Tag Archives: kekuatan

16 Maret 2015 – Sukacita dan Kekuatan

Baca: 1 Tawarikh 16:27
“Keagungan dan semarak ada di hadapan-Nya, kekuatan dan sukacita ada di tempat-Nya.” (1Tawarikh 16:27)

Apakah Anda membutuhkan kekuatan dan sukacita dalam hidup ini? Alkitab memberikan jawaban yang pasti, kebutuhan Anda itu terjawab disini, ‘keagungan dan semarak ada dihadapan-Nya’, sukacita yang penuh, sukacita-sempurna! Ketika Anda memiliki sukacita-Nya, Anda memiliki kekuatan supranatura. Tidak ada sesuatu yang dapat menandingi Anda ketika Anda ada dalam kekuatan dan sukacita Tuhan!
Perhatikan firman hari ini, “Kekuatan dan sukacita ada dalam tempat kudus-Nya”. Terjemahan lain mengatakan, “Dimana Dia hadir” – memang kita tahu Dia hadir dimana-mana! Roh-Nya hidup didalam setiap orang percaya, Roh-Nya tinggal dan bermanifestasi didalam dan melalui hidup orang percaya, Hadirat Allah ada ketika Anda memuji dan menyembah Tuhan, ketika Anda mengucap syukur, ketika Anda bersaat teduh, ketika Anda menginjil, dsb. Hadirat Allah ada ditempat-tempat tersebut. Anda adalah Bait kudusNya. Setiap saat ketika Anda ada dalam situasi dan kondisi yang ‘tidak enak’ – atasilah dengan mulai memuji Tuhan, mengucap syukur, perkatakan kasih setiaNya, kebaikanNya. Dekatkan diri Anda kepadaNya, maka Tuhan akan dekat dengan Anda. Tuhan akan memenuhi Anda dengan sukacitaNya dan kekuatanNya, sebab dalam hadiratNya didapatkan semuanya itu!
Ada banyak hal yang bisa kita syukuri setiap hari. Allah senantiasa menyediakan segala kebutuhan kita. Dengan demikian, mari kita merayakan hari Pengucapan Syukur sepanjang masa. “Bersyukurlah kepada Tuhan, panggillah nama-Nya, perkenalkanlah perbuatan-Nya di antara bangsa-bangsa! … Biarlah bersukahati orang-orang yang mencari Tuhan!” (8-10). TL

MENGUCAP SYUKUR MERUPAKAN POLA HIDUP ORANG KRISTEN

02 Oktober 2014 – Hidup Yang Kuat

Baca: Matius 7:24-27
“Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu.” (Matius 7:24)

Melakukan kehendak Tuhan adalah seperti membangun rumah di atas pondasi yang kokoh dan teguh, yang tetap bertahan kuat waktu ada badai. Tanpa kekuatan fondasi, keindahan sebuah rumah menjadi tidak berarti. Demikian juga, selama hidup kita akan selalu berhadapan dengan masalah dan persoalan. Masalah dan kesulitan yang kita hadapi bisa menjadi badai yang menerpa rumah hidup kita. Namun, tidak semua yang diterpa badai akan hancur. Hal yang menentukan adalah kekuatan dari bangunan. Demikian juga dengan kita, bila kita mempunyai hidup yang kuat, kesulitan dan persoalan tidak akan dapat menghancurkan hidup kita.
Yesus mengajarkan bahwa kehidupan yang kuat itu bukan oleh karena tubuh fisik yang kuat, kekayaan yang berlimpah dan kedudukan yang tinggi, melainkan dengan menjadi pelaku firman. “Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu.” (Matius 7:24). Mendengar firman Tuhan memang baik, tetapi mendengar saja tidak cukup, harus melakukan apa yang telah didengar dan yang telah dimengerti.
Ironis sekali, pada saat hidup kita tenang dan tidak ada badai kita sering mengabaikan fondasi kehidupan kita. Padahal, ujian dan badai hidup bisa saja datang sewaktu-waktu tanpa kita duga. Setiap manusia pasti akan mengalami badai hidup. Tetapi, bagi orang yang mempunyai fondasi kehidupan yang kuat, tentu tidak akan goyah dan pasti mampu menghadapinya. Sudahkah Anda membangun fondasi kehidupan dengan firman Tuhan? SP

