Tag Archives: kaya

20 November 2013 – Bahagia Itu Rasa Cukup

Baca: I Timotius 6:2b-10
“Tetapi mereka yang ingin kaya terjatuh ke dalam pencobaan, ke dalam jerat dan ke dalam berbagai-bagai nafsu yang hampa dan yang mencelakakan.” (I Timotius 6:9).

Suatu ketika, Socrates diminta mengunjungi rumah seorang yang sangat kaya. Di situ, si kaya memamerkan semua kekayaannya. Rumah yang indah, seperti sebuah istana raja. Akhirnya, dengan senyuman senang ketika melihat Socrates terkagum-kagum, orang kaya itu berkata, “Akui saja Socrates bahwa engkau merasa iri melihat kekayaan ini!” Lalu, dengan tenang Socrates berkata, “Memang soal harta aku kagum padamu. Tetapi, seharusnya kamu berkali-kali kagum kepadaku karena aku tidak membutuhkan begitu banyak barang untuk bisa merasa bahagia seperti yang kamu rasakan sekarang!”
Seorang teolog, Wycliffe menyimpulkan perikop ini sebagai, “cara memperoleh keuntungan,” yang menjadikan perikop ini lebih mudah untuk dipahami. Paulus bermaksud mengatakan, iman Kristen dengan rasa cukup untuk kehidupan ini merupakan sikap yang luar biasa. Paulus sudah mengatakan bahwa kesalehan menguntungkan dalam segala hal, dengan memberikan janji itu bukan hanya untuk kehidupan ini, tetapi juga untuk kehidupan yang akan datang. Selanjutnya Paulus menunjukkan kebodohan manusia yang menaruh harapan pada keinginan dunia yang bersifat sementara, yaitu mereka yang memusatkan perhatian pada pengumpulan kekayaan selaku tujuan hidup.
Apa yang membuat Anda bahagia? Jika Socrates yang tidak mengenal Tuhan saja, damai sejahteranya tidak dipengaruhi oleh kekayaan, justru seharusnya kita orang percaya lebih lagi merasa bahagia. Bukan hanya Yesus yang kita punya, melainkan janji pemeliharaan-Nya nyata dalam hidup kita. SP

KETAMAKAN AKAN MEMBAWA MANUSIA KE DALAM KEHANCURAN DAN KEBINASAAN

21 Januari 2013 – Sumber Bahagia

Baca: Amsal 17:1-20
“Orang yang serong hatinya tidak akan mendapat bahagia, orang yang memutar-mutar lidahnya akan jatuh ke dalam celaka.” (Amsal 17:20)

Sebuah penelitian yang meliputi 136.000 orang dari 132 negara menunjukkan bahwa tidak berarti negara yang masyarakatnya lebih kaya, masyarakatnya lebih bahagia. Amerika Serikat yang penduduknya rata-rata paling kaya di dunia hanya menempati urutan ke-16 di antara 132 negara di dunia dalam soal kebahagiaan. Uang memang membuat mereka lebih kaya tetapi belum tentu membuatnya lebih bahagia. Ada juga negara seperti Korea Selatan dan Rusia yang dari pendapatan masyarakatnya tinggi, tetapi mereka kurang menikmati hidup sehingga dalam urutan kebahagiaan itu mereka berada di bawah. Urutan pertama diduduki Denmark. Kuncinya karena masyarakat Denmark lebih berpikiran positif dan lebih bisa menikmati hidup sehingga mereka lebih berbahagia (Sumber: andriewongso.com).

Fakta tersebut menunjukkan bahwa apa yang sedang kita miliki tidak menentukan kebahagiaan. Penulis Amsal memberi nasihat bahwa kebahagiaan adalah jika hati tidak serong (Amsal 17:20). Orang yang hatinya serong adalah orang yang tidak lurus jalannya. Orang yang tidak fokus terhadap jalan yang benar dan orang yang tidak menempatkan Tuhan sebagai sumber hidupnya. Mungkin mereka tidak melakukan hal yang tidak bersifat jahat secara moral, tetapi dilakukannya untuk mengejar kepuasan diri sendiri dan bukan untuk kemuliaan Tuhan. Orang-orang yang demikian pasti tidak akan mengalami kebahagiaan yang sejati.
Meskipun tidak memiliki harta yang melimpah, Anda dan saya dapat berbahagia jika kita hidup untuk kemuliaan Tuhan. Jika Tuhan Yesus yang menjadi pusat pemeliharaan hidup Anda, hidup Anda akan senantiasa berbahagia. SP

YESUSLAH MENJAMIN ANDA BAHAGIA, BUKAN HARTA YANG ANDA MILIKI

16 Januari 2013 – Masuk Daftar Orang Termiskin

Baca : Matius 5:1-12
“Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.” (Matius 5:3)

Berikut ini adalah daftar 10 orang terkaya di dunia terhitung sampai Maret 2012. Posisi pertama diduduki oleh Carlos Slim Helu dengan bidang usaha utama bisnis telekomunikasi. Selanjutnya, Bill Gates, Warren Buffet, Bernard Arnault, Amancio Ortega, Larry Ellison, Eike Batista, Stefan Persson, Li Ka-shing dan yang kesepuluh Karl Albrecht.

