Tag Archives: bisnis

17 Maret 2014 – Mulitiplication Business

Baca: Kejadian 17:2
Aku akan mengadakan perjanjian antara Aku dan engkau, dan Aku akan membuat engkau sangat banyak.” (Kejadian 17:2)

Pernahkah Anda mengikat perjanjian dengan kecoa? Atau Anda mengikat perjanjian dengan kabel? Kedengarannya aneh bukan, namun itulah yang dikerjakan ketika Allah mengikat perjanjian dengan Abram! Dengan perkataan lain, Allah Sang Pencipta mengikat perjanjian dengan ‘ciptaan-Nya’, sungguh Allah ‘merendahkan-diri’ sedemikian rendah, sampai Allah mau ‘kontrak-kerja’ dengan Abram! Kedua “, ….dan Aku akan membuat engkau sangat banyak” dalam KJV, “….. and will multiply thee exceedingly.
Bisnis Allah adalah multiplikasi. Tidak peduli apa kebutuhan Anda saat ini, Allah ingin memultiplikasi kemampuan Anda untuk memenuhi kebutuhan tersebut! Beberapa contoh dibawah ini, adalah bisnis Allah adalah mulitiplikasi. Dalam Perjanjian Lama dikisahkan Allah hanya memakai empat orang kusta untuk memporak-porandakan ribuan tentara musuh. (2 Raja 7). Demikian juga Allah melipat-gandakan “Tepung dan minyak” janda Sarfat (I Raja 17); “Minyak seorang janda” (2 Raja 4:1-7); Peristiwa ‘Air menjadi anggur’ dalam pesta nikah di Kana (Yohanes 2); “Lima roti dan dua ikan untuk 5000 orang” (Yohanes 6:1-15).
Allah dapat membuat Anda terlihat lebih besar dari yang sebenarnya. Dia bisa membuat Anda terlihat lebih kuat. Dia bisa memperbesar pengaruh Anda, kekuatan Anda, bakat Anda. Dia bisa melipatgandakan pendapatan Anda atau apa pun yang Anda butuhkan! Anda tidak perlu bertanya, “Bagaimana cara-Nya!” Yang harus Anda lakukan adalah “Percaya saja kepada-Nya.” Dia akan memberkati Anda melebihi impian Anda spektakuler sekalipun. TL

BAGI MANUSIA MUSTAHIL, TIDAK BAGI ALLAH

banner_prayerrequest

Serahkanlah Pekerjaan Anda Kepada Tuhan

By Michael Yang (founder and CEO, Become.Com)

Serahkanlah perbuatanmu kepada TUHAN, maka terlaksanalah segala rencanamu.
Amsal 16:3

Pada akhir tahun 2003, sesudah beberapa lama keluar dari pekerjaan, saya memutuskan untuk meluncurkan suatu usaha search engine yang baru disebut Become.com bersama mantan mitra bisnis saya. Segera sesudah kami pindah ke kantor baru pada awal tahun 2004, saya mengundang gembala gereja saya untuk datang serta mengadakan kebaktian doa dan berkat untuk perusahaan kami di kantor kami yang baru.
Gembala dan istrinya membawa sebuah hadiah kecil untuk pembukaan kantor kami. Hadiah itu adalah sebuah ayat, Amsal 6:13, dalam bahasa Inggris dan Korea, dibingkai dalam bingkai kayu yang bagus. Saya menyukai ini. Saya menggantungnya di dinding kantor saya langsung di depan saya dan di belakang monitor computer – sebuah tempat di mana saya dapat dengan mudah melihatnya setiap hari. Ayat ini adalah firman yang penuh kuasa dari Tuhan bagi saya yang berhubungan dengan tanggung jawab dan dorongan di tempat kerja.

Saya merasa terpanggil untuk menjadi wirausaha di pasar. Namun, hidup sebagai pendiri dan CEO dari perusahaan Silicon Valley Internet dapat menyenangkan sekaligus penuh stress. Naik dan turun seperti naik roller-coaster. Saat segalanya berjalan baik, saya rentan untuk menjadi terlalu percaya diri dan angkuh, tetapi saat segalanya menurun, saya rentan untuk merasa stres, tidak aman dan patah semangat. Amsal 16:3 yang tergantung di dinding saya adalah peringatan yang bagus sekali bagi saya selama masa ini bahwa Tuhan memegang kendali.

Menyerahkan apa pun yang saya lakukan kepada Tuhan memungkinkan saya menyerahkan pekerjaan saya maupun perusahaan saya kepada Tuhan setiap hari. Saya tidak lagi harus berusaha memegang kendali dan khawatir tentang semua fluktuasi dalam bisnis saya. Ini juga berarti bahwa saya dapat mengikuti kehendak Tuhan bagi saya di tempat kerja, yaitu mengasihi, baik para karyawan perusahaan maupun orang-orang yang berhubungan dengan saya.
Serahkanlah perbuatanmu kepada TUHAN, maka terlaksanalah segala rencanamu
Amsal ini adalah pengingat yang baik bagi saya saat kita menyerahkan pekerjaan kita kepada Tuhan, Ia akan menetapkan rencana-Nya dalam bisnis kita dan kehidupan kita.

Pokok Renungan
Kita perlu menyerahkan semua yang kita lakukan dalam bisnis kita kepada Tuhan.
Pertanyaan untuk direnungkan:
1.Apa sajakah bidang dalam pekerjaan anda yang memerlukan kepastian dan perlindungan Tuhan?
2.Bagaimanakah anda dapat membuat komitmen yang berani kepada Tuhan dalam bisnis atau pekerjaan anda? Apakah hasilnya jika anda benar-benar meyerahkan segala sesuatu dalam bisnis anda kepada Tuhan?
3.Bagaimanakah anda memandang Tuhan menetapkan rencana-Nya dalam kehidupan anda? Apakah rencana yang anda ingin lihat Ia tetapkan bagi anda di masa depan?