Tag Archives: kasih setia

04 Agustus 2014 – Hanya Kasih Setia-Nya

Baca: Mazmur 51:1-8
“Kasihanilah aku, ya Allah, menurut kasih setia-Mu, hapuskanlah pelanggaranku menurut rahmat-Mu yang besar!” (Mazmur 51:3)

Seorang narapidana memperoleh remisi karena ia dianggap berkelakuan baik selama berada di dalam penjara. Kebaikan membuahkan pengurangan hukuman. Anugerah Allah bekerja sebaliknya. Dia mencurahkan anugerah justru karena kita durhaka dan tidak mampu memperbaiki diri dengan kekuatan sendiri.
Daud sangat menyadari hal ini. Ketika berzinah dengan Batsyeba, ia sedang berada di puncak kejayaan sebagai raja Israel. Bangsanya mengenalnya sejak ia menjadi pahlawan kecil yang secara mengejutkan menumbangkan raksasa Goliat. Selanjutnya ia memimpin pasukan Israel ke dalam berbagai kemenangan sehingga ia dielu-elukan oleh rakyat. Ketika akhirnya menjadi raja, ia juga mencatat prestasi mengesankan: mengembalikan tabut Allah yang dirampas bangsa Filistin ke Yerusalem, meraih sekian banyak kemenangan militer, dan menunjukkan kebaikan yang tulus kepada Mefiboset. Namun, saat bertobat dari dosanya, ia tidak mengutip satu pun pencapaian itu sebagai senjata untuk “merayu” Allah agar mengurangi hukuman-Nya. Sama sekali tidak. Menarik dicatat pula, ia hanya berseru, “ya Allah” (3) bukan “ya Allahku”. Ia menyadari betapa dosa telah merusak hubungannya dengan Allah. Maka, ia hanya meminta belas kasihan, kasih setia, dan rahmat Allah Yang Mahabaik. Kebaikannya selama ini tidak berguna untuk meringankan dosa; hanya anugerah Allah yang sanggup mengampuni dan menebusnya.
Anda bergumul dengan suatu pelanggaran, dan merasa harus melakukan perbuatan baik tertentu untuk menebusnya? Berhentilah bergumul seperti itu. Ikutilah teladan pertobatan Daud. TL

BETAPA MENYEDIHKAN HARUS HIDUP DENGAN AKIBAT-AKIBAT DOSA YANG DIAMPUNI. William Culbertson

26 Desember 2013 – Kasih Setia Tuhan

Baca: Mazmur 106:1-12
“Haleluya! Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.” (Mazmur 106:1)

Masihkah Anda bisa mengucap syukur kepada Tuhan, ketika Anda mengenang kembali seluruh perjalanan hidup Anda sampai hari ini? Baik suka atau duka, berhasil atau gagal, maju atau mundur, bisa mengucap syukurkah kepada Tuhan? Tidak tahukah Anda bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi kita semua (Roma 8:28). Jadi semua yang Anda alami adalah untuk kebaikan Anda, bukan? Betapa kasih-setia-Nya kekal selama-lamanya. Seringkali kita mengucap syukur karena keberhasilan, kemajuan, kesembuhan, sukar bagi kita untuk mengucap syukur kala kegagalan dan kesakitan.
Demikian juga dalam perjalanan sejarah umat Tuhan, saat mengalami kasih setia Tuhan, mereka melupakan kebaikan Tuhan, sehingga memberontak, bersungut-sungut dan menolak-Nya. Rasa syukur umat sangat tipis. Betapa mereka tidak cepat menyadari dan mengakui kebesaran-Nya. Permohonan pemazmur ialah agar mereka diberi kepekaan untuk melihat dan menyadari kebaikan-Nya ditengah-tengah mereka, sehingga mereka pun hidup sesuai dengan hukum Tuhan. Kebebalan umat Tuhan, terlihat mencolok. Baru saja mengalami kebaikan Tuhan, yang membebaskan mereka dari Mesir, namun, di tepi laut Teberau, saat dikejar pasukan Firaun, Israel ketakutan dan memberontak terhadap Tuhan. Tuhan tetap setia. Laut Teberau terbelah. Umat Israel menyeberang dengan selamat, sementara pasukan Firaun tenggelam di dalamnya. Pujian kepada Tuhan pun membahana.
Inilah penyakit yang sering diderita anak-anak Tuhan, lupa anugerah-Nya. Saat masalah datang kita bersungut-sungut dan melawan Tuhan. Bersyukur Tuhan tetap setia kepada kita. TL

