Tag Archives: iman

15 November 2014 – Api Dalam Tulangku

Baca: Yeremia 20:7-18
“Tetapi apabila aku berpikir: “Aku tidak mau mengingat Dia dan tidak mau mengucapkan firman lagi demi nama-Nya”, maka dalam hatiku ada sesuatu yang seperti api yang menyala-nyala, terkurung dalam tulang-tulangku; aku berlelah-lelah untuk menahannya, tetapi aku tidak sanggup.” (Yeremia 20:9)

Dalam Alkitab dikatakan, bahwa Allah mengutus Yeremia untuk menjadi seorang nabi dan berbicara kepada bangsa-bangsa. Namun Yeremia masih muda dan takut akan panggilan-Nya itu. Yeremia tidak bisa membayangkan bagaimana hal itu akan terjadi. Yeremia merespon, “Allah kalau aku berbicara, orang pasti akan mengolok-olok aku, mentertawakan aku, karena aku lemah, aku muda, aku tidak mampu!”. Kira-kira demikian prasangka kita, kalau seandainya kita menggantikan Yeremia muda! Namun, dalam ayat diatas, Yeremia tidak seperti yang kita pikirkan, dia malah mengatakan, “dalam hatiku ada api yang menyala-nyala dalam tulangku, aku berlelah-lelah untuk menahannya, tetapi aku tidak sanggup.”
Yeremia mengatakan, “Tuhan, aku tidak dapat membayangkan apa yang akan terjadi, semua orang menolak aku, tetapi janji-janji-Mu seperti api, aku tidak dapat menghindar!”
Hidup ini terdiri dari pilihan-pilihan. Kita memilih untuk begini dan begitu, ke sana dan ke sini. Akan tetapi, terkadang dalam hal-hal tertentu kita tidak bisa memilih. Tuhan seakan-akan sudah memilihkan untuk kita, dan kita tidak bisa menolak, harus menjalani pilihan yang sudah Tuhan tentukan itu. Juga sama dengan Yeremia. Ia tidak ingin menjadi nabi, status yang banyak membuatnya menderita lahir dan batin.
Namun, setiap kali ia mencoba menghindar, dalam hatinya selalu muncul sesuatu yang menyala-nyala seperti api, dan ia tidak sanggup menahannya. TL

JANGAN MENGHINDARI TUGAS PANGGILAN TUHAN SEBERAT APA PUN, JALANI DENGAN IMAN

02 November 2014 – Habis Gelap Terbit Terang

Baca: Mazmur 68:1-36
“Bergoncanglah bumi, bahkan langit mencurahkan hujan di hadapan Allah; Sinai bergoyang di hadapan Allah, Allah Israel”. (Mazmur 68:9)

Mazmur kemenangan ini merayakan bagaimana Tuhan meniup musuh pergi seperti asap dan mencairkan mereka seperti lilin (2). Kemenangan-kemenangan besar sama sekali tidak aneh bagi Israel sebab Tuhan telah berada bersama mereka sejak semula. Dia telah membebas- kan mereka dari Mesir dan membawa mereka melalui hutan belantara untuk memasuki Tanah Perjanjian. Dia memberi mereka gunung Sion dan tinggal bersama mereka disana. Sungguh suatu sejarah yang penuh kemenangan! Kapan terakhir Anda meninjau kembali semua yang telah Tuhan lakukan bagi Anda?
Setiap orang melewati hari-hari yang gelap ketika kita tidak melihat perubahan yang diharapkan! Kita mempunyai mimpi-besar, kita sudah berdiri diatas janji-janji Tuhan, namun kenapa situasi tetap tidak berobah. Kita mulai berpikir mungkin ini kehendak Tuhan untuk ‘menderita’. Tidak! Setiap kegagalan, kekurangan, kegersangan, kesakitan, kekosongan dll bukanlah dalam rencana kelimpahan yang Tuhan janjikan. “Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan” (Yohanes 10:10b). Jikalau kita tetap tinggal dalam iman kepada-Nya, Tuhan akan mencurahkan hujan-kesembuhan, keberhasilan, kepenuhan, kecukupan dalam hidup Anda.
Setiap kegersangan hanyalah sementara waktu, tidak akan bertahan lama! Ketahuilah kelimpahan adalah destiny Anda bukan kekurangan! Bersyukurlah kepada Tuhan. TL

