Tag Archives: bertumbuh

01 April 2015 – Bertumbuh Menjadi Kuat

Baca: Efesus 6:10-20
“Akhirnya, hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan, di dalam kekuatan kuasa-Nya.” (Efesus 6:10)

Kalau Anda akan membangun sebuah rumah, tentu tidak hanya rumah dengan model yang bagus, tetapi juga rumah yang kuat. Kalau Anda membeli sebuah sepatu, maka yang dipilih bukan hanya modelnya atau warnanya yang menarik, melainkan juga kuat dan tahan lama. Begitu pula dengan Tuhan, Allah ingin agar kita menjadi orang Kristen yang kuat di dalam-Nya, memiliki akar iman yang kokoh, mempunyai dasar iman yang teguh, sehingga kita bisa menang ketika menghadapi segala tantangan dalam kehidupan kita. Ada banyak orang yang mungkin secara fisik kuat, seperti Simson, yang bisa mengalahkan singa, tetapi ternyata memiliki moralitas yang lemah. Ia dapat mengalahkan musuh-musuhnya, tetapi tidak mampu menguasai dirinya sendiri, yaitu nafsu birahinya. Di hadapan Tuhan, orang yang demikian bukan termasuk ke dalam kategori orang yang kuat.
Lukas 2:40 berbicara tentang Yesus. “Anak itu bertambah besar dan menjadi kuat, penuh dengan hikmat dan kasih karunia Allah ada padanya”. Yesus bertumbuh semakin lama semakin kuat, bukan hanya secara jasmani, melainkan juga secara rohani. Sekarang ini, banyak orang yang mengembangkan kekuatan jasmaninya dengan berolahraga, fitness, atau mungkin dengan berlatih tinju atau karate. Semuanya itu sah-sah saja, namun, ingatlah bahwa kekuatan jasmani itu hanya bersifat sementara, sedangkan kekuatan karakter itu kekal dan itulah yang dikehendaki oleh Tuhan.
Bertumbuh menjadi orang yang kuat secara jasmani di samping itu juga secara rohani, sehingga kita juga akan semakin kuat dalam iman, sebagai orang percaya. Apakah Anda sudah bertumbuh kuat di dalam Tuhan? Tetaplah semangat! YR

KEKUATAN JASMANI BERSUMBER DARI DIRI TETAPI KEKUATAN ROHANI BERSUMBER DARI ILAHI

20 Desember 2014 – Berakar

Baca: Kolose 2:7
“Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu, dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur’ (Kolose 2:7)

Lebaran tahun lalu saya berkunjung ke kampung halaman bapak mertua saya di Pacitan Jawa Timur. Kami sekeluarga besar berangkat dua iringan mobil dari Salatiga. Saat kami tiba di pinggiran kota Wonogiri, karena saat itu kendaraan melambat karena jalan agak macet, pandangan saya dikejutkan satu pohon beringin tepat dipinggir jalan yang tumbuh subur dengan batang yang bercampur akar banyak. Sekilas saya melihat dibawah pohon beringin yang subur itu ada batu yang besar, sehingga terlihat pohon itu tumbuh di atas batu besar itu. Akan tetapi pohon itu bisa tumbuh subur, dan kuat dari terpaan angin, karena akar pohon itu tersebut mencengkram batu dan akar-akarnya menancap ke tanah.
Dalam renungan kita juga di pagi ini, Paulus menggambarkan orang kristen harus berakar di dalam Dia. Keyakinan inilah yang Paulus juga tekankan kepada jemaat di Kolose, yaitu bahwa mereka pun memiliki kekuatan yang sama dengan dirinya karena pengenalan mereka akan rahasia Allah, yaitu Kristus yang memberikan kepada mereka segala hikmat dan pengetahuan. Paulus menginstruksikan agar jemaat bersama-sama dengan dia gigih memperjuangkan kebenaran keyakinan mereka tentang Kristus. Berdasarkan kekuatan Ilahi dan keyakinan iman kepada Kristus Paulus berharap jemaat tidak menyimpangkan hidupnya dari Kristus dan selalu bersyukur dalam segala sesuatu.
Berapa lama Anda telah mengikut Tuhan Yesus? Apakah akar Anda semakin kuat di dalam Dia? Tidak mudah goyah meskipun badai dan tantangan silih berganti menerpa kehidupan Anda. HR

B3 ADALAH BERAKAR, BERTUMBUH DAN BERBUAH

11 Oktober 2014 – Maju dan Bertumbuh

Baca: Lukas 1:67-80
“Adapun anak itu bertambah besar dan makin kuat rohnya. Dan ia tinggal di padang gurun sampai kepada hari ia harus menampakkan diri kepada Israel.” (Lukas 1:80)

