Tag Archives: firman Tuhan

27 Agustus 2014 – Perjamuan Malam

Baca: Matius 26:26-29
“Sebab setiap kali kamu makan roti ini dan minum cawan ini, kamu memberitakan kematian Tuhan sampai Ia datang.” (1 Korintus 11:26)

Orang Kristen pasti mengetahui perjamuan malam atau lebih dikenal dengan perjamuan kudus yang dilakukan Gereja. Tetapi apakah semua orang Kristen sudah mengerti “mengapa kita melakukan Perjamuan Kudus”? Saya percaya masih banyak yang belum sepenuhnya mengerti makna perjamuan itu bagi mereka secara pribadi. Sebab jika kita perhatikan, ada yang mengambil perjamuan kudus dengan hati yang tidak mau melepas pengampunan bagi orang lain, atau bahkan melakukan dosa tapi dengan ringan memakan perjamuan kudus-Nya Tuhan. Karena menganggap perjamuan itu hanya sebagai “tradisi” orang Kristen.
Perjamuan malam berawal dari perjamuan terakhir yang Yesus lakukan bersama ke 12 murid-Nya sebelum Dia masuk dalam penderitaan berat. Yesus sendiri memecah roti dan memberikannya kepada para murid-Nya serta memberitahukan bahwa roti yang dipecah itu adalah gambaran tubuh-Nya yang akan terpecah bagi manusia berdosa. Dan cawan berisi anggur yang dibagikan sebagai gambaran darah-Nya yang dicurahkan untuk pengampunan dosa manusia yang mau percaya kepada-Nya. Kita melakukan Perjamuan Kudus itu supaya kita mengingat dan memberitakan pengorbanan Yesus untuk menebus manusia dari dosa sampai mati. Tetapi Dia tidak tinggal dalam kematian, Yesus hidup dan sedang menyediakan tempat bagi kita yang percaya. Ketika tempat itu selesai, maka Ia akan datang kembali untuk menjemput Anda dan saya.
Mengertikah Anda akan makna Perjamuan Kudus-Nya? Renungkan sebelum memakan roti dan meminum anggur Perjamuan Kudus. EJG

KASIH, PENGORBANAN DAN JANJI-NYA ADALAH PASTI!

21 Agustus 2014 – Mengatasi Rasa Kecewa

Baca: Matius 11:6
“Dan berbahagialah orang yang tidak menjadi kecewa dan menolak Aku.” (Matius 11:6)

Rasa kecewa seringkali membuat seseorang menjadi malas untuk melakukan apa yang harus dilakukan, dan kebanyakan rasa kecewa dikarenakan tidak mencapai apa yang diingininya, karena pemaksaan pribadi demi kepentingan-kepentingan atau kebanggaan pribadi. Murid-murid Yesus pada suatu saat juga merasa kecewa karena apa yang mereka inginkan, yang mereka bayangkan tidak tercapai, lalu meninggalkan Dia. Namun keagungan Kasih-Nya membawa mereka kembali kedalam rencana-Nya yang mulia dan menikmati kebahagiaan yang mengalir dalam hidup mereka. Markus 6:3 berkata, “Bukankah Ia ini tukang kayu, anak Maria, saudara Yakobus, Yoses, Yudas dan Simon? Dan bukankah saudara-saudara-Nya yang perempuan ada bersama kita?” Lalu mereka kecewa dan menolak Dia.”
Frederick William Faber (pendeta asal Inggris, tahun 1814-1864) berkata “tidak ada kekecewaan bagi mereka yang keinginannya dikuburkan dalam kehendak Allah.” Oleh karena itu, kita sebagai orang yang beriman kepada Tuhan Yesus Kristus, belajar bagaimana mengatasi rasa kecewa dalam menghadapi liku-liku kehidupan ini, yaitu jangan memaksakan kehendak kita untuk kepentingan pribadi. Firman Tuhan berkata, “Kamu mengingini sesuatu, tetapi kamu tidak memperolehnya, lalu kamu membunuh; kamu iri hati, tetapi kamu tidak mencapai tujuanmu, lalu kamu bertengkar dan kamu berkelahi. Kamu tidak memperoleh apa-apa, karena kamu tidak berdoa. Atau kamu berdoa juga, tetapi kamu tidak menerima apa-apa, karena kamu salah berdoa, sebab yang kamu minta itu hendak kamu habiskan untuk memuaskan hawa nafsumu.” (Yakobus 4:2-3). Berjalan dalam rencana-Nya walau banyak tantangan dan tetap beriman bahwa saat-Nya akan tiba menolong kita. AK