TERIMA KASIH TUHAN, AKU AKAN MELIHAT KELIMPAHAN-HIDUP KARENA KEBAIKAN TUHAN

20 Oktober 2014 – Biarkan Kakimu Tenggelam

Baca: Keluaran 14:15-31
“Demikianlah orang Israel berjalan dari tengah-tengah laut di tempat kering; sedang di kiri dan di kanan mereka air itu sebagai tembok bagi mereka.” (Keluaran 14:22)

Ketika Josua dan bangsa Israel akan menyeberang sungai Yordan, Allah berkata bahwa Dia akan ‘membelah’ sungai itu, namun bangsa itu harus taat. Mereka tidak boleh menunggu Allah membelah air sungai itu baru mereka melangkah! Tidak! Air sungai masih tetap mengalir seperti biasa. Tidak ada perubahan, semuanya seperti biasa, tidak ada yang aneh! Tetapi mereka harus maju melangkah menuju ke sungai itu, dan mereka melakukan hal itu. Mereka melakukan langkah-langkah iman.
Saya membayangkan ketika kaki mereka sudah masuk kesungai, air sudah naik sampai mata kaki mereka, mereka terus melangkah, mereka tidak berbalik ketakutan karena tidak ada perubahan pada sungai itu! Mereka tetap melangkah dengan iman. Mereka tidak bertanya-tanya “apa yang sedang kita hadapi ini?” “Akankah kita tenggelam bersama-sama disungai ini?” Air sungai bertambah dalam sampai ke lutut mereka, namun mereka terus maju melangkah! Pikiran mereka sudah mulai mengganggu, “Lebih baik kita balik lagi, kita sudah salah kaprah ini!” air sudah sampai ke pinggang mereka, mereka tetap saja melangkah dengan tenang! Itulah ‘ketaatan-total’ Pada saat itu juga, secara supranatural air laut terbelah. Mereka berjalan dalam kekeringan menuju “Tanah Perjanjian” Hal yang sama, ketika Anda sedang berjalan menuju “Tanah Perjanjian” Anda membutuhkan ‘ketaatan-total’.
Anda tidak perlu tahu, Anda tidak perlu mengerti tuntunan Allah. Allah selalu tidak masuk akal. Iman tidak bersarang dalam otak kita, iman ada dalam hati kita! Anda harus ‘mematikan otak’ dan mendengar apa kata Tuhan! Maju melangkah iman. TL

JANGAN TAKUT KAKI ANDA TENGGELAM, MAJU TERUS MENGGAPAI BERKAT DAN KEMENANGAN KRISTUS

06 Oktober 2014 – Sudah Selesai

Baca: Filipi 1:3-11
“Akan hal ini aku yakin sepenuhnya, yaitu Ia, yang memulai pekerjaan yang baik di antara kamu, akan meneruskannya sampai pada akhirnya pada hari Kristus Yesus”. (Filipi 1:6)

