Tag Archives: kebiasaan

08 April 2015 – Aku Tak Biasa

Baca:
Baca: Daniel 6:1-29
“… Dalam kamar atasnya ada tingkap-tingkap yang terbuka ke arah Yerusalem; tiga kali sehari ia berlutut, berdoa serta memuji Allahnya, seperti yang biasa dilakukannya” (Daniel 6:11).

Kebiasaan kalau sering diulang-ulang lama-lama akan menjadi karakter, entah itu kebiasaan baik maupun kebiasaan yang buruk. Dalam setiap pribadi pasti memiliki dua kebiasaan atau tabiat, sadar atau tidak sadar hal tersebut ada dalam setiap orang. Kebiasaan apa yang sering kita lakukan? Apakah kebiasaan yang baik atau yang buruk? Sadarilah bahwa kebiasaan kita tersebut lama-lama akan menjadi karakter yang sulit untuk diubah. Sebagai orang percaya marilah kata membiasakan diri dengan kebiasaan yang baik, sekalipun terasa sulit mari kita belajar melakukannya, karena hal tersebut akan membentuk karakter pribadi kita.
Dalam bacaan kita hari ini, kita belajar dari sosok anak muda yang luar biasa, seorang anak muda yang memiliki pendirian serta karakter yang baik, yaitu Daniel. Daniel terbiasa dengan pola hidup yang baik, secara khusus dalam hubungannya dengan Tuhan. ayat enam mengatakan “tiga kali sehari ia berlutut, berdoa serta memuji Allahnya, seperti yang biasa dilakukannya”. Kata “seperti biasa” menunjukan bahwa tindakkan yang dilakukan oleh Daniel merupakan sebuah kebiasaan yang sudah sering dilakukan, sehingga menjadi sebuah karakter yang membentuk jati dirinya.
Dunia semakin canggih, waktu terasa cepat berlalu seakan-akan tidak ada waktu yang kosong untuk melepas penat rutinitas sehari-hari. Dalam waktu yang terasa cepat berlalu apakah masih kerohanian kita tetap terpelihara? Masih adakah waktu saat teduh pribadi, mezbah keluarga, yang membuat iman kita tetap terpelihara? Kalau Anda terbiasa dengan kegiatan peribadatan dan jika ada orang yang mempengaruhi Anda untuk tidak melakukannya, maka saya percaya Anda akan berkata: “Aku Tak Biasa”, aku harus beribadah kepada Tuhan.” DN
BIASAKAN SIKAP YANG BAIK, JANGAN YANG JAHAT

“… Dalam kamar atasnya ada tingkap-tingkap yang terbuka ke arah Yerusalem; tiga kali sehari ia berlutut, berdoa serta memuji Allahnya, seperti yang biasa dilakukannya” (Daniel 6:11).

Kebiasaan kalau sering diulang-ulang lama-lama akan menjadi karakter, entah itu kebiasaan baik maupun kebiasaan yang buruk. Dalam setiap pribadi pasti memiliki dua kebiasaan atau tabiat, sadar atau tidak sadar hal tersebut ada dalam setiap orang. Kebiasaan apa yang sering kita lakukan? Apakah kebiasaan yang baik atau yang buruk? Sadarilah bahwa kebiasaan kita tersebut lama-lama akan menjadi karakter yang sulit untuk diubah. Sebagai orang percaya marilah kata membiasakan diri dengan kebiasaan yang baik, sekalipun terasa sulit mari kita belajar melakukannya, karena hal tersebut akan membentuk karakter pribadi kita.
Dalam bacaan kita hari ini, kita belajar dari sosok anak muda yang luar biasa, seorang anak muda yang memiliki pendirian serta karakter yang baik, yaitu Daniel. Daniel terbiasa dengan pola hidup yang baik, secara khusus dalam hubungannya dengan Tuhan. ayat enam mengatakan “tiga kali sehari ia berlutut, berdoa serta memuji Allahnya, seperti yang biasa dilakukannya”. Kata “seperti biasa” menunjukan bahwa tindakkan yang dilakukan oleh Daniel merupakan sebuah kebiasaan yang sudah sering dilakukan, sehingga menjadi sebuah karakter yang membentuk jati dirinya.
Dunia semakin canggih, waktu terasa cepat berlalu seakan-akan tidak ada waktu yang kosong untuk melepas penat rutinitas sehari-hari. Dalam waktu yang terasa cepat berlalu apakah masih kerohanian kita tetap terpelihara? Masih adakah waktu saat teduh pribadi, mezbah keluarga, yang membuat iman kita tetap terpelihara? Kalau Anda terbiasa dengan kegiatan peribadatan dan jika ada orang yang mempengaruhi Anda untuk tidak melakukannya, maka saya percaya Anda akan berkata: “Aku Tak Biasa”, aku harus beribadah kepada Tuhan.” DN

BIASAKAN SIKAP YANG BAIK, JANGAN YANG JAHAT

17 Januari 2014 – Kendalikan Pikiran Anda

Baca: Galatia 5:16-26
“Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada barangsiapa yang mengasihi Dia.” (Yakobus 1:12)

Anda ingin bahagia? Firman Tuhan hari ini memberikan nasihat, “Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan.” Perlu diketahui, bahwa Tuhan bukanlah sumber godaan, (ay 13) Dia tidak pernah memberi Anda pencobaan. Jika Anda bertahan dalam pencobaan, Anda akan menjadi pribadi yang berkualitas, lebih baik, bahkan kelak menerima hadiah mahkota kehidupan. Tuhan adalah pemberi hadiah yang baik, semua yang baik datangnya dari Tuhan (Yakobus 1:17). Sedangkan Iblis pemberi hadiah yang buruk, semua yang buruk datangnya dari Iblis, karena Iblis adalah bapa pendusta. Tuhan bukan dalang dari segala sesuatu yang buruk. Jadi, dari mana datangnya pencobaan?
Pencobaan datang dari hawa nafsu atau keinginan daging (14-15). Keinginan daging adalah tempat menanam benih dosa dan pembuahan dosa. Anda belum berbuat dosa secara fisik, tapi benih dosa sudah ada dalam diri Anda karena keinginan Anda. Kalau Anda ingin mengatasi godaan atau dosa, kendalikan keinginan Anda (Galatia 5:16). Sifat dan intensitas keinginan atau emosi terkait erat dengan aktivitas berpikir manusia sebagai hasil persepsi terhadap situasi. Ingatlah, Anda diciptakan Allah sebagai manusia yang berkuasa (Kejadian 1:28). Anda berkuasa, kalau Anda dapat mengendalikan dan mengalahkan emosi Anda sendiri.
“Pikiran adalah induk tindakan. Pikiran akan menuai tindakan. Tindakan akan menghasilkan kebiasaan. Menabur kebiasaan akan menghasilkan karakter. Karakter akan membentuk masa depan Anda.” TL

KENDALIKAN PIKIRAN ANDA, DENGAN FIRMAN TUHAN, ANDA AKAN SUKSES DALAM KEHIDUPAN