Tag Archives: kasih

01 Maret 2015 – Saatnya Mengampuni

Baca: 1 Yohanes 5:1-5
”…sebab semua yang lahir dari Allah, mengalahkan dunia. Dan inilah kemenangan yang mengalahkan dunia: iman kita.” (1 Yohanes 5:4).

Anda pernah disakiti seseorang dan sulit memaafkannya ? Jangan terlalu lama menyimpan rasa sakit itu sehingga lama kelamaan menimbulkan dendam. Dendam kepada seseorang justru bisa berdampak buruk bagi kesehatan. Sebuah penelitian yang diterbitkan di Jurnal Psychological Science menyimpulkan, menyimpan rasa dendam dan berpikir negatif dapat meningkatkan rasa cemas hingga frustasi. Dan apabila rasa dendam itu disimpan hingga bertahun-tahun beresiko terkena penyakit jantung, tekanan darah tinggi, nyeri lambung, dan sakit kepala. (www.kompas.com/19 September 2014). Tidak menutup kemungkinan jika orang tua, saudara, sahabat, bahkan jemaat di gereja bisa melakukan kesalahan yang bisa menimbulkan sakit hati yang sangat dalam terhadap kita. Tetapi, dalam keadaan seperti itu kita dituntut untuk mempraktekkan kasih kita dengan cara menerima dan mengampuni orang yang bersalah kepada kita. Pusat perhatian kita bukan kepada kepada kesalahannya tetapi kepada pribadinya yang membutuhkan pengampunan.
Tuhan Yesus pun lebih dulu melakukan hal itu kepada kita, Ia telah mengampuni kesalahan-kesalahan kita dan Ia mau menerima kita dengan kasih-Nya. Terkadang rasa sakit hati Tuhan ijinkan terjadi untuk memproses, membentuk, bahkan mendewasakan kita. Ketika kita melepaskan pengampunan, kita akan melihat berkat-berkat rohani di dalamnya. Seperti apa yang dialami oleh Yusuf, ia mengampuni saudara-saudaranya dan melihat hal itu sebagai bagian dari rencana Tuhan. (Kejadian 50) Pengampunan akan membawa kita kepada pemahaman akan rencana-Nya melalui semua hal yang terjadi. LBS

KASIH DAN PENGAMPUNAN KRISTUS AKAN MEMAMPUKAN KITA UNTUK MENGAMPUNI

21 Februari 2015 – Kasih Mengalahkan Ketidaksetiaan

Baca: Hosea 2:1-22
“Aku akan menjadikan engkau isteri-Ku dalam kesetiaan, sehingga engkau akan mengenal TUHAN.” (Hosea 2:19)

Kesetiaan setiap orang tidak didasarkan atau ditentukan oleh keadaan, tetapi oleh hati yang ingin tetap memiliki orang yang di cintai. Kisah yang sangat dramatis tetapi itulah faktanya. Betapa dalamnya perasaan seseorang terhadap pasangannya.
Kisah Hosea tergolong kisah yang paling unik di dalam Alkitab dibandingkan dengan tokoh lainnya. Terutama berbicara masalah Pernikahannya dengan Gomer, perempuan sundal. Tetapi yang istimewa dari kisah tokoh ini ialah kesetiaan Hosea terhadap Gomer, sekalipun istrinya telah mengkhianati dirinya dengan bersundal dengan pria lainnya. Kisah kasih nabi Hosea terjadap istrinya memang tiada bandingannya. Sebuah kisah kasih yang sejati. Kecendrungan Gomer untuk bersundal dengan pria lain di balas dengan Hosea tetap setia kepadanya. Pada akhirnya Gomer mengakui bahwa Hosealah yang sanggup memberikan kebahagiaan melebihi para kekasihnya. Kesetiaan Hosea terbukti ketika Gomer pergi untuk bersundal, ia tidak mencari pengganti Gomer untuk menggantikan istrinya. Justru Allah memerintahkannya kembali untuk pergi mengambil kembali Gomer untuk menjadi istrinya. Dan Allah memerintahkan untuk mencintainya seperti semula. Kasih mengalahkan ketidaksetiaan pasangan Anda!
Sahabat Gandoem Mas, ada banyak kasus perceraian oleh karena pasangan mereka tidak setia atau saling mengkhianati. Mari tunjukkan kesetiaan Anda kepada pasangan Anda. Jangan nodai hubungan indah pernikahan Anda dengan mencintai orang lain. Bagaimana kasih dan kesetiaan Anda terhadap pasangan Anda? YN