Allah yang telah memulai pekerjaan yang baik diantara kita akan terus melanjutkan sepanjang hidup kita dan berakhir ketika kita bertemu dengan Tuhan muka dengan muka. Pekerjaan Allah UNTUK KITA dimulai ketika Kristus mati disalib untuk mengampuni dosa kita. Pekerjaan Allah DIDALAM KITA dimulai ketika Roh Kudus masuk dalam hati kita, memampukan kita untuk menjadi seperti Kristus setiap hari. Kadangkala kita merasa rohani kita tidak bertumbuh selama ini. Ketika kita menghadapi masalah, ingat bahwa Tuhan akan menyelesaikan sampai selesai!
Menarik, kata-kata terakhir Yesus diatas kayu salib, “Sudah selesai”, sepertinya semuanya berakhir sudah!? Kita percaya bahwa ucapan Yesus tersebut bukan karena putus asa, bukan karena realita hidupNya sebagai Anak Manusia, tetapi ucapan-Nya adalah pernyataan iman. Tuhan berkata kepada Bapa-Nya, “Aku telah menyelesaikan tugas-Ku. Aku telah menggenapi destiny-Ku. Sekarang Aku percaya bahwa Bapa akan menyelesaikan apa yang Bapa telah mulai!” Sekalipun seolah-olah kisah-Nya berakhir, namun sebetulnya adalah suatu ‘awal’.
Ketahuilah, ketika hidup Anda sedang ‘bermasalah, gelap, tidak ada jalan keluar, katakana dengan kata-kata iman seperti Yesus katakan, “Sudah selesai!” Artinya, “Tuhan, sekarang giliran Tuhan untuk memulihkan kesehatanku, …memulihkan keluargaku, …memberikan jalan keluar dari masalahku…
Jangan mengeluh, jangan komplein. Ucapkan kata iman, kata kemenangan atas situasi dan kondisi Anda.
Percayalah, Tuhan setia..Dia akan meneruskan pekerjaan yang baik sampai pada tujuan-Nya. Amin. TL

DIA BERJANJI UNTUK MENYELESAIKAN PEKERJAAN YANG TELAH DIMULAI. LET HIM DO IT!

20 September 2014 – Crumbs Of Grace

Baca: Markus 7:24-30
“Tetapi perempuan itu menjawab: “Benar, Tuhan. Tetapi anjing yang di bawah meja juga makan remah-remah yang dijatuhkan anak-anak.” (Markus 7:28)

Walter W. Wessel dalam tafsirannya menuliskan “. . . the ‘good news’ is for them (Gentiles) as it was for the Syrophoenician woman.”  Jelas dalam kalimat tersebut Wessel mengungkapkan gagasan bahwa kabar baik adalah untuk orang kafir sama seperti untuk perempuan Siro-Fenisia.
Siro-Fenisia adalah daerah yang terletak di antara Tirus dan Sidon di Roma, provinsi Siria.  Perempuan ini adalah seorang Yunani, yang dapat juga dikatakan seorang Kanaan, karena pada masa itu Kanaan termasuk dalam daerah Tirus dan Sidon. Dari kisah ini, Markus memperkenalkan para kaum marginal yang meminta Yesus melakukan sesuatu untuk mereka. Markus sedang memaparkan mengenai keselamatan bagi orang kafir atau tidak mengenal Allah. Perempuan ini datang kepada Yesus supaya mengusir setan dari anaknya. Jawaban rendah hati dari perempuan Siro-Fenisia tentang remah-remah roti yang dapat dia miliki memperlihatkan mengenai secuplik kecil remah-remah kasih karunia pun adalah cukup baginya. Tanggapan Yesus terhadap iman dari perempuan Siro-Fenisia adalah menyembuhkan anak perempuan tersebut.   Kasih karunia yang diberikan oleh Allah untuk seluruh umat manusia adalah cukup bagi setiap orang yang percaya di dalam iman kepada Yesus Kristus.
Marilah kita sebagai orang-orang yang sudah menerima remah-remah kasih karunia, memberitakan Injil bagi mereka yang belum terlayani. Apakah Anda siap sedia? YN

IMAN DARI REMAH-REMAH KASIH KARUNIA BERKUASA MENDATANGKAN KESEMBUHAN DAN KESELAMATAN

19 September 2014 – Berdamai Dengan Musuh

Baca: Amsal 16:7
“Jikalau TUHAN berkenan kepada jalan seseorang, maka musuh orang itupun didamaikan-Nya dengan dia”. (Amsal 16:7)

