Tag Archives: dosa

17 Agustus 2014 – Merdeka

Baca: Yohanes 8:30-36
“Dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu.” (Yohanes 8:32)

MERDEKA!!!. Apakah ada kemerdekaan yang sesungguhnya? Hari ini kita memperingati hari kemerdekaan bangsa Indonesia. Bangsa kita adalah bangsa yang sudah mengalami “kemerdekaan” karena sudah tidak lagi berada di bawah jajahan negara lain. Bangsa kita boleh bebas dari jajahan bangsa lain, tetapi kenyataannya masih banyak rakyat Indonesia yang masih hidup di bawah jajahan orang yang berkuasa.
Kemerdekaan rohani adalah kemerdekaan yang sesungguhnya. Dalam Yohanes 8:30-36, Yesus membicarakan tentang perhambaan dan kemerdekaan. Orang yang hidup dalam dosa adalah hamba dosa. Ini adalah perhambaan secara rohani. Satu-satunya cara untuk seseorang memiliki kemerdekaan rohani ialah percaya kepada Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Bangsa kita Indonesia, adalah bangsa yang merdeka dan berdaulat. Bangsa ini tidak lagi terkekang oleh penjajahan dari bangsa lain. Tetapi, bagaimana dengan kehidupan rohani rakyatnya? Apabila kita masih hidup di dalam dosa, sebenarnya kita masih berada dalam belenggu penjajahan iblis.
Apakah Anda masih berada di bawah hukum dunia ini, masih mengikuti setiap keinginan dunia ini? Jika “ya,” maka Anda harus bertobat kepada Tuhan, tinggalkan semuanya itu dan hiduplah sebagai orang yang merdeka di dalam Tuhan. Hanya di dalam Tuhan sajalah kita dapatkan kemerdekaan yang sejati. Bebaskan diri Anda dari intimidasi iblis, sebab Anda telah di tebus oleh darah yang kudus. Serta Anda telah dibayar dengan lunas. Gunakan kemerdekaan itu untuk memuliakan nama Tuhan. Selamat merayakan kemerdekaan di dalam Kristus! DN

MERDEKA SAMA DENGAN TERBEBAS DARI INTIMIDASI

04 Agustus 2014 – Hanya Kasih Setia-Nya

Baca: Mazmur 51:1-8
“Kasihanilah aku, ya Allah, menurut kasih setia-Mu, hapuskanlah pelanggaranku menurut rahmat-Mu yang besar!” (Mazmur 51:3)

Seorang narapidana memperoleh remisi karena ia dianggap berkelakuan baik selama berada di dalam penjara. Kebaikan membuahkan pengurangan hukuman. Anugerah Allah bekerja sebaliknya. Dia mencurahkan anugerah justru karena kita durhaka dan tidak mampu memperbaiki diri dengan kekuatan sendiri.
Daud sangat menyadari hal ini. Ketika berzinah dengan Batsyeba, ia sedang berada di puncak kejayaan sebagai raja Israel. Bangsanya mengenalnya sejak ia menjadi pahlawan kecil yang secara mengejutkan menumbangkan raksasa Goliat. Selanjutnya ia memimpin pasukan Israel ke dalam berbagai kemenangan sehingga ia dielu-elukan oleh rakyat. Ketika akhirnya menjadi raja, ia juga mencatat prestasi mengesankan: mengembalikan tabut Allah yang dirampas bangsa Filistin ke Yerusalem, meraih sekian banyak kemenangan militer, dan menunjukkan kebaikan yang tulus kepada Mefiboset. Namun, saat bertobat dari dosanya, ia tidak mengutip satu pun pencapaian itu sebagai senjata untuk “merayu” Allah agar mengurangi hukuman-Nya. Sama sekali tidak. Menarik dicatat pula, ia hanya berseru, “ya Allah” (3) bukan “ya Allahku”. Ia menyadari betapa dosa telah merusak hubungannya dengan Allah. Maka, ia hanya meminta belas kasihan, kasih setia, dan rahmat Allah Yang Mahabaik. Kebaikannya selama ini tidak berguna untuk meringankan dosa; hanya anugerah Allah yang sanggup mengampuni dan menebusnya.
Anda bergumul dengan suatu pelanggaran, dan merasa harus melakukan perbuatan baik tertentu untuk menebusnya? Berhentilah bergumul seperti itu. Ikutilah teladan pertobatan Daud. TL