“ALLAH, TUHANKU ITU KEKUATANKU…” (Habakuk 3:19)

13 Juni 2014 – Kekuatan Firman-Nya

Baca: Mazmur 94:1-23
“ Apabila bertambah banyak pikiran dalam batinku, penghiburan-Mu menyenangkan jiwaku.” (Mazmur 94:19)

Seorang motivator selalu menekankan akan kuasa pikiran-pikiran positif yang mampu mendorong seseorang untuk hidup lebih baik. Salah satu website, Anne Ahira, seringkali mengirimkan artikel-ertikel kepada saya, menyebutkan bahwa penelitian-penelitian muktahir menunjukan betapa hebatnya kekuatan pikiran. Salah satu orang besar yang menerapkannya adalah Muhammad Ali. Sebelum naik ring dan bertarung dengan lawannya, dalam sebuah wawancara televisi, Ali mengaku ia selalu melakukan affirmasi. “Aku petinju hebat. Apa pun yang terjadi, aku tetap petinju yang hebat. Akulah petinju terbaik di dunia ini” begitu katanya dalam hati. Ketika wartawan menanyakan alasannya, Ali menjawab, “Kalimat itu memberiku rasa percaya diri, menguatkan keinginanku dan membulatkan konsentrasiku pada target yang ingin aku capai. Jika akhirnya aku gagal, aku akan belajar dari kegagalan dan berlatih lebih giat lagi hingga berhasil.”
Muhammad Ali yang tidak kenal Tuhan mempunyai perkataan yang dapat memotivasi diri sendiri, kita sebagai orang percaya mempunyai firman Tuhan yang senantiasa dapat memotivasi hidup kita. Daud, seorang tokoh yang banyak dikagumi oleh orang percaya, mempunyai kehidupan yang senantiasa bersandar kepada Tuhan. Ketika ditengah-tengah masa hidupnya yang kelam dan ketakutan serta kekuatiran mulai memenuhi pikirannya, firman Tuhan menghibur dan memberi kekuatan kepadanya. Alkitab berkata terkutuklah orang yang mengandalkan kekuatan diri sendiri (Yeremia 17:5).
Sudahkah pikiran-pikiran Anda hari ini penuh dengan firman Tuhan? SP

PENUHILAH PIKIRAN ANDA DENGAN FIRMAN TUHAN, KARENA DI DALAMNYA TERDAPAT KEHENDAK TUHAN

17 Mei 2014 – Sunyi Sepi Sendiri

Baca: Filipi 4:10-20
“Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.” (Filipi 4:13).

Menurut Dr. Philip Shaver, Profesor Psikologi di Universitas Denver, USA, kunci menanggulangi kesepian adalah dengan memfokuskan diri terhadap perasaan orang lain, minat orang lain, serta kebutuhan orang lain sambil mencoba melupakan kesulitan diri sendiri. Kita harus belajar cara mengekspresikan diri terhadap masalah dan belajar menjadi pendengar yang baik. (Tangerang Ekspress, 22 November 2013). Setiap orang pasti pernah mengalami kesepian, mungkin karena kehilangan kekasih, teman atau pekerjaan.
Rasa sepi pernah dialami oleh Rasul Paulus selama menjalani pelayanannya, beberapa kali dia harus masuk penjara dan disitu pasti dia mengalami kesepian yang luar biasa. Tetapi kesepian itu tidak membuat ia putus asa, Rasul Paulus memiliki metode yaitu mengendalikan rasa sepi itu dengan cara memperhatikan jemaat yang pernah dirintisnya dan juga mengingat teman-teman sepelayanannya dengan menuliskan surat-surat motivasi dan nasehat. Paulus belajar memfokuskan dirinya terhadap perasaan orang lain bukan perasaan diri sendiri. Ketika berada di dalam penjara, ia memotivasi jemaat di Filipi, “Segala perkara dapat ku tanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.” (Filipi 4:13).
Mungkin saat ini kita sedang mengalami kesepian. Kesepian karena ditinggalkan teman. Kesepian karena pelayanan di pelosok daerah. Kesepian karena tidak ada yang memperhatikan kita. Jangan fokus pada diri sendiri karena akan membuat kita semakin terpuruk. Tetaplah menjadi berkat bagi orang lain, karena demikianlah kita dipanggil. LBS

SUKACITA DAN PENGHARAPAN DI DALAM KRISTUS SENANTIASA MENYERTAI HIDUP KITA

16 Mei 2014 – Ketenangan Sejati

Baca: Mazmur 23:1-6
“Mazmur 23:4 Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besartaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku.”

