Tag Archives: hidup

13 Oktober 2014 – Hidup Ramah

Baca : Efesus 4:17-32
“Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu.” (Efesus 4:32).

World Economic Forum mengeluarkan hasil penelitian terbarunya yang bertajuk WEF’s Travel and Tourism Report. Dalam hasilnya tersebutlah daftar negara yang memiliki industri wisata namun sambutan mereka terhadap turis tidak ramah. Dari Huffington Post, Rabu (13/3/2013), inilah 10 negara yang tidak ramah terhadap turis yaitu Venezuela, Bolivia, Rusia, Aljazir, Pakistan, Haiti, Chad, Trinidad, Kuwait, dan Sierra Leone. (www.detikTravel/Mar.2013). Tidak bisa kita pungkiri bahwa keramahan menjadi pintu masuk di dalam menjalin hubungan baik dengan orang lain. Faktanya bahwa orang yang ramah biasanya disenangi banyak orang.
Sebagai pengikut Kristus kita juga dituntut memiliki keramahan. Demikian tertulis, “Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu.” (Efesus 4:32). Salah satu wujud keramahan adalah menghargai orang lain tanpa memandang batas pendidikan ataupun kelas keuangan. Mengapa kita harus memiliki sikap keramahan? Melalui sikap ini, kita bisa menyatakan kasih Kristus dan membuat orang lain melihat Kristus di dalam kehidupan kita.
Keramahan haruslah menjadi bagian tak terpisahkan, baik dalam relasi antar anggota keluarga, di dalam gereja, termasuk dalam bekerja. Tidak ada orang yang menolak keramahan asalkan dilakukan dalam batas yang wajar. Bahkan tidak jarang, kita akan menerima perlakuan yang sama dari orang yang telah kita perlakukan dengan ramah. Oleh karena itu, dengan mengingat nasihat firman Tuhan hari ini, mari berlaku ramah terhadap semua orang hari ini. LBS

MAU MENJADI BERKAT? JADILAH PERAMAH

04 Oktober 2014 – Don’t Worry!

Baca: Matius 6:25-34
“Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari.”(Matius 6:34)

Xiaoxiao adalah seorang balita berumur 2 tahun.yang terpaksa merasakan kerasnya kehidupan. Ia divonis menderita penyakit jantung. Bagi keluarga xia-xiao yang miskin membutuhkan biaya 200 Juta rupiah untuk operasi Xia-xiao mereka tidak mempunyai uang sebanyak itu.
Walau keadaan seakan tidak berpihak pada Xiao-xiao, bocah kecil ini tidak terlihat murung, mengeluh, menyerah, atau pun putus asa. Ia memilih tetap bersyukur dan menerima keadaannya. Mustahil mengumpulkan uang sebanyak itu. Namun kegigihan dan tanpa menyerah sedikit pun menjalani hidup ini. Alkitab berkata; Jangan kuatirakan hidupmu, bila keadaan sekelilingmu tidak sesuai yang kita inginkan, peganglah perkataan Tuhan dan praktekkanlah firman Tuhan. Matius memakai perumpamaan yang mewakili setiap kita untuk belajar agar kita mawas diri bahwa di dunia ini tidak ada sesuatu apa pun yang dapat membuat kita untuk kuatir! Ketika Allah berfirman untuk kita; Janganlah kamu kuatir! Itu artinya Allah sudah mempersiapkan jalan keluar sebelum segala sesuatunya Anda ketahui atau terjadi. Pertolongan Tuhan tidak pernah terlambat dan selalu tepat waktu. Saatnya ubahlah setiap kekuatiran Anda menjadi ucapan syukur.
Sahabat Gandoem Mas, Tuhan kita tidak pernah lalai menepati janji-janji-Nya, sebab Ia Allah yang setia. Masihkah Anda kuatir bagaimana harus bersikap. Ketahuilah TUHAN tidak pernah membiarkan kita menempuh perjalanan jauh tanpa membekali kehidupan kita dengan kekuatan. Jadilah Xiao-xiao yang kuat menjalani hidupnya tanpa kekuatiran dan kata menyerah. So, Don’t Worry Be Happy! YN

KEKUATIRAN TIDAK AKAN MELENYAPKAN KESUSAHAN, TETAPI MELENYAPKAN KEBAHAGIAAN

02 Oktober 2014 – Hidup Yang Kuat

Baca: Matius 7:24-27
“Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu.” (Matius 7:24)

