Tag Archives: hidup

20 Februari 2015 – Belajar Kepada Tuhan

Baca: Matius 11:25-30
“Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.” (Matius 11:29).

Biologi adalah ilmu yang mempelajari tentang sifat dan keadaan makluk hidup, baik tumbuhan, hewan maupun manusia. Antropologi adalah ilmu yang mempelajari tentang manusia, yaitu tentang asal-usul, bentuk fisik, adat istiadat dan kepercayaan pada masa lampau. Sosiologi adalah ilmu tentang struktur sosial, proses sosial dan mempelajari tentang sifat, perilaku serta perkembangan masyarakat. Teologi adalah ilmu yang mempelajari tentang Tuhan Allah. Belajar tentang Tuhan, akan menjadikan kita mengerti siapa Tuhan. Sedangkan belajar kepada Tuhan akan membawa kita hidup seperti Tuhan.
Bagaimana caranya supaya kita dapat hidup seperti Tuhan Yesus? Untuk dapat hidup seperti Tuhan Yesus, kita harus belajar kepada Tuhan Yesus. Belajar kepada Tuhan Yesus berarti belajar hidup lemah lembut yaitu menundukkan diri, menurut, tanpa pembelaan dan tanpa perlawanan sedikit pun. Belajar kepada Tuhan Yesus berarti belajar hidup rendah hati yaitu tidak sombong dan tidak menghargai diri sendiri secara berlebihan. Ketika Tuhan Yesus membasuh kaki murid-murid-Nya, Dia memberi pelajaran yang penting mengenai hidup yang rendah hati. Tuhan Yesus menekankan hidup rendah hati yang benar-benar dari dalam batin. Bukan sekedar tindakan lahiriah supaya dinilai orang rendah hati. Orang yang rendah hati tidak malu bergaul dengan orang yang status sosialnya rendah, sebab yang penting dapat melayani dan menjadi berkat bagi orang lain.
Sahabat Gandoem Mas, marilah kita belajar kepada Tuhan Yesus yaitu hidup lemah lembut dan rendah hati. Dengan demikian jiwa kita akan mendapat ketenangan dan kelegaan, Amin. DS

BELAJAR KEPADA TUHAN AKAN MENJADIKAN KITA SEPERTI TUHAN

15 Februari 2015 – Hidup Seperti Dunia?

Baca: Titus 2:11-15
“Karena masa depan sungguh ada, dan harapanmu tidak akan hilang.” (Amsal 23:18)

Masyarakat kita, khususnya orang jawa menyakini bahwa hidup manusia itu seperti halnya dunia yang berputar. Adakalanya manusia di bawah dan ada waktunya juga ada di atas. Tetapi melihat kenyataannya, apakah selalu seperti itu? Justru, terkadang kita menemukan seseorang senantiasa berada di bawah. Hidupnya susah terus. Sementara kita juga melihat ada orang yang tadinya susah juga bisa menjadi sukses dan hidup berkelimpahan. Tetapi bagaimana pun, nasib itu berada ditangan kita, tidak berdasarkan berputarnya dunia. Yang terpenting adalah setiap kita mampu mengatasi setiap persoalan yang sedang kita hadapi. Laksamana Laut Amerika, Willian Halsey mengatakan, “Segala masalah akan menjadi lebih kecil jika Anda tidak menghindarinya, tetapi menghadapinya.”
Firman Tuhan, melalui Penulis Amsal memberikan sebuah keyakinan bahwa Tuhan menjamin sebuah masa depan yang penuh harapan (Amsal 23:18). Artinya bahwa setiap kita mempunyai potensi untuk memperoleh sebuah masa depan yang indah di dunia ini. Oleh sebab itu, kita harus senantiasa bergantung kepada kehendak Tuhan, melalui firman-Nya. Amsal 24:14 berkata, “Ketahuilah, demikian hikmat untuk jiwamu: Jika engkau mendapatnya, maka ada masa depan, dan harapanmu tidak akan hilang.” Yang perlu kita lakukan adalah terus maju menghadapi sagala persoalan yang ada dengan hikmat Tuhan.
Masa depan kita tidak bergantung kepada dunia yang berputar, tetapi bergantung kepada kita masing-masing. Seberapa berhikmatnya kita menjalani dan menghadapi segala tantangan yang ada saat ini. Tentu, dalam ke-semuanya itu kita memerlukan kehendak Tuhan berkarya di dalam hidup kita. SP

JANGAN SERAHKAN MASA DEPAN ANDA PADA BUMI YANG BERPUTAR, TAPI BERSANDARLAH PADA TUHAN

08 Februari 2015 – Yustinus Martir Iman

Baca: I Petrus 3:13-17
“Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman.” (II Timotius 4:7)