JIKA ANDA MAU MERENUNG SEJENAK ANDA AKAN MENEMUKAN ALASAN UNTUK BERSYUKUR

03 November 2013 – Hidup Dalam Kasih

Baca: Roma 12:9-21
“Dan inilah kasih itu, yaitu bahwa kita harus hidup  menurut perintah-Nya. Dan inilah perintah itu, yaitu bahwa kamu harus hidup di dalam kasih, sebagaimana telah kamu dengar dari mulanya.” ( II Yohanes 1:6)

Seorang pendeta muda terhibur oleh surat yang diterimanya, dari seorang Arsitek yang sangat sibuk. Surat itu hanya berbunyi  “Khotbah Anda telah menggugah hati saya hari Minggu yang lalu, saat saya berada dalam kebimbangan dan terluka. Terima kasih atas khotbah Anda!” Kata-kata tersebut telah menyentuh hati sang pendeta yang sedang putus asa dan sedih, dan menguatkannya untuk tetap meneruskan pelayanan. Padahal hanya dibutuhkan waktu kurang dari 5 menit untuk menuliskan surat tersebut.
Rasul Paulus memberikan nasehat untuk kita hidup dalam kasih. Hidup dalam kasih berarti melakukan kebaikan-kebaikan kecil secara terus-menerus, sehingga hidup kita menjadi lebih berarti dan lebih bermanfaat bagi orang lain. Kasih tidak harus pura-pura dan mengharapkan pembalasan. Tetapi mengarahkan seluruh hidup kita untuk melakukan apa yang baik bagi semua orang. Alkitab berkata, jika hal itu bergantung pada Anda. Saling membantu, mendahului memberi hormat, melayani dan menjadi berkat bagi sesama. Kisah di atas adalah sikap praktis dan sederhana yang dapat di lakukan oleh kita. Dan sangat besar faedahnya bagi yang menerimanya maupun Anda yang memberi.
Sahabat Gandoem Mas, ada kalanya seseorang di dekat Anda membutuhkan penguatan, ucapan terima kasih, atau sekedar surat bahwa Anda mengasihinya. Mari, mulailah hidup dalam kasih jika itu bergantung pada Anda bukan menuntut orang lain. Apakah Anda sudah hidup dalam kasih Kristus bagi orang lain? YN

HIDUPLAH DI DALAM KASIH, SEBAGAIMANA KRISTUS YESUS JUGA TELAH MENGASIHIMU (Efesus 5:2)

13 Maret 2013 – Tuhan Selalu Mendengar

Baca: 2 Raja-raja 19:1-37
“Segera sesudah raja Hizkia mendengar itu, dikoyakkannyalah pakaiannya dan diselubunginyalah badannya dengan kain kabung, lalu masuklah ia ke rumah TUHAN.” (I Raja-raja 19:1)

