Tag Archives: doa

02 April 2015 – Kuasa Doa di Getsemani

Baca: Lukas 22:39-46
“Ia sangat ketakutan dan makin bersungguh-sungguh berdoa. Peluh-Nya menjadi seperti titik –titik darah yang bertetesan ke tanah.” (Lukas 22:44)

S.D Gordon berkata, “Kemenangan yang sesungguhnya dalam semua pelayanan dimenangkan sebelumnya di dalam doa. Pelayanaan hanya sekedar pengumpulan hasilnya.”
Kemenangan Tuhan Yesus di bukit Golgota sesungguhnya telah diraih-Nya di taman Getsemani ketika ia berkata, “Ya Abba, ya Bapa, tidak ada yang mustahil bagi-Mu, ambillah cawan ini dari padaku, tetapi janganlah apa yang aku kehendaki, melainkan apa yang Engkau kehendaki.” Pergumulan yang berat Yesus menjelang pengorbanan-Nya di kayu salib membuat pembuluh darah-Nya pecah, sehingga keringat-Nya keluar seperti tetesan darah, namun akhirnya Yesus memenangkan pergumulan itu dengan menyerahkan diriNya sepenuhnya ke dalam kehendak dan rencana Bapa-Nya. Kehidupan doa Yesus sungguh luar biasa! Bukan hanya ajaran-ajaranNya saja yang hebat mengenai doa tetapi Ia sendiri yang mempraktekkannya. Biasanya pagi-pagi sekali Yesus dan di malam hari, Ia mencari tempat yang sunyi untuk berdoa. Ia memohon hikmat, kekuatan dan petunjuk dari Bapa-Nya. Di situlah kuasa doa bekerja dalam kehidupan Yesus bahkan dilakukannya sampai akhir hidupnya. Melalui doa-Nya di taman Getsemani, maka misi dan pengorbanan Yesus tergenapi secara sempurna. Kuasa doa membuat Yesus berkemenangan dalam menggenapi rencana Allah untuk penyelamatan umat manusia.
Yesus mengajarkan, bahwa berdoa tidak perlu bertele-tele. Ia mengajarkan kita berdoa di dalam kamar dan kita dengan bebas dapat berdoa pribadi. Mari, kita belajar dari kehidupan doa Yesus maka kuasa doa itu sangat besar faedahnya dan dapat mengubah segala sesuatu bahkan merubah hal yang mustahil. YN

KEKUATAN ROHANI SESEORANG HANYA TERLETAK PADA PILAR-PILAR DOANYA SETIAP HARI

28 Maret 2015 – Berdoa Kepada Siapa?

Baca: Yohanes 16:23-28
“Pada hari ini kamu akan berdoa dalam nama-Ku. Dan tidak Aku katakan kepadamu, bahwa Aku meminta bagimu kepada Bapa” (Yohanes 16:26)

Pada abad ke-16 Erasmus, perintis Reformasi Gereja sebelum meninggal, ia berdoa demikian,”O, Yesus, kasihilah aku; Tuhan, keselamatan aku; Tuhan semuanya telah berakhir; Tuhan, kasihilah aku.” Pada abad ke-19 seorang rahib Rusia mempunyai satu doa seperti ini, “Tuhan Yesus Kristus, Anak Bapa, kasihilah aku, orang berdosa ini.” Tokoh Alkitab Stefanus, martir Kristen pertama berdoa,”Ya, Tuhan Yesus, terimalah rohku.”(Kpr 7:59)
Dari ketiga tokoh diatas ada persamaan di dalam mereka berdoa yakni mereka berdoa sama-sama ditujukan kepada Tuhan Yesus Kristus bukan kepada Bapa. Ada banyak orang Kristen berdoa tetapi mereka mengalami kebingungan, doa mereka ditujukan kepada siapa? Kepada Bapa atau kepada Tuhan Yesus? Alkitab mengajarkan bahwa doa kita hendaknya di tujukan kepada Bapa maupun kepada Tuhan Yesus. Sebab Tuhan Yesus pun mengajarkan murid-murid-Nya agar mereka berdoa kepada Bapa di Sorga, khususnya ketika Tuhan Yesus sendiri masih ada di bumi ini. Ketika kita berdoa kepada Bapa, kita berdoa dalam nama Tuhan Yesus(Yohanes 16:23). Ini berarti berdoa dalam nama Tuhan Yesus sedangkan,Yohanes 14:14, Tuhan Yesus mengajarkan murid-murid-Nya berdoa kepada diri-Nya. Hal ini dimaksudkan-Nya terutama ketika Ia nanti telah berada di Sorga. Jadi, Tuhan sendiri mengajarkan berdoa kepada Bapa dan nama-Nya sendiri.
Oleh karena itu, Berdoalah kepada Bapa dalam nama Tuhan Yesus. Sudahkah Anda praktekkan berdoa kepadaNya? YN

