Tag Archives: doa

15 Maret 2013 – Jawaban Yang Tertunda

Baca: Yakobus 1:1-8
“Hendaklah ia memintanya dalam iman, dan sama sekali jangan bimbang … ” (Yakobus 1:6)

Alkisah, ada seorang anak yang sangat menyenangi bunga. Karena itu, saat akan berulang tahun, ia pun meminta hadiah kepada orangtuanya. Permintaan itu dikabulkan. Sebuah pot bunga berisi tumbuhan segar diberikan sebagai hadiah ulang tahunnya. “Terima kasih Pa, Ma. Tapi, ini kok tidak ada bunganya?” tanya si bocah polos. “Bunga yang kamu inginkan itu memang hanya tumbuh saat musimnya datang,” jawab kedua orang tuanya itu. “Yang penting, rawat tanaman ini baik-baik, sirami, dan pelihara sungguh-sungguh.” Si bocah pun mematuhi kata-kata orang tuanya. Setiap hari, ia menyiraminya. Hari demi hari berlalu. Tapi, yang ditunggu-tunggu si bocah tak kunjung tiba. Maka, si bocah pun bertanya kepada kedua orang tuanya. “Papa, Mama, mengapa aku sudah rajin menyiram dan merawatnya, tapi yang muncul hanya kuncup ini? Mana bunganya?”

“Nak, sabar. Kuncup itu akan jadi bunga indah yang kamu inginkan. Seminggu kemudian, kuncup itu pun terlihat hendak mekar. Si bocah kegirangan. Dikiranya, bunga itu segera akan mekar. Maka, ia pun segera meraih kuncup bunga yang hendak merekah itu. Ia merasa, bunga itu harus dibantu untuk bisa keluar dan menghiasi kamarnya. Tanpa ia sadari, tindakannya itu justru merontokkan bunga yang hendak mekar dan bukannya merekah malah bunga itu menjadi layu dan mati.

Yakobus mengingatkan kita pada hari ini, bahwa jangan bimbang, saat Anda meminta sesuatu kepada Tuhan. Mintalah dengan iman, jangan seperti bocah di atas yang memaksa bunga itu merekah meskipun belum waktunya. Demikian juga kita, kadang kita memaksa Tuhan segera menjawab apa yang kita minta kepada-Nya, padahal Tuhan punya waktu sendiri. Apakah Anda termasuk orang yang memaksa Tuhan? HR

JAWABAN TUHAN ADA WAKTUNYA

16 Februari 2013 – Sang Pendoa Sejati

Baca: Markus 1:35-39
“Pagi-pagi benar, waktu hari masih gelap, Ia bangun dan pergi ke luar. Ia pergi ke tempat yang sunyi dan berdoa di sana.” (Markus 1:35)

Salah satu fakta dari kehidupan Tuhan Yesus ialah, Ia suka pergi ke tempat-tempat yang sunyi seperti bukit untuk berdoa seorang diri. Pada saat Yesus hadir di bumi sebagai manusia, selain melakukan pekerjaan selayaknya manusia pada umumnya, Ia juga banyak menghabiskan waktu untuk berdoa. Tidak salah jika kita sebut Ia pendoa sejati. Ia mengajar murid-murid-Nya mengenai Doa Bapa kami dan Ia juga memberi teladan dalam hal berdoa.

Alkitab banyak menjelaskan bahwa berdoa merupakan kebiasaan Tuhan Yesus. Dari awal kehidupan Tuhan Yesus sampai akhir pelayanan-Nya di bumi. Ketika Ia di atas kayu salib, Ia pun juga masih berdoa kepada Bapa. Yang luar biasa, ditengah-tengah kesibukan pelayanan-Nya memberitakan injil, mengajar dan menyembuhkan orang sakit atau mengusir setan-setan, Yesus menyempatkan diri-Nya untuk berdoa. Hal ini menunjukkan Ia terbiasa berdoa setiap hari. Faktanya sekalipun Ia maha kuasa dan memiliki kuasa rohani yang besar, tetapi dengan kerendahan hati Ia datang kepada sumber kekuatan, yaitu Bapa sorgawi. Yesus sujud kepada Bapa untuk memohon kasih karunia-Nya pada waktu Ia memerlukan pertolongan. Melalui doa, Tuhan Yesus berkomunikasi dengan Bapa. Melalui kebiasaan doa tersebut, Yesus sedang mengajar kepada kita mengenai sebuah gaya hidup orang percaya.