BETAPA MENYEDIHKAN HARUS HIDUP DENGAN AKIBAT-AKIBAT DOSA YANG DIAMPUNI. William Culbertson

31 Mei 2014 – Mendustai Roh Kudus

Baca: Kisah Para Rasul 5:1-16
“Tetapi Petrus berkata:”Ananias, mengapa hatimu dikuasai iblis sehingga engkau mendustai Roh Kudus dan menahan dari bagian hasil penjualan tanah itu? ” (Kisah Para Rasul 5:3)

Sebuah kalimat terpampang oleh seseorang bunyinya, “Mustahil menyembunyikan dosa dari Allah, Dia tahu segenap isi hatimu; Pengakuan adalah jalan terindah untuk menapaki langkah baru.” Dengan demikian tidak ada sedikit pun yang tidak di ketahui oleh Allah di dalam hidup manusia.
Alkitab berkata, Ananias dan Safira memiliki sebidang tanah dan ia ingin menjual tanah mereka. Mereka bersepakat untuk menahan sebagian hasil penjualan sebidang tanah itu dan sebagian lagi mereka bawa untuk diletakkan di depan kaki para rasul. Apakah yang membuat dosa Ananias dan Safira begitu serius? Keputusan untuk memberikan sepenuhnya atau pun sebagian merupakan hak sepenuhnya mereka bukan. Tetapi yang dimaksudkan oleh Petrus ialah mereka berdusta terhadap Roh Kudus. Dengan mengatakan bahwa uang yang mereka berikan adalah seluruh dari hasil penjualan tanah mereka. Mendustai Roh Kudus adalah dosa yang serius karena kebohongan dan ketamakan mereka. Kisah ini menunjukkan kepada kita Roh Kudus bukan sekedar Kuasa tetapi Pribadi Tuhan itu sendiri. Hukuman atas orang yang demikian adalah mati seketika tanpa ampun. Seringkali kali kita marah ketika menjumpai orang yang tidak percaya menghujat Allah kita. Tetapi bukankah pun sering mendukakan Roh Kudus dengan ketidaktaatan kita?
Peristiwa tragis yang menimpa Ananias dan Safira dikarenakan mereka mendustai dan mencobai Roh Kudus. Allah sangat membenci orang yang berdusta. Bagaiaman perjalanan rohani Anda saat ini? Pernahkah Anda berbohong atau mendukakan Roh Kudus? Segeralah bertobat! YN
DOSA DAN PELANGGARAN TIDAK DAPAT DI SEMBUNYIKAN KECUALI ANDA SEDIA MENGAKUINYA

10 Maret 2014 – Amarah

Baca: Kejadian 4:1-11
“Memulai pertengkaran adalah seperti membuka jalan air; jadi undurlah sebelum perbantahan mulai.” (Amsal 17:14)

Dalam kehidupan kita, seringkali ada hal-hal yang yang membuat sukacita kita hilang. Bahkan kadang dapat memancing emosi kita. Dalam keadaan seperti itulah, penguasaan diri sangat diperlukan. Sidharta Gautama mengambarkan seseorang yang sedang marah sebagai berikut, “Terus memendam amarah sama seperti menggenggam bara panas untuk dilontarkan kepada seseorang, Andalah yang akan terbakar.”
Sebelum Kain jatuh dalam dosa pembunuhan, ada amarah yang di pendam. Tentang hal itu, Tuhan memperingatkan Kain. “Firman TUHAN kepada Kain: “Mengapa hatimu panas dan mukamu muram? Apakah mukamu tidak akan berseri, jika engkau berbuat baik? Tetapi jika engkau tidak berbuat baik, dosa sudah mengintip di depan pintu; ia sangat menggoda engkau, tetapi engkau harus berkuasa atasnya.” (Kejadian 4:6-7). Namun Kain tidak dapat menguasai amarahnya. Alkitab berkata, Kain pun jatuh dalam dosa dengan membunuh Habel, adik kandungnya sendiri. Akibat perbuatannya itu, Kain pun dikutuk Tuhan.
Penulis Amsal berkata: “Memulai pertengkaran adalah seperti membuka jalan air; jadi undurlah sebelum perbantahan mulai.” (Amsal 17:14). Kekesalan, amarah dan kekecewaan hanya akan mengaktifkan hukum tarik menarik, membuat Anda menerima apa yang Anda berikan. Sebagai manusia, tentu kemarahan adalah hal yang tidak dapat kita hindari, tetapi persoalan yang penting adalah kita harus berkuasa atas sikap tersebut. Hari ini Anda sedang dalam kemarahan, berdoa minta pertolongan Roh Kudus untuk menguasai hati Anda, agar Anda tidak membuahi kemarahan dengan dosa. Kiranya Roh Kudus menolong kita semua. SP

