Tag Archives: harta

20 Agustus 2014 – Harta Tidak Menjamin

Baca: Mazmur 85:1-14
“Aku mau mendengar apa yang hendak difirmankan Allah, TUHAN. Bukankah Ia hendak berbicara tentang damai kepada umat-Nya dan kepada orang-orang yang dikasihi-Nya, supaya jangan mereka kembali kepada kebodohan?” (Mazmur 85:9)

Seorang wanita kaya raya, Christine Onasis, anak milyuner Aristotek Onasis, suami Jackline Kennedy (juga mantan isteri Presiden Amerika Serikat John F. Kennedy). Sepeninggal ayahnya, seorang diri ia mewarisi seluruh kekayaan orang tuanya bersama ibu tirinya, Jackline Kennedy. Ia menerima warisan 1250 miliar US Dollar, berikut istana-istana peristirahatan, kapal-kapal armada laut, pesawat terbang, maskapai penerbangan, dan beberapa pulau.
Tentu ia termasuk orang yang paling berbahagia di dunia ini dengan semua yang tersedia. Tetapi terbukti tidak demikian, ia telah menikah sebanyak tiga kali, namun selalu gagal. Ketika salah seorang wartawan bertanya, apa yang dicari dengan pola kehidupan kawin cerai? Ia menjawab: “Aku ingin memburu kebahagiaan. Wartawan itu melanjutkan pertanyaannya: “Apa benar Anda adalah wanita terkaya di dunia?” Ia menjawab: “ya, tapi aku juga wanita yang paling sengsara di dunia ini.” Di Perancis ia menikah lagi dengan pengusaha dan dikaruniai seorang putri. Tetapi perkawinan yang terakhir ini gagal pula. Akhirnya ia memilih hidup sebatang kara. Ia diliputi kegelisahan dan khayalan. Dan tak pernah berhenti mencari kebahagiaan. Hingga akhirnya, ia ditemukan meninggal di apartemennya di Argentina.
Umat Israel dingatkan untuk kembali kepada Tuhan yang mampu memberi damai sejahtera, bukan kepada hal-hal dunia. Firman Tuhan berkata, bergantung kepada hal-hal yang bukan dari Tuhan, merupakan kebodohan, karena diluar Tuhan segala sesuatu bersifat sementara (Mazmur 85:9). Kekayaan tidak menjamin hidup bahagia. Bergantunglah kepada Tuhan sumber kebahagiaan. SP

TUHAN MENGHADAPKAN WAJAH-NYA KEPADAMU DAN MEMBERI ENGKAU DAMAI SEJAHTERA (Bilangan 6:26)

30 April 2014 – Awas Cinta Harta

Baca: II Raja-raja 5:1-27
“Orang yang kikir tergesa-gesa mengejar harta, dan tidak mengetahui bahwa ia akan mengalami kekurangan.” (Amsal 28:22)

Di sebuah desa ada seorang penjual buah melon bernama Wang. Wang sangat ahli dalam menebak berat melon tanpa harus menggunakan timbangan. Pada suatu hari seorang bhiksu datang bersama seorang bhiksu kecil untuk membeli buah melon. Tanpa ditimbang Wang mengatakan berat melon tersebut, “yang ini 1.3 kg dan yang ini 1.5 kg” bhiksu kecil tidak percaya kepada Wang, lalu mengambil melon yang dikatakan Wang dan ditimbang, benar saja berat melon tersebut seperti yang dikatakan Wang. Kemudian, Bhiksu tua mengambil sebuah melon yang besar, sambil berkata, “Jika Wang dapat menebak berat melon ini, maka saya akan memberikan segepok uang.” Wang dengan gembira menyetujui, lalu dengan hati-hati mengangkat melon itu. Setelah ditimang-timang ditangannya akhirnya Wang menjawab, “1.3 kg”, setelah ditimbang ternyata melon itu 1.5 kg. Kali ini Wang meleset. Apa yang membuatnya kehilangan keahliannya? Segepok uang telah mengacaukan suasana hati Wang, sehingga membuat dia kehilangan keterampilan dan bakat dasarnya yang biasanya sangat tepat. Uang telah mengalihkan perhatian Wang.
Kisah di atas mengingatkan kita kepada Gehazi, abdi Elisa. Di pasal sebelumnya Gehazi begitu setia melakukan perintah Elia, ketika harus menolong perempuan Sunem. Namun di bacaan renungan kita hari ini, Gehazi telah kehilangan fokusnya sebagai abdi Elisa, ketika melihat harta yang ditawarkan oleh Naaman. Kelimpahan harta sudah membutakan Gehazi, hingga ia pun berusaha mendapatkannya dengan berbohong (5:22). Akibatnya, kusta Naaman berpindah kepada Gehazi
Kita semua adalah anak-anak Tuhan yang diberkati. namun harus ingat, berkat yang berkelimpahan sekalipun, tidak boleh mengalihkan perhatian kita dari Tuhan Yesus. SP

