Tag Archives: kebenaran

04 Maret 2015 – Berani menyatakan kebenaran

Baca: Lukas 23:50-56a
“Ia tidak setuju dengan putusan dan tindakan Majelis itu. Ia berasal dari Arimatea, sebuah kota Yahudi dan ia menanti-nantikan Kerajaan Allah.” (Lukas 23:51)

Pada masa pemerintahan Raja Inggris Henry VIII, seorang bernama John Lambert telah ditangkap dan kemudian dihadapkan kepada Raja Henry VIII dan Uskup Agung Canterbury, dianggap telah menentang ajaran gereja pada waktu itu. John Lambert dan para pemuka Gereja saling berargumentasi hingga Raja Henry menjadi bosan dan memberikan pilihan kepada Lambert. Henry berkata, “Setelah mendengar pengajaran dan argumentasi orang-orang terpelajar di sini tidakkah kau puas? Mana yang kau pilih hidup atau mati? Apa jawabmu?” Lambert menarik nafas kemudian menjawab dengan penuh keyakinan, “Aku menyerahkan jiwaku ke tangan Allah, tetapi aku menyerahkan tubuhku kepada kemurahan hatimu.” “Engkau harus mati!” jawab Henry dengan penuh penghinaan. Kemudian, Lambert dibakar di tiang pembakaran. Sementara tubuhnya terbakar, ia mengangkat tangannya dan berkata, “Hanya Kristus! Hanya Kristus.”
Kisah John Lambert ini merupakan sebuah teladan tentang keberanian dalam mempertahankan kebenaran. Begitu juga Yusuf Arimatea, juga sosok yang berani dalam mempertahankan kebenaran. Injil Lukas dicatat bahwa Yusuf adalah seorang anggota Majelis Besar (Bouleutes) yang terkemuka. Sebagai anggota majelis, Yusuf Arimatea tidak setuju dengan keputusan untuk menghukum Yesus, namun karena sendirian, ia tidak dapat mengubah keputusan para Mejelis Agama untuk menyalibkan Yesus. Apa yangdilakukannya penuh dengan resiko, yaitu ia harus mempertaruhkan jabatannya demi memihak kebenaran.
Berjalan di dalam kebenaran membutuhkan sebuah keberanian, meskipun resikonya tidak mudah. Siap berada dijalur yang benar? Kiranya Roh Kudus menolong kita semua. SP

TUHAN SELALU BERADA DI JALAN KEBENARAN

08 Juli 2014 – Kebenaran Yang Menyelamatkan

Baca: Filipi 3:1b-16
“dan berada dalam Dia bukan dengan kebenaranku sendiri karena mentaati hukum Taurat, melainkan dengan kebenaran karena kepercayaan kepada Kristus, yaitu kebenaran yang Allah anugerahkan berdasarkan kepercayaan.” (Filipi 3:9)

Seringkali kita sebagai orang yang beriman dalam Tuhan Yesus Kristus, terperangkap di dalam keegoisan yang kita bangun dengan mempertahankan kebenaran dan kebijaksanaan pribadi. Allah tidak ingin menyelamatkan kita karena kebenaran dan kebijaksanaan kita sendiri, yang berasal dari diri sendiri atau melalui garis keturunan. Tetapi Allah ingin menyelamatkan kita melalui kebenaran dan kebijaksanaan yang berasal dari surga yang akan membenarkan kita untuk mencapai keselamatan kekal dalam sorga melalui Tuhan Yesus Kristus. “Beritahukanlah jalan-jalan-Mu kepadaku, ya TUHAN, tunjukkanlah itu kepadaku. Bawalah aku berjalan dalam kebenaran-Mu dan ajarlah aku, sebab Engkaulah Allah yang menyelamatkan aku, Engkau kunanti-nantikan sepanjang hari.” (bdg. Mazmur 25:4-5); Yesaya 32:17, Matius 5:6).
Oleh karena itu, marilah kita sebagai orang-orang yang beriman kepada Tuhan Yesus Kristus untuk tidak kembali membangun dan mempertahankan kebenaran kita sendiri, tetapi mau berjalan dalam kehidupan ini dengan kebenaran yang menyelamatkan, yaitu kebenaran yang berasal dari Allah di dalam Tuhan Yesus Kristus.
Mari kita mau benar-benar berpedoman dalam firman Tuhan dan mau berjalan dalam pimpinan kuat kuasa Roh Kudus untuk mencapai kehidupan kekal dalam kerajaan sorga (bdg. Yohanes 14:15-17, 16:13-15). AK

