-lamanya. Seringkali kita mengucap syukur karena keberhasilan, kemajuan, kesembuhan, sukar bagi kita untuk mengucap syukur kala kegagalan dan kesakitan.
Demikian juga dalam perjalanan sejarah umat Tuhan, saat mengalami kasih setia Tuhan, mereka melupakan kebaikan Tuhan, sehingga memberontak, bersungut-sungut dan menolak-Nya. Rasa syukur umat sangat tipis. Betapa mereka tidak cepat menyadari dan mengakui kebesaran-Nya. Permohonan pemazmur ialah agar mereka diberi kepekaan untuk melihat dan menyadari kebaikan-Nya ditengah-tengah mereka, sehingga mereka pun hidup sesuai dengan hukum Tuhan. Kebebalan umat Tuhan, terlihat mencolok. Baru saja mengalami kebaikan Tuhan, yang membebaskan mereka dari Mesir, namun, di tepi laut Teberau, saat dikejar pasukan Firaun, Israel ketakutan dan memberontak terhadap Tuhan. Tuhan tetap setia. Laut Teberau terbelah. Umat Israel menyeberang dengan selamat, sementara pasukan Firaun tenggelam di dalamnya. Pujian kepada Tuhan pun membahana.
Inilah penyakit yang sering diderita anak-anak Tuhan, lupa anugerah-Nya. Saat masalah datang kita bersungut-sungut dan melawan Tuhan. Bersyukur Tuhan tetap setia kepada kita. TL

JIKA ANDA MAU MERENUNG SEJENAK ANDA AKAN MENEMUKAN ALASAN UNTUK BERSYUKUR

16 Desember 2013 – Fabrice Muamba

Baca: I Samuel 7:1-14
“Kemudian Samuel mengambil sebuah batu dan mendirikannya antara Mizpa dan Yesana; ia menamainya Eben-Haezer, katanya: “Sampai di sini TUHAN menolong kita.” ( I Samuel 7:12)

Fabrice Muamba, sempat mengalami serangan jantung dan jantunganya berhenti +78 menit. Namun, berhasil diselamatkan setelah 15 kali dilakukan kejutan listrik dan berhasil melewati masa krisis selama satu bulan. Muamba berkata, “Meski karier saya selesai sampai di sini dan harus berhenti bermimpi bermain di level yang lebih tinggi, namun saya bersyukur masih diberi kesempatan untuk hidup. Saya harus bangkit dan melanjutkan hidup.” Demikian kata-kata perpisahan Muamba saat mengumumkan pengunduran dirinya dari sepak bola profesional pada tanggal 15 Agustus 2012 berdasarkan rekomendasi dari tim medis. Pada dasarnya dia begitu bersyukur akan keadaannya sewaktu ia sukses, maupun pada waktu ia harus berhenti bermain sepakbola.
Sikap Fabrice Muamba begitu berbeda dengan bangsa Israel yang diceritakan pada perikop kita hari ini. Orang Israel mencari Tuhan pada saat mereka terdesak, tetapi meninggalkan Tuhan saat mereka aman. Meskipun begitu, Tuhan tetap menolong Israel, setelah menjauhkan para Baal dan asytoret. Akhirnya Tuhan pun menjawab mereka dengan guntur dan mengacaukan orang Filistin, hingga terpukul kalah. Kemudian Samuel mengambil sebuah batu dan mendirikannya antara Mizpa dan Yesana dan menamainya Eben-Haezer, yang artinya, “Sampai di sini Tuhan menolong kita.” Hal itu dibuat untuk mengingatkan kesetiaan Allah dan sekaligus kerinduan Tuhan agar bangsa Israel juga setia kepada Tuhan.
Muamba, karena faktor kesehatan membuatnya harus berhenti bermain bola, namun dapat tetap bersyukur. Itu yang Tuhan mau, tetap setia kepada-Nya dalam keadaan apapun. YN

JIKA PADA MASA LALU TUHAN TELAH MENOLONG MAKA MASA DEPAN PUN IA TETAP EBEN-HAEZER

07 Maret 2013 – Stop Iri Hati!

Baca: Kisah Para Rasul 13:44-48
“Hati yang tenang menyegarkan tubuh, tetapi iri hati membusukkan tulang.” (Amsal 14:30)

Iri hati tidak mengenal waktu. Iri hati tidak mengenal pribadi. Dan iri hati bukan dominan hanya ada di cerita Alkitab saja. Tetapi iri hati pernah singgah di dalam diri seorang pengkhotbah dan pengajar kaliber international F.B Meyer. Pada suatu kesempatan ia mengadakan pertemuan di Nortfield, Massachusetts. Banyak orang datang mendengar pesan-pesannya yang menghebohkan. Dan pada kesempatan lain Pengkhotbah G. Campbell Morgan mengadakan pertemuan dan lebih banyak yang tertarik untuk datang mendengarkan eksposisi Alkitab yang dibawakannya.

Meyer menjadi iri hati, tetapi ia menunjukkan bahwa ia berusaha menyapu bersih iri hati dengan berkata; “Satu-satunya jalan untuk menahlukkan perasaanku adalah aku berdoa untuk Morgan setiap hari. Itulah yang aku lakukan.” Iri hati adalah perasaan tidak senang, marah, dendam, benci, kesal yang timbul karena melihat harta, jabatan, atau kepunyaan orang lain, di mana seseorang berhasrat untuk memilikinya. Dalam kisah rasul Paulus, kita menemukan orang-orang Yahudi menentang khotbah Paulus dan mereka iri hati karena banyak orang datang kepada Paulus untuk mendengarkan khotbahnya. Sesungguhnya iri hati dapat merusak diri Anda, sebaliknya hati yang tenang dan gembira menyegarkan Anda. Itulah sebabnya stop iri hati! Ketahuilah iri hati dapat menyerang siapa pun juga, kapan saja dan di manapun.

