Tag Archives: Firman Allah

31 Januari 2015 – Pikirkan Yang Diatas

Baca: Kolose 3:1-4
“Pikirkan perkara yang diatas, bukan yang dibumi. Sebab kamu telah mati dan hidupmu tersembunyi bersama dengan Kristus didalam Allah.” (Kolose 3:2-3)

Didalam Kristus, kita telah mati terhadap kehidupan lama dan dibangkitkan untuk suatu hidup baru, karena itu arahkan pikiran Anda untuk menjalani kehidupan baru Anda didalam Kristus; carilah perkara-perkara dimana Kristus ada! John C. Maxwell mengatakan bahwa sesungguhnya medan peperangan terbesar berada dipikiran kita (“The Real War is in your Mind”) Karena pikiran itu sangat kuat dan dapat mempengaruhi kehidupan seseorang. Pepatah mengatakan, “Menabur dalam pikiran akan menuai Tindakan, menabur tindakan akan menuai Kebiasaan, menabur kebiasaan akan menuai Karakter”.
Pikiran kita seperti tanah, tanah tidak pernah peduli terhadap benih apa yang hendak ditanam. Jika kita menabur benih jagung, tanah akan meresponsnya, lalu menumbuhkan buah jagung.
Apapun yang kita tanam dalam pikiran, entah itu hal hal yang baik atau buruk, pikiran kita akan segera menerima, merespons dan menumbuhkannya. Sadar atau tidak, seringkali kita memperkatakan hal-hal buruk tentang diri kita sendiri, misalnya: Hidupku penuh masalah; Aku tidak akan berhasil; Sakitku tidak akan sembuh; Keluargaku hancur berantakan; Aku bodoh dan suram, dsb.
Hal hal negatif yang kita ucapkan itu akan merespons pikiran kita dalam bentuk sikap dan tindakan, yang pada gilirannya akan menghasilkan sesuatu yang sama seperti yang kita tanamkan dalam pikiran kita. Oleh sebab itu, tanamkan hal yang positif dibenak kita, maka kita akan menjadi luar biasa!. TL

FILSAFAT TERAGUNG DARI MANUSIA TIDAK ADA ARTINYA DENGAN KEDALAMAN HIKMAT TUHAN

03 Januari 2015 – Bertobatlah

Baca: Hosea 14:1-10
“Bertobatlah, hai Israel, kepada TUHAN, Allahmu, sebab engkau telah tergelincir karena kesalahanmu.” (Hosea 14:2)

Pada November 2006, Pdt. Ted Haggard mengundurkan diri dari posisi gembala sidang senior dari  New-Life Church di Colorado Spring yang beranggotakan 14.000 orang, dan juga dari posisi pimpinan National Association of Evangelicals, karena terbongkarnya tindakan-tindakan dia terhadap seorang pelacur homoseksual bernama Mike Jones. Padahal di Amerika, Pdt. Ted Haggard dikenal sebagai tokoh Kristen yang banyak berbicara tentang kekudusan hidup dan juga mengecam keras praktik homoseksual. Begitu vokal menentang homoseksual, tetapi ternyata terbongkar, dia sendiri telah mempraktekkan dosa tersebut selama beberapa tahun.
Kitab Hosea 13-14 menuliskan, bahwa orang-orang Israel berpikir mereka baik-baik saja dan melakukan hal yang benar. Mereka tidak menyadari bahwa mereka sedang berdosa terhadap Allah. Dosa menyelimuti mereka secara perlahan-lahan. Mereka tidak berubah, yaitu dari orang kudus menjadi pendosa, bahkan yang mengeraskan hati, murtad dan menyembah berhala hanya dalam waktu semalam. Dosa mereka dilakukan secara bertahap, sedikit demi sedikit. Demikian juga dosa yang menyelimuti kita. Sedikit kompromi di sini dan sedikit kompromi di sana, dan dengan berjalannya waktu, kita tenggelam ke dalam dunia dosa. Banyak orang masa kini bukan saja bertoleransi terhadap dosa, tetapi bahkan tidak menyadari hal ini.
Alkitab adalah pedoman dari keseluruhan hidup kita. Jika firman-Nya menegur cara kita hidup yang berdosa, maka janganlah mengabaikannya. Akui dan bertobatlah dari dosa-dosa Anda. Masihkah Anda berkubang dalam dosa? Bertobatlah! YR