P. Barash, seorang profesor dalam bidang psikologi dan zoologi menulis, bahwa menurut para ahli biologi yang mendukung evolusi, makhluk hidup hanya punya satu tujuan: bertahan hidup dan berkembang biak. Jika sikap ini yang diterapkan, maka kecenderungan hidup kita akan memprioritaskan kebutuhan jasmani saja dengan konsep hidup asal dapat bertahan hidup.
Namun Secara tidak sadar banyak orang yang menaruh perhatian pada pertahanan hidup. Membangun rumah yang megah, penambahan saldo tabungan, menaikkan jabatan, sehingga mereka tidak punya perhatian untuk meningkatkan pikiran, pengetahuan dan dan pendidikan-pendidikan bagi jiwa dan rohnya. Jika kita membandingkan dengan kehidupan Yohanes Pembaptis, maka kita semua harus belajar dari tokoh ini. Alkitab berkata bahwa Yohanes Pembaptis, bukan saja bertumbuh tubuh fisiknya, melainkan rohnya juga semakin kuat. tentu, ia tidak saja memperhatikan kebutuhan jasmaninya, melainkan ia juga begitu perhatian dengan rohnya. Kehidupan jasmani akan cenderung kepada sebuah pertahanan hidup, tetapi pertumbuhan rohani akan membawa kepada sebuah kemajuan hidup.
Bagaimana dengan Anda? Kita dipanggil untuk bertumbuh. Seseorang menulis bahwa seorang yang sukses, selalu mencari inspirasi setiap pagi sebelum berangkat bekerja, karena hal tersebut mampu membuka hal-hal baru di dalma hidupnya. Sebagai orang percaya, sumber inspirasi kita adalah firman Tuhan. oleh sebab itu, kita harus bertumbuh. Bukan saja jasamani kita, melainkan roh kita. Mari kita bersama-sama berkomitmen melakukannya. SP

UNTUK MENJADI SEORANG PEMENANG, BERTAHAN SAJA TIDAK CUKUP, MELAINKAN KITA HARUS MAJU

05 September 2014 – Bertumbuh Lewat Kesulitan

Baca: 1 Petrus 1:3-12
“Maksud semuanya itu ialah untuk membuktikan kemurnian imanmu yang jauh lebih tinggi nilainya dari pada emas yang fana, yang diuji kemurniannya dengan api sehingga kamu memperoleh puji-pujian dan kemuliaan dan kehormatan pada hari Yesus Kristus menyatakan diri-Nya.” (1 Petrus 1:7)

Surat Petrus yang pertama ditujukan kepada umat kristiani yang tersebar di Pontus, Galatia, Kapadokia, Asia Kecil, dan Bitinia (ayat 1). Mereka tengah mengalami tekanan dan penganiayaan hebat akibat iman mereka. Namun, Petrus mengingatkan mereka untuk tetap gembira walau harus menanggung semua kesulitan itu (ayat 6). Nasihat ini juga berlaku bagi kita yang mengalami tekanan hidup. Tetaplah bergembira. Pandanglah pencobaan sebagai sarana untuk “membuktikan”kemurnian iman kita.

Satu hal penting kita ketahui, bahwa Allah tidak akan membebaskan kita orang percaya dari kesulitan dan masalah. Allah tidak meluputkan kita dari tantangan-tantangan. Jikalau sekiranya Dia lakukan hal itu maka kita tidak akan bertumbuh. Alkitab mengatakan bahwa ‘iman diuji oleh api’. Ketika Anda sedang dalam hari yang sulit, itulah saatnya iman Anda bersinar. Setiap orang percaya bisa saja kehilangan semangat, menjadi negatip, marah, bahkan komplein kepada Tuhan. Namun jikalau Anda ingin mengatasi ujian yang sedang dihadapi, jikalau Anda menghendaki Allah membawa Anda ketingkat yang lebih tinggi, Anda tidak bisa mengabaikan tantangan yang dihadapi. Anda harus menang dan menjadi pahlawan iman. Katakan seperti rasul Paulus, “Segala perkara dapat kutanggung didalam Dia yang member kekuatan kepdaku” (Filipi 4:13). TL