IA MENJADI POKOK KESELAMATAN YANG ABADI BAGI SEMUA ORANG YANG TAAT KEPADANYA Ibrani.5:9

08 Mei 2014 – Jalan-Mu Tak Terselami

Baca: Yesaya 55:6-9
“Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu.” (Yesaya 55:9)

Jalan Tuhan bukanlah jalanmu. Ungkapan yang tepat ketika kita menyadari Tuhan yang berkuasa atas segalanya termasuk jalan hidup kita. Seorang pengajar Alkitab, F.B. Meyer berkata, “Jika saja kita dapat melihat jalan tersebut sebagaimana Allah selalu melihatnya, maka kita pun pasti akan memilih jalan yang dipilih Allah bagi kita”
Nabi Yesaya menyerukan keselamataan atas umat-Nya ketika mereka bersedia mencari Tuhan dengan segenap hati. Ia menyerukan agar orang Israel berbalik kepada Allah. Demikian halnya dengan orang fasik untuk meninggalkan jalannya dan orang jahat meninggalkan rancangannya. Allah mempunyai rancangan dan jalan keluar yang terbaik bagi setiap kita, andai saja kita berserah total atas seluruh kehidupan kita. Dia menjadi pengendali atas jalan hidup setiap kita. Tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui rancangan dan jalan Tuhan atas hidup setiap kita kecuali Tuhan. Ia menunjukkan jalan yang tepat dan benar dan tidak membiarkan kita tersesat dalam perjalanan hidup kita. Allah ingin kita mempercayai Dia sepenuhnya dan tidak bimbang dalam menapaki jalan hidup kita. Ketika Anda pun berada dalam lembah kekelaman sekalipun Dia tetap akan menuntun Anda untuk melihat keselamatan yang dari pada Tuhan. Janji penyertaan Tuhan sempurna dalam setiap jalan hidup Anda, jika Anda bersedia mencari dan berseru kepada-Nya.
Bagaimana dengan Anda ketika menghadapi jalan hidup Anda yang tidak sesuai dengan harapan Anda? Kecewa, putus asa, ketakutan atau Anda menyalahkan Tuhan? Tetaplah percaya. YN

TIDAK ADA ALASAN UNTUK MERAGUKAN RANCANGAN DAN JALAN TUHAN SEBAB JALAN-NYA SEMPURNA

02 Maret 2013 – Kekristenan itu Berbuat

Baca: Lukas 10:25-37
“Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka …” (Matius 7:12)

Seorang ibu yang miskin, tiga hari berturut-turut datang ke posko saweran untuk Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dia berkata bahwa masih banyak mereka yang lebih miskin dari dia ingin menyumbang pembangunan gedung KPK karena mereka percaya, “korupsilah yang memiskinkan negeri ini” (Kompas, 17 Oktober 2012).

Dalam kekristenan, Tuhan Yesus tidak memerintah dari sorga, melainkan Dia turun ke dunia, ke jalan dan ke lorong, menyapa dan melakukan tindakan nyata untuk menolong semua orang yang membutuhkan. Kekristenan tidak bisa hanya dari atas mimbar saja, melainkan harus ada realitanya. Kekristenan itu hal berbuat dan juga tentang hal keteladanan. Jika setiap orang Kristen, baik dia itu hamba Tuhan atau kaum awam yang dapat melakukan tindakan kristiani sekecil apapun, maka Tuhan dapat melakukan banyak perkara besar melalui kehidupan dan pelayanannya.

Demikian juga, gereja Tuhan bukan sekedar tempat berkumpul, namun gereja juga harus ikut bergerak dalam kehidupan jemaatnya. Meskipun hal berbuat ini bukan hanya tugas gereja semata. Dengan gerakannya yang nyata, gereja dapat membawa jemaat untuk ikut bersama membangun kerajaan Allah di dunia ini. Dengan demikian Tuhan Yesus dipermuliakan di tengah orang-orang yang juga belum percaya kepada-Nya.