Zaman semakin sulit, tantangan semakin banyak, siapakah yang dapat kita andalkan? Tahun 2014 adalah tahun kuda dimana banyak para peramal yang mengatakan bahwa tahun ini adalah tahun yang paling sulit. Bulan pertama diawali dengan banyak bencana dan hal ini semakin menguatkan para peramal. Sebagai orang percaya apakah kita juga terpengaruhi oleh ramalan tersebut? Saya percaya jawabannya adalah tidak. Semua manusia diperhadapkan dengan masalah selama manusia masih hidup di dunia ini, bahkan Paulus berkata dalam Efesus 5:16 “dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat”
Bagaimana Anda menghadapi setiap tantangan dalam hidup ini, adakah Anda mengandalkan Tuhan atau mengandalkan kekuatan manusia? Andalkanlah Tuhan! Daud dalam perikop ini menegaskan kepada kita supaya tetap menaruh Iman percaya kita pada Tuhan apapun keadaan kita saat ini. Dalam Mazmur 23:4, Daud menyaksikan tantangan dalam hidupnya, sekalipun dia berjalan dalam lembah kekelaman tetapi dia tetap melihat pertolongan Tuhan.
Seberat apakah persoalan Anda, apakah persoalan Anda lebih berat dari persoalan yang Daud alami? Peganglah firman Tuhan, sebab perkataan Tuhan adalah ya dan amin. Tuhan tidak pernah mengingkari janji-Nya, percayalah serta tetap arahkan pandangan Anda pada-Nya. Amsal 3:5 berkata, “Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri.” Tuhan sanggup menjamin rasa ketenangan yang sejati. Percayalah! DN

“TETAPI SEGERA YESUS BERKATA KEPADA MEREKA: “TENANGLAH! AKU INI, JANGAN TAKUT!” Matius 14:27

10 Mei 2014 – Kuda-kuda

Baca: Roma 1:16-17
“Sebab di dalamnya nyata kebenaran Allah, yang bertolak dari iman dan memimpin kepada iman, seperti ada tertulis: “Orang benar akan hidup oleh iman.” (Roma 1:17)

Dalam dunia bela diri ada yang namanya kuda-kuda, dimana pertahanan seorang bela diri di pusatkan pada kaki. Bila kuda-kudanya benar maka dapat di pastikan orang tersebut akan sanggup menghadapi setiap serangan dari musuh. Sebaliknya kalau seorang bela diri tidak memiliki kuda-kuda yang benar maka ketika menghadapi serangan dari musuh dapat dipastikan dia akan gampang di jatuhkan karena pertahanannya tidak kokoh.
Rasul Paulus menasehatkan kita saat ini supaya kita memiliki pegangan yang kokoh. Bukan harta kita, bukan juga kekuatan kita. Tetapi kekuatan kita adalah firman Allah. Paulus ketika menuliskan surat Roma ini bukan dalam keadaan yang menyenangkan tetapi dia dalam keadaan yang sulit karena dia menjadi seorang tahanan. Yang sering menjadi pertanyaan dimana kekuatan Paulus? Sedangkan dia berada dalam penjara. Yang menjadi suka cita Paulus bukan hanya karena segala sesuatu yang baik saja, tetapi merasa bahagia ketika dia bisa memberitakan Injil serta menguatkan saudara seiman, kondisi tidak menjadi alasan bagi Paulus untuk tidak bersukacita.
Sebagai orang percaya apa yang menjadi kekuatan kita? Yang menjadikan kita sanggup menghadapi tantangan dunia ini hanyalah dengan berpegang pada Injil Tuhan. Baca dan renungkan firman-Nya siang dan malam maka kita sanggup menghadapi tantangan dunia ini (Mazmur 1:1-6). Sudahkah Anda membaca dan merenungkan firman Tuhan? Sebab yang menjadikan iman kita kokoh adalah firman Allah. Jadikan firman Tuhan sabuk keselamatan kita (Efesus 6:14). DN