CINTA KEPADA HARTA, SELALU MEMBUTAKAN

23 Januari 2014 – Yesus Sumber Sukacita

Baca: Matius 6:19-24
“Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya.” (Matius 6:19)

Oktober 2013 yang lalu, masyarakat Indonesia dikejutkan dengan kasus suap ketua MK. Tidak tanggung-tanggung, nilainya mencapai milyaran rupiah. Apa yang membuatnya melakukan hal yang tidak terpuji tersebut? Gaji? Ternyata tidak. Sebuah artikel yang saya kutip dari sumber kompasiana online, di kolom SosBud, dengan judul artikel Fakta gaji ratusan juta hakim MK, tapi tetap saja korupsi, menyebutkan bahwa penghasilan halal MK mencapai lebih dari 200 juta, yang terdiri dari gaji pokok dan honor-honor putusan sidang, dan juga tunjangan-tunjangan, namun toh tidak membuatnya merasa cukup. Mungkin uang yang berlimpah-limpah dan kekayaan yang banyak menjadi standart rasa bahagianya. Tetapi akibatnya kita melihat, aparat pemerintah menetapkannya sebagai terdakwa kasus suap.
Yesus sudah mengingatkan agar tidak mengumpulkan harta di bumi. Di bumi merupakan tempat yang tidak aman untuk menyimpan harta. Maksud Tuhan Yesus, bukan berarti kita tidak boleh memikirkan masa depan, melainkan prioritas hidup orang percaya tidak boleh tertuju hanya untuk mengumpulkan harta sebanyak-banyaknya. Jika hal itu menjadi tujuan, bukan saja kemudian manusia mengabaikan pertolongan Tuhan dan tidak mengandalkan-Nya, tetapi akan mendorong orang untuk melakukan segala cara asal dapat mengulkan harta.
Filsuf Socrates mengakui bahwa ia suka mengunjungi pasar, bukan berarti ia suka belanja. “Saya suka pergi ke sana dan menyadari betapa saya bahagia meski tak memiliki banyak hal yang ada di sana.” Kata Socrates. Apa dasar bahagia Anda? Harta? Kemewahan? Biar Yesuslah yang menjadi sumber sukacita kita. SP

SUKACITA ORANG PERCAYA, TIDAK BERSUMBER KEPADA HARTA, MELAINKAN KEPADA TUHAN YESUS

11 November 2013 – Harta Yang Kekal

Baca: Matius 16:19-24
“Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya… ” (Matius 6:20).

