Tag Archives: ketaatan

28 Agustus 2014 – Dua Sisi Kehidupan

Baca: II Timotius 3:16
“Kuduskanlah mereka dalam kebenaran; firman-Mu adalah kebenaran.”
(Yohanes 17:17)

Ada dua Sisi kehidupan yang perlu Anda ketahui. Yang pertama adalah iman dan ketaatan. Di satu sisi, keselamatan, pengampunan, penyucian dan pemulihan, kita terima dengan iman, atas dasar anugrah, atau belas kasihan Allah (Bapa), yang dikaruniakan Yesus Kristus sebagai Juruselamat penebus dosa (Yohanes 3:16 ; Efesus. 2:8,9). Di sisi yang lain, sebagai bukti dari rasa syukur kita dan sebagai wujud dari rasa takut dan hormat kita kepada Allah, kita wajib mentaati seluruh kebenaran Firman Allah yang tertulis dalam Alkitab. Alkitab berkata, “… kejarlah kekudusan, sebab tanpa kekudusan, tidak seorang pun akan melihat Tuhan.” (Ibrani 12:14b).
Dua Sisi Kehidupan yang kedua adalah berpegang kepada Firman Allah yang tertulis (Yohanes 17:17 dan 2 Timotius 3:16),di satu sisi belajar peka terhadap suara/petunjuk dari Roh Kudus (1 Korintus 2:10,11) di sisi lain. Petunjuk khusus dari Roh Kudus seringkali dibutuhkan, karena tidak semua hal ada tertulis (petunjuknya) dalam Alkitab. Petunjuk Roh Kudus bisa lewat firman Tuhan, mimpi, visi/penglihatan, nubuat, dan lain-lain. Ada yang hanya utamakan firman Allah (Alkitab), tapi tidak peka terhadap Roh Kudus. Begitu pula sebaliknya. Tidak lengkap. Dan dua sisi kehidupan yang ketiga adalah antara karunia dan buah dari Roh Kudus. Di satu sisi, kita harus benar-benar mendambakan dan menghargai pentingnya karunia-karunia Roh Kudus. Namun di sisi yang lain, kita harus melahirkan buah-buah Roh dalam kehidupan kita.
Milikilah tiga pasang dari dua sisi kehidupan ini, karena akan membuat hidup Anda seimbang dan mantap. Lakukanlah!GS

KESEIMBANGAN BIKIN HIDUP STABIL DAN MANTAP, SERTA TIDAK MENJADI EKSTRIM

28 Februari 2013 – Bala Tentara Allah

Baca: Yosua 5:13-15
“Dan Panglima Balatentara TUHAN itu berkata kepada Yosua: “Tanggalkanlah kasutmu dari kakimu, sebab tempat engkau berdiri itu kudus.” Dan Yosua berbuat demikian.” (Yosua 5:15)

Arema, merupakan sebuah club sepak bola dari kota Malang, Jawa Timur. Nama Arema kali pertamanya muncul dalam legenda kidung Harsawijaya yang menuliskan kisah sepak terjang Patih Kebo Arema saat Kerajaan Singosari diperintah Raja Kertanegara. Patih Kebo Arema, merupakan abdi kerajaan Raja Kertanegara yang menumpas pemberontakan Kelana Bhayangkara, seperti tertuang dalam tulisan kidung Panji Wijayakrama, termasuk menghancur leburkan upaya pemberontakan Cayaraja seperti ditulis dalam kitab Negarakertagama, dia adalah tentara yang taat kepada rajanya sehingga dia di percaya raja untuk memperluas daerah kekuasaan raja Kertanegara sampai ke Malaysia.

Seperti halnya dengan ketaatan Kebo Arema, Yosua pun juga mau taat sekalipun itu perintah yang sederhana. Di ayat 13 Yosua melihat seorang laki-laki dan dia menyebut Panglima Balatentara Allah, menurut penafsir itu adalah Malaikat Allah yang membantu Yosua menaklukan kota Yerikho. Panglima itu menyuruh Yosua melepas kasutnya karena tempat Yosua dan panglima itu adalah kudus dan saat itu juga Yosua taat. Di sini ketaatan Yosua terlihat. Melalui ketaatan Yosua inilah, kemudian Panglima Balatentara Allah memberikan perkara-perkara yang besar, yaitu kemenangan dalam menaklukkan tanah perjanjian.