SEKERAS APA PUN UCAPAN DOA KITA TETAPI TIDAK DITUJUKAN KEPADA-NYA, AKAN SIA-SIA

18 Desember 2014 – Sepakat

Baca: Mazmur 133
“Dan lagi Aku berkata kepadamu; Jika dua orang dari padamu di dunia ini sepakat meminta apapun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di sorga.” (Matius 18:19)

Kata “Sepakat” berarti setuju, kompromi, mufakat, seia-sekata, suara bulat, titik temu, damai.Tetapi juga bisa diartikan serasi, harmonis, rukun. Kondisi kehidupan seperti arti tersebut akan diberkati Tuhan. Karena, apabila dua orang sepakat dalam doa maka doanya akan dikabulkan. Suami-istri, atau rumah tangga yang sepakat, harmonis rumah tangganya akan diberkati Tuhan.
Dalam Mazmur 133 orang-orang yang sepakat, rukun, harmonis adalah seperti minyak yang meleleh ke janggut Harun, turun ke leher dan ke jubahnya. Terjadi urapan atau lawatan Tuhan. Hati yang damai, rumah tangga yang damai, hubungan satu dengan yang lain damai, maka Tuhan akan hadir mengurapi dan masalah-masalah yang terjadi akan mudah diselesaikan karena dihadapi dengan perasaan tenang dan secara bersama-sama menyelesaikannya oleh karena Tuhan hadir turut campur tangan. Kerukunan, kedamian juga diibaratkan seperti embun gunung Hermon yang turun ke bukit Sion. Gunung Hermon jauh disebelah utara Israel, menjulang tinggi dan selalu diselimuti salju atau embun. Walaupun embun gunung Hermon mengalir ke bukit-bukit kecil di sekitarnya tetapi rasanya tidak mungkin akan mengalir ke bukit Sion. Tetapi hal itu bisa terjadi karena “Sion” adalah kota Allah dimana Allah hadir. Dan Allah akan memerintahkan embun gunung Hermon untuk pergi ke Sion.
Seperti Tuhan Yesus yang memerintahkan angin badai untuk berhenti. Hati yang damai, kehidupan yang harmonis bagaikan Sion, kota Allah, bukit-bukit Allah dan Allah akan memanggil embun berkat yang nun jauh di sana untuk datang dalam kehidupan kita. UBS

MILIKILAH HATI YANG DAMAI, CIPTAKANLAH KESEPAKATAN, KESEHATIAN

12 November 2014 – Persahabatan

Baca: Yakobus 5:12-20
“Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh. Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya.” (Yakobus 5:16)