Melakukan kehendak Tuhan adalah seperti membangun rumah di atas pondasi yang kokoh dan teguh, yang tetap bertahan kuat waktu ada badai. Tanpa kekuatan fondasi, keindahan sebuah rumah menjadi tidak berarti. Demikian juga, selama hidup kita akan selalu berhadapan dengan masalah dan persoalan. Masalah dan kesulitan yang kita hadapi bisa menjadi badai yang menerpa rumah hidup kita. Namun, tidak semua yang diterpa badai akan hancur. Hal yang menentukan adalah kekuatan dari bangunan. Demikian juga dengan kita, bila kita mempunyai hidup yang kuat, kesulitan dan persoalan tidak akan dapat menghancurkan hidup kita.
Yesus mengajarkan bahwa kehidupan yang kuat itu bukan oleh karena tubuh fisik yang kuat, kekayaan yang berlimpah dan kedudukan yang tinggi, melainkan dengan menjadi pelaku firman. “Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu.” (Matius 7:24). Mendengar firman Tuhan memang baik, tetapi mendengar saja tidak cukup, harus melakukan apa yang telah didengar dan yang telah dimengerti.
Ironis sekali, pada saat hidup kita tenang dan tidak ada badai kita sering mengabaikan fondasi kehidupan kita. Padahal, ujian dan badai hidup bisa saja datang sewaktu-waktu tanpa kita duga. Setiap manusia pasti akan mengalami badai hidup. Tetapi, bagi orang yang mempunyai fondasi kehidupan yang kuat, tentu tidak akan goyah dan pasti mampu menghadapinya. Sudahkah Anda membangun fondasi kehidupan dengan firman Tuhan? SP

FIRMAN TUHAN ADALAH KEKUATAN BAGI KEHIDUPAN ORANG PERCAYA

06 September 2014 – Hidup Tenang

Baca: I Petrus 2:11-17
“Milikilah cara hidup yang baik di tengah-tengah bangsa yang bukan Yahudi, supaya apabila mereka memfitnah kamu sebagai seorang durjana, mereka dapat melihatnya dari perbuatan-perbuatanmu yang baik dan memuliakan Allah pada hari Ia melawat mereka.” (I Petrus 2:12)

Alexander Pope (penulis dari Inggris, th.1688-1744) pernah berkata “Kaca pembesar yang paling hebat di dunia adalah mata manusia sendiri ketika mereka melihat pribadinya sendiri”. Suatu kenyataan yang sering kali muncul ditengah kehidupan ini yaitu dari kawan menjadi lawan, dan bila disadari semua terjadi, kebanyakkan disebabkan oleh apa yang keluar dari mulut (percakapan) dan dari apa yang dilihatnya. Menghadapi dan menjalani kehidupan dalam dunia ini, kita perlu belajar menjadi bijak dengan ucapan dan berusaha melihat dengan baik, karena kita dipanggil dan dipilih oleh Allah untuk menjadi anak-anak Nya yang mau melakukan perintah-perintah Allah, bukan menjadi “polisi moral” bagi lain orang, bdgk II Tim.2:22-26.
Kita dipanggil dan dipilih Allah untuk menunjukkan cara hidup yang baik, mencerminkan kemuliaan Allah melalui sikap dan perilaku kita, bdgk I Tim.4:12. Oleh karena itu mari pergunakan mulut kita untuk memuliakan Allah dan mempergunakan mata kita untuk memperhatikan apa yang dapat dilakukan bagi kemuliaan Allah, kekuatan kuasa Roh Kudus akan memampukan kita yang rindu untuk mengekspresikan kasih karunia Allah dalam tingkah langkah kehidupan Anda. Jadikan hidup Anda teladan agar oranag lain melihat perbuatan Anda dan memuliakan Bapa di sorga.
Buang dan tinggalkan karakter lama, pakai karakter baru yang Allah berikan. Awasilah kehidupan Anda, sudahkah hidup dan perbuatan Anda mencerminkan kemuliaan Tuhan? AK

HIDUP ANDA ADALAH SEPERTI CERMINAN YANG DAPAT DI SAKSIKAN KEPADA ORANG DISEKITAR ANDA

12 Agustus 2014 – Kebangkitan Dan Hidup

Baca: Yohanes 11:17-44
“Jawab Yesus: “Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati.” (Yohanes 11:25).