ORANG YANG TIDAK DAPAT MENGENDALIKAN AMARAH ADALAH ORANG YANG BODOH

12 November 2013 – Percabulan

Baca: 1 Korintus 6:12-20
“Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu! (I Korintus 6:20)

Aphrodite adalah Dewi yang dipercaya oleh sebagian orang di Korintus dapat memberi kesuburan. Salah satu ritual penyembahan yang mereka praktikkan adalah melakukan hubungan seksual dengan para wanita yang memang disediakan khusus di kuil penyembahan. Dengan kata lain, sebagian masyarakat di Korintus melegalkan prostitusi dengan mengatas namakan agama.
Di tengah kondisi moral kota Korintus yang seperti itulah, Rasul Paulus menuliskan dengan tegas mengenai dosa percabulan. Paulus menekankan bahwa dosa percabulan bukan merupakan dosa yang pasif, yang dapat dilakukan dengan alasan tidak disengaja atau khilaf, melainkan dosa yang aktif, yang terjadi karena kita mengikatkan diri dan menyerahkan diri kepadanya (ayat 15, 16). Jadi, satu-satunya cara untuk melepaskan diri dari dosa ini adalah memutuskan ikatan tersebut dengan menjauhkan diri darinya (ayat 18) dan mengikatkan diri pada Tuhan (ayat 17). Dan, lebih lanjut Paulus menanamkan konsep yang mendasar bahwa tubuh kita diciptakan dan ditebus bukan untuk melakukan hal yang cemar, melainkan hal yang memuliakan nama Tuhan saja.
Walaupun di Indonesia ada hukum yang mengatur tentang pornografi ini, tetapi godaan dosa percabulan tidak lantas hilang begitu saja dari tengah masyarakat. Masyarakat tetap bisa mudah mendapatkannya, entah lewat film atau internet. Dosa ini tak akan hilang hanya dengan adanya undang-undang dan hukuman berat. Satu-satunya cara menghilangkannya adalah pembinaan iman. Iman akan menjadi benteng teguh untuk bisa memutuskan diri dari hal-hal yang akan membuat kita jatuh dalam dosa percabulan. TL

PUTUSKAN HUBUNGAN DENGAN DOSA, IKATKAN DIRI DENGAN TUHAN SAJA

31 Maret 2013 – Maut Telah Dikalahkan

Baca: 1 Korintus 15:1-11
“Sebab yang sangat penting telah kusampaikan kepadamu, yaitu apa yang telah kuterima sendiri, ialah bahwa Kristus telah mati karena dosa-dosa kita, sesuai dengan Kitab Suci, bahwa Ia telah dikuburkan, dan bahwa Ia telah dibangkitkan, pada hari yang ketiga, sesuai dengan Kitab Suci;” (1 Korintus 15:3-4)

Setelah Yesus berseru: “Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku.” Dan sesudah berkata demikian Ia menyerahkan nyawa-Nya.” (Lukas 23:46). Sehingga pada saat itu semua orang tahu bahwa Yesus sudah mati. Dan menjelang malam, datanglah Yusuf orang Arimatea menghadap Pilatus untuk meminta mayat Yesus untuk dikuburkan. Keesokan harinya, orang-orang Farisi pun datang juga menghadap Pilatus untuk meminta supaya kubur Yesus dijaga prajurit, karena Yesus sendiri telah mengatakan bahwa Ia akan bangkit pada hari yang ketiga. Dan setelah kebangkitan-Nya, imam-imam kepala menyuap para serdadu penjaga kubur itu supaya mereka berbohong. Dan mereka pun melakukannya.
Rasul Paulus menyatakan kepada jemaat di Korintus, bahwa hal yang sangat penting telah dia sampaikan kepada mereka. Yaitu, “bahwa Kristus telah mati karena dosa-dosa kita, sesuai dengan Kitab Suci, bahwa Ia telah dikuburkan, dan bahwa Ia telah dibangkitkan, pada hari yang ketiga, sesuai dengan Kitab Suci.”