Sahabat Gandoem Mas, kita juga adalah prajurit-prajurit Kristus. Sebagai seorang prajurit yang setia, maka kita pun harus menunjukkan ketaatan kita kepada Panglima kita, yaitu Yesus Kristus. Kita tidak berperang memperebutkan kota atau saling membunuh, tapi kita telah di pilih menjadi prajurit-Nya untuk memenangkan banyak jiwa. Anda prajurit Kristus? Taatilah perintah-Nya. YEP

JADILAH TENTARA ALLAH YANG TAAT DAN SETIA

21 Februari 2013 – Bukan Untuk Dipuji

Baca: 1 Raja-raja 18:1-15
“Karena pada waktu Izebel melenyapkan nabi-nabi TUHAN, Obaja mengambil seratus orang nabi, lalu menyembunyikan mereka lima puluh lima puluh sekelompok dalam gua dan mengurus makanan dan minuman mereka.” (1 Raja-raja 18:4).

Pada tahun 1860, kapal Lady Elgin bertabrakan dengan sebuah perahu pengangkut kayu. Saat itu malam sedang penuh badai. Lady Elgin pun karam. Sebanyak 393 orang penumpangnya terapung-apung di perairan danau Michigan. Dua ratus tujuh puluh sembilan orang di antaranya tewas tenggelam. Di kala panik, seorang mahasiswa bernama Edward Spencer terjun ke dalam air berkali-kali untuk menyelamatkan sesama penumpang. Ia pun berhasil menghela 17 orang dari air yang sedingin es. Akhirnya ia mengalami kelelahan yang luar biasa. Ia pun pingsan. Ketika sadar, ia sudah tidak bisa berdiri lagi. Selama hidupnya, Spencer terkurung dalam sebuah kursi roda. Bertahun-tahun kemudian, seseorang bertanya tentang apa yang paling diingatnya pada malam yang naas itu. Edward menjawab, “Yang jelas tidak seorang pun dari 17 orang itu yang datang untuk mengucapkan terimakasih padaku.” Sulit dipercaya.

Hal yang sama terjadi kepada Obaja. Ia tanpa pamrih menjadi pegawai Ahab raja Israel. Obaja yang takut Tuhan itu, berani mengambil langkah yang beresiko besar dengan menyembunyikan nabi-nabi Tuhan dan mengurus makan dan minumnya. Padahal nabi-nabi tersebut dicari-cari untuk dibunuh oleh Izebel, isteri raja Ahab. Obaja tidak hanya berani mati, tapi dia juga berani memberi, meskipun saat itu krisis sedang melanda Israel, sebab tidak ada hujan selama tiga tahun.

Sahabat Gandoem, Obaja melakukan perbuatan tanpa pamrih. Malahan apa yang dilakukannya itu dapat membahayakan kedudukan dan keluarga. Apakah Anda juga berani berkorban dengan apapun buat orang lain? HR

LAKUKAN YANG BENAR, SEBAB ANDA ORANG BENAR

19 Februari 2013 – Diserupakan

Baca: Roma 8:18-30
“Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara.” (Roma 8:29)

Setelah kelahiran kembali, kita telah menjadi anak Allah, namun kita masih perlu diserupakan dengan gambar Putra Sulung Allah (Roma 8:29), agar pada tahap yang lebih maju kita menjadi putra-putra Allah. Bagaimanakah kita dapat diserupakan dengan gambar Putra Sulung Allah? Pertama-tama kita harus memahami bagaimana Putra sulung Allah hidup di bumi. Putra Sulung Allah adalah Manusia Allah. Sebagai seorang manusia, setiap hari Dia berada di bawah bayang-bayang salib, menyangkal dan menyalibkan diri-Nya sendiri. Yang dikatakan-Nya tidak dikatakan dari diri-Nya sendiri dan yang dilakukan-Nya tidak berasal dari kesenangan-Nya sendiri melainkan menurut kehendak Bapa (Yohanes 8:28-29; 14:10).

Hari ini, kita sebagai orang-orang yang telah diselamatkan, adalah putra-putra Allah. Tetapi, hidup kita belum serupa dengan putra-putra Allah. Apakah kita hidup serupa dengan Putra Sulung Allah atau tidak, tergantung pada apakah kita hidup di bawah bayang-bayang salib atau tidak. Jika kita ingin mengalami diserupakan dengan gambar Putra Allah, kita perlu setiap hari diserupakan dengan kematian-Nya (Filipi 3:10). Sudahkah kita mati terhadap diri sendiri ketika berhadapan dengan isteri, suami, atau anak-anak kita? Ini bukanlah perihal kesabaran. Kita tidak perlu berusaha sebaik mungkin untuk bersabar, kita hanya perlu untuk mati. Untuk itu kita perlu senantiasa berdoa dan masuk dalam persekutuan dengan Tuhan (Yohanes 15:4-6).