HIDUP ITU PILIHAN: SURGA ATAU NERAKA; BERTOBAT ATAU BERDOSA? PILIHAN DI TANGAN ANDA

30 Desember 2014 – Firman Vs Hikmat

Baca: 1 Raja-raja 3:16-28
Kata raja: “Penggallah anak yang hidup itu menjadi dua dan berikanlah setengah kepada yang satu dan yang setengah lagi kepada yang lain.” (1 Raja-raja 3:25)

Pada tahun 1995, seorang bernama Robert Harlan divonis bersalah dalam kasus pemerkosaan dan pembunuhan secara keji terhadap seorang pelayan bar.  Dia dihukum mati. Namun lebih dari sepuluh tahun kemudian, Kejaksaan Agung Colorado mencoret hukuman mati dari daftar alternatif hukuman seorang narapidana.  Yang menarik adalah bahwa alasan pencabutan aturan ini ternyata sama sekali tidak ada hubungannya dengan bukti-bukti baru atau kesalahan analisa DNA.  Pengadilan mendengar bahwa beberapa juri yang memutuskan perkara tersebut mengaku bahwa mereka membaca dan menyelidiki Alkitab selama mereka menggumulkan kasus tersebut.  Para juri tersebut memfokuskan penyelidikan Alkitab mereka pada ayat-ayat yang berhubungan dengan prinsip keadilan, seperti konsep “mata ganti mata”.  Dengan tuduhan negatif mencari dukungan Alkitab untuk mencari apa yang Tuhan katakan mengenai hukuman mati, pengadilan memproklamirkan bahwa “Alkitab adalah penghalang bagi para juri untuk memikirkan perkara tersebut dengan pemikiran mereka sendiri.”  Pengadilan memutuskan bahwa Alkitab dilarang untuk digunakan sebagai pertimbangan benar salah! Sementara itu siapa pun boleh mencari pertimbangan apa pun dari materi yang lain.
Seperti pengadilan mencari keputusan dengan menyelidiki Alkitab demikian Salomo diawal pemerintahannya meminta hikmat Tuhan. Hal hasil Tuhan memberikan dengan memutuskan dengan benar perkara perseturuan dua perempuan yang memperebutkan seorang anak. Jadi di zaman sekarang ini kemana kita mencari hikmat Tuhan tentunya dengan membaca Alkitab dan merenungkannya. Sebab itu sumber hikmat. HR

SUMBER HIKMAT ADALAH FIRMAN ALLAH

23 Desember 2014 – Yesus Blusukan

Bacaan: Yohanes 1:1-18
“Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita dan kita telah melihat kemuliaan yang diberikan kepadaNya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.” (Yohanes 1:14)

Natal adalah suatu peristiwa yang luar biasa dahsyat.Diharapkan dalam setiap perayaan Natal di gereja-gereja atau dimana tempat dapat mengangkat iman bagi semua jemaat sehingga semakin dekat dan melekat kepada Tuhan. Maka tidak ada salahnya apabila Natal dirayakan dengan semeriah-meriahnya. Namun jangan sampaiperayaan yang sedemikian meriah dengan berbagai pernak-pernik, hiasan-hiasan, dan acara dikemas sedemikian indah dengan paduan suara, vocal grup, sandiwara dan dengan beaya yang tidak sedikit namun begitu bulan desember berlalu berlalu pula kesan natalnya.
Natal adalah perayaan kelahiran Sang Juru selamat Yesus Kristus. Dia adalah Firman. Apakah Firman itu? Firman adalah logos. Yaitu perkataan, pikiran, logika. Jadi Firman adalah perkataan, pikiran, logika Allah. Dalam Injil Yohanes 1:1 “…Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.” Bahwa Firman itu adalah Pribadi Allah. Pribadi Allah telah menjadi Manusia (ay.14). Allah yang Maha Mulia mau blusukan turun ke bumi terlahir sebagai manusia. Dan cara kelahiran yang tidak wajar, Dia dilahirkan disebuah tempat binatang yang kotor. Betapa Allah kita rela merendahkan diri serendah-rendahnya, bahkan Ia rela mati di atas kayu salib untuk menyelamatkan kita.
Tanpa kematian-Nya di atas kayu salib sia-sialah perayaan natal kita, terlebih sia-sialah iman kita. Jadi Natal tanpa penyaliban-Nya tidak ada artinya apa-apa. UBS