Kita cenderung agar orang lain menjadi seperti diri kita, bahkan ditempat lain, kita ingin melakukan apa saja untuk mendapatkan approval mereka. Namun, Allah mengatakan agar kita mengerahkan seluruh energy kita agar berkenan kepada-Nya. Keputusan seperti itu menjadikan kita attractive bagi orang-orang sekitar kita, bahkan musuh kita sekalipun! Apa artinya berkenan kepada Tuhan? Kitab Ibrani mengatakan, bahwa iman berkenan kepada Tuhan. Iman, adalah percaya bahwa Allah adalah Allah yang eksis, Allah yang berFirman, Allah yang memberikan reward kepada siapa yang mencari Dia. Alkitab juga mengatakan bahwa iman tanpa perbuatan adalah nol.
Dengan perkataan lain, iman kita berekspresi melalui perbuatan-perbuatan. Misalkan jika Anda ingin ‘duduk’ dikursi favorit – Anda akan langsung kearah kursi itu dan duduk. Anda tidak akan piker-pikir dulu apakah kursi itu kuat untuk diduduki!? Tidak! Anda mempunyai ‘iman’ bahwa kursi itu kuat karena sudah ratusan kali Anda duduki. Jikalau Anda tidak mempunyai iman bahwa kursi itu kuat, Anda tidak akan duduk pada kursi itu. Iman Anda dinyatakan oleh action Anda. Dengan perkataan lain, ketika kita beriman kepada Tuhan, kita akan selalu mengikuti perintah-perintahNya, kita tidak ragu, kita tidak menanti, kita hanya mau mentaati-Nya. Hari ini, nyatakan bahwa Anda berkenan kepada-Nya ketika Anda mencari Dia dengan iman.
Anda berkenan kepada-Nya ketika Anda membaca dan merenungkan Firman-Nya. Anda berkenan kepada-Nya ketika Anda taat dan mengikuti perintah-perintahNya.
Ketika Anda berkenan kepada-Nya, maka Dia membuat musuh musuh Anda sekalipun berdamai dengan Anda. TL

JIKA TIDAK DIARAHKAN KEPADA TUJUAN TUHAN, HATI ANDA AKAN MENYESATKAN ANDA SENDIRI

08 September 2014 – Lihatlah Sekali Lagi!

Baca: 1Raja 18:1-45

“Kemudian berkatalah Elia kepada Ahab: “Pergilah, makanlah dan minumlah, sebab bunyi derau hujan sudah kedengaran.” (1Raj 18:41)
Dalam 1Raja pasal 18 Samaria mengalami kelaparan yang amat sangat. Tiga setengah tahun tidak turun hujan. Dalam tahun ketiga, datanglah firman Tuhan kepada Elia,”Pergilah, …kepada Ahab, sebab Aku hendak memberi hujan ke atas muka bumi.” (1) Berkatalah nabi Elia kepada raja Ahab, “Pergilah, makanlah dan minumlah, sebab bunyi derau hujan sudah kedengaran” (41).
Nabi Elia mengatakan hal itu bukan karena nabi melihat tanda-tanda bahwa hujan akan turun! Ia mengatakan bukan berdasarkan pandangan natural, namun berdasarkan ‘perintah Tuhan’. Dengan matanya nabi melihat kekeringan, kelaparan, kegersangan, namun Elia taat akan perintah Tuhan, ‘hujan akan turun’ Saudara, itulah iman (Ibr 11:1)
Sekalipun Elia sendiri tidak melihat akan turun hujan, namun Elia mengatakan hujan akan turun! Bahkan kepercayaan ini diekspresikan kepada bujangnya, “Naiklah ke atas, lihatlah ke arah laut.” Ternyata bujangnya tidak melihat apa-apa. Elia tidak goncang akan imannya, sebab
kata Elia: “Pergilah sekali lagi.” Demikianlah sampai tujuh kali.
Pada kali ketujuh, bujangnya berkata, “Wah, awan kecil sebesar telapak tangan timbul dari laut.” (44). Lalu kata Elia: “Pasang keretamu dan turunlah, jangan sampai engkau terhalang oleh hujan.”(44)
Maka dalam sekejap mata langit menjadi kelam oleh awan badai, lalu turunlah hujan yang lebat (45).
Saudara-saudara, seperti Elia mungkin Anda percaya sesuatu terjadi, namun Anda belum melihat tanda-tanda akan terjadi hal itu. Jangan putus asa! ‘Lihatlah sekali lagi!’ Jika Allah sudah menjanjikan, Dia akan melakukan-Nya, apapun yang Anda lihat. Tetaplah percaya. Nantikan Dia!. TL