FIRMAN TUHAN ADALAH KEKUATAN BAGI KEHIDUPAN ORANG PERCAYA

25 Juli 2014 – Kemuliaan Pelayanan

Baca: 2 Korintus 4: 1-15
“Tetapi harta ini kami punyai dalam bejana tanah liat, supaya nyata, bahwa kekuatan yang melimpah-limpah itu berasal dari Allah, bukan dari diri kami.” (2 Korintus 4:7)

Anda mempunyai banyak harta-karun terpendam dalam hidup Anda: anugerah, talenta, kemampuan. Sebagai orang percaya, harta terbesar dalam hidup kita adalah: ‘Roh Allah’. Roh Allah yang hadir dalam hidup Anda yang fana ini. Kita ini bejana tanah liat; harta karun Injil, dan yang ada di dalamnyalah yang terpenting. Harta yang tak ternilai harganya itu, yaitu: ‘Berita keselamatan di dalam Yesus Kristus’ telah dipercayakan Allah kepada kita yang ‘fana, rentan, dan rapuh.’ Dalam hal ini, Paulus memfokuskan bukan kepada bejana tanah liat, namun kepada nilai content yang ada di dalamnya, yaitu kuasa Allah yang ada dalam diri kita! Sekalipun kita lemah, Allah tetap memakai kita untuk maksud mulia, menyebarkan berita sukacita. Untuk maksud ini Tuhan telah memberikan kuasa-Nya untuk melengkapi kita.
Menyadari bahwa kuasa itu bukan milik kita, akan menjaga kita dari kesombongan dan menuntun kita setiap hari untuk bergantung kepada-Nya sebagai sumber kuasa kita. Tugas kita adalah membawa orang melihat Allah melalui hidup kita. Sebagai bejana, kita harus bersih dan bersedia dipakai Tuhan (2 Timotius 2:20-21). Untuk itu, Tuhan juga mendepositokan ‘sarana’ untuk melakukan kehendak-Nya dalam Anda dan melalui Anda. Dengan pimpinan Roh Kudus Anda akan menyadari kebesaran ini, bahwa Allah telah melengkapi Anda dengan segala perkara yang Anda butuhkan untuk hidup yang saleh … (2 Petrus 1:3).
Kita dapat mengangkat ke permukaan harta itu dengan “apa yang kita katakan dan apa yang kita percayai.” Kita ‘berdayakan’ harta tersebut melalui doa, dan pimpinan Roh Kudus. TL

JANGAN BIARKAN HARTA ITU ‘MATI’ DALAM BEJANA TANAH LIAT ANDA

13 Juni 2014 – Kekuatan Firman-Nya

Baca: Mazmur 94:1-23
“ Apabila bertambah banyak pikiran dalam batinku, penghiburan-Mu menyenangkan jiwaku.” (Mazmur 94:19)