Semakin berdoa, kita semakin tahu bagaimana caranya mati terhadap diri sendiri. AHS

YANG KUKEHENDAKI IALAH AKU MENJADI SERUPA DENGAN YESUS KRISTUS DALAM KEMATIAN-NYA

8 Februari 2013 – Ada Aturan Mainnya

Baca: Yehezkiel 18:1-32
“Hidup menurut ketetapan-Ku dan tetap mengikuti peraturan-Ku dengan berlaku setia ialah orang benar, dan ia pasti hidup, demikianlah firman Tuhan ALLAH.” (Yehezkiel 18:9)

Suatu kali, saya bersama teman-teman mengikuti sebuah pertandingan futsal, yang diselenggarakan untuk memperingati hari kemerdekaan Indonesia. Namun sayang sekali, tim kami harus mengalami kekalahan telak. Dalam permainan, sebenarnya kami tidak cukup buruk, tetapi yang membuat bola tidak sering di pihak kami adalah karena seringnya kami melanggar peraturan. Sehingga hal tersebut banyak menguntungkan lawan main kami. Bagaimana tidak, akibat pelanggaran tersebut, kami memberikan peluang untuk pihak lawan menguasai bola. Dalam permainan apapun tentu ada aturan-aturan yang ditentukan maupun yang disepakati. Ada batas-batas yang mengendalikannya. Melanggar batas atau peraturan berarti mengacaukan permainan dan akan kena sanksi.

Tuhan pun mempunyai, batasan, peraturan atau juga yang sering disebut dengan ketetapan-ketetapan Allah. Tuhan menuntut orang Israel hidup menuruti batasan-batasan yang Tuhan sudah tetapkan. Jika mereka melanggar, maka hukumanlah yang akan di tuainya. Melalu Yehezkiel, Tuhan menegor bangsa Israel yang telah melanggar ketetapan-ketetapan Tuhan. Tuhan berkata bahwa setiap orang bertanggung jawab atas perbuatannya masing-masing (ayat 4). bagi orang-orang yang setia mengikuti peraturan Tuhan, Tuhan menyebut mereka sebagai orang benar, dan Tuhan menjanjikan sebuah kehidupan baginya (ayat 9).

Sebagai orang percaya, kita pun dituntut untuk menjalani hidup kita sesuai dengan perintah Tuhan. memang kita tahu Tuhan itu kasih, tetapi kita juga harus tahu bahwa setiap pelanggaran yang kita lakukan ada konsekuensinya. Bersedia hidup mengikuti aturan Tuhan? Kiranya Roh Kudus senantiasa menolong Anda. SP

JIKA KITA IKUT DALAM RENCANA TUHAN, MAKA KITA PUN HARUS MENGIKUTI ATURAN-ATURAN TUHAN

7 Februari 2013 – Menyangkal Diri

Baca: Matius 16:21-28
“Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku.” (Matius 16:24)

Banyak orang berpendapat bahwa menyangkal diri itu sama dengan menderita. Hal ini tidak benar, karena penderitaan banyak yang diakibatkan kesalahan kita sendiri. Menyangkal diri adalah menyalibkan/mengubur manusia lama kita bersama Kristus (Roma 6:6), dan sebagai gantinya kita memperhidupkan Kristus di dalam hidup kita sehari-hari. Rasul Paulus mengatakan dalam Galatia: “Sebab aku telah mati … supaya aku hidup untuk Allah. Aku telah disalibkan dengan Kristus; namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku … ” Inilah konsep menyangkal diri yang benar.

Hanya orang yang mau memikul salibnya (tersalib bersama Kristus) yang layak (berkenan) untuk mengikut Yesus (Matius 10:38). Hanya orang yang memperhidupkan Kristus yang dapat melakukan Firman Tuhan. Adalah mustahil kita bisa melakukan firman dalam Matius pasal 5-7 tanpa memperhidupkan Yesus. Oleh sebab itu manusia lama kita harus dikubur dan diganti dengan Tuhan Yesus.