IMAN MELIHAT APA YANG TIDAK KELIHATAN

05 September 2014 – Bertumbuh Lewat Kesulitan

Baca: 1 Petrus 1:3-12
“Maksud semuanya itu ialah untuk membuktikan kemurnian imanmu yang jauh lebih tinggi nilainya dari pada emas yang fana, yang diuji kemurniannya dengan api sehingga kamu memperoleh puji-pujian dan kemuliaan dan kehormatan pada hari Yesus Kristus menyatakan diri-Nya.” (1 Petrus 1:7)

Surat Petrus yang pertama ditujukan kepada umat kristiani yang tersebar di Pontus, Galatia, Kapadokia, Asia Kecil, dan Bitinia (ayat 1). Mereka tengah mengalami tekanan dan penganiayaan hebat akibat iman mereka. Namun, Petrus mengingatkan mereka untuk tetap gembira walau harus menanggung semua kesulitan itu (ayat 6). Nasihat ini juga berlaku bagi kita yang mengalami tekanan hidup. Tetaplah bergembira. Pandanglah pencobaan sebagai sarana untuk “membuktikan”kemurnian iman kita.

Satu hal penting kita ketahui, bahwa Allah tidak akan membebaskan kita orang percaya dari kesulitan dan masalah. Allah tidak meluputkan kita dari tantangan-tantangan. Jikalau sekiranya Dia lakukan hal itu maka kita tidak akan bertumbuh. Alkitab mengatakan bahwa ‘iman diuji oleh api’. Ketika Anda sedang dalam hari yang sulit, itulah saatnya iman Anda bersinar. Setiap orang percaya bisa saja kehilangan semangat, menjadi negatip, marah, bahkan komplein kepada Tuhan. Namun jikalau Anda ingin mengatasi ujian yang sedang dihadapi, jikalau Anda menghendaki Allah membawa Anda ketingkat yang lebih tinggi, Anda tidak bisa mengabaikan tantangan yang dihadapi. Anda harus menang dan menjadi pahlawan iman. Katakan seperti rasul Paulus, “Segala perkara dapat kutanggung didalam Dia yang member kekuatan kepdaku” (Filipi 4:13). TL

IMAN SEPERTI CINTA, TERUJI PADA SAAT YANG SULIT

04 September 2014 – Memberi Nama Anak

Baca: Kejadian 5 : 18-24
“Setelah Yared hidup seratus enam puluh dua tahun, ia memperanakkan Henokh.” (Kejadian 5:18)