Sahabat Gandoem Mas, Yesus telah memberikan teladan tentang pentingnya berdoa. Sebagai murid-murid-Nya mari mengikuti teladan-Nya. Terlebih kita manusia yang lemah, justru doa adalah kekuatan kita. YN

YESUS ADALAH TELADAN SANG PENDOA SEJATI, MAKA JADIKAN DOA SEPERTI NAFAS HIDUP KITA

17 Januari 2013 – Bukti Penyertaan Tuhan

Baca: 1 Raja-raja 17:1-24
“Engkau dapat minum dari sungai itu, dan burung-burung gagak telah Kuperintahkan untuk memberi makan engkau di sana.” (1 Raja-raja 17:4).

Pada satu minggu di mana saya lagi membutuhkan uang untuk kebutuhan pulang kampung. Pergumulan ini sudah berungkali saya doakan kepada Tuhan, sampai tiba waktunya Tuhan menjawab doa saya. Jawaban doa saya sangat  mengharukan dan menegur saya. Tuhan menggerakkan hati orang yang tidak masuk hitungan saya, memberikan berkatnya kepada saya dan jumlahnya tidak sedikit. Sungguh saya heran dan percaya Tuhan telah menggerakkan hati orang itu untuk memberkati saya.

Dalam renungan hari ini kita belajar seperti saya telah ditolong oleh Tuhan. Jauh sebelumnya Tuhan sudah menyatakan kuasa-Nya dengan sesuatu yang tidak mungkin, menjadi mungkin. Elia seorang nabi Allah yang luar biasa diperhatikan Allah, bukan hanya kuasa Allah menyertai dalam pelayanannya, tetapi urusan makan dan minum pun Tuhan tolong saat krisis melanda Israel. Tuhan menunjukkan bukti pemeliharaan-Nya kepada Elia, saat Tuhan menyuruh burung gagak membawa roti dan daging kepadanya. Tuhan tidak menyuruh orang, meskipun Dia bisa, tapi dalam kisah ini Tuhan mau mengatakan kepada Elia bahwa Tuhan berkuasa memelihara hamba-Nya dengan cara apapun.

Sahabat Gandoem Mas, jika kita percaya bahwa Tuhan memelihara kita, tentunya kita tidak akan kuatir akan apa yang akan kita pakai, makan dan minum. Tuhan Yesus berkata dalam (Matius 6:33). Yang jadi masalah adalah kita tidak hidup dalam kebenaran, makanya kita kuatir. Belajar dari Elia, dia taat melakukan kebenaran, sehingga masalah makan dan minum Tuhan yang atur. Lakukanlah yang benar dan nikmati kuasa-Nya! HR

JIKA ANDA MELAKUKAN YANG BENAR, ANDA PASTI TIDAK AKAN KUATIR AKAN HIDUPMU

GM 25 Agustus 2012 – Mereka Mau Antri

Baca : Yesaya 40:28-31.
“Tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru:” (Yesaya 40:31a)

Setiap hari ada energi yang keluar dari tubuh kita. Tiap hari, ada sel-sel baru yang dibentuk, untuk menggantikan yang sudah tidak terpakai lagi. Begitu pula dengan roh dan jiwa kita. Setiap saat membutuhkan kekuatan baru, agar terjadi pemulihan. Untuk itu, firman Allah memberitakan pada kita, agar kita mau menanti-nantikan Tuhan. Namun kita semua tahu, bahwa menanti itu membutuhkan kesabaran dan ketekunan. Sayangnya, tidak semua orang yang mau bayar harga. Banyak orang mau yang serba instan.

Saat Mc Donald dibuka di Kuwait City tahun 1994, ada 15.000 orang yang antri untuk menantikan giliran mereka. Panjang antriannya 11,5 km! 6000 Orang antri menunggu dibukanya toko buku yang akan menjual buku Harry Potter seri 7, seri terakhir. Ada orang dari Rusia, datang ke Jepang untuk bisa antri beli produk iPad terbaru. Sedang untuk alasan yang sama, seseorang di Australia membayar orang sekitar sembilan juta rupiah, agar mau antri buat dirinya. Sayang sekali, kalau kita kalah dengan orang dunia. Will Rogers dengan bijak berkata: “Sekali pun anda berada di jalur yang benar, anda tak akan pernah sampai ditujuan, jika anda hanya duduk di tempat.”