JANGANLAH KIRANYA KASIH DAN SETIA MENINGGALKAN ENGKAU

14 Desember 2014 – Pilah Pilih Kasih

Baca: Kejadian 25:19-34
“Ishak sayang kepada Esau, sebab ia suka makan daging buruan, tetapi Ribka kasih kepada Yakub.” (Kejadian 25:28)

Orang berkata, “Bila ada salju yang jatuh, maka tidak ada dua butir salju yang sama.” Kutipan ini merupakan makna kiasan yang berarti tidak ada dua orang yang sama persis, sekalipun mereka terlahir kembar. Tidak bisa di pungkiri, keistimewaan atau keunikan sesorang menjadi alasan bagi orang lain untuk ia di sukai atau di sayangi.
Esau dan Yakub adalah anak kembar. Sayangnya respons kedua orang tua yang ditunjukkan berbeda terhadap anak kembarnya. Alkitab menjelaskan warna kulit Esau merah dan berbulu, sedangkan Yakub biasa saja, sebab tidak disebutkan di sana. Esau suka berburu dan Yakub suka tinggal dirumah. Masa depan yang disampaikan Tuhan mengenai mereka pun berbeda satu dengan yang lain. Memang akan terjadi perpisahan tetapi bukan permusuhan. Yang satu akan menjadi hamba yang lain. Terlihat jelas Ishak dan Ribka pilah pilih Kasih. Mungkin saja Ishak berpikir bahwa Esau lebih berarti dari pada Yakub, bukan hanya karena ia anak sulung tetapi karena selalu memperhatikan apa yang menjadi kesukaan ayahnya, yaitu menikmati daging buruan. Sebaliknya Ribka, pun berpikir Yakub adalah anak yang baik dan selalu menuruti dan menolong ibunya. Apa pun alasannya, Ishak dan Ribka sudah keliru dalam memberikan pendidikan yang baik bagi anak kembar mereka. Mereka tidak adil dalam memberikan kasih sayang kepada anak mereka, bisa dikatakan kalau mereka pilah pilih kasih. Jelas hal ini akan berakibat buruk bagi mereka.
Sebagai orang percaya, di keluarga, di perusahaan, di lingkungan Anda, Tuhan ingin kita bersikap adil, tidak pilah pilih kasih, dan menjauhkan sikap yang bisa menimbulkan permusuhan. Coba selidiki apakah Anda bersikap pilih kasih? Bertobatlah!YN

MENGASIHI ORANG LAIN ADALAH PILIHAN TETAPI BERSIKAP ADIL MENGASIHI ADALAH KEPUTUSAN BIJAK

18 Oktober 2014 – Sentuhan Kasih

Baca: Kolose 3:18-21
“Didiklah orang muda menurut jalan yang patut baginya, maka pada masa tuanyapun ia tidak akan menyimpang dari pada jalan itu.” (Amsal 22:6)