Pada masa Perang Dunia, pasukan Inggris pernah berada dalam keadaan terjepit. Di mana ribuan tentara Nazi yang lengkap dengan persenjataannya sedang mengepung, sementara di depan mereka sebuah selat. Bahan makanan menipis dan tubuh sangat lelah, ditambah persenjataan yang kurang memadai. Dalam keadaan seperti itu, mereka berkomunikasi dengan radio pangkalan mereka. Pemimpin mereka tidak meminta pasukan bantuan ataupun pertolongan lainnya, melainkan meminta semua orang untuk berdoa dan berseru kepada Tuhan bersama-sama. Hal luar biasa terjadi. Tuhan mendengarkan doa mereka. Keesokan paginya, hujan turun begitu lebat dan mengakibatkan banjir besar yang disertai lumpur yang melumpuhkan tank-tank dan pesawat pasukan Nazi. Dengan demikian pasukan Inggris mempunyai waktu lebih banyak untuk menyebrangi selat dan menyelamatkan diri.

Diceritakan bahwa bangsa Yehuda sedang terancam pasukan Sanherib. Pada waktu itu Asyur merupakan bangsa yang kuat dan mustahil untuk dikalahkan. Mendapat ancaman tersebut, tentu Hizkia dan seluruh rakyat menjadi takut. Melawan pun percuma, karena pasti mereka tidak mungkin dapat mengalahkan bangsa adidaya tersebut. Namun Hizkia memilih jalan yang tepat untuk permasalahannya. Dia datang kepada Tuhan dan memohon belas kasihan-Nya. Alhasil, Tuhan pun mendengar doanya.

Seringkali permasalahan yang berat mengalihkan perhatian kita dari Tuhan. Oleh sebab itu, biarlah hati kita tetap melekat kepada Tuhan. Sehingga dalam keadaan suka dan duka pun kita melihat Tuhan hadir di dalamnya. Jangan putus asa, ada Tuhan yang selalu siap menolong Anda dan saya. SP

TUHAN SENANTIASA HADIR DALAM KEADAAN YANG KITA ALAMI

04 Maret 2013 – Hanya Pertolongan Tuhan

Baca: Mazmur 23:1-6
“Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku” (Mazmur 23:4)

Ada sekuntum bunga yang terlihat lemah, hidup di bawah pohon pinus yang tinggi. Bunga kecil sangat bersyukur karena ada pohon pinus yang melindunginya dari angin dan hujan. Setiap hari tidak perlu mencemaskan apa-apa lagi. Suatu hari, tiba-tiba datang sekelompok penebang, dengan mudah, mereka menebang pohon yang besar itu. Bunga kecil itu sangat sedih, menangis terisak-isak dan berkata: “Tuhan, semua perlindungan untukku telah hilang. Dan angin yang sombong akan bertiup membuatku tumbang, serta terpukul oleh air hujan.” Dari jauh terdengar ada sebatang pohon yang menenangkan bunga ini sambil berkata: “Jangan berpikir begitu, semuanya malah akan terjadi sebaliknya.

Jika tidak ada perlindungan dari pohon, maka matahari akan menyinarimu, hutan akan memberimu kelembapan. Badanmu yang lemah akan bertumbuh menjadi lebih kuat, dan mahkota bungamu akan terlihat lebih bagus di bawah sinar matahari. Dan orang-orang akan melihatmu dan memujimu, “Betapa cantiknya bunga kecil ini!”

Tetapi dalam kisah perjalanan Daud, berbeda dengan bunga kecil di atas. Daud pernah juga mengalami masa-masa kelam. Tetapi tidak pernah mengeluh, sebaliknya dia mengungkapkan bukti pemeliharaan Tuhan yang digambarkannya Tuhan adalah gembala yang baik. Sekalipun berjalan dalam lembah kekelaman Tuhan tetap ada dan tidak pernah meninggalkan. Seperti gembala terhadap domba gembalaannya.
Sahabat Gandoem Mas, Apakah Anda pernah mengeluh karena usaha, pekerjaan, atau karir Anda tidak berkembang? Belajarlah dari Daud. Meskipun mengalami susah, tetap Tuhan gembala yang baik. Percayalah! HR