Banyak jenis doa disebutkan disini: doa bagi orang sakit, doa pengampunan, doa bagi bangsa, bahkan doa untuk cuaca.
Tidak ada kebutuhan yang tidak dapat dipenuhi oleh doa dan tidak ada masalah yang tidak dapat diselesaikan oleh doa. Sekalilagi Yakobus menekankan pelayanan kepada pribadi lepas pribadi (1:27; 2:1-4; 14-16). Dapatkah Anda mengenali ketika ada saudara seiman yang mulai menyimpang? Apakah Anda benar-benar peduli? Akankah Anda berusaha menolong? Persahabatan adalah sangat penting bagi Allah.
Allah menghendaki anak-anakNya hidup dalam komunitas dalam persatuan dan kesatuan yang benar. Ketika kita transparan dan saling mendoakan satu terhadap yang lain, sesuatu yang supranatural terjadi! Kita membua pintu berkat kelimpahan dari Allah dan kesembuhan terjadi ditengah tengah komunitas tersebut. Ketika kita hidup dalam kerukunan dan kesatuan, doa doa kita menjadi efektif, dan kuasa-Nya dilepas didalam dan melalui kita. Hidup dalam kesatuan dan persatuan bukan berarti Anda harus selalu setuju dengan rekan-rekan komunitas yang ada. Namun, Anda dipanggil untuk saling melengkapi satu sama lain, Anda dipanggil untuk saling mendoakan kebutuhan mereka, memenuhi kebutuhan mereka. Anda dipanggil untuk bersinergi, untuk bermusyawarah, untuk meneguhkan rencana Allah dalam komunitas Anda.
Ketika Anda memenuhi kebutuhan satu terhadap yang lain, maka Allah akan membalas pemenuhan kebutuhan Anda sendiri berkelimpahan. Itulah hukum Allah. TL

AKANKAH ANDA MENUNDA TERLALU LAMA UNTUK MENDOAKAN MEREKA?

22 Juli – Dalam Doa Ibuku

Baca: Ayub 1:5
“Setiap kali, apabila hari-hari pesta telah berlalu, Ayub memanggil mereka, dan menguduskan mereka; keesokan harinya, pagi-pagi, bangunlah Ayub, lalu mempersembahkan korban bakaran sebanyak jumlah mereka sekalian, sebab pikirnya: “Mungkin anak-anakku sudah berbuat dosa dan telah mengutuki Allah di dalam hati.” (Ayub 1:5)

Ingatkah kita dengan sebuah lagu yang sering dinyanyikan anak-anak Sekolah Minggu, “di waktuku masih kecil, …” Saya masih ingat sampai sekarang bagaimana nenek dan ibu saya selalu membawa dalam doa semua anak cucu mereka. Betapa kepedulian mereka terhadap anak-anaknya. Seperti halnya Ayub yang tidak ingin anak-anaknya celaka karena berbuat salah di hadapan Tuhan. Yang mereka inginkan adalah agar anak cucunya selalu berhasil. Alkitab berkata, betapa Ayub sangat memperhatikap kerohanian anak-anaknya. “Setiap kali, apabila hari-hari pesta telah berlalu, Ayub memanggil mereka, dan menguduskan mereka; keesokan harinya, pagi-pagi, bangunlah Ayub, lalu mempersembahkan korban bakaran sejumlah mereka sekalian, sebab pikirnya: “Mungkin anak-anakku sudah berbuat dosa dan telah mengutuki Allah di dalam hati.” (Ayub 1:5).
Kadang dengan kesibukan-kesibukan yang kita hadapi, bukankah dengan jujur kita akui, kita sering lupa kepada keluarga? Terbukti banyak yang kurang perhatian, pulang kerja ‘’langsung tidur’’, bangun pagi-pagi ‘’langsung pergi.” Tidak ada waktu untuk berdoa bersama, atau bercakap-cakap dengan keluarga. Apakah yang kita perbuat jika sesuatu terjadi seperti yang dialami Ayub? Bukankah hanya menyesal dan menyesal, tetapi sudah terlambat?
Saya tak ingin itu terjadi, setiap saya berdoa, saya ingat dan sebut nama-nama anggota keluarga saya. TRZ

BERDOLAH UNTUK KELUARGA DAN ORANG-ORANG TERCINTA ANDA

18 April 2014 – Doa Tuhan Yesus

Baca: Matius 26:36-46
“Maka Ia maju sedikit, lalu sujud dan berdoa, kataNya: “Ya BapaKu, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari padaKu, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki” (Matius 26:39).

