Tag Archives: Kristus

08 Februari 2015 – Yustinus Martir Iman

Baca: I Petrus 3:13-17
“Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman.” (II Timotius 4:7)

Yustinus Martir adalah bapa gereja mula-mula. Yustinus Martir(100-165M) lahir di tanah Israel. Orang tuanya bukan Yahudi , mereka orang Yunani. Ia beruntung dan mendapat kesempatan belajar filsafat di Efesus. Pada masa mudanya ia menyaksikan banyak sekali penganiayaan terhadap orang Kristen dalam hal kesetiaan mempertahankan iman mereka.
Seorang Kristen yang lanjut usia dengan kewibawaan dan kerendahan hati menjelaskan tentang nubuatan para nabi dan menjelaskan bahwa Yesus adalah penyataan Allah sesungguhnya. Inilah yang sekaligus menjadi titik balik kehidupan Yustinus dan akhirnya ia bertobat. Yustinur menunjukkan semangat yang luar biasa dalam penyebaran agama Kristen. Ia melakukan banyak perjalanan sebagai seorang filsuf dengan tujuan memenangkan jiwa bagi Kristus. Ia menggunakan setiap kesempatan untuk mengajarkan tentang iman Kristen secara terang-terangan ia tidak peduli walau harus menderita. Bukan hanya itu saja, Ia menulis surat pembelaan kepada kaisar Roma ia berkata, “Meski kami orang Kristen dibunuh dengan pedang, disalibkam atau di buang ke moncong-moncong binatang buas, atau pun disiksa dengan api, kami tidak akan murtad dari iman kami. Sebaliknya semakin hebat penyiksaan, semakin banyak orang yang bertobat dan menjadi saleh demi nama Yesus.” Yustinus bangga menjadi orang Kristen yang saleh dan ia bertekad membesarkan kekristenan sampai mati. Ia pun di tangkap bersama martir lainnya, setelah banyak disesah, kepalanya dipenggal. Namun Yustinus mati sebagai martir Iman.
Terkadang orang Kristen terlena dengan kehidupan zona nyaman sehingga lupa, ia harus mempertahankan dan membela iman Kristen. Apakah Anda siap mempertahankan Iman Anda? YN

HIDUP ADALAH KRISTUS DAN MATI DENGAN MEMPERTAHANKAN IMAN ADALAH KEUNTUNGAN!

16 Januari 2015 – Berpusatkan Kepada Kristus

Bacaan: Matius 15:32-39
Lalu Yesus memanggil murid-murid-Nya dan berkata: “Hati-Ku tergerak oleh belas kasihan kepada orang banyak itu. Sudah tiga hari mereka mengikuti Aku dan mereka tidak mempunyai makanan. Aku tidak mau menyuruh mereka pulang dengan lapar, nanti mereka pingsan di jalan.” (Matius 15:32).

Dua kali Tuhan Yesus memberi makan kepada ribuan orang secara ajaib (Matius 14:13-21 dan 15:32-39). Tuhan Yesus diikuti oleh ribuan orang kemanapun Dia pergi. Karena kesengsem/terpesona dengan Tuhan Yesus sehingga mereka tidak mempedulikan masih punya bekal atau tidak. Tetapi Tuhan Yesus bertanggung jawab untuk makan mereka. Tuhan Yesus tidak membiarkan mereka jatuh di jalanan karena kelaparan. Karena Tuhan Yesus sumber kehidupan, Ia bertanggung jawab atas kehidupan ribuan orang yang terus menerus mengikutiNya. Sudah sepantasnya apabila kita memusatkan kehidupan kita kepada Tuhan Yesus. Lalu, bagaimanakah orang-orang yang memusatkan kehidupannya kepada Tuhan Yesus? Pertama, Kerinduannya kepada Yesus mengalahkan segala persoalan. Ribuan orang mengabaikan perutnya demi mengikuti Yesus sampai kehabisan bekal. Jadi orang-orang yang cinta Tuhan, akan mengabaikan segala persoalannya untuk mengikut Yesus. Dan memiliki keyakinan tentunya bahwa Tuhan sanggup menolong. Kedua, iman percaya kepada kuasa Yesus Kristus tidak goyah. Mereka itu contoh orang-orang yang memusatkan kehidupan kepada Tuhan Yesus sehingga mereka yakin bahwa Yesus sanggup menolong. Imannya tidak goyah. Ketiga, karakternya mampu menggetarkan hati Tuhan. Ribuan orang itu terus menerus mengikuti Yesus, mengapa? Mereka memiliki karakter yang baru. Sehingga Tuhan Yesus mengatakan; “HatiKu tergerak, . . .” Milikilah karakter yang mampu menggetarkan atau menggerakkan hati Tuhan. UBS

SIKAP HIDUP YANG BERPUSAT KEPADA TUHAN, AKAN DAPAT MEREBUT HATI TUHAN

26 November 2014 – Sukacita Kristus

Baca: II Korintus 8:1-15
“Selagi dicobai dengan berat dalam pelbagai penderitaan, sukacita mereka meluap dan meskipun mereka sangat miskin, namun mereka kaya dalam kemurahan.” (II Korintus 8:2)