Daftar orang terkaya di dunia bisa disusun berurutan dari yang urutan pertama sampai urutan ratusan bahkan ribuan. Akan tetapi kita tidak akan mendapat daftar orang termiskin di dunia. Apakah saudara pernah menemukan daftar orang termiskin di dunia yang sah diakui oleh sebuah badan keuangan atau badan penelitian? Sampai saat ini saya belum pernah menemukannya.

Menjadi miskin di dunia, berarti menjadi orang yang sama sekali tidak dipandang, tidak diperhitungkan. Oleh karena itu tidak penting mengurutkan daftarnya. Tetapi, adakah daftar orang terkaya di Kerajaan Allah? Tidak ada. Adakah daftar orang termiskin di Kerajaan Allah? Ada. Saya memang tidak pernah melihat daftarnya, tetapi saya yakin Allah menuliskan nama-nama orang yang miskin di hadapan-Nya.
Menjadi miskin di hadapan Allah bukan berarti tidak boleh memiliki kekayaan di dunia ini. Menjadi miskin di hadapan Allah berarti memposisikan diri sebagai orang yang membutuhkan Allah lebih dari segala sesuatu. Merasa rohaninya miskin, sehingga selalu bekerja untuk menambah kekayaan rohaninya.
Saat ini apakah Anda merasa miskin rohani atau kaya rohani? Jika merasa miskin mari terus mengerjakan hal rohani. Bila Anda merasa kaya, berhentilah bekerja agar kelak Anda bisa merasa miskin lagi di hadapan Allah. YA

SETIAP ORANG MEMILIKI HAK UNTUK MENJADI MISKIN
(Richard Jeffries)

GM 13 Okt 2012 – Melewati Lubang Jarum

Baca: Matius 19:16 – 26
“Lebih mudah seekor unta masuk melalui lobang jarum, dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah.” (Matius 19:24)

Mayoritas umat Kristiani meyakini, bahwa makna dari ayat tersebut adalah “Amat sukar bagi orang kaya untuk bisa masuk kerajaan sorga, lebih dari unta bisa masuk lubang jarum.” Jikalau maknanya benar begitu, kasihan banget nasibnya orang kaya. Mana mungkin unta bisa melewati lubang jarum? Untuk itu, mari kita bersama merenungkannya. Kepada orang muda itu Yesus menekankan pentingnya “10 Perintah Allah”. Jangan membunuh, hormati orang tua, dan seterusnya. Apa jawab orang muda itu? “Semuanya itu telah kuturuti. Apalagi yang masih kurang?” (Matius 19:20). Lalu Yesus menjawab: “Juallah segala milikmu.” Artinya ia akan jadi orang miskin! Apa responnya? “Pergilah ia dengan sedih, sebab banyak hartanya.”
Jadi, arti kaya di sini bermakna ganda. Namun esensinya sama, yaitu merasa kaya di hadapan Allah, atau keangkuhan rohani. Sekarang kami ajak anda membaca Lukas 16:19-31. Makna dari perumpamaan Tuhan Yesus di sini, orang kaya itu adalah orang Farisi, Ahli Taurat, yang merasa kaya di hadapan Allah, karena sudah beribadah, berdoa, bayar persepuluhan, dan sebagainya. Sedang Lazarus adalah “para pemungut cukai dan perempuan sundal”, orang-orang miskin (berhutang besar karena dosa) di hadapan Allah. Maka, maknanya yang hakiki adalah, yang amat sulit masuk Kerajaan sorga bukan orang kaya (uang dan harta benda), tapi orang yang merasa kaya di hadapan Allah, sombong rohani.
Abraham, Ishak dan Ayub adalah orang kaya yang pasti masuk Kerajaan sorga, tanpa perlu diragukan lagi. Orang kaya, tenangkanlah hatimu. Asal Anda beriman pada Yesus Kristus, tulus dan rendah hati, sorga terbuka lebar bagi Anda! GS
BAGI MANUSIA MUSTAHIL, BAGI ALLAH BISA