Dua orang pemuda yang tidak memiliki pengharapan telah menerima pengajaran, bahwa mereka harus percaya kepada guru mereka yang telah mati dan tubuhnya diawetkan di dalam peti. Namun ketika dua orang pemuda itu mendengar cerita seorang Kristen tentang Yesus Kristus yang telah mati, dikubur dan bangkit pada hari yang ketiga, maka mereka membicarakan hal itu di dalam pondok. Salah seorang dari mereka bertanya: kamu memilih percaya kepada siapa dan mau ikut yang mana? Jawab yang lain: “Kalau aku sekarang memilih percaya kepada Yesus Kristus yang telah mati dan bangkit, serta mau ikut Yesus Kristus yang hidup.”
Orang yang tidak percaya kepada Tuhan Yesus memang tidak memiliki pengharapan untuk bangkit dan menerima hidup yang kekal. Bagi orang yang percaya kepada Tuhan Yesus, kematian adalah pintu gerbang untuk menuju hidup kekal. Tuhan Yesus berkata: “Akulah kebangkitan dan hidup” berarti di dalam Dia ada kebangkitan dan kehidupan. Di dalam I Korintus 15:21-22 dikatakan: “Sebab sama seperti maut datang karena satu orang manusia, demikian juga kebangkitan orang mati datang karena satu orang manusia. Karena sama seperti semua orang mati dalam persekutuan dengan Adam, demikian pula semua orang akan dihidupkan kembali dalam persekutuan dengan Kristus.” Dengan bangkitnya Lazarus dari kematian membuktikan bahwa Tuhan Yesus sanggup membangkitkan orang percaya dari kematian dan sanggup memberi hidup kekal kepada orang percaya.
Sahabat Gandoem Mas, apakah Anda sungguh-sungguh percaya, bahwa Tuhan Yesus adalah kebangkitan dan hidup? DS

KEBANGKITAN YESUS KRISTUS MEMBAWA KITA MENUJU HIDUP YANG PENUH PENGHARAPAN

21 Juli 2014 – Akulah Terang Dunia

Baca : Yohanes 8:12-20
“Maka Yesus berkata pula kepada orang banyak, kata-Nya: “Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup.” (Yohanes 8:12).

Listrik memang sudah masuk desa, sehingga rumah-rumah di desa terang dan juga jalan-jalannya. Tetapi hati dan pikiran manusia baik yang di desa maupun yang di kota masih banyak yang gelap. Pikiran manusia banyak yang tidak bisa membedakan antara yang baik dan yang buruk, yang benar dan yang salah. Hati manusia banyak yang tidak tenang dan tidak damai. Terang dunia adalah cahaya yang jernih yang berguna dan yang dibutuhkan umat manusia pada zaman dulu sebelum listrik masuk desa dan juga sekarang sesudah listrik masuk desa.
Tuhan Yesus mengatakan: “Akulah terang dunia” dengan maksud untuk mengingatkan manusia bahwa Pribadi Tuhan Yesus sangat dibutuhkan oleh manusia.
Kalau tidak ada lampu-lampu yang menerangi, jemaat yang datang untuk mengadakan perayaan akan resah dan gelisah. Kalau tidak ada tiang api yang menerangi, maka bangsa Israel yang berjalan di padang gurun akan galau dan kacau. Bangsa Israel membutuhkan terang. Kita membutuhkan terang dan semua orang membutuhkan terang. Tidak ada terang berarti tidak ada hidup, ada terang berarti adah idup. Tuhan Yesus terang dunia berarti Tuhan Yesus sumber kehidupan bagi umat manusia di seluruh dunia, yang berkuasa memberi pengampunan, keselamatan, ketenangan, kemenangan dan hidup yang kekal.
Sahabat Gandoem Mas, apakah Anda membutuhkan Tuhan Yesus? Apakah Anda sudah berharap kepada Tuhan Yesus yang adalah terang dunia ini? DS

HANYA TUHAN YESUS YANG SANGGUP MENERANGI HIDUP KITA SAMPAI SELAMA-LAMANYA

09 Juli 2014 – Akulah Roti Hidup

Baca: Yohanes 6:35-51
“Kata Yesus kepada mereka: “Akulah roti hidup; barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi.” (Yohanes 6:35).