Semoga ungkapan pemazmur ini juga ada dalam hati anda: “Seperti rusa yang merindukan sungai yang berair, demikianlah jiwaku merindukan Engkau, ya Allah. Jiwaku haus kepada Allah, kepada Allah yang hidup. Bilakah aku boleh datang melihat Allah?” (Mazmur 42:2,3). Rasa haus akan Tuhan, membuat seseorang bertekun dan bersukacita berdoa, memuji dan menyembah Dia. Apakah Anda juga termasuk dalam hal ini? Semoga begitu! GS

HARGANYA HARUS DIBAYAR UNTUK HASIL TERBAIK

GM 16 Agustus 2012 – Dalam Kesesakan

Baca: 2 Tawarikh 20:1-30
“Yosafat menjadi takut, lalu mengambil keputusan untuk mencari TUHAN. Ia menyerukan kepada seluruh Yehuda supaya berpuasa.” (2Tawarikh 20:3)

Apa yang pertama kali dilakukan oleh seorang panglima perang ketika mendengar negaranya sedang dikepung oleh tentara musuh yang jumlahnya sangat banyak? Di zaman modern ini, banyak negara membeli persenjataan yang lebih canggih untuk mengantisipasi serangan musuh. Di dalam kehidupan kekristenan, kita juga sering menghadapi berbagai peperangan rohani, seperti masalah ekonomi, sakit penyakit, kehilangan pekerjaan, ketidakharmonisan keluarga yang menyebabkan kita berada dalam “kesesakan.” Sebagai orang yang beriman, marilah kita meneladani Yosafat raja Yehuda yang selalu mengandalkan Tuhan dalam setiap persoalan yang dihadapinya. Ketika bani Moab dan bani Amon hendak menyerangnya, Yosafat pun segera, mencari Tuhan dan berdoa, berpuasa dan tetap memuji dan bernyanyi bagi Tuhan Allahnya.

Sungguh suatu solusi yang luar biasa, jika kita melakukan ketiga hal di atas. Meskipun di zaman sekarang ini banyak orang mengandalkan kekuatan diri-sendiri, pergi ke para normal dan berbagai cara alternatif untuk lepas dari permasalahan. Jangan pernah ikuti langkah mereka, sebab itu bukan jalan yang benar.
Sahabat Gandoem Mas, marilah kita bersandar sepenuhnya pada Tuhan, bukankah firman-Nya berkata “terkutuklah orang yang mengandalkan kekuatannya sendiri.” Percayalah, jika Anda bersandar pada Tuhan, maka Dia sendirilah yang akan maju berperang melawan musuh Anda. Anda sudah siap? CHS

PEPERANGAN KITA BUKAN MELAWAN DARAH DAN DAGING. (Efesus 6:12

GM 10 Agustus 2012 – Bukan Satu Resep

Baca: Matius 7:7-11.
“Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu.” (Matius 7:7)

Saudaraku, kita tidak dapat berpegang pada satu resep saja untuk segala macam penyakit. Obat untuk diare berbeda dengan obat untuk flu. Obat untuk diabetes, berbeda dengan obat hipertensi. Jadi, jangan cuma pegang satu ayat firman Allah untuk semua kasus dan persoalan yang Anda hadapi.

Yesus Kristus bukan hanya berkata “Mintalah,” tetapi juga berfirman, “Carilah” dan “Ketoklah pintu.” Itu berarti, ada kalanya kita cukup berdoa dan semuanya selesai. Wow! Betapa senangnya jika hal itu terjadi. Namun jika cuma hal itu yang terjadi, kita akan menjadi seorang pengemis rohani. Ada kalanya kita harus mencari. Itu akan membuat kita menjadi seorang Worker. Seorang yang rajin, mau bekerja, memiliki semangat untuk berupaya. Dan di waktu yang lain, Tuhan menghendaki kita bukan lebih mengutamakan tenaga untuk bekerja, tapi memakai mata hati kita untuk menyimak, meneliti dan mengambil kesimpulan, di mana letaknya pintu, serta bagian mana yang harus diketok.