Yustinus Martir adalah bapa gereja mula-mula. Yustinus Martir(100-165M) lahir di tanah Israel. Orang tuanya bukan Yahudi , mereka orang Yunani. Ia beruntung dan mendapat kesempatan belajar filsafat di Efesus. Pada masa mudanya ia menyaksikan banyak sekali penganiayaan terhadap orang Kristen dalam hal kesetiaan mempertahankan iman mereka.
Seorang Kristen yang lanjut usia dengan kewibawaan dan kerendahan hati menjelaskan tentang nubuatan para nabi dan menjelaskan bahwa Yesus adalah penyataan Allah sesungguhnya. Inilah yang sekaligus menjadi titik balik kehidupan Yustinus dan akhirnya ia bertobat. Yustinur menunjukkan semangat yang luar biasa dalam penyebaran agama Kristen. Ia melakukan banyak perjalanan sebagai seorang filsuf dengan tujuan memenangkan jiwa bagi Kristus. Ia menggunakan setiap kesempatan untuk mengajarkan tentang iman Kristen secara terang-terangan ia tidak peduli walau harus menderita. Bukan hanya itu saja, Ia menulis surat pembelaan kepada kaisar Roma ia berkata, “Meski kami orang Kristen dibunuh dengan pedang, disalibkam atau di buang ke moncong-moncong binatang buas, atau pun disiksa dengan api, kami tidak akan murtad dari iman kami. Sebaliknya semakin hebat penyiksaan, semakin banyak orang yang bertobat dan menjadi saleh demi nama Yesus.” Yustinus bangga menjadi orang Kristen yang saleh dan ia bertekad membesarkan kekristenan sampai mati. Ia pun di tangkap bersama martir lainnya, setelah banyak disesah, kepalanya dipenggal. Namun Yustinus mati sebagai martir Iman.
Terkadang orang Kristen terlena dengan kehidupan zona nyaman sehingga lupa, ia harus mempertahankan dan membela iman Kristen. Apakah Anda siap mempertahankan Iman Anda? YN

HIDUP ADALAH KRISTUS DAN MATI DENGAN MEMPERTAHANKAN IMAN ADALAH KEUNTUNGAN!

03 Januari 2015 – Bertobatlah

Baca: Hosea 14:1-10
“Bertobatlah, hai Israel, kepada TUHAN, Allahmu, sebab engkau telah tergelincir karena kesalahanmu.” (Hosea 14:2)

Pada November 2006, Pdt. Ted Haggard mengundurkan diri dari posisi gembala sidang senior dari  New-Life Church di Colorado Spring yang beranggotakan 14.000 orang, dan juga dari posisi pimpinan National Association of Evangelicals, karena terbongkarnya tindakan-tindakan dia terhadap seorang pelacur homoseksual bernama Mike Jones. Padahal di Amerika, Pdt. Ted Haggard dikenal sebagai tokoh Kristen yang banyak berbicara tentang kekudusan hidup dan juga mengecam keras praktik homoseksual. Begitu vokal menentang homoseksual, tetapi ternyata terbongkar, dia sendiri telah mempraktekkan dosa tersebut selama beberapa tahun.
Kitab Hosea 13-14 menuliskan, bahwa orang-orang Israel berpikir mereka baik-baik saja dan melakukan hal yang benar. Mereka tidak menyadari bahwa mereka sedang berdosa terhadap Allah. Dosa menyelimuti mereka secara perlahan-lahan. Mereka tidak berubah, yaitu dari orang kudus menjadi pendosa, bahkan yang mengeraskan hati, murtad dan menyembah berhala hanya dalam waktu semalam. Dosa mereka dilakukan secara bertahap, sedikit demi sedikit. Demikian juga dosa yang menyelimuti kita. Sedikit kompromi di sini dan sedikit kompromi di sana, dan dengan berjalannya waktu, kita tenggelam ke dalam dunia dosa. Banyak orang masa kini bukan saja bertoleransi terhadap dosa, tetapi bahkan tidak menyadari hal ini.
Alkitab adalah pedoman dari keseluruhan hidup kita. Jika firman-Nya menegur cara kita hidup yang berdosa, maka janganlah mengabaikannya. Akui dan bertobatlah dari dosa-dosa Anda. Masihkah Anda berkubang dalam dosa? Bertobatlah! YR

HIDUP ITU PILIHAN: SURGA ATAU NERAKA; BERTOBAT ATAU BERDOSA? PILIHAN DI TANGAN ANDA

02 Januari 2015 – Orang Benar

Baca: Mazmur 92:13-15
“Orang benar akan bertunas  seperti pohon korma, akan tumbuh subur seperti pohon aras di Libanon (Mazmur 92:13)
 