Saudaraku, bagaimana sikap dan tindakan hidup Anda sebagai orang yang mengaku sebagai pengikut Kristus? Sudahkah kehidupan Anda sehari-hari melakukan tindakan nyata yang memberkati bagi orang-orang di sekitar Anda? Tunjukkanlah iman Anda melalui perbuatan nyata. RDM

KEKRISTENAN BUKAN AGAMA, TETAPI GAYA HIDUP YANG BERDAMPAK POSITIF

24 Februari 2013 – Kelaparan Atau Tidak

Baca: Matius 5:1-12
“Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan.” (Matius 5:6)

Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB), Ban Ki-moon mengatakan, “Lebih dari 17.000 anak akan meninggal akibat kelaparan. Dan setiap lima detik satu orang meninggal karena penyebab yang sama.” Demikian sepenggal sambutan yang sampaikan dihadapan para delegasi Konfrensi Tingkat (KTT) Ketahanan Pangan di Roma, Italia, Senin 16 November 2009. UNICEF (United Nation Children’s Fundation Badan PBB untuk anak-anak) melaporan bahwa hampir 200 juta anak diseluruh dunia dibawah lima tahun terancam berhenti pertumbuhannya akibat kekurangan nutrisi dalam makanan mereka. PBB mengajak para petinggi negara dan orang-orang yang bepengaruh untuk peduli akan bahaya kelaparan yang melanda dunia. Negara-negara maju, serta negara-negara berkembang diajak untuk membantu beberapa negara yang diterpa bencana kelaparan yang parah, seperti negara Somalia dan Ethiopia.

Ketika kekurangan pangan terjadi, dunia begitu sibuk dan sangat sibuk. Jangankan dunia, ketika di rumah tidak ada nasi saja, orang satu rumah sudah uring-uringan. Akan tetapi ketika tidak ada kebenaran, tidak ada doa, tidak ada pembacaan firman, tidak ada persekutuan, tidak ada yang perlu diributkan. Biarkan rumah tidak ada persekutuan, yang penting bisa makan. “Gak pa pa lah ga baca Alkitab, perut masih kenyang kok. Ga pa pa lah ga doa, masih bisa bernafas kok.” Apakah seperti ini gaya hidup kita? Jika ya, kita sedang dalam bencana besar, kita menuju pada kematian rohani.

Rasa lapar dan haus akan kebenaran, harus ada setiap hari bahkan setiap detik. Jika Anda tidak merasa lapar, berdoalah agar Tuhan memberikan rasa lapar akan kebenaran itu. YA
SESEORANG TIDAK BISA BERPIKIR SEHAT … (KEBENARAN). (VIRGINIA WOOLF)

21 Februari 2013 – Bukan Untuk Dipuji

Baca: 1 Raja-raja 18:1-15
“Karena pada waktu Izebel melenyapkan nabi-nabi TUHAN, Obaja mengambil seratus orang nabi, lalu menyembunyikan mereka lima puluh lima puluh sekelompok dalam gua dan mengurus makanan dan minuman mereka.” (1 Raja-raja 18:4).

Pada tahun 1860, kapal Lady Elgin bertabrakan dengan sebuah perahu pengangkut kayu. Saat itu malam sedang penuh badai. Lady Elgin pun karam. Sebanyak 393 orang penumpangnya terapung-apung di perairan danau Michigan. Dua ratus tujuh puluh sembilan orang di antaranya tewas tenggelam. Di kala panik, seorang mahasiswa bernama Edward Spencer terjun ke dalam air berkali-kali untuk menyelamatkan sesama penumpang. Ia pun berhasil menghela 17 orang dari air yang sedingin es. Akhirnya ia mengalami kelelahan yang luar biasa. Ia pun pingsan. Ketika sadar, ia sudah tidak bisa berdiri lagi. Selama hidupnya, Spencer terkurung dalam sebuah kursi roda. Bertahun-tahun kemudian, seseorang bertanya tentang apa yang paling diingatnya pada malam yang naas itu. Edward menjawab, “Yang jelas tidak seorang pun dari 17 orang itu yang datang untuk mengucapkan terimakasih padaku.” Sulit dipercaya.

Hal yang sama terjadi kepada Obaja. Ia tanpa pamrih menjadi pegawai Ahab raja Israel. Obaja yang takut Tuhan itu, berani mengambil langkah yang beresiko besar dengan menyembunyikan nabi-nabi Tuhan dan mengurus makan dan minumnya. Padahal nabi-nabi tersebut dicari-cari untuk dibunuh oleh Izebel, isteri raja Ahab. Obaja tidak hanya berani mati, tapi dia juga berani memberi, meskipun saat itu krisis sedang melanda Israel, sebab tidak ada hujan selama tiga tahun.