Kasih sayang orang tua di masa kanak-kanak akan mempengaruhi anak seumur hidupnya, baik emosional dan fisik. Sebuah studi menyebutkan, anak-anak yang kurang sentuhan dan kasih sayang orang tua atau mengalami kekerasan akan mempengaruhi kondisi kesehatan mereka hingga dewasa. Sebuah studi terbaru UCLA untuk pertama kalinya meneliti efek kurangnya kasih sayang orang tua terhadap keseluruhan sistem tubuh. Studi yang dipublikasikan secara online di Proceeding National Academy of Science menemukan pengalaman di awal kehidupan berhubungan erat pada kesehatan fisik. Bahkan bisa mempengaruhi risiko penyakit kardiovaskular (penyakit gangguan pada jantung dan pembuluh darah). (www.viva.com/Okt.2013). Tidak dipungkiri banyak anak yang kehilangan kasih sayang dari orang tua karena kesibukan atau hal lainnya sehingga mereka bertingkah laku aneh untuk bisa menarik perhatian orang tua maupun orang lain disekitarnya. Biasanya anak itu dicap sebagai anak nakal padahal sebenarnya tidak.
Orang tua Kristen harus sadar bahwa ia bertanggung-jawab mendidik anaknya (Amsal 22:6). Didikan berwujud hukuman atas ketidaktaatan dan ganjaran untuk perilaku yang baik. Anak perlu diberi pujian yang konsisten dari orang tuanya untuk memperkuat perilakunya yang baik dan sifat-sifat yang diinginkan. Anak perlu diberikan rasa aman agar ia merasa dikasihi, diterima dan dihargai oleh orang-tuanya. Orang tua dapat menunjukkan kasihnya melalui kata-kata pujian, pelukan dan ciuman, dan meluangkan waktu bersama anaknya. Untuk itu marilah kita sebagai orang tua memiliki kepekaan akan kebutuhan emosional anak. LBS

BETAPA RAPUHNYA ANAK TANPA KASIH SAYANG

07 Oktober 2014 – Cinta dan Komitmen

Baca: Amsal 3:1-26
“Janganlah kiranya kasih dan setia meninggalkan engkau! Kalungkanlah itu pada lehermu, tuliskanlah itu pada loh hatimu.” (Amsal 3:3)

Seseorang pernah bercerita, ketika dalam penerbangan dari China ke Hong Kong, ia membaca sebuah berita yang tragis yang dimuat disurat kabar yang sedang dibacanya. Ceritanya tentang seorang wanita yang bunuh diri beberapa jam setelah suaminya bunuh diri. Suaminya bunuh diri karena merasa isterinya tidak mau memaafkan setelah ia ketahuan selingkuh sengan seorang wanita. Si suami mengatakan bahwa ia sungguh-sungguh bertobat, tetapi si isteri tidak mau percaya dan tetap tidak mau memaafkannya sehingga ia bunuh diri. Si isteri merasa bahwa suaminya mati karena dirinya tidak mau menunjukkan maafnya. Ia menyesal dan kemudian bunuh diri. Keduanya dalah guru yang sangat dihormati dan berdedikasi tinggi dalam pekerjaan mereka.
Cinta tidak akan bertahan lama. Ada saat cinta itu tidak kelihatan. Ketika pasangan sedang dalam pemasalahan, saat itulah diperlukan komitmen untuk tetap bersama sampai maut memisahkan. Dan firman Tuhan hari ini sungguh memberi sebuah gambaran bahwa kasih dan setia adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lain (Amsal 3:3). Ketika cinta itu mulai memudar, setialah yang akan mempertahankannya. Begitu juga sebaliknya, ketika jenuh dengan kesetiaan, maka hal yang perlu dibangun adalah cinta. Untuk itu cinta saja tidak cukup, diperlukan sebuah komitmen untuk membangun hubungan.
Mari membangun keluarga kita dengan kasih dan setia, dengan cinta dan komitmen. Mustahil sebuah keluarga akan langgeng jika kedua hal tersebut tidak menjadi bagian di dalamnya. Kiranya Roh Kudus senantiasa mengajarkan kasih dan setia-Nya dalam kehidupan kita. SP

KASIH DAN SETIA, IBARAT DUA SISI MATA UANG YANG TAK TERPISAHKAN

30 Agustus 2014 – Kasih Pasti Mempersatukan

Baca: Yohanes 13:31-35
“Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi.” (Yohanes 13:34)