Kemudian, pada situasi dan kondisi yang lain, kita harus meneladani Tuhan Yesus: “Jadilah kehendak-Mu.” (Matius 26:39).
Ada kisah menarik dalam Alkitab tentang Daud. Bagaimana TUHAN memberi dia kemenangan mengalahkan musuh yang sama (Filistin), di tempat yang sama (Rafidim), tapi dengan resep yang berbeda (2 Sam. 5:17-25).
Cara Yesus memenangkan Nikodemus, berbeda dengan perempuan Samaria. Begitu pula saat memanggil Simon (Petrus), berbeda dengan Saulus (Paulus). Jadi, kita pun harus punya banyak cara dalam mencari jawaban Tuhan. Praise the Lord! GS

JANGAN BIARKAN RASA TAKUT YANG MENYERANG,
MEMBUAT ANDA MUNDUR. Babe Ruth

prayer1

31 Juli 2012: Kuasa Firman dan Doa

Baca: Ulangan 11:1-7
“Sebab matamu sendirilah yang telah melihat segala perbuatan besar yang dilakukan TUHAN.” (Ulangan 11:7)

Sebuah lembaga penelitian di USA mensurvey orang-orang kaya sebanyak lebih dari 200.000 orang. Hasil saringan terakhir ada sekitar 200 orang yang dianggap sangat bahagia, karena selain kaya, bisnisnya juga luar biasa dan mempunyai keluarga yang harmonis. Hasil survey tersebut ditulis dalam buku karangan Thomas Stanley yang berjudul, The Millionaire Mind. Orang-orang kaya tersebut rata-rata sudah berumur, mereka adalah orang kaya satu generasi. Artinya bukan kaya warisan dari orang tua. Setelah diwawancarai tentang gaya hidup, lembaga survey tersebut menyimpulkan ada 10 gaya hidup yang menjadi pola hidup mereka. Salah satu pola hidup mereka adalah kalahkan kekuatiran dan ketakutan dengan Alkitab dan doa. Mereka selalu lolos dari krisis di USA yang belakangan sering resesi ekonomi.

Janji Tuhan ya dan amin. Demikian yang disampaikan Musa kepada umat Israel, ketika mereka hampir memasuki tanah perjanjian. Musa mengingatkan untuk mengasihi Tuhan Allah dengan berpegang kepada segala firman-Nya.

prayer1

29 Juli 2012: Kuasa Firman dan Doa

Baca: Ulangan 11:1-7
“Sebab matamu sendirilah yang telah melihat segala perbuatan besar yang dilakukan TUHAN.” (Ulangan 11:7)

Sebuah lembaga penelitian di USA mensurvey orang-orang kaya sebanyak lebih dari 200.000 orang. Hasil saringan terakhir ada sekitar 200 orang yang dianggap sangat bahagia, karena selain kaya, bisnisnya juga luar biasa dan mempunyai keluarga yang harmonis. Hasil survey tersebut ditulis dalam buku karangan Thomas Stanley yang berjudul, The Millionaire Mind. Orang-orang kaya tersebut rata-rata sudah berumur, mereka adalah orang kaya satu generasi. Artinya bukan kaya warisan dari orang tua. Setelah diwawancarai tentang gaya hidup, lembaga survey tersebut menyimpulkan ada 10 gaya hidup yang menjadi pola hidup mereka. Salah satu pola hidup mereka adalah kalahkan kekuatiran dan ketakutan dengan Alkitab dan doa. Mereka selalu lolos dari krisis di USA yang belakangan sering resesi ekonomi.

Janji Tuhan ya dan amin. Demikian yang disampaikan Musa kepada umat Israel, ketika mereka hampir memasuki tanah perjanjian. Musa mengingatkan untuk mengasihi Tuhan Allah dengan berpegang kepada segala firman-Nya.Kemudian, Musa menceritakan perbuatan Tuhan yang ajaib dan besar kepada nenek moyang mereka. Tanda-tanda yang ajaib Tuhan lakukan bagi orang Israel di padang gurun. Tetapi, hukuman dan hajaran juga sekali-kali Tuhan lakukan agar umat Israel tetap mengasihi Tuhan dan hidup taat kepada-Nya. Taat dan tetap dekat dengan Tuhan dalam segala keadaan adalah kunci mengalirnya berkat Tuhan.

Seperti halnya pengalaman para konglomerat di U.S.A di atas tadi, meskipun Amerika dilanda krisis terbukti mereka tetap mengalami kesuksesan. Berharap dan bergantung hanya kepada Tuhan, merupakan jalan yang terbaik untuk keberhasilan dan kesuksesan kita. Anda mau mengalaminya? Pegang janji-Nya. SP

TUHAN SELALU RINDU MEMBERKATI ANAK-ANAK-NYA