Seorang motivator selalu menekankan akan kuasa pikiran-pikiran positif yang mampu mendorong seseorang untuk hidup lebih baik. Salah satu website, Anne Ahira, seringkali mengirimkan artikel-ertikel kepada saya, menyebutkan bahwa penelitian-penelitian muktahir menunjukan betapa hebatnya kekuatan pikiran. Salah satu orang besar yang menerapkannya adalah Muhammad Ali. Sebelum naik ring dan bertarung dengan lawannya, dalam sebuah wawancara televisi, Ali mengaku ia selalu melakukan affirmasi. “Aku petinju hebat. Apa pun yang terjadi, aku tetap petinju yang hebat. Akulah petinju terbaik di dunia ini” begitu katanya dalam hati. Ketika wartawan menanyakan alasannya, Ali menjawab, “Kalimat itu memberiku rasa percaya diri, menguatkan keinginanku dan membulatkan konsentrasiku pada target yang ingin aku capai. Jika akhirnya aku gagal, aku akan belajar dari kegagalan dan berlatih lebih giat lagi hingga berhasil.”
Muhammad Ali yang tidak kenal Tuhan mempunyai perkataan yang dapat memotivasi diri sendiri, kita sebagai orang percaya mempunyai firman Tuhan yang senantiasa dapat memotivasi hidup kita. Daud, seorang tokoh yang banyak dikagumi oleh orang percaya, mempunyai kehidupan yang senantiasa bersandar kepada Tuhan. Ketika ditengah-tengah masa hidupnya yang kelam dan ketakutan serta kekuatiran mulai memenuhi pikirannya, firman Tuhan menghibur dan memberi kekuatan kepadanya. Alkitab berkata terkutuklah orang yang mengandalkan kekuatan diri sendiri (Yeremia 17:5).
Sudahkah pikiran-pikiran Anda hari ini penuh dengan firman Tuhan? SP

PENUHILAH PIKIRAN ANDA DENGAN FIRMAN TUHAN, KARENA DI DALAMNYA TERDAPAT KEHENDAK TUHAN

10 Mei 2014 – Kuda-kuda

Baca: Roma 1:16-17
“Sebab di dalamnya nyata kebenaran Allah, yang bertolak dari iman dan memimpin kepada iman, seperti ada tertulis: “Orang benar akan hidup oleh iman.” (Roma 1:17)

Dalam dunia bela diri ada yang namanya kuda-kuda, dimana pertahanan seorang bela diri di pusatkan pada kaki. Bila kuda-kudanya benar maka dapat di pastikan orang tersebut akan sanggup menghadapi setiap serangan dari musuh. Sebaliknya kalau seorang bela diri tidak memiliki kuda-kuda yang benar maka ketika menghadapi serangan dari musuh dapat dipastikan dia akan gampang di jatuhkan karena pertahanannya tidak kokoh.
Rasul Paulus menasehatkan kita saat ini supaya kita memiliki pegangan yang kokoh. Bukan harta kita, bukan juga kekuatan kita. Tetapi kekuatan kita adalah firman Allah. Paulus ketika menuliskan surat Roma ini bukan dalam keadaan yang menyenangkan tetapi dia dalam keadaan yang sulit karena dia menjadi seorang tahanan. Yang sering menjadi pertanyaan dimana kekuatan Paulus? Sedangkan dia berada dalam penjara. Yang menjadi suka cita Paulus bukan hanya karena segala sesuatu yang baik saja, tetapi merasa bahagia ketika dia bisa memberitakan Injil serta menguatkan saudara seiman, kondisi tidak menjadi alasan bagi Paulus untuk tidak bersukacita.
Sebagai orang percaya apa yang menjadi kekuatan kita? Yang menjadikan kita sanggup menghadapi tantangan dunia ini hanyalah dengan berpegang pada Injil Tuhan. Baca dan renungkan firman-Nya siang dan malam maka kita sanggup menghadapi tantangan dunia ini (Mazmur 1:1-6). Sudahkah Anda membaca dan merenungkan firman Tuhan? Sebab yang menjadikan iman kita kokoh adalah firman Allah. Jadikan firman Tuhan sabuk keselamatan kita (Efesus 6:14). DN

ORANG KUAT ADALAH ORANG YANG MAMPU BERSUKA DI SAAT YANG SULIT

27 Februari 2014 – Pencobaan-Pencobaan Biasa

Baca: 1 Korintus 10:11-13
“Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya.” (I Korintus 10:13)
 