Dalam bacaan hari ini, kita temukan lima prinsip doa yang benar yang diteladani sendiri oleh Tuhan Yesus ketika berdoa ditaman Getsemane. 1). Doa seorang diri. Ketika Tuhan membutuhkan doa dari murid-muridNya, khususnya tiga murid yang paling dekat, yaitu Petrus Yohanes dan Yakobus. Namun tiga kali pula Tuhan mendapatkan mereka bertiga bukannya ikut berdoa, malah mereka tidur.
Doa keluarga, doa bersama jemaat, doa syafaat, doa di Gereja memang baik dan penting, namun doa pribadi sangat penting bagi Anda. 2). Doa dengan kerendahan hati. Lukas mencatat Tuhan ‘berlutut dan berdoa’ (Lukas 22:41), Matius mencatat Tuhan ‘sujud dan berdoa’ (Matius 26:39). Terjemahan lain dikatakan, ‘tersungkur dengan muka ketanah.’ Dialah hamba yang rendah-hati 3). Doa seorang anak kepada bapanya. (Mat ius26:39). Yesus dengan jujur dan terbuka menaikkan doa kepada Bapa disurga. 4). Doa yang gigih. “Ia sangat ketakutan dan makin bersungguh-sungguh berdoa, PeluhNya menjadi seperti titik-titik darah…” (Lukas 22:44). 5). Doa siap menerima kehendak Bapa. Bukankah ini sesuatu yang luar biasa, disatu sisi Tuhan berdoa dengan sungguh-sungguh sampai peluh-Nya seperti titik-titik darah, namun disisi yang lain Tuhan berdoa ‘bukanlah kehendakKu, melainkan kehendakMulah yang terjadi’.
Bisakah Anda berdoa seperti Tuhan, berdoa sungguh-sungguh untuk bersedia menerima apapun kehendak Bapa disurga? Mari kita berdoa seperti Tuhan berdoa. TL.

ADA KEMENANGAN DALAM PENYERAHAN JIKA PENAKLUKNYA ADALAH KRISTUS

20 Maret 2014 – Allah Yang Menjawab

Baca: Markus 5:21-43
”Dan apa saja yang kamu minta dalam doa dengan penuh kepercayaan, kamu akan menerimanya.” (Matius 21:22)

Pengalaman seorang perempuan Inggris cukup unik. Setelah ia melempar pesan dalam botol ke Laut Timur Eropa lebih dari 20 tahun lalu, akhirnya balasan pun datang dari Belanda. Dikisahkan, pada 12 September 1990  Zoe Averianov, yang kala itu berusia 10 tahun, menulis pesan dalam botol saat kapal feri yang ditumpanginya  menempuh perjalanan dari Hull di Inggris ke Belgia. Dalam suratnya, Zoe menulis, “Kepada yang menemukan surat ini, nama saya Zoe Lemon [nama gadisnya]. Saya mohon tulislah surat untuk saya, saya akan sangat menyukainya. Saya 10 tahun dan saya suka balet, bermain flute dan piano. Saya punya hamster bernama Sparkle dan ikan bernama Speckle.” Tampaknya Zoe menulis lengkap alamatnya. Hingga akhirnya setelah 20 tahun berlalu tiba-tiba datang surat ke rumahnya. “Zoe sayang, kemarin saat saya sedang berjalan-jalan dengan istri saya di sepanjang pantai Oosterscheldde, saya melihat botol plastik dengan pesanmu terbawa ke tepi pantai.” Nah, kalau kamu punya hobi serupa, jangan lupa tulis alamat siapa tahu ditemukan orang lain dari seberang benua. Malah, mungkin saja pasangan yang kamu impikan?
Mungkin pengalaman Zoe hanya secara kebetulan, tapi mengenai doa orang benar yang kita serukan kepada Tuhan itu tidak akan sia-sia, apalagi dinaikkan dengan penuh iman pasti berkuasa. Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya Yakobus 5:16b.
Teruslah berseru kepada Tuhan dan sabarlah menanti sampai waktunya Tuhan, seperti Zoe mendapat jawaban 20 tahun kemuadian. HR