Orang benar, pemazmur yaitu Musa dalam hal ini, menggambarkan bertunas seperti pohon korma dan tumbuh subur seperti pohon aras. Mengapa Musa memakai  perumpamaan ini. Pohon korma, ada pohon yang kuat, tetapi sebelum menjadi pohon yang kuat, proses penanamannya sangat unik, dengan memasukkan biji korma ke dalam tanah saat mulai berakar petani kurma menutipi bibit korma itu agar akarnya masuk lebih dalam ke tanah,  saat akar mulai kuat batu itu diambil dan akan keluar tunas yang mempunyai akar yang kuat dan tumbuh menjadi tanaman yang subur dan kuat dengan badai. Demikian juga tumbuh subur seperti pohon aras, pohon ini selain indah jika dilihat dari jauh dan ditiup angin akan mengeluarkan suara seperti suara orang bersiul.
            Jadi Musa memberikan gambaran kepada kita orang yang telah dibenarkan Allah seperti tunas pohon korma artinya kita orang memiliki akar yang kuat di dalam Tuhan dan tunas menggambar kehidupan yang baru dan pohon aras menunjukkan pertumbuhan iman kita yang tidak mudah putus asa, tahan akan badai, menjadi berkat dan tetap sukacita. Anda tahu pribadi yang berakar, bertunas, bertumbuh dan berbuah. Ia adalah awalnya penghujat dan pembunuh umat Tuhan yaitu rasul Paulus. Murid-murid Yesus semua pernah meninggalkan bahkan menyangkal Dia tetapi Paulus tetap konsisten dengan imannya Hendaklahkamu berakar di dalam Dia dandibangun di atas Dia,hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu, dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur. (Kolose 2:7).
            Sahabat Gandoem Mas, kita adalah orang-orang yang telah dibenarkan oleh Kristus. Sudahkah Anda hidup terus berakar? HR
ORANG BENAR AKAN HIDUP DALAM KEBENARAN

27 Desember 2014 – Hidup Yang Seimbang

Baca: Pengkhotbah 3:1-15
“Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apa pun di abwah langit ada waktunya. ” (Pengkhotbah 3:1)

Sebuah artikel Wall Street Journal, Psikology Industri, John Kamp berkata: “Semua orang punya batas berbeda, tetapi ada satu titik dimana semua orang akan mengalami strees dan penurunan produktivitas jikalau disuruh bekerja lebih lama.” Ya, memang benar ada hubungan antara produktivitas lebih yang dihasilkan dari jam kerja lebih lama dan penurunan kualitas produk dengan kreativitas jam kerja itu sendiri.
Biasanya orang-orang yang bekerja lebih lama dengan tujuan mereka lebih produktif, lebih banyak mengasilkan sesuatu hasil atau profit bagi perusahaan dan keuntungan secara pribadi. Namun dapat berakibat buruk bagi kesehatan dan dapat merusak kinerja kerja mereka sendiri. Dari hasil survey beberapa tahun terakhir, kehidupan pribadi pegawai intel mengatakan bahwa, mereka bisa menyeimbangkan kehidupan pribadi dengan pekerjaan. Mereka cenderung bisa mengatasi kompetisi dibandingkan mereka yang hidupnya di kuasai oleh pekerjaan. Berhati-hatilah dengan jam pekerjaan yang terlalu lama dan dampaknya bagi kehidupan Anda. Segala sesuatu ada waktunya, selain bekerja Anda juga memerlukan waktu istirahat yang cukup.
Memang ada saat-saat tertentu kita harus bekerja lebih lama, lebih serius, lebih tekun namun bukan berarti ita bekerja terlalu keras tanpa istirahat. Ketahuilah ketika kita bekerja seperti kuda tanpa mengenal istirahat, mengabaian Tuhan, keluarga dan diri sendiri Pada akhirnya bukan keuntungan yang kita peroleh tetapi kerugian besar. Pastikan Anda memiliki hidup seimbang dalam seluruh aspek kehidupan Anda. Apakah Anda sudah menjalani hidup ini dengan cara yang seimbang? RS

HIDUP AKAN BERNILAI JIKA MEMILIKI KESEIMBANGAN DAN HUBUNGAN KARIB DENGAN TUHAN

11 Desember 2014 – Jalan Di Depan Anda

Baca: Mazmur 32:8-9
Aku hendak mengajar dan menunjukkan kepadamu jalan yang harus kautempuh; Aku hendak memberi nasihat, mata-Ku tertuju kepadamu. (Mazmur 32:8)

