Tag Archives: hati

16 November 2013 – Nyanyian yang Menyembah

Baca: Kolose 3:12-17
“Hendaklah perkataan Kristus diam dengan segala kekayaannya di antara kamu, sehingga kamu dengan segala hikmat mengajar dan menegur seorang akan yang lain dan sambil menyanyikan mazmur, dan puji-pujian dan nyanyian rohani, kamu mengucap syukur kepada Allah di dalam hatimu.” (Kolose 3:16)

Agama Kristen adalah agama bernyanyi. Julukan ini sangat tepat karena nyanyian adalah bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan orang percaya. Setengah waktu ibadah diisi oleh musik dan nyanyian pujian. Alkitab pun memuat begitu banyak referensi tentang betapa Allah menyukai nyanyian pujian. Namun, sadarilah bahwa tindakan menyanyikan lagu rohani tidak otomatis menjadikan hal tersebut sebagai penyembahan. Seringkali kita memuji Tuhan, tetapi bisa saja kita tidak sedang menyembah Dia.
Bilamanakah suatu nyanyian menjadi penyembahan yang menyenangkan Allah? Nyanyian harus dipersembahkan oleh orang-orang percaya. Nasihat Paulus disampaikan kepada orang-orang yang telah menerima Kristus dan dibenarkan oleh-Nya (ayat 12). Hanya orang-orang yang demikian yang dapat memuji Allah atas karya keselamatan-Nya. Orang tidak percaya bisa saja menyanyikan lagu rohani dengan baik tetapi ia tidak sedang menanggapi pribadi dan karya Allah. Ia tidak sedang menyembah Allah. Nyanyian pujian harus selaras dengan Firman. Perkataan Kristus harus melandasi dan menuntun nyanyian kita (ayat 16). Akhirnya, nyanyian pujian harus ditujukan secara sadar kepada Allah (ayat 17). Melalui nyanyian pujian, kita berkomunikasi dengan Allah.
Marilah melantunkan nyanyian pujian bukan karena kita ikut-ikutan orang lain atau hanya menjalankan kewajiban agamawi. Namun, kita bernyanyi dengan didasari oleh firman dan iman. Niscaya, pujian kita akan memperkenankan hati-Nya. TL

TANPA HATI MENYEMBAH, ANDA HANYA BERMAIN MUSIK. Bob Kauflin

07 November 2013 – Baikkah Mata Anda?

Baca: Lukas 11:33-36
“Matamu adalah pelita tubuhmu. Jika matamu baik, teranglah seluruh tubuhmu, tetapi jika matamu jahat, gelaplah tubuhmu.” (Lukas 11:34)
 
            Secara alami, pertumbuhan manusia dari bayi hingga dewasa sangat dipengaruhi oleh makanan yang dikonsumsinya. Makanan sehat dan bergizi akan memberi pertumbuhan yang baik. Hampir sama dengan pertumbuhan rohani kita, apa yang kita konsumsi setiap harinya akan sangat mempengaruhinya. Dalam pertumbuhan rohani, mata memiliki peranan yang sangat penting. Karena apa yang kita lihat setiap hari, akan mempengaruhi pikiran kita. Dan dari apa yang kita pikirkan, akan mengarahkan hati kita. Karena itulah firman Tuhan berkata “Jika matamu baik, teranglah seluruh tubuhmu, tetapi jika matamu jahat, gelaplah tubuhmu.”
            Kalau kita perhatikan para koruptor di bangsa kita, mereka bukanlah orang yang berkekurangan secara materi. Tetapi mengapa mereka melakukan perbuatan yang sangat tidak terpuji itu? Mereka melakukannya karena mata mereka telah dibutakan oleh cinta akan uang. Jadi, mata mereka telah menjadi mata yang jahat. Sedangkan peringatan firman Tuhan “Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka.” (1 Timotius 6:10). Karena itu jadikanlah matamu baik.
            Jika mata kita setiap hari dipakai dengan baik untuk membaca firman Tuhan, maka hati kita pun akan merenungkannya, sehingga kita pun akan dipinpin oleh Roh Kudus-Nya. Maka, saat melihat dunia dan segala isinya, kita akan melihat itu sebagai barang yang fana dan fasilitas yang sementara saja. Dan hati kita pun tidak akan terpikat olehnya.
            Sudahkah Anda memilih untuk memiliki mata yang baik?  Anda sendirilah yang menentukannya. Renungkanlah! EJG

OLEH TERANG FIRMAN TUHAN DAN PIMPINAN ROH KUDUS-NYA MATA ANDA AKAN MENJADI BAIK

13 Januari 2013 – Tempat Tinggal

Baca : Matius 5:1-12
“Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi.” (Matius 5:5)

Salah satu blog CNN yang mengutip Economist Intelegent Unit (EIU) membuat daftar 10 kota termahal untuk hidup. Urutan pertama ditempati oleh kota Zurich, kota terbesar di Swiss. Zurich bukan ibukota Swiss, kota ini jadi pusat perdagangan di Swiss. Posisi kedua ditempati kota Tokyo, ibukota Jepang. Selanjutnya ditempati oleh Jenewa, Osaka, Oslo, Paris, Sydney, Melbourne, Singapore dan posisi sepuluh di huni oleh Frankfurt.

Apakah pernah terlintas di benak Anda untuk berkujung ke salah satu dari sepuluh kota di atas? Atau mungkin ingin menjelajahi semuanya? Jika ya, Anda harus bekerja keras untuk mengumpulkan uang yang sangat banyak, karena untuk benar-benar merasakan tinggal di kota-kota tersebut membutuhkan biaya yang sangat mahal.

Ada satu tempat tinggal termahal yang didambakan oleh banyak orang. Di manakah tempat itu? Tempat itu adalah ‘bumi.’ Lho, bukankah kita sudah hidup di bumi? Ya, kita memang sudah hidup di bumi. Akan tetapi dimaksud dengan ‘bumi’ pada ayat yang telah kita baca di atas adalah bumi baru. Tempat baru yang disediakan oleh Tuhan (Wahyu 21:1).

Jika syarat untuk menghuni kota termahal harus kerja keras, maka syarat untuk menghuni ‘bumi’ tersebut adalah memiliki hati dan sikap yang lemah lembut. Memiliki hati dan sikap lemah lembut juga membutuhkan kerja keras. Namun kerja keras untuk mendapat kelemahlembutan cenderung tidak kelihatan. Kerja kerasnya meliputi: pengendalian diri, berdoa dan membaca Alkitab.
Anda ingin hidup di ‘bumi’ itu? Mari kita bekerja keras untuk bisa tinggal di sana. Tetapi bukan dengan kekuatan sendiri. Sudahkah Anda mendapatkannya? YA

HIDUP DI KOTA MAHAL DITUNTUT KERJA KERAS, HIDUP DI BUMI BARU DITUNTUT LEBIH DARI KERJA KERAS