DOA ANDA BESAR KUASANYA, TERUSLAH BERDOA

31 Desember 2013 – Kepuasan Bersama Tuhan

Baca: Yeremia 31:1-40
“Sebab Aku akan membuat segar orang yang lelah, dan setiap orang yang merana akan Kubuat puas.” (Yeremia 31:25)

M. Erik Erikson lahir di Frankfurt-am-Main, Jerman, 15 Juni 1902, meninggal 12 Mei 1994, di Harwich, Cape Cod, Massachusetts, Amerika Serikat, pada umur 91 tahun. Erikson adalah seorang psikolog Jerman yang terkenal dengan teori tentang delapan tahap perkembangan pada manusia. Salah satu bagian pandangannya tentang kehidupan, Erikson mengatakan bahwa kehidupan ini ibarat sebuah buku. Setiap akhir tahun kita harus memberi judul bab dalam buku kehidupan kita … Maka setelah membaca dengan teliti dan merenungkan bab demi bab buku kehidupan itu, kita sekarang harus memberi judul buku kehidupan kita. Menurut Erickson, judul buku kehidupan itu hanya ada dua kemungkinan yaitu: “Kepuasan” atau “Keputus-asaan.”
Tidak terasa waktu begitu cepat berlalu. Hari ini adalah hari terakhir di tahun 2013, tidak lama lagi kita menyonsong tahun yang baru. Jika kita mengikuti pendapat Erikson, apakah judul hidup Anda di tahun yang lalu? Apa pun itu, biar semuanya menjadi sebuah pelajaran bagi kita. Oleh sebab itu, seperti pesan firman Tuhan hari ini, mari lebih mendekat lagi kepada Tuhan. Lebih lagi dalam mencari kehendak Tuhan. Yeremia berkata, Tuhan akan membuat segar orang yang lemah, yang berharap kepada-Nya. Tuhan juga membuat puas hidupnya. Oh, betapa kita merindukan hal-hal tersebut?
Menyonsong tahun yang baru ini, buat komitmen untuk lebih lagi dalam mencari kehendak Tuhan melalui doa, pembacaan firman Tuhan maupun dalam ibadah-ibadah. Hanya melalui hal tersebut kita dapat melangkah sesuai dengan rencana Tuhan. Anda siap menyonsong tahun baru? Kiranya Roh-Nya senantiasa menuntun hidup Anda, supaya hidup Anda dipuaskan-Nya. SP

TUHAN MENGETAHUI SEGALA SESUATU TENTANG MASA DEPAN, MAKA BERJALANLAH BERSAMA-NYA

28 November 2013 – Doa yang Benar

Baca: I Samuel 18:6-30
“Daud berhasil di segala perjalanannya, sebab TUHAN menyertai dia.” (I Samuel 18:14).