Sahabat Gandoem, Obaja melakukan perbuatan tanpa pamrih. Malahan apa yang dilakukannya itu dapat membahayakan kedudukan dan keluarga. Apakah Anda juga berani berkorban dengan apapun buat orang lain? HR

LAKUKAN YANG BENAR, SEBAB ANDA ORANG BENAR

21 Januari 2013 – Sumber Bahagia

Baca: Amsal 17:1-20
“Orang yang serong hatinya tidak akan mendapat bahagia, orang yang memutar-mutar lidahnya akan jatuh ke dalam celaka.” (Amsal 17:20)

Sebuah penelitian yang meliputi 136.000 orang dari 132 negara menunjukkan bahwa tidak berarti negara yang masyarakatnya lebih kaya, masyarakatnya lebih bahagia. Amerika Serikat yang penduduknya rata-rata paling kaya di dunia hanya menempati urutan ke-16 di antara 132 negara di dunia dalam soal kebahagiaan. Uang memang membuat mereka lebih kaya tetapi belum tentu membuatnya lebih bahagia. Ada juga negara seperti Korea Selatan dan Rusia yang dari pendapatan masyarakatnya tinggi, tetapi mereka kurang menikmati hidup sehingga dalam urutan kebahagiaan itu mereka berada di bawah. Urutan pertama diduduki Denmark. Kuncinya karena masyarakat Denmark lebih berpikiran positif dan lebih bisa menikmati hidup sehingga mereka lebih berbahagia (Sumber: andriewongso.com).

Fakta tersebut menunjukkan bahwa apa yang sedang kita miliki tidak menentukan kebahagiaan. Penulis Amsal memberi nasihat bahwa kebahagiaan adalah jika hati tidak serong (Amsal 17:20). Orang yang hatinya serong adalah orang yang tidak lurus jalannya. Orang yang tidak fokus terhadap jalan yang benar dan orang yang tidak menempatkan Tuhan sebagai sumber hidupnya. Mungkin mereka tidak melakukan hal yang tidak bersifat jahat secara moral, tetapi dilakukannya untuk mengejar kepuasan diri sendiri dan bukan untuk kemuliaan Tuhan. Orang-orang yang demikian pasti tidak akan mengalami kebahagiaan yang sejati.
Meskipun tidak memiliki harta yang melimpah, Anda dan saya dapat berbahagia jika kita hidup untuk kemuliaan Tuhan. Jika Tuhan Yesus yang menjadi pusat pemeliharaan hidup Anda, hidup Anda akan senantiasa berbahagia. SP

YESUSLAH MENJAMIN ANDA BAHAGIA, BUKAN HARTA YANG ANDA MILIKI

17 Januari 2013 – Bukti Penyertaan Tuhan

Baca: 1 Raja-raja 17:1-24
“Engkau dapat minum dari sungai itu, dan burung-burung gagak telah Kuperintahkan untuk memberi makan engkau di sana.” (1 Raja-raja 17:4).

Pada satu minggu di mana saya lagi membutuhkan uang untuk kebutuhan pulang kampung. Pergumulan ini sudah berungkali saya doakan kepada Tuhan, sampai tiba waktunya Tuhan menjawab doa saya. Jawaban doa saya sangat  mengharukan dan menegur saya. Tuhan menggerakkan hati orang yang tidak masuk hitungan saya, memberikan berkatnya kepada saya dan jumlahnya tidak sedikit. Sungguh saya heran dan percaya Tuhan telah menggerakkan hati orang itu untuk memberkati saya.

Dalam renungan hari ini kita belajar seperti saya telah ditolong oleh Tuhan. Jauh sebelumnya Tuhan sudah menyatakan kuasa-Nya dengan sesuatu yang tidak mungkin, menjadi mungkin. Elia seorang nabi Allah yang luar biasa diperhatikan Allah, bukan hanya kuasa Allah menyertai dalam pelayanannya, tetapi urusan makan dan minum pun Tuhan tolong saat krisis melanda Israel. Tuhan menunjukkan bukti pemeliharaan-Nya kepada Elia, saat Tuhan menyuruh burung gagak membawa roti dan daging kepadanya. Tuhan tidak menyuruh orang, meskipun Dia bisa, tapi dalam kisah ini Tuhan mau mengatakan kepada Elia bahwa Tuhan berkuasa memelihara hamba-Nya dengan cara apapun.

Sahabat Gandoem Mas, jika kita percaya bahwa Tuhan memelihara kita, tentunya kita tidak akan kuatir akan apa yang akan kita pakai, makan dan minum. Tuhan Yesus berkata dalam (Matius 6:33). Yang jadi masalah adalah kita tidak hidup dalam kebenaran, makanya kita kuatir. Belajar dari Elia, dia taat melakukan kebenaran, sehingga masalah makan dan minum Tuhan yang atur. Lakukanlah yang benar dan nikmati kuasa-Nya! HR

JIKA ANDA MELAKUKAN YANG BENAR, ANDA PASTI TIDAK AKAN KUATIR AKAN HIDUPMU

3 Januari 2013 – Waspadai Penyakit Kekuatiran

Baca: Matius 6:25-34
“ Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari.” (Matius 6:34)