Para orang tua yang sedang menanti kelahiran anaknya, mempersiapkan nama yang akan diberikan kepada anak tersebut. Waktu mempersiapkan nama itu, mereka juga mencari tahu artinya. Karena setiap orang tua pasti mengharapkan anaknya akan menjadi seperti namanya. Arti nama itulah yang menjadi harapan, kerinduan atau iman mereka bagi anak tersebut. Hal ini juga sudah terjadi pada zaman bapa-bapa leluhur kita.
Yared, generasi keenam dari Adam, ketika anaknya lahir, maka ia pun memberikan nama yang sesuai dengan iman dan harapannya bagi anaknya itu. Yared menamakan anak laki-lakinya “Henokh” dari kata Ibrani hanok yang berarti dedikasi atau orang yang dipersembahkan. Nama itu diberikan Yared karena keinginannya mempersembahkan anaknya ini kepada Tuhan sebagai buah kehidupannya yang saleh di tengah zaman yang penuh dengan kebusukan dosa.
Sungguh luar biasa, karena iman Yared bagi Henokh tergenapi. Ayat 24 menyatakan “Dan Henokh hidup bergaul dengan Allah, lalu ia tidak ada lagi, sebab ia telah diangkat oleh Allah.” Dengan demikian kita pun dapat melihat bahwa Henokh mampu mengatasi maut karena diangkat Allah ke sorga dalam keadaan hidup. Itulah iman Yared ayahnya ketika memberi nama dan mendedikasikannya kepada Tuhan.
Sampai hari ini, belum ada seorangpun manusia di bumi yang dapat menghindari maut. Tetapi Henokh yang hidup bergaul dengan Allah, membuktikan bahwa kuasa Allah mampu melakukannya. Sudahkah hidup Anda berpadanan dengan arti nama Anda? Apakah Anda memberi nama orang yang Anda kasihi dengan sembarang saja? Renungkanlah! EJG

NAMA ADALAH DOA, HARAPAN DAN IMAN ORANG YANG MEMBERINYA

28 Agustus 2014 – Dua Sisi Kehidupan

Baca: II Timotius 3:16
“Kuduskanlah mereka dalam kebenaran; firman-Mu adalah kebenaran.”
(Yohanes 17:17)

Ada dua Sisi kehidupan yang perlu Anda ketahui. Yang pertama adalah iman dan ketaatan. Di satu sisi, keselamatan, pengampunan, penyucian dan pemulihan, kita terima dengan iman, atas dasar anugrah, atau belas kasihan Allah (Bapa), yang dikaruniakan Yesus Kristus sebagai Juruselamat penebus dosa (Yohanes 3:16 ; Efesus. 2:8,9). Di sisi yang lain, sebagai bukti dari rasa syukur kita dan sebagai wujud dari rasa takut dan hormat kita kepada Allah, kita wajib mentaati seluruh kebenaran Firman Allah yang tertulis dalam Alkitab. Alkitab berkata, “… kejarlah kekudusan, sebab tanpa kekudusan, tidak seorang pun akan melihat Tuhan.” (Ibrani 12:14b).
Dua Sisi Kehidupan yang kedua adalah berpegang kepada Firman Allah yang tertulis (Yohanes 17:17 dan 2 Timotius 3:16),di satu sisi belajar peka terhadap suara/petunjuk dari Roh Kudus (1 Korintus 2:10,11) di sisi lain. Petunjuk khusus dari Roh Kudus seringkali dibutuhkan, karena tidak semua hal ada tertulis (petunjuknya) dalam Alkitab. Petunjuk Roh Kudus bisa lewat firman Tuhan, mimpi, visi/penglihatan, nubuat, dan lain-lain. Ada yang hanya utamakan firman Allah (Alkitab), tapi tidak peka terhadap Roh Kudus. Begitu pula sebaliknya. Tidak lengkap. Dan dua sisi kehidupan yang ketiga adalah antara karunia dan buah dari Roh Kudus. Di satu sisi, kita harus benar-benar mendambakan dan menghargai pentingnya karunia-karunia Roh Kudus. Namun di sisi yang lain, kita harus melahirkan buah-buah Roh dalam kehidupan kita.
Milikilah tiga pasang dari dua sisi kehidupan ini, karena akan membuat hidup Anda seimbang dan mantap. Lakukanlah!GS

KESEIMBANGAN BIKIN HIDUP STABIL DAN MANTAP, SERTA TIDAK MENJADI EKSTRIM