Tag Archives: karakter

27 Februari 2013 – Turut Berperan

Baca: 1 Samuel 9:1-27
“Kemudian berkatalah Saul kepada bujangnya itu: “Pikiranmu itu baik. Mari kita pergi.” Maka pergilah mereka ke kota, ke tempat abdi Allah itu.” (1 Samuel 9:10)

Sir Edmun Hillary, pendaki dari Selandia Baru yang akhirnya mencapai puncak Everest, di ketinggian 8.824 meter (titik tertinggi di bumi) pada 29 Mei 1953. Di balik kisah suksesnya, ada seorang yang bernama Tenzing Norgay yang bekerja sebagai pemandu. Setelah mereka kembali dari puncak Mount Everest, semua reporter berebut mewawancarai Sir Edmund H, kecuali satu reporter yang mewawancarai Tenzing Norgay. Reporter, “Sebagai pemandu, tentunya posisi Anda berada di depan dia, bukankah seharusnya Anda yang menjadi orang pertama yang menjejakkan kaki di puncak Mount Everest? Tenzing Norgay: “Ya, benar sekali, pada saat tinggal satu langkah mencapai puncak, saya persilahkan Sir Edmund untuk menjejakkan kakinya dan menjadi orang pertama di dunia yang berhasil menaklukkan puncak Mount Everest, karena itu impian Edmund Hillary, impian saya hanya berhasil membantu dan mengantarkan dia meraih impiannya.

Seperti halnya dengan Tenzing Norgay yang berperan besar dalam keberhasilan Edmund Hilarry, demikian juga dengan raja Saul. Melalui perikop ini, kita mengetahui bahwa bujang Saul mempunyai peran yang besar dalam mengantar Saul mendapatkan pengurapan nabi Samuel. Ketika Saul sudah putus asa, bujangnya mendorongnya untuk tidak berhenti mencari keledainya yang hilang. Bahkan uangnya pun dipakai untuk datang kepada pelihat.
Tentu dalam keberhasilan kita, pasti ada orang yang Tuhan pakai untuk menolong kita hingga sampai saat ini. Oleh sebab itu, mari kita semua juga mau berperan dalam keberhasilan orang lain. Bukankkah apa yang diperbuat Tenzing dan bujang Saul suatu perbuatan yang mulia? Ikutilah teladan mereka. SP

MENJADI SEBAB BAIK KEBERHASILAN ORANG LAIN ADALAH KARAKTER KRISTUS

17 Februari 2013 – Mata Rantai Ilahi

Baca: 1 Korintus 3 : 6 – 9
“Aku menanam, Apolos menyiram, tetapi Allah yang memberi pertumbuhan.”(1 Korintus 3:6).

Penjaga taman itu melompat, terjun ke kolam untuk menyelamatkan seorang anak remaja yang hampir tenggelam. Orang tua anak remaja itu (bangsawan Inggris) kemudian menyekolahkan anak dari si penjaga taman, sebagai balas jasa. Ternyata anak itu selain cerdas, dia juga rajin dan tekun. Dialah (dokter) Alexander Flemming, yang pada tahun 1929 berhasil menemukan obat antibiotik yang disebut Penicilin. Namun sebelum obat yang ditemukan tersebut berfungsi penuh, ia sudah putus asa. Kemudian dr. Ernst Chain mengambil alih dan melanjutkannya. Setelah itu, dr. Howard Florey ikut terjun menangani. Lalu dr. Norman Heatley menjadi tokoh yang mengakhiri perjalanan panjang dari penemuan Penicilin, hingga bisa berfungsi menyelamatkan ribuan orang, termasuk para prajurit sekutu dalam Perang Dunia II.

Akhirnya muncul ungkapan: “Tanpa Flemming, tidak ada Chain, tanpa Chain, tidak ada Florey, tanpa Florey tidak ada Heatley dan tanpa Heatley, tidak ada Penisilin.” Sementara itu, anak bangsawan yang diselamatkan si Penjaga Taman itu pada tahun 1940 terpilih menjadi Perdana Menteri Inggris, dialah Winston Churchill. Di tahun 1943, Churchill berada di Teheran, Iran, bersama presiden AS, Roosevelt dan Stalin dari Uni Soviet.

Mereka merundingkan, bagaimana bisa mengatasi agresi Nazi Jerman. Di sana, Churchill terinfeksi berat, tapi terhindar dari kematian, setelah Flemming suntikkan Penicilin. Winston Churchill dipakai Allah untuk selamatkan dunia, bersama AS, Perancis dan Uni Soviet, dengan menaklukkan Hitler! Pembaca yang budiman, bisakah anda menangkap Mata Rantai Ilahi itu? Bagaimana dengan Anda? GS

SETIALAH MULAI DARI PERKARA KECIL DAN KASIHILAH SESAMA TANPA PANDANG BULU.