Para ahli ilmu jiwa mengatakan bahwa: “Kekuatiran telah menekan jiwa berjuta-juta orang di seluruh dunia. Kekuatiran yang sangat berlebihan bisa menjadi semacam penyakit, yang membuat seseorang tidak bisa tidur dan merasa sangat tertekan.” Artinya kekuatiran sangat berdampak besar bagi seluruh aspek hidup Anda.
Injil Matius mencatat melalui khotbah Yesus tentang hal kekuatiran. Tuhan Yesus sepertinya telah mengetahui bahwa kekuatiran merupakan salah satu masalah serius yang dihadapi oleh manusia.

Ada begitu banyak yang menjadi kekuatiran manusia, mereka kuatir mengenai kehidupan sehari-hari seperti: makan, minum, pakai dan lainnya. Kebutuhan kesehatan, pekerjaan maupun masa depan. Padahal Yesus dengan jelas mengatakan untuk setiap kita jangan kuatir akan hidup ini, atau kebutuhan sehari-hari kita, tetapi kita masih saja diliputi kekuatiran. Tuhan sudah memberikan hidup ini secara otomatis, ia juga yang akan memelihara hidup kita dan menyediakan apa yang kita butuhkan. Bukan berarti kita tidak perlu lagi berusaha, karena Tuhan menginginkan kita juga bekerja dengan giat. Tuhan Yesus ingin menekankan agar kita jangan kuatir karena Dia berkuasa untuk memelihara hidup kita. Kekuatiran tidak akan menambah “sehasta” di dalam kehidupan Anda, sebaliknya hanya akan membuat jiwa Anda menderita. Tetapi Yesus memberikan jalan keluar supaya kita mencari “Kerajaan-Nya dan kebenaran-Nya” maka Ia akan menggenapi janji-Nya bagi hidup Anda.

Sahabat Gandoem Mas, Jangan biarkan penyakit kekuatiran menggerogoti hidup Anda. Masihkah hari ini Anda kuatir? Tanyakanlah pada dirimu sendiri. YN

JANGAN MENYIKSA DIRI ANDA DENGAN KEKUATIRAN JIKA ALLAH SANGGUP MEMELIHARA HIDUP ANDA

GM 12 Okt 2012 – Baik Lagi Benar

Baca: Lukas 23:50-56a
“Adalah seorang yang bernama Yusuf. Ia anggota Majelis Besar, dan seorang yang baik lagi benar.” (Lukas 23:50)

Sebuah istilah yang sering muncul dan tidak asing berkata: “baik itu belum tentu benar” Artinya orang baik pun belum tentu orang benar. Tetapi, bukan berarti orang seperti itu tidak ada bukan.
Alkitab memberikan kesaksian ternyata masih banyak orang yang baik lagi benar. Salah satunya ialah Yusuf Arimatea. Injil Lukas tentunya tidak asal-asalan menyatakan bahwa Yusuf Arimatea adalah orang benar. Bahkan mungkin ia telah mendengar atau sudah melihat kebaikan yang telah ia lakukan. Wajar saja bila ia dikatakan orang yang benar. Sebab menunjuk orang benar maka kebenaran itu harus diwujudkan dalam hidupnya. Yusuf adalah orang yang baik lagi benar, artinya ia seorang yang berhasil mencerminkan kebaikan hatinya untuk dinikmati oleh orang lain dan berlaku sesuai dengan hukum yang ada. Baik itu hukum manusia maupun hukum Tuhan.

Sekali pun Yusuf seorang yang kaya, “Majelis Besar” yang terkemuka dan dihormati tetapi itu semua tidak membelenggu dirinya untuk menyatakan kebaikan hatinya. Ia tidak segan-segan memberikan hartanya untuk persiapan penguburan Yesus. Ini membuktikan ia adalah seorang yang juga mengasihi Yesus. Identitas dirinya sebagai orang benar tidak hanya sebatas isapan jempol saja, tetapi benar-benar diwujud nyatakan dalam tindakan mengasihinya.

Sahabat Gandoem Mas, kita tidak perlu menunggu untuk orang lain mencap kita orang baik dan benar dulu. Sebab label orang benar sudah kita terima ketika kita beriman kepada Yesus dan otomatis cap orang baik akan datang dengan sendirinya.Yang terpenting, maukah Anda menjadi orang baik lagi benar? YN
KEBAIKAN AKAN SIA-SIA JIKA DILAKUKAN OLEH ORANG YANG BELUM DIBENARKAN OLEH TUHAN