Di dalam hidup ini, ada hal-hal yang dapat kita lakukan tanpa bantuan orang lain, tetapi ada banyak hal yang juga tidak dapat kita lakukan sendiri. Sadar atau tidak sadar, pada waktunya Anda akan membutuhkan orang lain. Oleh sebab itu, mari memandang orang-orang disekeliling kita, layaknya seseorang yang sangat berperan di dalam hidup kita. Presiden Amerika, Abraham Lincoln pernah mengatakan, jika Anda ingin membuat seseorang bersedia membantu Anda, ia harus diyakinkan bahwa Anda adalah sahabat yang tulus. Sebagai anak Tuhan, tentu kita harus dengan tulus menjalin sebuah hubungan, baik rekan kerja atau pelayanan, persahabatan dan juga keluarga, karena dasar dari hubungan yang baik adalah kasih yang tulus.
Pesan Tuhan Yesus kepada para murid, menjelang akhir kebersamaan-Nya selama pelayanan-Nya di bumi adalah agar para murid senantiasa hidup di dalam kasih, yaitu, mereka harus saling mengasihi satu dengan yang lain. Karena di dalam kasih, ada sebuah kesatuan. Dan di dalam kesatuan yang penuh kasih, maka akan banyak perkara besar yang dapat dilakukan untuk Tuhan. Terlebih tugas para murid yang harus meneruskan pemberitaan Injil yang penuh dengan tantangan, maka mereka memerlukan kasih satu dengan yang lain untuk mengerjakan misi Injil bersama-sama.
Sahabat Gandoem Mas, kadang banyak pekerjaan di dalam kantor, bahkan pelayanan sekalipun dapat terhalang, jika kita tidak bisa saling mengasihi. Oleh sebab itu mintalah kasih Yesus untuk memampukan Anda mengasihi. Kasih akan menciptakan sebuah kesatuan. Jika, kita bersatu, maka pekerjaan di depan kita dapat kita selesaikan dengan mudah. Tuhan selalu merindukan kesatuan. SP

TANPA KASIH YESUS, ANDA TIDAK MUNGKIN DAPAT MENGASIHI SESAMA ANDA

06 Agustus 2014 – Upah Dari Kesombongan

Baca: Kisah Para Rasul 19:13-20
“Kasih itu sabar kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong.” (1 Kor. 13:4).
 
Annie Taylor tercatat menjadi orang pertama yang terjun dari air terjun Niagara. Namun namanya kalah populer dengan Bobby Leach, padahal pria ini baru terjun di tahun 1911 setelah Annie. Saat Bobby Leach terjun bebas dari air terjun Niagara dengan pelindung karet seadanya,  ia hanya terluka ringan di bagian lutut serta rahangnya. Setelah itu, ia menjadi terkenal. Bahkan, ia menjadi lebih terkenal dari Annie Taylor. Di restorannya yang dibangun di Bridge Street, ia selalu sesumbar bahwa apapun yang dilakukan oleh Annie Taylor, ia bisa melakukannya lebih baik. Ironis, beberapa tahun kemudian, Bobby Leach diberitakan meninggal. Penyebabnya, sangat sepele! Dalam turnya di Selandia Baru, ia terpeleset kulit jeruk lalu ia terjatuh kemudian mengalami infeksi. Dan akibatnya, kakinya harus diamputasi dan diapun meninggal di rumah sakit beberapa bulan kemudian. Tragis!
Tindakan Bobby Leach yang selalu sesumbar dan merasa paling hebat dari Annie Taylor akhirnya mendapat ganjarannya. Demikian juga anak-anak Skewa ketika mencoba mengusir roh-roh jahat. Mereka mengira apa yang dilakukan Paulus, juga dapat dilakukannya. Justru yang terjadi sebaliknya, roh jahat menggagahi dan mereka dipermalukan. Mereka mengusir roh jahat bukan karena iman mereka kepada Yesus, mereka menganggap nama Yesus itu adalah mantra yang mujarab seperti yang biasa dilakukan oleh ayah mereka seorang ahli jampi.
Sahabat Gandoem Mas, kita jangan sombong meskipun kita mampu melakukan sesuatu yang orang tidak dapat lakukan atau kita mempunya kelebihan dari orang lain. Tetaplah rendah hati sebab kemampuan Anda, merupakan karunia Tuhan semata. HR