25 Januari 2013 – Optimisme

Baca: Roma 8:18-30
“Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah. (Roma 8:28)

Dalam keadaan depresi seorang pendeta yunior lari menghadap ke pendeta senior dengan maksud untuk mengajukan permohonan pinjam uang untuk kehidupan pribadinya. Pendeta senior bertanya, “Siapa yang kamu layani?” Pendeta Yunior menjawab, “Tuhan Yesus, tentunya, pak!” Tanpa bicara panjang lebar, Pendeta senior langsung mengajak Pendeta yunior, “Mari saya antarkan kamu keterminal, pulang saja, dan berharap saja sama Tuhan Yesus yang hidup!” Sebagai orang Kristen kita seharusnya menjadi orang yang tangguh, tegar, tidak mudah menyerah menghadapi kehidupan ini! Apapun masalahnya!

Sikap pesimis adalah sikap yang melahirkan ketakutan dan tanpa harapan saat keadaan sukar. Iman orang Kristen menjadi tumpul, dan sikapnya menjadi lebih mengasihi diri sendiri dari pada mengandalkan janji Tuhan yang luar biasa. Optimisme seharusnya menjadi ciri utama orang Kristen. Dalam Roma 8:28, kita diingatkan ketika kita mengasihi Tuhan dan mencari maksud-Nya, Ia menjadikan segala sesuatu turut bekerja untuk mendatangkan kebaikan.

Dalam masa sukar, sulit untuk memahami bagaimana sesuatu disebut baik, tetapi Tuhan dalam hikmat-Nya yang abadi tahu apa yang baik bagi kita. Melalui masa masa sukar, Tuhan sedang mendewasakan iman kita, dengan maksud mempersiapkan kita untuk tantangan-tantangan berikutnya yang lebih besar atau sedang memakai kita sebagai suatu teladan untuk memimpin orang lain. Dengan pengertian ini, kita mempunyai alasan untuk tetap optimis setiap saat dalam hidup kita. TL

KARAKTER LEBIH BERHARGA DARI PADA EMAS, KARENA ITU TUHAN MEMBENTUK KARAKTER

15 Januari 2013 – Menghidupi Orang Lain

Baca: 1 Timotius 4:1-16
“Jangan seorangpun menganggap engkau rendah  karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu.” (1 Timotius 4:12)

Di suatu padang rumput luas Afrika, ada sebuah kerajaan hewan yang menyelenggarakan pelatihan untuk bertahan hidup. Sejumlah binatang terlihat membawa anak-anaknya untuk mengikuti pelatihan ini. Setiap hari, saat matahari terbit, mereka sudah mulai berlarian dan berlatih di padang rumput yang luas tersebut. Ibu singa mendidik anaknya, “Nak, kamu harus bisa lari lebih cepat lagi. Jika lari melampaui kijang yang larinya paling lambat pun tak bisa, kamu akan mati kelaparan.”  Semetara itu, di lapangan yang lain, ibu kijang juga sedang mendidik anaknya, “Nak, kamu harus bisa lari lebih cepat lagi! Jika kamu tidak bisa lari melampaui singa yang larinya paling cepat, kamu pasti akan mati dimakan oleh dia.”

Seperti halnya dengan ibu Singa dan ibu Kijang mengajar anaknya, agar mereka berlari dengan kencang supaya mereka tidak mati kelaparan atau mati dimakan. Demikian juga nasehat Paulus bapak rohani Timotius, agar jangan ada orang yang menggangap dia rendah karena dia muda, tetapi Timotius harus menjadi teladan dalam segala hal. Ia harus menunjukkan karakter yang benar, menjadi teladan bagi semua orang yang dipimpinnya, ada buah kebenaran; dalam perkataan, dalam tingkah laku, dalam kasih, dalam kesetian dan kesucianmu. Pastinya Timotius akan menghidupi orang-orang yang dipimpinnya karena teladan hidupnya sendiri menjadi berkat.