TUHAN ADALAH GEMBALA YANG BAIK

20 Februari 2013 – Kasih SetiaNya Selamanya

Baca: Mazmur 136:1-26
“Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya. ” Mazmur 136:1

Charles Stanley berkata: “Darimanakah cinta Allah berasal? Saat cinta kepada sesama manusia hanya menjadi cinta sesaat, kasih Allah tidak berkesudahan. Kasih Allah tidak berdasarkan emosi, tapi mengalir dari karakter-Nya yang tidak berubah.” Pemazmur mengungkapkan mengenai kasih setia Allah atas umat-Nya, Israel. Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya. Ia melakukan perbuatan-perbuatan yang ajaib, menjadikan langit dan bumi dengan kebijaksanaan-Nya. Membawa keluar bangsa Israel dari perbudakan kepada tanah perjanjian dan Ia yang berjanji memelihara umat-Nya.

Tak sekali pun kasih setia-Nya berubah atas umat-Nya. Ia bersumpah atas diri-Nya sendiri bahwa tidak alasan apa pun untuk Ia berhenti mengasihi Anda. Kasih-Nya telah teruji oleh rentangan sang waktu di sepanjang sejarah dunia, yakni kasih yang tidak pernah usang dan telah tinggal di ruang hati Anda. Jika Anda merindukan kasih setia Allah dalam hidup Anda, Ia mengundang Anda untuk datang kepada-Nya. Saat kasih dari dunia menjadi dingin, usang oleh waktu dan ketika kesetiaan manusia di warnai dengan ketidaksetiaan, Allah tetap menyatakan kasih setia-Nya untuk selama-lamanya. Ia tidak sekali pun mengingkari kasih setia-Nya sejak dunia belum di ciptakan, saat ini bahkan sampai selama-lamanya. Tidak ada ruang atau jarak yang memisahkan Anda dengan kasih setia-Nya atas hidup Anda.

Sahabat Gandoem Mas, jangan pernah ragu akan kasih setia Allah dalam hidup Anda. Jika Anda menyadari telah jauh dari kasih-Nya, belum terlambat jika Anda rindu menghampiri diri-Nya. Bersyukurlah bahwasanya kasih setia-Nya untuk selamanya. YN

KASIH MANUSIA AKAN BERLALU SEIRING WAKTU TETAPI KASIH SETIA ALLAH KEKAL SELAMANYA

7 Januari 2013 – Kasih Setia Tuhan

Baca: Ratapan 3:20-33
”Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya, selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu!” (Ratapan 3:22-23)

Ketika melihat suatu kesaksian di acara ”Solusi Life”, sungguh hati saya tertegun. Seorang bapak bersaksi akan hidup yang dilaluinya. Sejak remaja dia sama sekali tidak peduli akan orang lain. Tetapi ketika mengalami suatu kegagalan yang membuatnya sangat kecewa, mengawali juga perubahan hidupnya. Dari pribadi yang ”cuek” menjadi pribadi yang sangat peduli pada sesama. Dia menolong orang yang kesusahan, memotivasi orang-orang yang terbuang dan sebagainya. Dia pun sangat mencintai keluarganya dan menjadi ayah yang baik bagi anaknya.

Suatu hari dia mengalami kecelakaan motor bersama istri dan anaknya. Putrinya meninggal dunia, sedangkan istrinya berulang kali mengalami kritis. Dia pun sangat hancur hati dan berpikir ”Saya sudah membantu orang lain, tapi kok peristiwa ini tetap saya alami?” Namun, setelah istrinya sadar dari komanya dan menceritakan tugas yang Yesus percayakan bagi mereka, maka ia pun kembali bersemangat dan menjadi berkat bagi banyak orang.