Boy sedang menunggu ibunya yang pergi ke pasar. Saat ibunya pulang, Boy langsung menanyakan: ibu beli oleh-oleh apa? Ini ibu beli buah anggur kesukaanmu, jawabnya. Setelah menerima buah anggur, Boy langsung lari menjauh dari ibunya, sebab yang penting bagi Boy pemberian ibu bukan pribadi ibu.
Tuhan Yesus berkata “Akulah roti hidup” dilatarbelakangi oleh peristiwa pemberian makan kepada 5000 orang pada hari sebelumnya. Orang banyak mencari dan mengikuti Tuhan Yesus hanya karena mujizat yang dilakukan-Nya. Tuhan Yesus sudah memenuhi kebutuhan jasmani mereka dengan menyembuhkan mereka yang sakit (Yohanes 6:2) dan memberi makan kepada mereka (Yohanes 6:11). Itulah sebabnya mereka bermaksud menjadikan Dia sebagai raja yang dapat memenuhi kebutuhan mereka secara jasmani. Tuhan Yesus melihat permasalahan yang serius dalam hidup manusia, yang hanya mencari dan mengejar berkat jasmani saja. Tuhan Yesus mengalihkan perhatian mereka dan mengajak untuk memperhatikan yang lebih penting yaitu berkat rohani. Tuhan Yesus sebagai Roti Hidup adalah makanan rohani, yang apabila kita “memakannya” berarti percaya dan menerima-Nya, maka kita akan memperoleh berkat anugrah pengampunan dosa, kepuasan, kedamaian, keselamatan sejati dan hidup kekal.
Pembaca setia Gandoem Mas, tanyakanlah pada diri kita masing-masing, ke manakah arah perhatian kita? Perhatian kita kepada Roti Hidup atau kepada berkat jasmani? Kita mencari Pribadi Tuhan Yesus atau mencari pemberian-Nya? DS

SETIAP ORANG YANG “MAKAN” ROTI HIDUP, IA TIDAK AKAN LAPAR LAGI

10 Juni 2014 – Cinta Buta

Baca: 2 Korintus 6:14-18
“Air yang banyak tak dapat memadamkan cinta, sungai-sungai tak dapat menghanyutkannya. Sekalipun orang memberi segala harta benda rumahnya untuk cinta, namun ia pasti akan dihina.” (Kidung Agung 8:7).

Kita akan belajar dari kehidupan seorang ibu dengan cara mundur ke belakang. Ibu Yuli (nama samaran) adalah seorang anak Tuhan. Baru saja dia memutuskan untuk mengakhiri hubungannya dengan “suami” keduanya, karena sadar bahwa hubungan itu tidak sesuai dengan firman Tuhan. Ini bukan hal mudah karena berimbas pada putusnya tunjangan rutin yang biasa dia terima. Sebelum dengan suami yang kedua ini, dia telah bercerai dengan suaminya yang pertama sekitar 10 tahun yang lalu, karena tidak kuat dengan tingkah laku suaminya itu. Mabuk, judi, selingkuh, memukul dan beberapa kebiasaan buruk yang lain, menjadi alasan untuk cerai.
Ketika ibu ini masih berpacaran dengan seorang pemuda yang kemudian menjadi suaminya itu, seluruh keluarga menentang dan tidak menyetujui hubungan mereka. Namun Yuli, sudah terlanjur jatuh cinta. Mereka semua tahu bahwa pemuda kekasih Yuli itu, adalah seorang pemuda yang memang Kristen, namun hidupnya tanpa pertobatan bahkan jauh dari kebenaran dan kekudusan. Namun Yuli yakin, bahwa dia pasti bahagia bersama pemuda pujaannya itu, karena dia sangat cinta. Pokoknya, apapun yang terjadi, Yuli tidak mau kehilangan pemuda itu. Akhirnya keluarga besarnya pun pasrah dengan kekerasan hati Yuli.
Dan hari ini, Ibu Yuli menyadari sebuah kebenaran yang harus menjadi pelajaran buat kita semua, yaitu bahwa ketika kita jatuh cinta, kita harus tetap memperhatikan apakah itu sesuai dengan firman Tuhan atau tidak. Kalau kita tidak peduli, maka itulah cinta buta. Dan ingat bahwa ketika perjalanan cinta dimulai tanpa kehendak Tuhan, tidak ada jaminan sama sekali hidup kita akan bahagia.SW

PILIHLAH PADA HARI INI, YESUS ATAU … ?