Sahabat Gandoem Mas, Untuk menyapu iri hati, kita harus memulainya dengan mensyukuri apa pun yang dimiliki oleh orang lain dan bukan menginginkannya. Waspadalah! Iri hati tidak mengenal sahabat, waktu atau harta kekayaan! Apakah Anda sedang iri hati? Segera berdoa minta pertolongan-Nya. YN

JAUH LEBIH MENGUNTUNGKAN HATI YANG DILIPUTI SYUKUR DARIPADA MENYIMPAN SAMPAH IRI HATI

20 Februari 2013 – Kasih SetiaNya Selamanya

Baca: Mazmur 136:1-26
“Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya. ” Mazmur 136:1

Charles Stanley berkata: “Darimanakah cinta Allah berasal? Saat cinta kepada sesama manusia hanya menjadi cinta sesaat, kasih Allah tidak berkesudahan. Kasih Allah tidak berdasarkan emosi, tapi mengalir dari karakter-Nya yang tidak berubah.” Pemazmur mengungkapkan mengenai kasih setia Allah atas umat-Nya, Israel. Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya. Ia melakukan perbuatan-perbuatan yang ajaib, menjadikan langit dan bumi dengan kebijaksanaan-Nya. Membawa keluar bangsa Israel dari perbudakan kepada tanah perjanjian dan Ia yang berjanji memelihara umat-Nya.

Tak sekali pun kasih setia-Nya berubah atas umat-Nya. Ia bersumpah atas diri-Nya sendiri bahwa tidak alasan apa pun untuk Ia berhenti mengasihi Anda. Kasih-Nya telah teruji oleh rentangan sang waktu di sepanjang sejarah dunia, yakni kasih yang tidak pernah usang dan telah tinggal di ruang hati Anda. Jika Anda merindukan kasih setia Allah dalam hidup Anda, Ia mengundang Anda untuk datang kepada-Nya. Saat kasih dari dunia menjadi dingin, usang oleh waktu dan ketika kesetiaan manusia di warnai dengan ketidaksetiaan, Allah tetap menyatakan kasih setia-Nya untuk selama-lamanya. Ia tidak sekali pun mengingkari kasih setia-Nya sejak dunia belum di ciptakan, saat ini bahkan sampai selama-lamanya. Tidak ada ruang atau jarak yang memisahkan Anda dengan kasih setia-Nya atas hidup Anda.

Sahabat Gandoem Mas, jangan pernah ragu akan kasih setia Allah dalam hidup Anda. Jika Anda menyadari telah jauh dari kasih-Nya, belum terlambat jika Anda rindu menghampiri diri-Nya. Bersyukurlah bahwasanya kasih setia-Nya untuk selamanya. YN

KASIH MANUSIA AKAN BERLALU SEIRING WAKTU TETAPI KASIH SETIA ALLAH KEKAL SELAMANYA

GM 27 Agustus 2012 – Demi Public Image

Baca: Mazmur 138:1-8
“TUHAN itu tinggi, namun Ia melihat orang yang hina, dan mengenal orang yang sombong dari jauh.” (Mazmur 138:6)

Butch Laswell, seorang pembalap yang juga biasa menjadi peran pengganti disebuah produksi film-film layar lebar. Suatu waktu ia harus menggantikan pemeranutama dalam sebuah film yang harus melompati sebuah jembatan pejalan kaki setinggi 11,4 meter di dekat sebuah hotel di Nevada. Sejumlah orang berkumpul menyaksikan aksi spektakuler tersebut. Situasi pada waktu itu semakin mendorong Laswell untuk melakukan aksi yang berbahaya tersebut. Seorang saksi mengatakan Laswell melompat 17,5 meter di atas jembatan. Ia jatuh tewas seketika dihadapan kru film dan ribuan penonton. Apa yang mendorong Butch Laswell melakukan tindakan berbahaya tersebut? Rela melakukan semuanya itu karena keinginan untuk menunjukkan bahwa ia adalah orang yang berani. Mungkin tidak ada hal lain yang membuat kita mengambil resiko besar, selain public image (penampilan atau pendapat umum).

Alkitab berkata bahwa Tuhan mengetahui kesombongan manusia, bahkan yang tersembunyi sekalipun. Kalau kita perhatikan jarang sekali Tuhan menyebut manusia dengan sebutan hina. Tetapi bagi orang yang sombong dan ingin memegahkan diri, tidak segan-segan Tuhan pun memberi hajaran. Kisah Para Rasul 5, juga menceritakan kisah Ananias dan Safira yang mati akibat public image. Mereka mencari pengakuan di hadapan orang banyak bahwa mereka telah memberi lebih. Persoalannya adalah kesombongan dan ingin mendapat pengakuan orang lain.

Demi mendapat pengakuan orang lain, berdusta pun kita anggap hal yang biasa. Oleh sebab itu mari belajar bersyukur dengan apa yang ada. Dengan membiasakan hidup bersyukur, akan menolong Anda melihat segala sesuatu sebagai yang terbaik. SP

KESOMBONGAN SERINGKALI MEMBUAT KITA MELAKUKAN HAL-HAL YANG TIDAK BERKENAN