Anda mungkin mengalami hidup seperti contoh di atas, atau bahkan lebih dari itu. Saya percaya pengalaman demikian tidaklah mudah untuk dilupakan. Tetapi melalui perikop renungan kita hari ini, saya percaya Anda akan mengalami hal yang lebih luar biasa lagi bersama dengan Tuhan. Karena kasih setia dan rahmat-Nya tak pernah berkesudahan. Karena itu katakanlah bahwa Dia adalah bagian jiwa Anda dan berharaplah kepada-Nya. Sebab walaupun Ia mengijinkan persoalan di hidup Anda, ”Ia juga menyayangi menurut kebesaran kasih setia-Nya (32). Ingatlah bahwa bersama Yesus ada hari esok yang lebih indah, dan berjalan bersama Dia Anda dimampukan melewati setiap masa sulit. Sebab kasih setia-Nya baru setiap hari. Apakah Anda sudah mengalaminya? EJG

KASIH SETIA TUHAN SELALU BARU DALAM HIDUPKU

GM 3 Okt 2012 – PenyediaanNya

Baca: Filipi 4:10-20
“Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus.” (Filipi 4:19)

Ketika bangsa Israel di Padang Gurun dalam perjalanan ke Tanah Perjanjian, Allah memberikan mereka makan manna. Ketika mereka bosan dengan manna saja, Allah juga memberikan burung puyuh kepada mereka. Mereka pun sangat mengagumi pemberian Allah ini. Namun manna dan burung puyuh tidak selamanya ada.
Perhatikan, Allah memberikan penyediaan-Nya ketika dalam perjalanan ke Tanah Perjanjian. Tetapi kelak mereka akan mendapatkan penyediaan yang permanen. Kenyataannya adalah bahwa Allah telah menyediakan sesuatu yang lebih besar bagi masa depan mereka. Hal ini membuat bangsa itu terus bergerak maju.

Pelajaran bagi kita, janganlah kita berhenti berharap akan penyediaan Allah sampai saat ini saja, sebab Allah adalah “God of increase.” Allah terus berkarya dalam hidup orang percaya dengan karya yang baru dan lebih besar dari kemarin. Rahmat-Nya selalu baru tiap hari (Ratapan 3:23).
Tuhan menyediakan kekuatan bagi kita untuk hidup dan melayani (10-13), juga kebutuhan materiil (14-20). Paulus tidak memiliki dukungan dari organisasi yang kaya, tetapi ia memiliki Tuhan yang agung yang memberikan sahabat-sahabat yang murah hati untuk memenuhi kebutuhannya. Dan Paulus melihat pemberian mereka sebagai korban persembahan yang harum bagi Tuhan (18), dan ia bersukacita atas apa yang mereka lakukan.

Charles W.Koller meneguhkan bahwa melalui Kristus, Anda menjadi diri Anda seutuhnya (4:11), melakukan apa yang sepatutnya Anda melakukan (4:13), dan memiliki apa yang layak Anda miliki (4:19), semuanya bagi kemuliaan nama Tuhan. Percaya di dalam Dia, penyediaan-Nya pasti mengagumkan! TL
TUHAN MEMELIHARA DENGAN SEMPURNA HIDUP SETIAP ORANG PERCAYA

GM 28 Agustus 2012 – Penjagaku Tidak Terlelap

Baca: Mazmur 121:1-8
“Tuhanlah Penjagamu, Tuhanlah naunganmu di sebelah tangan kananmu. Matahari tidak menyakiti engkau pada waktu siang, atau bulan pada waktu malam.” (Mazmur 121:5-6)

Pada hari Jumat Agung 2012 yang lalu, kami mengadakan acara “Family’s Day” di daerah Puncak, Bogor. Hampir seluruh jemaat gereja kami berangkat bersama dengan menggunakan bis. Dan sebagian lagi membawa kendaraan pribadi. Puji Tuhan, Kami semua sangat menikmati semua acara yang dipersiapkan. Tetapi dalam perjalanan pulang ke Jakarta pada hari sabtunya, kami semua sudah kelelahan. Dan saat itu hampir semua orang yang ada di dalam bis tersebut menggunakan waktu untuk istirahat. Ketika bis kami masih berada di jalan tol dengan kecepatan antara 60 sampai 70 kilometer per jam saat memasuki wilayah Jakarta, tiba-tiba ban depan sebelah kiri bis tersebut meledak dan hancur luar biasa. Anda bisa bayangkan bagaimana semua penumpangnya kaget dan panik. Tetapi sungguh sangat nyata bahwa Allah yang kita percayai menjaga dan melindungi kami semua. Sehingga tidak ada seorangpun yang cedera walau sedikit saja.