Sesungguhnya maut itu pun tidak dapat menguasai-Nya, tapi telah dikalahkan oleh kemenangan-Nya. Sebagai bukti kebangkitan-Nya, Ia pun menampakkan diri kepada lebih dari 500 orang sekaligus.
Oleh kemenangan Yesus Kristus atas maut, kita patut bersyukur karena iman kita di dalam Dia tidaklah sia-sia. Sebab Dialah yang membawa kita yang percaya mendapatkan hidup kekal. Apakah lagi yang Anda takuti di dunia ini? Tidak akan ada satu hal pun yang dapat memisahkan Anda dari kasih Allah. EJG

HAI MAUT DI MANAKAH KEMENANGANMU? HAI MAUT, DI MANAKAH SENGATMU? (1 Korintus 15:55)

26 Januari 2013 – Berlaku Curang

Baca: Kejadian 31:1-21
“Tetapi ayahmu telah berlaku curang kepadaku dan telah sepuluh kali mengubah upahku, tetapi Allah tidak membiarkan dia berbuat jahat kepadaku.” (Kejadian 31:7)

Berbeda dengan arti nama Yakub yakni; “Penipu” Laban mertua Yakub ini mempunyai arti nama yang baik, yaitu “putih”. Biasanya warna putih identik dengan, bersih, tindakan yang mulia, tanpa kesalahan. Tentunya sebuah nama merupakan doa dan harapan orang tua yang nantinya mempunyai moral dan karakter yang baik. Bertolak belakang dengan hidup Laban, ia sendiri tidak menunjukkan sikap yang ‘putih’.

Alkitab berkata: “Laban adalah orang yang curang” Kecurangan pertama yang dilakukannya ialah tidak memberikan Rahel kepada Yakub pada hari pernikahan yang ditetapkan. Tetapi memberikan Lea, anak perempuan tertua yang tidak dicintai Yakub. Mungkin ini tindakan baik karena sesuai dengan budaya setempat, tetapi ada yang berkata; wajar saja, karena Yakub pun pernah melakukan penipuan terhadap Esau, kakaknya. Namun, tetap saja perbuatan Laban merupakan penipuan dan Yakub pun tertipu. Laban terus menerus mencurangi Yakub dengan sepuluh kali, mertuanya mengubah upahnya, dan Laban tidak bertobat bahkan tanpa disadari ia telah menjual kedua anak perempuannya (Kejadian 31:14-15). Sebab itu Allah tidak membiarkan ia terus berbuat jahat pada Yakub. Keserakahan telah membuat Laban tidak puas dan berlaku curang. Segala cara dilakukan sekalipun harus mengorbankan anak-anaknya.

Sahabat GandoemMas, ketika kecurangan dan keserakahan mulai menggerogoti hati Anda maka segala cara dihalalkan, bahkan mengorbankan orang-orang yang dikasihi agar ambisi pribadi Anda terpenuhi. Waspadalah agar Anda tidak berlaku curang! YN

CEPAT ATAU LAMBAT ORANG YANG BERLAKU CURANG MENERIMA GANJARAN DARI TUHAN

24 Januari 2013 – Kamera Tersembunyi

Baca: Markus 12:13-17
“Tetapi Yesus mengetahui kemunafikan mereka, lalu berkata kepada mereka: “Mengapa kamu mencobai Aku? Bawalah ke mari suatu dinar supaya Kulihat!” (Markus 12:15)

Ketika salah seorang teman kami berulang tahun, kami telah mempersiapkan segala sesuatu untuk membuat kejutan baginya. Setelah kami melihat teman yang berulang tahun itu memasuki pagar gereja, kami serentak bersembunyi di satu ruangan. Sedangkan, teman kami tersebut menuju ke kantor. Tanpa kami sadari, teman kami mengetahui keberadaan kami, padahal kami bersembunyi diruangan terpisah. Tanpa kami sadari, ruangan tempat kami bersembunyi telah dilengkapi dengan CCTV (Closed Circuit Television atau televisi signal yang bersifat tertutup). Tanpa kami sadari teman kami yang berulang tahun memperhatikan keberadaan kami melalui monitor kamera yang berada di kantor.

Seperti halnya orang-orang Farisi dan orang Herodian yang memberikan pertanyaan tentang pajak kepada Yesus. Tentunya mereka berfikir apa yang mereka lakukan, Tuhan Yesus tidak mengetahui. Mereka berfikir bahwa pertanyaan tersebut adalah pertanyaan biasa-biasa saja. Motivasi pertanyaan tersebut yang sebenarnya untuk mencobai Yesus, pastilah Yesus tidak mengetahuinya. Itulah yang mereka pikirkan. Saya percaya tanpa mereka duga, ternyata Yesus mengetahui segala sesuatu yang mereka bicarakan. Yesus mengetahui motivasi licik orang-orang Farisi dan orang Herodian. Alkitab berkata, Yesus mengetahui kemunafikkan mereka.