Semakin kita berhasil, semakin kita sombong, semakin sulit mendengar pendapat orang lain, semakin kita sulit untuk tunduk, semakin kita sulit untuk diatur. Mengapa? Karena yang hidup dalam diri kita adalah manusia lama/daging yang ingin meninggikan diri sendiri, inilah sumber perpecahan (Galatia 5:19-21). Banyak orang bahkan hamba Tuhan yang besar akan ditolak Tuhan karena mereka tidak mau melakukan kehendak Tuhan (Matius 7:19-21) yaitu memikul salib dan menyangkal diri. Mari kita belajar melakukan firman Tuhan. AHS

BERBAHAGILAH ORANG YANG MENDENGAR DAN MELAKUKAN FIRMAN TUHAN

30 Januari 2013 – Otoritas Firman Tuhan

Baca: Matius 15:1-20
“Tetapi jawab Yesus kepada mereka: “Mengapa kamupun melanggar perintah Allah demi adat istiadat nenek moyangmu?” (Matius 15:3)

Sekolah yang diberi nama City Montessori School di kota Lucknow, India, merupakan sekolah terbesar di dunia saat ini. Karena besarnya, sehingga mendapatkan penghargaan Guinness World Records. Sekolah ini memiliki sebanyak 39.437 siswa yang terdaftar pada tahun akademik 2010-2011. Pihak sekolah mengatakan, jumlah pendaftaran telah meningkat di atas 45.000. Sekolah itu memiliki 2.500 guru, 3.700 komputer dan 1.000 ruang kelas. Sekolah ini pertama kali di buka atau didirkan Jagdish Gandhi dan isterinya Bharti pada tahun 1959 dengan pinjaman 300 rupee (setara Rp.58.000 nilai uang pada saat ini) dan hanya memiliki lima orang siswa. Luar biasa, hingga saat ini sekolah tersebut telah berkembang hingga lebih dari 20 lokasi di Lucknow, ibu kota negara bagian Uttar Pradesh, dan terkenal dengan hasil ujian dan program pertukaran internasional.

Pendidikan sangat penting, sehingga perkembangan sekolah-sekolah pada saat ini berlomba untuk memberikan kualitas yang terbaik. Meskipun begitu, melalui perikop ini kita merenungkan, bahwa pendidikan firman Tuhan harus mendapatkan tempat prioritas. Tuhan Yesus menegor dan mencela orang Farisi dan ahli-ahli Taurat ketika mereka menempatkan firman Tuhan setelah adat istiadat. Yesus sedang memperingatkan orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat untuk menempatkan firman Tuhan di atas pendidikan manusia.

Kadang kita mengabaikan pelajaran-pelajaran firman di gereja. Oleh sebab itu, biarlah firman Tuhan berkuasa atas Anda. Jadikan firman Tuhan sebagai acuan, pedoman terlebih filter pelajaran-pelajaran dari dunia. SP

FIRMAN TUHAN BUKAN UNTUK DIKOLABORASIKAN DENGAN AJARAN DUNIA, TETAPI JADIKANLAH FILTER

26 Januari 2013 – Berlaku Curang

Baca: Kejadian 31:1-21
“Tetapi ayahmu telah berlaku curang kepadaku dan telah sepuluh kali mengubah upahku, tetapi Allah tidak membiarkan dia berbuat jahat kepadaku.” (Kejadian 31:7)

Berbeda dengan arti nama Yakub yakni; “Penipu” Laban mertua Yakub ini mempunyai arti nama yang baik, yaitu “putih”. Biasanya warna putih identik dengan, bersih, tindakan yang mulia, tanpa kesalahan. Tentunya sebuah nama merupakan doa dan harapan orang tua yang nantinya mempunyai moral dan karakter yang baik. Bertolak belakang dengan hidup Laban, ia sendiri tidak menunjukkan sikap yang ‘putih’.

Alkitab berkata: “Laban adalah orang yang curang” Kecurangan pertama yang dilakukannya ialah tidak memberikan Rahel kepada Yakub pada hari pernikahan yang ditetapkan. Tetapi memberikan Lea, anak perempuan tertua yang tidak dicintai Yakub. Mungkin ini tindakan baik karena sesuai dengan budaya setempat, tetapi ada yang berkata; wajar saja, karena Yakub pun pernah melakukan penipuan terhadap Esau, kakaknya. Namun, tetap saja perbuatan Laban merupakan penipuan dan Yakub pun tertipu. Laban terus menerus mencurangi Yakub dengan sepuluh kali, mertuanya mengubah upahnya, dan Laban tidak bertobat bahkan tanpa disadari ia telah menjual kedua anak perempuannya (Kejadian 31:14-15). Sebab itu Allah tidak membiarkan ia terus berbuat jahat pada Yakub. Keserakahan telah membuat Laban tidak puas dan berlaku curang. Segala cara dilakukan sekalipun harus mengorbankan anak-anaknya.