ORANG KUAT ADALAH ORANG YANG MAMPU BERSUKA DI SAAT YANG SULIT

01 April 2014 – Umur Panjang

Umur Panjang
Baca: Amsal 3:1-26
“Karena panjang umur dan lanjut usia serta sejahtera akan ditambahkannya kepadamu. (Amsal 3:2)

Ghiboo.com. Catatan Guinness Book of Records mengenai manusia tertua di dunia yang dimiliki wanita asal Prancis, Jeanne Calment yang wafat pada tahun 1997 dalam usia 122 tahun, sepertinya bakal berganti nama. Seorang pria pengembala yang buta huruf dan tinggal di pondok sederhana berlantaikan tanah di desa Frasquicia, 80 km dari ibu kota La Paz, Bolivia, yang bernama Carmelo Flores Laura memiliki catatan resmi yang menyatakan dirinya berusia 123 tahun, 31 hari. Catatan resmi ini berupa sertifikat baptis yang memang sama halnya dengan sertifikat kelahiran saat ini dan diakui oleh pemerintah Bolivia. Carmelo masih mampu berjalan tanpa tongkat dan tidak memakai kacamata, namun ia sudah kehilangan semua giginya dan ingatannya mulai memudar. Carmelo menyatakan bahwa rahasia umur panjangnya adalah “makan daging musang dan rubah, menghindari gula atau pasta dan selalu berjalan jauh.” Sampai dengan sekarang, Carmelo memiliki tiga orang anak, 16 cucu dan 39 cicit. Berbicara kepada televisi Bolivia Rede Uno TV yang dilansir Mirror, Jumat (16/8), Carmelo yang ditinggal wafat istrinya 10 tahun silam ini, menambahkan bahwa ia juga selalu makan cananhua, sebuah biji-bijian liar yang kaya akan protein dan asam amino.
Meskipun Carmelo beranggapan rahasia umur panjang, karena menghindari gula dan pasta, tapi itu tidak benar Amsal berkata: Hai anakku, janganlah engkau melupakan ajaranku, dan biarlah hatimu memelihara perintahku, karena panjang umur dan lanjut usia serta sejahtera akan ditambahkannya kepadamu. Hidup dalam firman akan mendatangkan umur panjang, bahkan sejahtera juga ditambahkan. HR

PANJANG UMUR DAN SEJAHTERA DITAMBAHKAN, BAGI YANG HIDUP DALAM TUHAN

31 Maret 2014 – Perkatakan Firman-Nya

Baca: Yesaya 55:1-13
“Demikianlah firmanKu yang keluar dari mulutKu; ia tidak akan kembali kepadaKu dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya.” (Yesaya 55:11)

Apakah hidup Anda hari hari sedang melewati masa-masa yang sulit? Mari kita praktekkan firman Tuhan hari ini, “FirmanKu tidak akan kembali kepadaKu dengan sia-sia…”
Firman Tuhan yang Anda perkatakan tidak akan kembali dengan sia-sia. Situasi yang Anda hadapi akan berubah, firmanNya sangat berkuasa ketika Anda katakan dengan percaya. FirmanNya akan mengerjakan apa yang Tuhan kehendaki dalam hidup Anda! “Sebab rancanganKu bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalanKu, demikianlah firman TUHAN (Yesaya 55:8)
Ketahuilah, Anda seorang pemenang, Anda tidak akan kalah! Jika Anda menang, Anda tetap menang. Jika Anda kalah sekalipun, akhirnya Anda akan menang juga karena Kristus membuat Anda menang. angan bosan bosan memperkatakan firman Tuhan, “Saya diberkati Tuhan”, “Tuhan turut bekerja dalam segala sesuatu untuk kepentinganku”; “Saya sanggup melakukan segala sesuatu karena Kristus”; “Saya mampu, saya sehat.” Ketika Anda perkatakan firman Tuhan, Anda memberkati kehidupan Anda sendiri. Anda sedang mempersiapkan hari depan yang penuh pengharapan
Ketika Anda bangun di pagi hari”, katakana, “Hari ini lebih baik dari kemarin”. “Saya gembira tentang masa depan saya;” “Sesuatu yang baik akan terjadi pada diri saya.” Selalu perkatakan kata-kata yang baik dan benar. Biarkan Firman-Nya selalu keluar dari mulut Anda. TL