ORANG SOMBONG AKAN MENUAI BUAHNYA

31 Juli 2014 – Kasih Menciptakan Ketenangan

Baca: I Yohanes 4:7-21
“Seperti Bapa telah mengasihi Aku, demikianlah juga Aku telah mengasihi kamu; tinggallah di dalam kasih-Ku itu.” (Yohanes 15:9)

Beberapa ilmuwan Perancis menetapkan Matthieu Ricard sebagai orang yang paling bahagia yang pernah mereka uji. Ilmuwan saraf otak Richard Davidson memasang kabel pendeteksi dengan 256 sensor pada tengkorak Matthieu Ricard di University of Wisconsin, sebagai bagian dari penelitian ratusan praktisi meditasi. Hasil scan menunjukkan bahwa ketika merenungkan kasih sayang, otak Ricard menghasilkan tingkat gelombang gamma yang terkait dengan kesadaran, perhatian, pembelajaran dan memori “yang tidak pernah disebutkan sebelumnya dalam literatur tentang ilmu neurosains,” kata Davidson. Hasil scan juga menunjukkan aktivitas berlebihan di korteks prefrontal kiri otaknya dibandingkan dengan bagian kanan, yang memberinya kapasitas abnormal yang cukup besar untuk merasakan  kebahagiaan dan mengurangi kecenderungan terhadap hal-hal negatif. Kesimpulan dari penelitian tersebut adalah, bahwa memikirkan perbuatan kasih itu menciptakan sebuah ketenangan hidup.
Jika kita memperhatikan hasil dari penelitian di atas, bahwa sesungguhnya apa yang Tuhan perintahkan, tidak sekadar untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan rohani. Menurut penelitian para ilmuwan Perancis di atas, menunjukkan bahwa ketika kita menerapkan kasih, maka hidup kita akan cenderung merasakan kebahagiaan. Oleh sebab itulah, Tuhan yang menciptakan kita tentu mengetahui sebuah kunci hidup bahagia, yaitu “… tinggallah di dalam kasih-Ku itu.” (Yohanes 15:9)
Hari-hari ini Anda merasa tidak bahagia? Renungkanlah kembali, sudahkah Anda banyak berbuat kasih? Memberi, mengampuni dan menjauhkan diri dari perselisihan adalah bukti kasih Kristus. Tinggalah di dalam Yesus yang penuh kasih itu. SP

KASIH MELENYAPKAN KETAKUTAN. (1Yohanes 4:18)

22 Mei 2014 – Abaikan kritikan

Baca: Matius 12:9-15a
“Ketika Petrus tiba di Yerusalem, orang-orang dari golongan yang bersunat berselisih pendapat dengan dia.” (Kisah Para Rasul 11:2)