Sebagian besar para ahli menganggap Freeport-McMoRan Copper & Gold sebagai tambang terbesar di dunia. Tak hanya itu, tambang tembaganya pun menjadi nomor satu di dunia. Grasberg berlokasi di Papua, Indonesia. Operasi open-pit di pertambangna tersebut dimulai pada 1990 dan perusahaan berharap operasinya dapat berlanjut hingga 2016. Hal tersebut karena pada akhir tahun lalu, lahan open-pit Garsberg baru saja mengalami pembenahan dan cadangan emas diatasnya diperkirakan mencapai 6,5 juta ounce. Tambang tersebut ditargetkan menghasilkan 1,25 juta ounce emas tahun ini. Namun kemunduran produksi belakangan ini hanya mampu membuat Freeport menghasilkan 80% emas dari total estimasi. Tambang tersebut sempat ambruk pada 14 Mei 2013. Kecelakaan itu memaksa Freeport menghentikan operasinya dan produksinya masih belum dilanjutkan hingga 9 Juli lalu. Meski begitu, masih banyak proyek perluasan yang sedang dikembangkan di wilayah energi mineral Grasberg. Menurut laporan tahunan perusahaan 2012, proyek tersebut termasuk pengembangan lahan berskala luas, tambang bawah tanah dengan biji berkualitas tinggi. Sumber liputan 6.com.
Kita semua bangga bangsa kita adalah tambang emas no. 1 di dunia yang ada di Papua. Walaupun bangsa kita tidak sepenuhnya menikmati hasilnya, apalagi masyarakat Papua, tapi hanya kalangan tertentu saja yang menikmati hasilnya. Bandingkan dengan harta yang Yesus tawarkan kepada semua orang dan bisa dinikmati semua yang percaya, yaitu kumpulkanlah hartamu di sorga, ngengat dan karat tidak akan merusaknya.
Berbagilah kepada sesama, dengan demikian Anda menyimpan harta Anda di sorga. HR

SIMPANLAH HARTA ANDA DI TEMPAT YANG AMAN

21 Januari 2013 – Sumber Bahagia

Baca: Amsal 17:1-20
“Orang yang serong hatinya tidak akan mendapat bahagia, orang yang memutar-mutar lidahnya akan jatuh ke dalam celaka.” (Amsal 17:20)

Sebuah penelitian yang meliputi 136.000 orang dari 132 negara menunjukkan bahwa tidak berarti negara yang masyarakatnya lebih kaya, masyarakatnya lebih bahagia. Amerika Serikat yang penduduknya rata-rata paling kaya di dunia hanya menempati urutan ke-16 di antara 132 negara di dunia dalam soal kebahagiaan. Uang memang membuat mereka lebih kaya tetapi belum tentu membuatnya lebih bahagia. Ada juga negara seperti Korea Selatan dan Rusia yang dari pendapatan masyarakatnya tinggi, tetapi mereka kurang menikmati hidup sehingga dalam urutan kebahagiaan itu mereka berada di bawah. Urutan pertama diduduki Denmark. Kuncinya karena masyarakat Denmark lebih berpikiran positif dan lebih bisa menikmati hidup sehingga mereka lebih berbahagia (Sumber: andriewongso.com).

Fakta tersebut menunjukkan bahwa apa yang sedang kita miliki tidak menentukan kebahagiaan. Penulis Amsal memberi nasihat bahwa kebahagiaan adalah jika hati tidak serong (Amsal 17:20). Orang yang hatinya serong adalah orang yang tidak lurus jalannya. Orang yang tidak fokus terhadap jalan yang benar dan orang yang tidak menempatkan Tuhan sebagai sumber hidupnya. Mungkin mereka tidak melakukan hal yang tidak bersifat jahat secara moral, tetapi dilakukannya untuk mengejar kepuasan diri sendiri dan bukan untuk kemuliaan Tuhan. Orang-orang yang demikian pasti tidak akan mengalami kebahagiaan yang sejati.
Meskipun tidak memiliki harta yang melimpah, Anda dan saya dapat berbahagia jika kita hidup untuk kemuliaan Tuhan. Jika Tuhan Yesus yang menjadi pusat pemeliharaan hidup Anda, hidup Anda akan senantiasa berbahagia. SP

YESUSLAH MENJAMIN ANDA BAHAGIA, BUKAN HARTA YANG ANDA MILIKI