SUNGGUH BANGGA PUNYA ALLAH YESUS KRISTUS YANG TELAH LAHIR KE DUNIA BAHKAN MATI DISALIB

19 Desember 2014 – Pakaian Kehidupan Baru

Baca: Markus 2:13-22
“Demikian juga tidak seorangpun mengisikan anggur yang baru ke dalam kantong kulit yang tua, karena jika demikian anggur itu akan mengoyakkan kantong itu, sehingga anggur itu dan kantongnya dua-duanya terbuang. Tetapi anggur yang baru hendaknya disimpan dalam kantong yang baru pula.” (Markus 2:22)

Apakah Anda siap untuk meningkat dan mengembang? Apakah Anda siap untuk naik ke tingkat berikutnya, spiritual, fisik dan emosional? Banyak orang mendengar bahkan percaya bahwa penyediaan Allah cukup bagi kita, bahkan berkelebihan, melimpah-ruah! Mereka antusias meraih dan mengalami janji-janji Allah. Namun seringkali ‘keragu-raguan’ membombardir pikiran mereka!
Pikiran-pikiran semacam ini datang dan bergema, “Itu tidak akan terjadi dalam hidup Anda. Anda tidak akan memiliki tahun yang besar. Kau tahu ekonomi kita.” Atau,” Kau tidak akan pernah sembuh. Anda melihat apa yang dikatakan laporan medis”. “Kau tidak akan pernah menikah.”
Pikiran-pikiran itu adalah “kantong kulit yang tua” yang harus diganti dengan “kantong yang baru” pula! Pola pikir ‘tradisional’ harus diganti dengan ‘modern’. Firman Tuhan ‘Ya dan Amin’ tidak pernah usai sepanjang masa, tidak pernah kuno, tetap relevan sampai kapan pun. Karena Firman Tuhan ‘Kekal’.
Nenek moyang pertama kita berusaha menutupi ketelanjangan akibat dosa mereka dengan pakaian buatan mereka sendiri (Kej 3:7), tetapi Tuhan tidak menerimanya. Sebagai gantinya, Tuhan memberi mereka pakaian dari kulit binatang (Kej 3:21); perlu ada darah yang tercurah (Ibr 9:22). TL

YESUS DATANG BUKAN UNTUK MENAMBAL HIDUP KITA; DIA DATANG UNTUK MEMBUAT KITA BARU DAN UTUH!

09 Desember 2014 – Berkat Orang Benar

Baca: Mazmur 37:1-40
“Dahulu aku muda, sekarang telah menjadi tua, tetapi tidak pernah kulihat orang benar ditinggalkan, atau anak cucunya meminta-minta roti.” (Mazmur 37:25)

Beberapa bulan yang lalu rekan saya kehilangan sepeda motor, ketika sedang di parkir di tempat parkiran yang telah disediakan oleh pihak apartemen. Jika di pikir sebenarnya mustahil untuk keluar dari apartemen tersebut tanpa menunjukkan surat kendaraannya. Tetapi toh motor pun tidak ada di tempat parkir. Ternyata, menurut beberapa penghuni hal ini sudah biasa terjadi. Ironis bukan? Tidak tahu apa yang mendorong pelaku hingga mencuri motor tersebut. Namun, apa pun itu, ia telah memilih jalan yang salah. Banyak orang, karena tuntutan hidup membuat mereka memilih jalan bertahan hidup yang salah. Mereka tidak peduli jika orang lain menjadi korban, merugi, terluka bahkan kehilangan nyawa, asal kebutuhan dan keinginan mereka terpenuhi. Hal ini dilakukan oleh orang-orang yang tidak mengenal kebenaran.
Pemazmur menyebut orang-orang diatas sebagai orang fasik. Perhatikan bacaan kita hari ini, Pemazmur membandingkan hidup orang fasik dan orang benar. Orang fasik hidupnya lebih berkelimpahan dari orang benar, tetapi orang fasik menggunakan cara-cara bertahan hidup yang salah. Sekalipun orang benar tidak se-berlimpah orang fasik, tetapi janji Tuhan dalam keadaan apapun, Tuhan tidak akan pernah meninggalkan orang benar dan Tuhan senantiasa memelihara hidup orang benar.
Kadang cara-cara dunia yang tidak berkenan, menggoda kita untuk mempertahankan perusahaan, pekerjaan atau sumber-sumber berkat yang selama ini kita peroleh. Sebagai orang benar, mari terus berjalan di dalam kebenaran firman Tuhan sekalipun keadaan tidak baik. Satu hal jaminan bagi orang benar, hidupnya tidak akan meminta-minta. Mari bertahan di dalam kebenaran. SP