Pada suatu hari Sabat Yesus masuk ke Bait Allah, disitu didapati seorang yang mati sebelah tangannya. Mereka yang ada dalam Bait Allah bertanya kepada-Nya, “Bolehkah menyembuhkan orang pada hari Sabat?” Maksud mereka ialah supaya dapat mempersalahkan Yesus.
Yesus yang tahu isi hati mereka, berkata kepada orang itu, “Ulurkanlah tanganmu” dan orang itu sembuh. Pemimpin-pemimpin Agama dan orang-orang Farisi yang hadir dalam Bait Allah sekalipun melihat dan menyaksikan perbuatan besar yang dilakukan oleh Yesus, mereka malah menolak hal itu karena perbuatan Yesus dilakukan pada hari Sabat dimana menurut mereka seharusnya tidak boleh melakukan pekerjaan apapun. Orang-orang Farisi serius dalam memelihara hari Sabat, tetapi tidak dalam hal menunjukkan kasih kepada orang yang menderita cacat. Yang dikehendaki Yesus adalah belas kasih, bukan korban (Hosea 6:6). Kasus yang sama mungkin pernah kita alami. Ada orang-orang, apapun perbuatan baik yang kita lakukan untuk memenuhi kebutuhan mereka tidak pernah direspons dengan baik, sebaliknya mereka tidak pernah ‘mendukung’ apapun yang kita kerjakan, bahkan menjatuhkan kita senantiasa?
Dalam situasi semacam itu, mari kita ‘maju’ lebih jauh lagi menyerahkannya kepada Tuhan, karena Dia-lah yang akan menghakimi segala sesuatu. Tak ada tempat bagi kita untuk menghakimi seseorang. Ketahuilah, perbuatan jahat apapun yang mereka lakukan terhadap Anda, akan dijadikan Allah sesuatu yang baik bagi Anda. Semakin dalam mereka menekan dan menjatuhkan Anda, semakin tinggi Allah membawa Anda terbang. TL

APAKAH ANDA MEMANFAATKAN ORANG ATAU MELAYANI ORANG?

12 Mei 2014 – Satu Kesatuan

Baca: Efesus 4:1-16
“Satu Allah dan Bapa dari semua, Allah yang di atas semua dan oleh semua dan di dalam semua..” (Efesus 4:6)

Seorang anak bertanya kepada ayahnya, “Ayah, bagaimana asal mula terjadinya Perang Dunia I?” Sang ayah menjawab, “Begini, Nak. Perang Dunia I bermula karena Jerman menyerang Belgia.” Tiba-tiba istrinya menyela, “Katakan kepadanya apa yang sesungguhnya terjadi. Perang itu bermula karena ada seseorang yang dibunuh.” Suaminya dengan cepat menjawab, “Siapa sih sebenarnya yang harus menjawab pertanyaan, kamu atau aku?” Si istri pun segera meninggalkan ruangan dan membanting pintu sekeras mungkin. Ketika getaran di ruangan itu sudah berhenti, keheningan mulai menyebar di ruangan tersebut. Lalu anak itu berkata, “Baiklah, Ayah tidak perlu menceritakan kepada saya bagaimana suatu perang bermula. Sekarang saya sudah tahu!”
Surat yang ditulis oleh Paulus kepada jemaat di Efesus ini berisikan nasihat, perintah, dan himbauan untuk hidup dalam Kristus. Jika kita memperhatikan isi perikop bacaan hari ini, maka kita menemukan kata satu, diulang berkali-kali. Itu artinya, betapa pentingnya jemaat menjaga sebuah kesatuan. Paulus berharap jemaat di Efesus hidup rukun dalam kesatuan mereka sebagai umat yang percaya kepada Kristus. Setiap orang yang telah percaya kepada Kristus harus mempunyai kesadaran bahwa mereka telah dipersatukan di dalam Kristus, meskipun sedang berada dalam perbedaan. Apa pun masalah yang terjadi, tidak boleh membuat perpecahan dan bahkan permusuhan, karena setiap orang percaya dipersatukan di dalam satu tubuh, yaitu tubuh Kristus.
Sebagai orang percaya, saya dan Anda harus mewujudkan kasih Kristus dalam kehidupan kita. Kita boleh berbeda status sosial, warna kulit dan bahkan boleh berbeda pendapat, namun hal-hal itu tidak boleh membuat kita bermusuhan. SP

KASIH KRISTUS TELAH MENGIKAT SEMUA ORANG PERCAYA DI DALAM SATU TUBUH KRISTUS