28 Mei 2014 – Hidup Yang Bermakna

Baca: Galatia 6:2-10
“Karena itu, selama masih ada kesempatan bagi kita, marilah kita berbuat baik kepada semua orang, tetapi terutama kepada kawan-kawan kita seiman.” (Galatia 6:10)

Bob Bufford adalah seorang pengusaha yang berhasil, namun setelah kematiaan anaknya, ia bertanya-tanya untuk apa sebenarnya kita hidup di dunia ini? Adakah sesuatu yang lebih bermakna daripada memiliki harta benda dengan berlimpah? Kemudian Bob Bufford menulis buku yang menjadi Best seller, yaitu “Halftime” mengingatkan agar kita melihat hidup kita apakah sudah menjadi berkat bagi orang lain atau belum? Bob kemudian menulis sebuah buku yang berjudul: From Success To Significance, (Dari sukses ke Bermakna) Bob ingin kelak ketika ia meninggal di batu nisannya bertuliskan motto, “100X” yang artinya ia ingin hidup berbuah bagi Tuhan dan sesama.
Rasul Paulus menuliskan kepada jemaat di Galatia untuk hidup saling membantu, bertolong-tolong dalam menanggung beban. Pergunakanlah kesempatan untuk hidup berbuah bagi Tuhan dan melakukan kebaikan bagi sesama. Jadikan hidup Anda bermakna dan berarti bagi orang lain. Jika Anda menyadari betapa berharganya kesempatan untuk Anda hidup bagi Tuhan dan sesama, maka Anda akan menggunakan waktu Anda dengan sebaik-baiknya. Karena itu jangan isi hidup Anda dengan sesuatu yang tidak berarti, melainkan hasilkanlah hidup yang bermakna bagi orang di sekitar Anda. Terutama bagi orang yang Anda kasihi yakni saudara seiman. Supaya orang di sekitar Anda melihat Kristus dalam diri Anda dan menginspirasi mereka untuk hidup bermakna bagi Tuhan dan orang lain.
Kesempatan tidak pernah datang dua kali, hari ini adalah waktunya. Sudahkah hidup Anda bermakna bagi Tuhan dan sesama? Hasilkanlah buah yang baik bagi sesama. YN

PASTIKAN HIDUP ANDA TELAH BERMAKNA BAGI SESAMA SEBELUM KEMATIAN MENJEMPUT

11 Mei 2014 – Hidup Dengan Integritas

Baca: Kejadian 39:1-23
“Orang yang jujur dipimpin oleh ketulusannya, tetapi pengkhianat dirusak oleh kecurangannya.” (Amsal 11:3)

Komite Olimpiade Internasional (IOC) memperoleh tuntutannya kepada pembalap sepeda Lance Armstrong, yaitu pengembalian medali dan sejumlah gelar juara Tour de France 1999-2005. Armstrong adalah pembalap legendaris yang tujuh kali menjuarai Tour de France, lomba balap sepeda paling elite sejagat. Namun, predikat itu dia dapat sebelum kedoknya terbongkar. Tahun lalu, Pengadilan Federal AS memvonis Armstrong melakukan praktik doping secara sistematis sepanjang karirnya.” (Kompas, 3 Oktober 2013). Kamus Besar Bahasa Indonesia mengartikan integritas sebagai mutu, sifat, atau keadaan yang menunjukkan kesatuan yang utuh sehingga memiliki potensi dan kemampuan yang memancarkan kewibawaan dan kejujuran. Lance Amstrong menghancurkan integritasnya sendiri.
Tokoh Alkitab yang memiliki integritas adalah Yusuf anak Yakub. Ketika harus bekerja di rumah Potifar, Yusuf telah menunjukkan integritas yang tinggi sehingga Alkitab mencatat, “Setelah dilihat oleh tuannya, bahwa Yusuf disertai TUHAN dan bahwa TUHAN membuat berhasil segala sesuatu yang dikerjakannya, maka Yusuf mendapat kasih tuannya, dan ia boleh melayani dia; kepada Yusuf diberikannya kuasa dalam rumahnya dan segala miliknya kepada Yusuf…” (Kejadian 39:3-4).
Kepandaian memang diperlukan di dalam hidup ini. Tetapi kepandaian menjadi tidak berarti jika tidak disertai integritas. Berkatalah dan berlakulah ‘apa adanya’ bukan karena ‘ada apanya.’ Percayalah, integritas melahirkan penghormatan, jika niat kita tulus dan baik, Tuhan pasti akan memberikan jalan keluar yang terbaik atas setiap pergumulan kita. Ikutilah cara-cara yang Tuhan ajarkan bukan dengan cara-cara dunia ajarkan. LBS

INTEGRITAS MELAHIRKAN PENGHORMATAN, TETAPI KETIDAKJUJURAN MELAHIRKAN KETIDAKPERCAYAAN