CIRI ORANG BENAR ADALAH BERJALAN DI DALAM KEBENARAN FIRMAN TUHAN

08 Desember 2014 – Jadilah Kehendak-Mu

Baca: Matius 6:1-15
“Datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.” (Matius 6,10)

Berdoa seperti ini berarti bahwa kita sungguh-sungguh menginginkan kehendak dan maksud Allah terwujud dalam kehidupan kita dan keluarga kita sesuai dengan rencana-Nya yang abadi. Kita terutama dapat mengetahui kehendak Allah didalam Firman-Nya yang telah dinyatakan, yaitu Alkitab, dan melalui pimpinan Roh Kudus didalam hati kita. Sementara kita hidup dibumi ini, Allah ingin memberikan kepada kita ‘sesuatu yang sifatnya surgawi’. Allah ingin menyatakan kepada kita rencana-Nya dan memberikan-Nya kepada kita.
Pernahkah Anda membayangkan bagaimana kehendak-Nya terjadi disurga? Disurga, kehendak-Nya secara otomatis ‘terjadi’. Karena disurga tidak ada kuasa atau sesuatu apapun yang melawan kuasa-Nya, tidak ada keragu-raguan, tidak ada musuh, atau sesuatu yang melawan kehendak-Nya. Di dunia, kehendak-Nya terjadi dalam hidup kita, pertama, ketika kita menerima Dia sebagai Tuhan dan juruselamat pribadi, dan kemudian saatnya kita harus selaras dengan kehendak-Nya setiap harinya melalui pikiran, perkataan dan perbuatan. Di dalam dunia ini, kita harus melawan ‘keragu-raguan dan kegelapan’. Kita harus menolak pikiran-pikiran negatif, pikiran-pikiran kalah.
Ketika kita membuka hati akan firman Allah dan mengundang kehendakNya terjadi dalam hidup kita, Anda sedang masuk dalam persetujuan dengan Allah. Ketika Anda ada dalam persetujuan dengan Allah, disitulah terjadi kuasa! Ketika Anda mendeklarasikan apa yang Allah katakan kepada Anda. Anda akan menerima yang disediakan Allah bagi Anda. Anda melihat sesuatu dari surga terjadi dibumi ini. TL

DOA BAPA KAMI ADALAH POLA DOA YANG MENGUTAMAKAN KEHENDAK ALLAH

16 Agustus 2014 – Gereja Yang Bersaksi

Baca: 2 Tawarikh 6:32-33
“… supaya segala bangsa di bumi mengenal nama-Mu, sehingga mereka takut akan Engkau sama seperti umat-Mu Israel, dan sehingga mereka tahu, bahwa nama-Mu telah diserukan atas rumah yang telah kudirikan ini.” (2 Tawarikh 6:33)

Ada sebuah pujian mengatakan: Bersaksi t’rus sampai Tuhan datang. Bersaksi t’rus sampai Tuhan datang. Bersaksi, bersaksi, bersaksi, haleluya. Bersaksi t’rus sampai Tuhan datang. Pujian ini mungkin sudah jarang sekali dinyanyikan. Tetapi pesan dan perintah lagu ini adalah misi Tuhan bagi gereja-Nya. Berbicara tentang gereja, baik itu bangunan fisik atau pribadi orang percaya yang telah ditebus oleh darah Yesus, harusnya kita tetap menjadi kesaksian yang hidup. Sehingga orang-orang yang belum percaya di sekeliling kita dapat mengenal nama Tuhan dan membuka hati untuk percaya kepada Yesus sebagai Juruselamatnya. Seorang teman saya pernah bersaksi, “Bagaimana keluarga menolak ketika dia memutuskan menjadi seorang Kristen, karena seorang tetangga mereka menjalani kehidupan yang sangat bobrok dan orang tersebut adalah hamba Tuhan.” Sehingga kehidupannya bukan saja tidak menjadi kesaksian, tapi malah membuat orang mencela nama Tuhan.
Tujuan Bait Allah dibangun adalah “supaya segala bangsa di bumi mengenal nama Tuhan yang disembah bangsa Israel” (33). Sedangkan 1 Korintus 3:16 menyatakan bahwa Bait Allah itu adalah Anda dan saya. Jadi, bagaimana kita sebagai gereja-Nya akan menjadi saksi yang hidup bagi dunia ini? Bait Allah yang dibangun raja Salomo diijinkan Tuhan untuk dihancurkan, karena tidak lagi menjadi kesaksian bagi segala bangsa.
Allah yang sama juga akan mengijinkan kita sebagai Bait Allah untuk dihancurkan jika tidak melakukan tujuan Tuhan dalam hidup kita. Karena itu, bersaksilah! EJG