FIRMAN-NYA YANG PENUH KUASA PASTI MEMBAWA PERUBAHAN SIAPAPUN JUGA

01 Maret 2014 – Penting Dan Genting

Baca: II Timotius 4:1-8
“Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran.” (II Timotius 4:2)

Ketika dokter memberi vonis kepada adik saya positif mengidap penyakit kanker stadium 4, keluarga tersentak kaget. Dokter mengatakan hidupnya tinggal 5 bulan saja. Dengan segala daya upaya keluarga berusaha mencarikan obatnya. Namun yang perlu kami persiapkan yang terutama adalah bagaimana dia nantinya dapat berjumpa dengan Yesus Kristus dalam rumah Bapa.
Waktu memang sangat sempit dan kami tidak berani memberitahukan sakit yang sebenarnya secara terang-terangan kepada adik yang kami kasihi. Dalam mengejar waktu kami sering menceritakan tentang kasih Allah, kuasa-Nya dan anugerah-Nya yang menyelamatkanya, Tuhan itu baik. Sambil terus berdoa, kiranya ia diperkenankan hidup mengenal Kristus dengan sungguh-sungguh. Setelah lewat 5 bulan dari waktu yang divonis dokter keajaiban terjadi, adik saya menyerahkan seluruh hidupnya di hadapan Tuhan dan mengaku bahwa hidupnya sangat tidak berkenan di mata Tuhan. Andai kata Tuhan tidak memperpanjang hidupnya, mungkin adik saya akan binasa. Puji Tuhan! Perpanjangan usia selama 6 bulan membawa berkat keselamatan bagi pribadi adik saya. Penting dan sangat genting, kita harus selalu siap waspada dan bersiap sedia membawa keluarga kita, teman-teman atau pun orang yang sedang dalam keadaan genting.
Rasul Paulus menghimbau, baik atau tidak baik waktunya kita harus siap memberitakan firman kepada orang di sekeliling kita. Waktu Tuhan selalu tepat dan tidak pernah terlambat. Apakah Anda sudahkah Anda bersaksi? RDM

FIRMAN ALLAH YANG DIBERITAKAN TIDAK PERNAH KEMBALI DENGAN SIA-SIA

28 Februari 2014 – Prioritaskan Firman-Nya

Baca: Yesaya 55:1-13
“Demikianlah firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku: ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya.” (Yesaya 55:11)

Apakah Anda sedang melewati hari-hari yang sulit dan berat? Mari kita gunakan kata-kata kita bukan untuk menjabarkan situasi, kesulitan dan masalah-masalah kita, tapi gunakan perkataan kita untuk merubah situasi. Sepanjang hari ingat dan perkatakan janji-janji Tuhan, “Aku diberkati, aku biji mata Tuhan, aku dapat melakukan segala sesuatu di dalam Kristus, aku kuat.” Ketika Anda percaya dan memperkatakan kata-kata iman itu, Anda memberkati hidup Anda sendiri.
Anda sedang merenda hari depanmu dengan baik. Hindari perkataan-perkataan negatif, “Aku capai, aku malas, aku kuatir.” Paulus mengingatkan kita, “Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu” (Filipi 4:8). Betapa pentingnya mengisi pikiran dengan hal-hal yang positif, karena hal itu akan berdampak dalam kehidupan Anda. Untuk membuat pikiran Anda selalu positif, tidak ada jalan lain selain harus taat kepada firman Allah, “kami menawan segala pikiran dan menaklukkannya kepada Kristus” (2 Korintus 10:5b).
Menaklukkan pikiran kepada Kristus berarti kita mengisi pikiran kita dengan firman Allah setiap hari. Dengan firman Tuhan, kita dituntun untuk selalu berpikiran positif. Perkatakan selalu firman-Nya, sebab “ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya.” (Yesaya 55:11). TL

PERKATAKAN FIRMAN-NYA DAN MELANGKAH MAJU DALAM BERKAT DAN KEMENANGAN-NYA