Sahabat Gandoem Mas, apakah Anda seorang pemimpin atau bawahan? Apapun posisi Anda saat ini, sudahkan Anda jadi teladan bagi semua orang lain di sekitar Anda? HR
SIKAP TELADAN AKAN MENGHIDUPI ORANG LAIN

GM 4 Okt 2012 – Tak Kenal Mundur

Baca: Yakobus 5:7-11

“Sesungguhnya kami menyebut mereka berbahagia, yaitu mereka yang telah bertekun; kamu telah mendengar tentang ketekunan Ayub dan kamu telah tahu apa yang pada akhirnya disediakan Tuhan baginya, karena Tuhan maha penyayang dan penuh belas kasihan.” (Yakobus 5:11)

Kisah pebasket NBA keturunan Taiwan, Jeremy Lin, yang tiba-tiba jadi bintang pujaan Amerika Serikat dan dunia. Semula ia tak dianggap oleh klub-klub NBA yang dilamarnya. Statusnya sebagai lulusan Harvard University. Meskipun catatan karier basketnya selama jadi mahasiswa meyakinkan, berlaga di NBA perlu karakter yang berbeda. Waktu berlalu, akhirnya New York Knicks bersedia menerimanya. Itu pun karena para pemain bintang klub ini sedang cedera. Pada 4 Februari 2012 Lin menjalani hari pertama berlaga di NBA. Tak ada yang menyangka kalau ia bisa melakukan hal yang luar biasa. Ternyata itu bukan kebetulan. Pada pertandingan berikutnya ia pengumpul poin besar bagi timnya. Bahkan Ia menjadi penentu kemenangan timnya dengan tembakan tiga angka hanya 0,5 detik sebelum waktu pertandingan habis. Sejak saat itu banyak tokoh-tokoh dunia menjadi pengagumnya, termasuk pengusaha muda pendiri Facebook, Mark Zuckerberg. Jeremy Lin punya filosofi yang membuat dia selalu tegar, katanya: “Penderitaan menghasilkan karakter, karakter menghasilkan harapan, dan harapan tak pernah mengecewakan kita”
Jerimy Lin bertekun sampai ia mendapatkan hasil dari ketekunannya. Demikian hal dalam nas renungan pagi ini, kita harus bersabar sampai datang pertolongan Tuhan. Seperti seorang petani tetap sabar dalam menanti hasil ladangnya, demikian juga Ayub bersabar dalam penderitaannya dan Tuhan memulihkan keadaannya empat kali lipat dari yang ia punya sebelumnya
Mungkin Anda saat ini sedang dalam keadaan menanti sebuah jawaban dan kelihatannya tidak ada harapan bersabarlah pastikan Tuhan akan datang menolong Anda. HR
ANDA AKAN DISEBUT ORANG BERBAHAGIA JIKA ANDA TETAP BERTAHAN DAN TIDAK MUNDUR

promiseOfTheDay

Jika Hidup Seperti yang Kita Mau

Jika semua yang kita kehendaki terus kita MILIKI, darimana kita belajar IKHLAS.
Jika semua yang kita impikan segera TERWUJUD, darimana kita belajar SABAR
Jika setiap doa kita terus DIKABULKAN, bagaimana kita dapat belajar BERSYUKUR

Seorang yang DEKAT dengan TUHAN, bukan berarti tidak ada AIR MATA
Seorang yang TAAT dengan TUHAN, bukan berarti tidak ada KEKURANGAN
Seorang yang TEKUN berdoa, bukan berarti tidak ada MASA SULIT

Biarlah Tuhan yang berdaulat sepenuhnya atas hidup kita, karena Tuhan TAHU apa yang tepat dan memberikan yang TERBAIK.
Ketika kerjamu tidak dihargai, maka saat itu kamu sedang belajar tentang KETULUSAN.
Ketika usahamu dinilai tidak penting, maka saat itu kamu sedang belajar KEIKHLASAN.
Ketika hatimu terluka sangat dalam, maka saat itu kamu sedang belajar MEMAAFKAN.
Ketika kamu lelah dan kecewa, maka saat itu kamu sedang belajar tentang KESUNGGUHAN.
Ketika kamu merasa sepi dan sendiri, maka saat itu kamu sedang belajar tentang KETANGGUHAN.
Ketika kamu harus membayar biaya yang seharusnya tidak perlu kau tanggung, maka saat itu kamu sedang belajar tentang KEMURAHATIAN

Karena itu, tetaplah semangat, tetap sabar, tetap tersenyum karena kamu sedang menimba ilmu di UNIVERSITAS KEHIDUPAN. Tuhan menaruhmu di tempatmu yang sekarang, bukan karena KEBETULAN. Ingatlah, orang yang HEBAT tidak dihasilkan melalui kemudahan, kesenangan, dan kenyamanan. MEreka dibentuk melalui KESUKARAN, TANTANGAN, dan AIR MATA.

sunflower

Bagaimanakah Anda Ingin Dikenang?

By Barry Landis (President; The Landis Agency)

Nama baik lebih berharga dari pada kekayaan besar, dikasihi orang lebih baik dari pada perak dan emas. Amsal 22:1

Saya sedang dalam perjalanan menuju Atlanta baru-baru ini saat saya melihat tulisan di bagian belakang sebuah truk besar di depan saya yang bunyinya, “Apakah yang anda inginkan tertulis di batu nisan anda?”