IMAN SEPERTI CINTA, TERUJI PADA SAAT YANG SULIT

growing

Bertumbuh Itu Pilihan

Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang. ~ 2 Korintus 5:17

Ayat ini sangat menarik untuk disimak, karena ayat ini mengingatkan kita sekalian untuk tidak terikat pada masa lampau kita semenjak kita menjadi pengikut Kristus. Jika anda masih terikat pada masa lampau anda, maka anda masih hidup pada masa lampau anda sekalipun anda dalam kenyataannya hidup pada masa kini. Dengan perkataan lain – anda tidak bertumbuh dan tidak mengalami perubahan dalam mengarungi kehidupan anda karena anda masih terikat kepada kehidupan masa lampau anda yang mungkin menyakitkan anda – ini adalah pilihan anda sendiri. Anda yang memilih untuk tetap hidup dimasa lampau sekalipun masa lampau telah berlalu dan anda hidup saat ini. Ayat ini secara nyata mengatakan “yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang” – mari kita belajar menerima jati diri kita yang sesungguhnya dan belajar mengenal serta menerima manusia baru kita.
Sekitar tahun 1992 atau 1993, saya meminta seorang teman saya untuk membuatkan sebuah peti mati dari karton yang di cat mirip seperti peti mati dan di dalam peti mati tersebut ditaruh kaca seukuran peti mati tersebut. Pada penutup peti mati bagian dalam, terdapat tulisan tangan teman saya tersebut yang mengatakan:”Dalam peti mati ini bersemayam orang yang telah menghambat pertumbuhan saya – kini dia telah tiada – dan mulai saat ini saya bebas bertumbuh…”. Sewaktu kebaktian kelompok sel yang saya pimpin pada malam yang dingin dibulan Desember di Fullerton Los Angeles tersebut mencapai acara puncak, saya hanya mengunakan sedikit waktu untuk menyampaikan pesan kepada seluruh jemaat yang ikut hadir pada malam tersebut, bahwa orang yang telah menjadi batu sandungan dalam banyak hal dan yang telah menjadi penghalang petumbuhan rohani banyak orang telah tiada dan orang tersebut tidak pernah akan ada lagi dalam kehidupan anda selamanya. Siapakah orang itu? Sekitika suasana sunyi sangat mencekam keadaan dalam ruangan dimana kebaktian kelopmpok sel tersebut diadakan seakan-akan suara jarum jatuh pun dapat terdengar.

Pada saat para jemaat yang ingin tahu siapa orang yang menjadi penghalang pertumbuhan mereka mulai mendekati peti mati tersebut mereka melihat diri mereka sendiri melalui refleksi kaca yang ditaruh dalam peti mati tersebut. Suara terompet mengiringi tulisan dalam peti mati tersebut:”Dia yang menghambat pertumbuhan saya kini telah tiada untuk selamanya”. Secara serentak, seluruh jemaat mulai menulis pada secarik kertas daftar dosa mereka dan seluruh kelemahan mereka yang mereka sadari bahwa mereka sendirilah penyebab mengapa mereka selama ini tidak dapat bertumbuh namun memilih untuk menyalah kan orang lain atas kekerdilan mereka. Akhirnya, setiap dari jemaat yang hadir mulai menulis: “Hari ini, manusia lama saya telah mati, dan manusia baru saya memberi saya kebebasan sepenuhnya untuk bertumbuh selama saya ingin bertumbuh.”
Saat itu, tidak satu orang pun yang dapat menahan linangan air mata mereka; Tuhan telah menggantikan ratapan mereka menjadi tari-tarian, hidup baru telah dimulai dimalam yang dingin di bulan Desember itu.
Apakah anda pernah berpikir, bahwa anda adalah orang satu-satunya yang dapat menentukan berapa banyaknya anda ingin bertumbuh dalam segala segi kehidupan anda – anda pun dapat memilih untuk berhenti bertumbuh secara rohani jika itu yang anda ingini – itu adalah pilihan anda sendiri.
Ya, anda telah mendengarnya dengan benar, bahwa dalam dunia ini hanya ada satu orang yang dapat menentukan pertumbuhan anda, yaitu anda sendiri. Tuhan telah menyiapkan segala sesuatunya namun anda harus mau masuk dalam rencana Tuhan dan melakukan kehendakNya. Rencana Tuhan bagi anda sekalian adalah:” Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan (Yeremia 29:11).
Teman-teman maupun saudara anda dapat berubah dan tidak mendukung keberadaan anda bahkan meninggalkan anda, majikan anda dapat berubah menjadi jahat, namun semuanya ini tidak berkuasa untuk memaksa anda untuk tidak bertumbuh – anda hanya dapat merubah kehidupan anda  sewaktu anda memilih untuk berubah, karena perubahan tidak pernah terjadi sampai anda mengambil tindakan untuk berubah. Jika anda tetap melakukan apa yang selama ini anda lakukan, anda akan terus merasakan apa yang selama ini anda rasakan, dan anda terus akan mendapat kan hasil yang sama seperti hasil-hasil dimasa lampau. Sesuatu harus di ubah. Apa yang harus diubahkan? Cara berpikir yang harus diubah (Roma 12:2)! Jika anda memilih untuk berpikir bahwa segala sesuatu mungkin dan mulai melihat kesempatan dan peluang-peluang yang ada dari kaca mata “semuanya mungkin”, maka daya kreatifitas anda akan memuncak dan lebih dari itu anda mulai melangkah sesuai keyakinan anda untuk mencapai tujuan anda sesuai dengan visi yang sudah Tuhan berikan sebagai motor penggerak untuk membuat mimpi anda menjadi kenyataan. Karena pada saat anda mulai melangkah sesuai dengan visi yang Tuhan berikan maka pintu kesempatan dan peluang mulai terbuka namun anda harus mengarahkan perhatian anda hanya kepada peluang yang relevant dengan visi masa depan anda.
Kenali kesalahan-kesalahan yang terdapat dalam alam pikiran anda, ubah cara berpikir yang salah (Roma 12:2), fokus serta nikmati nilai-nilai baru dalam kehidupan anda yang baru karena sesungguhnya yang lama memang sudah berlalu. Amen.
Penulis:
Rev.Dr. Harry Lee,MD.,PsyD Gembala Restoration Christian Church di Los Angeles – California