Sahabat GandoemMas, ketika kecurangan dan keserakahan mulai menggerogoti hati Anda maka segala cara dihalalkan, bahkan mengorbankan orang-orang yang dikasihi agar ambisi pribadi Anda terpenuhi. Waspadalah agar Anda tidak berlaku curang! YN

CEPAT ATAU LAMBAT ORANG YANG BERLAKU CURANG MENERIMA GANJARAN DARI TUHAN

GM 9 Okt 2012 – Tunduk Pada Otoritas

Baca: Roma 13:1-7
“Tiap-tiap orang harus takluk kepada pemerintah yang di atasnya, sebab tidak ada pemerintah, yang tidak berasal dari Allah; dan pemerintah-pemerintah yang ada, ditetapkan oleh Allah.” (Roma 13:1)

Paulus menuliskan pesan di atas ketika kekaisaran Roma dipimpin orang yang sangat kejam yaitu Nero. Dia membunuh ibunya sendiri, saingannya, dan juga istrinya. Di tangannya pula banyak orang Kristen dibunuh dengan kejam. Ada yang di adu dengan singa, digantung, disalib dan kepalanya ditusuk dengan kayu lalu dipajang di jalanan untuk dijadikan penerangan.

Anehnya, pada masa seperti itu Paulus tetap meyakini bahwa semua pemerintahan di bumi ini ditetapkan Allah dan orang Kristen harus tunduk. Ini bukan usul atau saran tetapi perintah yang merupakan keharusan. Tuhanlah yang menciptakan wewenang, melawan otoritas sama dengan melawan Allah. Dalam urusan pemerintah kita wajib membayar pajak, telpon, air dengan benar, memberi hormat pada pejabat, dan tidak demo di luar aturan.

Dalam keluarga anak harus menghormati orang tua, dan istri tunduk pada suami. Dalam urusan majikan dan karyawan, taat pada atasan seperti kepada Tuhan, jangan terprovokasi dengan hasutan. Salurkan aspirasi lewat jalur yang sopan dan hormat. Di bidang rohani dengan tegas Tuhan menyatakan jangan mengusik orang-orang yang Kuurapi atau berbuat jahat pada nabi-nabi-Ku. Ibrani 13:17 dikatakan “Taatilah pemimpin-pemimpinmu dan tunduklah pada mereka …” Setan mempunyai prinsip pemberontakan yang kuat sehingga membujuk manusia untuk melawan otoritas yang ada dan menyebabkan kekacauan. Lebih baik memyampikan saran dan koreksi dengan penuh hormat dan kasih pada pemimpin rohani kita, bila belum didengarkan, doakanlah sampai Tuhan membuka hatinya. BAS
ORANG YANG TIDAK TAAT JADI SASARAN EMPUK IBLIS

GM 6 Okt 2012 – Bertumbuh Lewat Ketaatan

Baca: Matius 7:24-27
“Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu.” (Matius 7:24)

Seorang anak yang les piano harus sering mempraktekkan pelajarannya sebab jika tidak demikian maka tidak akan pernah bisa walau les 10 tahun. Jadi, belajar kemudian praktek langsung, menggerakkan jari-jari kanan dan kiri sampai berminggu-minggu lalu naik ke tingkat berikutnya. Belajar apapun pasti harus mempraktekkan, kalau tidak maka mubazir. Alkitab tidak berkata bahwa yang  berbahagia adalah orang yang mendengar lalu mencatat atau membeli buku, tetapi yang melakukan. Firman yang kita dengar harus terintegrasi dalam hidup sehari-hari yang akhirnya membentuk fondasi hidup yang kokoh dan siap menghadapi badai yang berkecamuk dalam hidup kita.
Menulis dan membaca kita belajar di Sekolah Dasar. Sampai sekarang kita tidak lupa karena itu sudah menyatu dalam hidup kita sehari-hari. Tetapi masihkah Anda ingat kapan tepatnya Belanda menjajah Indonesia? Karena tidak menyatu dalam hidup kita maka kita tidak ingat.

Berdoa, memberi perpuluhan, jujur, mengejar kekudusan, memberitakan Injil, membayar pajak dan sebagainya akan mudah dilakukan ketika kita sudah melakukannya berulang-ulang dan sudah menjadi kebiasaan. “Orang bodoh” dalam Alkitab bahasa Jawa adalah “orang gemblung.” Tidak peduli orang itu pengusaha sukses, dokter, pejabat, pendeta atau jemaat jika kita hanya mendengar atau membaca Firman, tetapi tidak melakukannya maka kita adalah kumpulan “orang gemblung.” Secara fisik, tidak ada seorang pun di dunia ini yang berani membangun rumah di atas pasir. Tetapi secara rohani banyak orang yang membangun rumah rohnya di atas pasir, dengan cara tidak melakukan Firman. BAS

JADILAH PELAKU DAN BUKAN PENDENGAR SAJA