Firman Tuhan dalam renungan kita hari ini, mengingatkan kepada setiap kita bahwa sesungguhnya, “Pertolongan kita ialah dari TUHAN, yang menjadikan langit dan bumi” (ayat 2). Dialah yang dapat menjaga kita di setiap waktu. “Sesungguhnya tidak terlelap dan tidak tertidur Penjaga Israel. Tuhanlah Penjagamu, Tuhanlah naunganmu di sebelah tangan kananmu.” Pertolongan-Nya tidak pernah terlambat bagi anak-anak-Nya. Kedagingan kitalah yang sering menghalangi kita untuk melihat perlindungan dan pemeliharaan-Nya. Jadi, ingatlah selalu bahwa Tuhanlah penjagamu, dan Ia tidak akan membiarkan engkau disakiti oleh apa pun. Baik waktu siang atau pun malam. Dia selalu siap menjaga Anda. Percayalah. EJG

ALLAH TIDAK PERNAH LALAI MEMELIHARA HIDUPKU

GM 13 Agustus 2012 – Keindahan Gurun

Baca: Keluaran 15:22-27
“Yesus, yang penuh dengan Roh Kudus, kembali dari sungai Yordan, lalu dibawa oleh Roh Kudus ke padang gurun.” (Lukas 4:1)

Gurun adalah tempat yang tidak menyenangkan, bukanlah tempat yang ditumbuhi rumput hijau dengan air tenang, bukan tempat tinggal yang nyaman dan hangat bukan tempat dimana sumber makanan melimpah. Melainkan tanah yang tandus dengan hamparan pasir yang sangat luas dan jarang mata air, juga suhu yang sangat ekstrem.

Namun padang gurun bagi orang percaya adalah suatu gambaran ujian dalam hidup ini. Seperti bangsa Israel yang telah berhasil menyeberangi Laut Teberau dengan mujizat Tuhan. Mereka langsung diperhadapkan dengan padang gurun, selama tiga hari melewatinya mereka tidak mendapat air. Begitu mendapatkan air mereka senang sekali meskipun airnya pahit (mara). Bahan makanan yang mulai menipis, ancaman binatang buas, akhirnya membuat mereka bersungut-sungut. Karena mereka tidak lagi dapat melihat keindahan di balik padang gurun seperti air yang pahit menjadi tawar, adanya 12 mata air dan 70 pohon kurma, adanya burung puyuh dan roti manna, juga penyertaan Tuhan dalam wujud tiang awan dan tiang api.

Sahabat Gandoem mas, sering kita hanya melihat “padang gurun” dari sisi negatif dengan pandangan mata jasmani kita. Tetapi, jika kita dapat melihat persoalan hidup ini sebagai sesuatu yang indah, dan kita berserah penuh pada Tuhan, maka kita akan lebih lagi mengenal rancangan-Nya yang besar dalam hidup kita. Kita tidak dapat menerima yang baik saja dari Tuhan, dan menolak yang kurang baik. Tetapi, kita harus belajar memiliki iman seperti Ayub. Rela menjalani ujian iman yang berat sampai mendapat berkat yang luar biasa. Ia tidak menyalahkan Tuhan, tetapi berjalan dalam rencana-Nya. Anda siap mengikuti jejaknya? CHS

BERSAMA TUHAN PADANG GURUN PUN JADI INDAH