SUARAKAN FIRMAN KEBENARAN DAN JADILAH SAKSI HIDUP YANG MEMPERKENALKAN NAMA YESUS

19 Juli 2014 – Merenungkan Taurat Tuhan

Baca: Yosua 1:6-9
“Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung.” (Yosua 1:8)

Hari-hari ini banyak orang Kristen yang memiliki Alkitab, tetapi hampir tidak pernah membacanya. Saya mengatakan demikian karena saya menemukan orang Kristen yang hanya membaca Alkitab saat mengikuti ibadah di hari Minggu saja. Dan jika mereka tidak pergi beribadah pada minggu itu, maka Alkitab itu pun tidak pernah dibuka. Bahkan ada juga yang sungkan membawa Alkitab meskipun mereka pergi ke Gereja. Jadi, bagaimana mungkin mereka membacanya? Jika tidak membaca, apa yang akan direnungkan? Sedangkan Pemazmur mengatakan “Berbahagialah orang yang kesukaannya ialah Taurat Tuhan dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam.” Karena itu tidak heran jika hari-hari ini banyak orang yang mengaku Kristen tapi hidup dalam kegelisahan, ketakutan akan hari esok dan sebagainya.
Tuhan mengingatkan Yosua untuk tetap memperkatakan dan merenungkan kitab Taurat siang dan malam supaya bertindak hati-hati dan berhasil serta beruntung. Mungkin Anda berpikir, “apa hubungan merenungkan Taurat atau firman Tuhan dengan keberhasilan.” Tetapi jika Anda mengerti yang dikatakan dalam 2 Timotius 3:16 “Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.” Tulisan yang diilhamkan Allah adalah firman yang tertulis dalam Alkitab yang kita miliki. Dengan membaca dan merenungkannya, maka Anda pasti dipinpin Firman, yang adalah Allah sendiri (Yohanes 1:1). Anda sudah merenungkannya? EJG

MERENUNGKAN FIRMAN TUHAN AKAN MENGARAHKAN KITA BERJALAN DALAM KEBENARAN-NYA

02 Juli 2014 – Mendengar Firman Kristus

Baca: Ulangan 18:9-22
“Seorang nabi dari tengah-tengahmu, dari antara saudara-saudaramu, sama seperti aku,akan dibangkitkan bagimu oleh TUHAN, Allahmu; dialah yang harus kamu dengarkan” (Ulangan 18:15).

Seorang ayah yang berumur 50 tahun pergi ke pasar hewan dengan anak bungsu yang berumur 12 tahun. Mereka bermaksud untuk membeli seekor keledai. Setelah mendapat keledai, mereka pulang dengan menuntun keledai. Lalu mereka mendengar suara orang berkata: bodoh ayah dan anak itu membeli keledai kok tidak dinaiki. Mereka berdua menaiki keledai, lalu mendengar suara orang lain berkata: ayah dan anak itu tidak punya belaskasihan, keledai lebih kecil dari kuda kok dinaiki dua orang. Si ayah turun dan anaknya saja yang naik, lalu orang lain lagi berkata: wow anak tidak tahu diri, ayahnya sudah tua kok suruh jalan. Si anak turun dan ayahnya naik, lalu ada lagi orang lain berkata: wow ayah tidak punya kasih, anaknya masih kecil kok suruh jalan. Dalam perjalanan mereka mendengar suara banyak orang yang membuat mereka bingung dan susah.
Musa menasehati bangsa Israel, untuk tidak mendengarkan kepada peramal dan petenung, jika masuk negeri Kanaan. “Sebab bangsa-bangsa yang daerahnya akan kaududuki ini mendengarkan kepada peramal atau petenung, tetapi engkau ini tidak diizinkan TUHAN, Allahmu, melakukan yang demikian. Seorang nabi dari tengah-tengahmu, dari antara saudara-saudaramu, sama seperti aku, akan dibangkitkan bagimu oleh TUHAN, Allahmu; dialah yang harus kamu dengarkan.” (Ulangan 18:14-15). Yang dimaksud nabi seperti Musa adalah Yesus Kristus. Jadi dengarkanlah firman Kristus dan taatilah firman-Nya.
Sahabat Gandoem Mas, apakah Anda rindu firman Kristus dan apakah Anda sudah menyukai firman Kristus? DS
IMAN TIMBUL KARENA MENDENGAR, YAITU MENDENGAR FIRMAN KRISTUS