Suatu waktu saya mendapat pesan broadcast BBM (pesan secara menyeluruh dari kontak BlackBerry) dari salah seorang teman. Demikian bunyinya, “Bahkan pembalap sekelas Valentino Rossi atau Lorenzo tidak pernah berdoa supaya sirkuitnya menjadi lurus, tetapi mereka berdoa supaya mampu menaklukkan sirkuitnya,…” Saya tidak tahu pasti apakah para pembalap tersebut selalu berdoa sebelum mereka maju berlomba. Tetapi pernyataan tersebut menginspirasi hidup saya. Seringkali kita berdoa kepada Tuhan untuk melancarkan segala sesuatu yang sedang kita lakukan, hanya untuk menghindari jalan-jalan yang sulit. Tetapi, justru dalam persoalan-persoalanlah kita merasakan penyertaan Tuhan.
Daud adalah tokoh yang menginspirasi setiap kita. Perjalanan hidupnya tidak selalu mulus, namun Daud dapat melewatinya karena penyertaan Tuhan yang memelihara hidupnya. Penyertaan Tuhan, tidak selalu membuat Daud lepas dari masalah, melainkan penyertaan Tuhan membuatnya tegar dan mampu menghadapinya. Tuhan membuat gentar musuh-musuh Daud. “Saul menjadi takut kepada Daud, karena TUHAN menyertai Daud, sedang dari pada Saul Ia telah undur.” (I Samuel 18:12). Saul mencoba mencelakakan Daud dengan berbagai cara. Dari mencoba membunuhnya dengan tombak, hingga menempatkannya di barisan pasukan perangnya, agar berpotensi untuk mati dalam peperangan. Tetapi karena penyertaan Tuhan, Daud berhasil di segala perjalanannya (1 Samuel 18:14).
Anda takut menghadapi masa depan? Mari belajar percaya sepenuhnya kepada Tuhan. Percaya bahwa Tuhan senantiasa menyertai hidup Anda. Kiranya Roh-Nya memberi kekuatan. SP

ADAKALANYA HALANGAN ITU SELALU ADA, NAMUN TUHAN TIDAK PERNAH MENINGGALKAN KITA

28 Maret 2013 – Tabir Bait Suci

Baca: Markus 15:33-39
“Lalu berserulah Yesus dengan suara nyaring dan menyerahkan nyawa-Nya. Ketika itu tabir Bait Suci terbelah dua dari atas sampai ke bawah.” (Markus 15:37-38)

Tabir yang dibuat oleh Musa karena perintah Tuhan dalam bagian Kemah Suci adalah untuk pemisah antara tempat kudus dan tempat maha kudus (Keluaran 26:33). Para imam hanya akan memasuki ruang maha kudus sekali setahun. Dan yang masuk pun hanyalah satu orang saja, menurut hasil undian yang dilakukan (bandingkan: Lukas 1:8-9). Dan orang yang terpilih untuk masuk akan diikatkan tali pada kakinya, sebab jika sesuatu terjadi padanya maka orang itu akan ditarik keluar. Biasanya ketika seorang imam bertugas memasuki ruang maha kudus, maka para imam yang lain akan menunggu di ruang kudus. Sebab tidaklah sembarangan orang bisa masuk ke dalam tempat itu. Apa lagi pada saat tidak ada imam yang bertugas ke dalam ruang maha kudus tersebut.

Namun Markus memberitahu kita, “tabir Bait Suci terbelah dua dari atas ke bawah” (38). Ini pasti sangat menakutkan bagi para imam yang  melayani di Tempat Kudus pada saat itu, menyaksikan tabir Bait Suci terbuka. Para imam, tidak pernah ada yang berani mengintip ke dalam Tempat Maha Kudus. Tetapi tiba-tiba, pada saat Yesus mengumumkan, “Sudah selesai” dari atas salib, tirai tebal yang melambangkan pemisahan antara manusia dengan Allah itu terbuka oleh kekuatan yang tidak terlihat. Sehingga para imam dapat melihat Tabut Perjanjian yang ada di dalamnya! Tetapi saya percaya mereka tidak akan berani melihatnya karena takut mati.

Melalui perikop renungan hari ini, kita mengetahui bahwa ketika Yesus menyelesaikan misi-Nya, maka kita dapat langsung datang menghadap hadirat-Nya. Dialah anak domba Allah, korban yang sempurna, Imam Besar kita, yang membayar semua dosa dengan darah-Nya yang kudus. Sudahkah Anda menghampiri-Nya? EJG

TABIR PEMISAH SUDAH DIHANCURKAN, DATANGLAH KEPADA-NYA DENGAN SUKACITA