            Seorang kerabat kami, setiap akhir tahun pasti dirawat inap karena penyakit diabetes yang dideritanya sejak tahun 2004, dan sepanjang tahun harus tetap berobat jalan. Hal itu berlangsung selama tujuh tahun. Tetapi, sejak tahun 2011, beliau harus merawat orang tuanya yang sudah lanjut umur  dan pikun. Keluarganya sempat berpikir, “Bagaimana nanti kami dapat memenuhi biaya untuk semuanya. Sekarang saja membutuhkan biaya perawatan yang cukup besar.”  Tetapi sejak saat itu beliau mengakui bahwa dia tidak pernah lagi masuk rumah sakit untuk dirawat inap. Bahkan yang lebih luar biasa lagi sakit itu pun tidak pernah kambuh, dan sampai sekarang beliau tidak lagi mengkonsumsi obat diabetes.
Sungguh, apa yang dinyatakan dalam ayat renungan kita hari ini, telah digenapi dalam kehidupan keluarga ini. Secara khusus bagi ibu yang telah mengalami pertolongan dan jalan keluar dari Tuhan. Beliau mengatakan bahwa “sungguh pencobaan-pencobaan yang Tuhan ijinkan dalam hidup saya hanyalah pencobaan biasa, yang tidak akan melebihi kekuatan saya dan keluarga kami. Karena Tuhan sendirilah yang telah memberikan jalan keluar yang terbaik untuk persoalan kami sampai hari ini.”
            Saat datang persoalan katakanlah, “pencobaan yang saya alami adalah pencobaan biasa. Karena saya memiliki Allah yang setia yang tidak akan membiarkanku dicobai melebihi kekuatanku. Dia pasti memberiku jalan keluar.” EJG

ALLAH TURUT BEKERJA DALAM SEGALA SESUATU UNTUK MENDATANGKAN KEBAIKAN BAGI ANDA

14 Desember 2013 – Ungkapan Kemenangan

Baca: 2 Korintus 2:12-17
“Tetapi syukur bagi Allah, yang dalam Kristus selalu membawa kami di jalan kemenangan-Nya. Dengan perantaraan kami Ia menyebarkan keharuman pengenalan akan Dia di mana-mana.” (2 Korintus 2:14)

Ketika Anda berpikir tentang masa lalu Anda, peristiwa apa yang selalu teringat? Kenangan indah apa yang ingin Anda ulangi kembali? Dalam Perjanjian Lama, mereka diajar Allah untuk membuat ‘Batu Peringatan’ sebagai tanda kemenangan mereka. Batu peringatan ini berfungsi untuk mengingatkan dan mengatakan kepada siapa saja yang melihat, akan perbuatan baik Allah atas kehidupan mereka.
Mari kita berfokus kepada kemenangan kita bersama Tuhan dari pada kegagalan, kekalahan dan kemunduran. Sebab yang terakhir ini akan menguras energi Anda, mencuri rasa percaya diri dan sukacita Anda. Sebaliknya, ketika Anda berfokus kepada kemenangan, Anda akan membangun kekuatan dan kepercayaan diri. Mendorong Anda untuk bersyukur kepada Tuhan. Ketika Anda memuji dan bersyukur kepada Tuhan atas kemenangan dalam hidup Anda, Tuhan akan mencurahkan berkat-berkat-Nya kepada Anda. Dia akan membuka pintu berkat bagi Anda untuk terus bergerak maju memenuhi impian dan keinginan-Nya. Ironisnya anak-anak Tuhan, lupa anugerah Tuhan. Saat masalah datang, kita bersungut-sungut dan melawan Tuhan. Syukur, Tuhan tetap mengasihi dan setia kepada kita.
Marilah, kita belajar untuk terus menerus mengucap syukur. Dengan jalan itu, kita menyebarkan keharuman kemana pun kita pergi, Bahkan jika tak seorang pun mengakui usaha kita, Allah melihat dan mengetahui. Jadi jangan berkecil hati. Jangan pula menyerah. Apa yang Anda lakukan selalu memiliki arti yang kekal di mata Allah. TL

TAK ADA TEMPAT BAGI ANDA UNTUK TIDAK MENYEBARKAN KEHARUMAN ALLAH