Daud seperti hewan keras kepala yang perlu dijinakkan. Apakah Anda perlu arahan dalam hidup Anda hari ini? Mungkin Anda menghadapi sebuah keputusan penting dalam pekerjaan Anda, di rumah atau dalam hubungan Anda. Ketahuilah, Tuhan sendiri akan mengajarkan kepada Anda apa yang harus Anda lakukan. Dia berjanji menunjukkan jalan yang harus Anda tempuh. Dia mengawasi Anda dan memberi Anda nasihat setiap langkah dari perjalanan Anda! Memahami bahwa Allah tidak hanya peduli dengan hasil atau tujuan akhir. Bukan saja menuntun Anda dari satu tempat ketempat yang lain, namun Dia bersama Anda disetiap langkah perjalanan hidup Anda. Tuhan ingin melihat karakter Anda terbentuk dalam kedewasaan. Melalui tuntunanNya, Tuhan berkehendak agar Anda bertumbuh dalam iman dan pemahaman yang semakin benar akan Dia, Tuhan dan Juruselamat pribadi Anda.
Sering kali, pertumbuhan dalam hidup ini terjadi ketika keadaan sulit, keadaan tidak menentu. Seringkali Tuhan mengijinkan keadaan sulit dalam hidup ini dengan maksud supaya kita semakin dekat dan semakin mengandalkan Dia. Dalam keadaan yang tidak pasti sekalipun Tuhan tetap dekat dan peduli akan hidup Anda. Dia ingin memastikan bahwa Anda membuat pilihan yang tepat. Ingat, Dia berjanji tidak akan pernah membiarkan Anda dan tidak akan meninggalkan Anda.
Kita tidak melihat apa yang akan terjadi, namun dengan iman kita tahu bahwa Dia tetap memimpin, memberi arahan perjalanan kita kedepan. TL

KEPUTUSAN DILUAR KEHENDAK TUHAN AKAN MENCIPTAKAN MASALAH KETIMBANG PENYELESAIAN

07 Desember 2014 – Tetap Jadi Berkat

Baca: 1Samuel 22:1-5
“Berhimpunlah juga kepadanya setiap orang yang dikejar-kejar tukang piutang, setiap orang yang sakit hati, maka ia menjadi pemimpin mereka. Bersama-sama dengan dia ada kira-kira empat ratus orang.” (1Samuel 22:2)

Nick Vujicic seorang yang menyandang cacat sejak lahirnya, namun dalam sebuah artikel yang memuat boigrafi Nick menuliskan tetang pernyataan Nick mengenai keadaannya, bahwa Nick dalam segala keterbatasannya ia mengatakan bahwa Tuhan itu maha adil. Jauh dari pada itu Nick sering membawa seminar di sekolah-sekolah mengenai perjuangan hidup, sekalipun dalam keadaan cacat dia menjadi orang yang berhasil. Terlebih dari pada itu Nick Vujicic dalam keterbatasannya bisa menjadi berkat bagi orang yang cacat seperti dirinya, bahkan bagi normal sekalipun.
Ketika seseorang sedang menghadapi suatu permasalahan dalam hidup, yang pertama terlintas dalam pikiran adalah bagaimana cara penyelesaiannya. Ketika dalam masalah yang besar, kita membutuhkan orang-orang yang dapat memberikan masukan guna mengatasi masalah yang sedang kita alami. Bagaimana ketika kita sedang dalam masalah yang besar, kita diperhadapkan dengan orang yang mengalami masalah juga, apakah tindakan kita?
Ketika Daud lari dari kejaran Saul ke gua Adulam, dia dalam masalah yang besar, nyawanya terancam. Pada ayat dua bacaan kita hari ini, Daud diperhadapkan dengan orang-orang yang mengalami masalah, bahkan Daud yang menjadi pemimpin mereka. Sekalipun dalam masalah yang besar Daud tetap bisa menjadi berkat, terbukti dia bisa menjadi pemimpin orang-orang yang datang kepadanya dengan segala permasalahannya. Sudah siapkah anda menjadi berkat, sekalipun dalam keadaan susah?. DN

BANGKITLAH, MENJADI TERANGLAH, SEBAB TERANGMU DATANG, DAN KEMULIAAN TUHAN TERBIT ATASMU (Yesaya 60:1)

06 Desember 2014 – Bukan Sekedar “Kristen”

Baca: Galatia 5:1-15
“Saudara-saudara, memang kamu telah dipanggil untuk merdeka. Tetapi janganlah kamu mempergunakan kemerdekaan itu sebagai kesempatan untuk kehidupan dalam dosa, melainkan layanilah seorang akan yang lain oleh kasih.” (Galatia 5:13)