Jika Anda berfikir bahwa tidak ada seorang pun yang mengetahui dosa yang Anda lakukan, Anda salah. Mungkin keluarga, kerabat bahkan Pendeta pun tidak tahu, tetapi ingat Tuhan mengetahuinya. Jika Anda tidak segera bertobat, cepat atau lambat semua akan terbuka di hadapan Tuhan dan manusia. SP

ALLAH HADIR DALAM SEGALA SESUATU SEPERTI SEBUAH KAMERA. Thomas Keating

10 Januari 2013 – Terang Untuk Melihat

Baca: Yohanes 1: 1-18
“Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia.” (Yohanes 1:4)

Pengetahuan benar-benar berbeda dari terang. Mereka yang memiliki terang pasti memiliki pengetahuan, tetapi mereka yang memiliki pengetahuan tidak selalu memiliki terang. Ada perbedaan besar antara orang buta dan anak kecil mengenai warna. Seorang pria buta mungkin memiliki pengetahuan tentang warna, tapi dia tidak pernah melihatnya. Seorang anak mungkin tidak memiliki pengetahuan tentang warna, tapi dia tahu apa warna itu dari melihatnya. Sangat disayangkan bahwa orang Kristen hari ini memberikan banyak perhatian terhadap doktrin atau pengetahuan bukan kepada terang.

Kesadaran akan dosa bukan berhubungan dengan pengetahuan tetapi berhubungan dengan terang. Banyak orang mempunyai doktrin tinggi tetapi masih tetap tidak menyadari dosa-dosanya yang masih melekat kepadanya. Contohnya: Iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, perpecahan, kedengkian, kesombongan, dan lain-lain. Kalau kita mendapat terang Allah, maka kita akan melihat bahwa diri kita ini adalah manusia pendosa, karena kita masih hidup di dalam kedagingan. Kita perlu di salibkan dan dikubur bersama Kristus, supaya Kristus yang hidup melalui kita, seperti halnya Bapa hidup melalui Kristus.

Dalam rangka menerima terang Tuhan, kita harus mendekat kepada Tuhan. Kita harus menjadi orang yang dekat dengan Tuhan, dan seorang yang melepaskan ego kita kepada-Nya, karena hanya Allah yang adalah terang. Dia adalah sumber terang itu. Ketika kita berada di dekat-Nya, kita menerima terang dan dapat dengan jelas melihat dan menyadari siapa kita. Kita adalah manusia yang terus memerlukan Tuhan. AHS

ALLAH ADALAH TERANG DAN DI DALAM DIA SAMA SEKALI TIDAK ADA KEGELAPAN

GM 21 Agustus 2012 – Menabur akan Menuai

Baca: Galatia 6:1-10
“Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya.” (Galatia 6:7b)

Ada khotbah yang usianya sudah lebih dari 100 tahun. Dalam khotbah itu, pak Moody menyampaikan sebuah illustrasi. Kalau di Indonesiakan, begini. “Pak Prawiro punya tanah yang luas. Sebelum ke luar negeri, beliau memanggil Abdi dan berpesan, agar tanah di sudut barat ditanami padi. Abdi pergi dan melihat, bahwa tanah yang dimaksud sulit untuk bisa dapat air. Kalau ditanami padi, ia harus kerja ekstra keras. Abdi ambil jalan yang lebih ringan, yaitu ditanami jagung.”

Tiga bulan kemudian, pak Prawiro pulang. Setelah beliau melihat hasil kerja Abdi, ia marah besar dan berniat untuk memecatnya. Tapi, karena Abdi mohon maaf dengan rendah hati agar jangan dipecat, pak Prawiro tersentuh hatinya. Beliau mengampuni Abdi. Beberapa minggu kemudian, saatnya panen tiba. Lalu Moody bertanya: “Menuai padi atau jagung?” Ya, Anda benar. Yang dituai adalah jagung. Jadi pengampunan Allah di sisi lain adalah 100%. Tapi apa yang ditabur, itu juga yang akan dituai.
Ketika nabi Nathan menegur Daud yang telah tidur dengan Batsyeba, Daud sadar dan menyesali dosanya itu. Allah mengampuni dengan pengampunan yang sempurna, bukan sekedarnya (2 Samuel 12). Akan tetapi, ternyata setelah itu, Absalom mengadakan pemberontakan untuk menggulingkan Daud.

Perhatikanlah, bahwa apa yang dialami oleh Daud, persis seperti yang dialami oleh Uria, suami Batsyeba. Yaitu dikejar-kejar untuk dibunuh (2 Samuel 15:13). Bedanya, Uria mati, tapi Daud selamat, karena pengampunan Allah baginya. Tapi apa yang Daud tabur, ia harus menuainya. Camkanlah! GS

MELAKUKAN SESUATU DENGAN BAIK, JAUH LEBIH BAIK, DARIPADA MENGATAKANNYA DENGAN BAIK