Apa yang akan Anda lakukan hari ini? Bekerja? Melayani? Atau apa saja yang akan Anda lakukan itu tidak penting, yang terpenting dari semuanya adalah mengapa Anda harus melakukannya. Jika kita hidup hanya sekedar hidup, coba perhatikan binatang-binatang yang ada di hutan, mereka pun juga berjuang untuk hidup. Jika Anda bekerja, ingatlah bahwa binatangpun juga bisa bekerja. Salah satunya adalah kera. Di Kota Jakarta, betapa mudahnya menemukan seekor kera bisa bekerja mencari uang untuk tuannya. Binatang-binatang di tempat sirkus menjadi partner manusia untuk mengumpulkan uang. Bahkan semut pun juga bekerja menggumpulkan makanannya. Tetapi, apakah semuanya mempunyai tujuan yang mulia?
Melalu ilustrasi di atas, kita diingatkan akan keberadaan kita di dunia ini. Bahwa kita hidup, bukan sekedar untuk hidup. Bahkan sebagai orang percaya Kristus, kita diselamatkan bukan hanya sekedar untuk diselamatkan dari maut, tetapi kita mempunyai panggilan dan tujuan. Kepada jemaat di Galatia, Paulus mengingatkan bahwa kemerdekaan di dalam Kristus yang telah di anugerahkan bukanlah kesempatan untuk hidup dalam semaunya, tetapi di dalam kemerdekaan Kristus tersebut panggilan untuk melayani harus menjadi prioritas dalam kehidupan orang percaya.
Bob Sjorgen & Gerald Robison, dalam bukunya Cat & Dog Theology, mengatakan, “Diselamatkan dari sesuatu sangat berbeda dengan diselamatkan untuk sesuatu,.. keselamatan bukan hanya tentang kita terhindar dari penghukuman kekal, melainkan juga tentang hidup untuk memancarkan kemuliaan Allah!” Apakah tujuan hidup Anda memuliakan Allah? SP

KRISTEN ADALAH MENCERMINKAN HIDUP KRISTUS

09 November 2014 – Hidup Yang Bergairah

Baca: Yosua 14:6-15
“Pada waktu ini aku masih sama kuat seperti pada waktu aku disuruh Musa; seperti kekuatanku pada waktu itu demikianlah kekuatanku sekarang untuk berperang dan untuk keluar masuk.” (Yosua 14:11)

Produktivitas manusia seringkali dikaitkan dengan usianya. Dunia sering mengatakan, “Semakin tua seseorang semakin berkurang produktivitasnya.” Tentu saja pernyataan ini tidak benar. Banyak orang yang sudah tua, justru dapat melakukan hal-hal yang besar. Benjamin Franklin menulis autobiografi ketika usianya lebih dari 80 puluh tahun. John Wesley, pada masa hidupnya masih tetap berkhotbah setiap hari ketika usianya 88 tahun. Norman Vincent Peale masih tetap melakukan kegiatan yang biasa ia lakukan selama puluhan tahun. Ia tetap berceramah, bepergian ketika usianya menjelang 90 tahun.
Usia tidak menghalangi seseorang untuk tetap berkarya bagi Tuhan. Kaleb, adalah tokoh yang tetap berkarya, meskipun usianya sudah menginjak tua. Kaleb bersaksi bahwa Tuhan telah memelihara hidupnya, sehingga ia tetap kuat meskipun usianya sudah tidak muda lagi. Ia berkata, bahwa kekuatannya tidak berkurang ketika ia keluar dari Mesir dan masuk ke tanah Kanaan (Yosua 14:10:11). Kaleb mempunyai semangat yang tinggi dalam meraih janji-janji Tuhan dalam hidupnya.
Ada sebuah ungkapan bahwa orang akan menjadi seperti yang ia pikirkan. Orang tua sekalipun, apabila ia berpikir bahwa ia masih muda dan mampu, ia akan menjadi orang tua yang berjiwa muda. Kegairahan hidup tidak terletak dalam tubuh fisik, tetapi di dalam hati kita. Kita harus mempertahankan semangat dan gairah hidup untuk terus berkarya bagi Tuhan. Mari terus mendekat kepada Tuhan, karena di dalam Dia kita tetap terus menyala-nyala, sekalipun tubuh melemah. Bagaimana kita yang masih muda? SP

SEMANGAT, HIKMAT DAN KEGAIRAHAN HIDUP TIDAK TERDAPAT DALAM TUBUH, MELAINKAN HATI KITA