Di Afrika terdapat buah bernama Taste Berry. Ketika buah itu di makan, rasa manisnya akan melekat lama dimulut. Jika kita makan buah yang masam sekalipun, lidah akan tetap merasakan manis. Sukacita yang sejati seperti memakan buah Taste Berry. Sehingga pengalaman pahit sekalipun akan tetap merasakan manisnya hidup. Pada umumnya orang bersukacita karena ada sesuatu yang menyenangkan sedang terjadi. Tetapi jika keadaan berubah tidak menyenangkan, sukacitanya pun juga turut hilang. Jika kita belajar, menjadi senang atau sedih adalah sebuah pilihan. Tidak semua orang kehilangan sukacita, meskipun dalam kesulitan.
Kepada jemaat di Korintus, Paulus berkata bahwa jemaat di Makedonia tetap bersukacita, meskipun dalam penderitaan. “Selagi dicobai dengan berat dalam pelbagai penderitaan, sukacita mereka meluap dan meskipun mereka sangat miskin, namun mereka kaya dalam kemurahan.” (II Korintus 8:2). Sukacita jemaat Makedonia, tidak dipengaruhi oleh hal-hal yang ada di luar mereka, tetapi sumber sukacita mereka terdapat di dalam hati. Keyakinan akan iman dalam Tuhan, telah membuat mereka tegar dalam menghadapi penderitaan.
Banyak orang mencoba untuk memperoleh sukacita dengan berbagai cara. Membeli barang kesukaan. Mengumpulkan harta sebanyak-banyaknya. Menikmati pemandangan diluar negeri. Tetapi, tidak jarang, mereka pun tetap tidak merasakan sukacita. Berbeda dengan kita yang telah percaya kepada Kristus, sukacita kita berada di dalam hati. Roh Kudus yang menjadi sumber sukacita kita. Oleh karena itu, pilihlah untuk bersukacita, sekalipun dalam tekanan. Kiranya Roh-Nya menolong Anda. SP

YESUS ADALAH SUMBER SUKACITA, MASALAH DAN TEKANAN HIDUP TIDAK DAPAT MENGUSIR SUKACITA

13 September 2014 – Menjadi Seperti Kristus

Baca: 1Yoh 3:1-10
“Saudara-saudaraku yang kekasih, sekarang kita adalah anak-anak Allah, tetapi belum nyata apa keadaan kita kelak; akan tetapi kita tahu, bahwa apabila Kristus menyatakan diri-Nya, kita akan menjadi sama seperti Dia, sebab kita akan melihat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya”. (1Yohanes 3:2)

Apa yang akan terjadi apabila Anda lahir dari keluarga Rockefeller? Anda pasti akan mendapatkan beberapa keuntungan, bukan? Apa yang terjadi apabila Anda lahir dari keluarga Kennedy atau keluarga Bill Gates, Anda pasti diperlakukan dengan lebih baik. Anda akan mendapatkan sesuatu yang orang lain tidak mendapatkanya.

Kabar baik hari ini, ialah bahwa ketika Anda menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadi, Anda dilahirkan kembali dalam keluarga kerajaan Allah. Namun, bukan itu tujuan akhir kita. Tujuan akhir kita adalah ‘menjadi sama seperti Dia’ Tujuan itu akan tercapai melalui proses pengudusan yang dimulai sejak kita mengenal Kristus dan menerima kehidupan ilahi-Nya. Hari demi hari kita mengalami pembaruan sampai kelak kita bertemu dengan Kristus berhadapan muka dengan muka (1Kor 13:12; Filipi 3:21). Kita tidak saja akan melihat wajah Kristus Tuhan kita, tetapi kita juga akan menjadi seperti Dia.

Alangkah menakjubkan kenyataan yang akan kita lihat kelak, jauh melebihi bayangan kita! Apabila kita memahami tujuan akhir tersebut, Rasul Yohanes menjelaskan lebih lanjut, kesadaran itu akan menjadi motivasi kuat bagi kita untuk tetap menjaga kekudusan hidup sepanjang hayat. Kekudusan hidup terpancar bukan hanya ketika kita menolak dosa dan hawa nafsu daging, tetapi terutama ketika kita berkata “ya” terhadap kehendak Tuhan Yesus Kristus. Dengan itu kita mengikuti jejak kekudusan-Nya, menjadi makin serupa dengan Dia. TL

APA YANG KITA LAKUKAN DI DUNIA INI BERGEMA DI KEKEKALAN

11 Juli 2014 – Bukan Barang Fana

Baca: I Petrus 1:13-25
“Sebab kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus dari cara hidup yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang fana, bukan pula dengan perak atau emas.” (I Petrus 1:18)

Masih ingatkah Anda dengan lagu: Bukan dengan barang fana (Seperti yang Kau ingini)? Ya, sebuah karya Jonathan Prawira yang di kenal luas dan mencuat lewat Nikita dan tampil sebagai soundtrack sinetron; “Catatan harian Nayla.” Lagu ini berisi pesan agar kita menyadari dan menghargai betapa segala dosa-dosa kita sudah ditebus oleh Kristus dengan sangat mahal.
Seketika lagu tersebut mampu memberkati pemirsa TV pada waktu itu. Lagu tersebut terinspirasi dari Surat Petrus yang berbunyi: “Sebab kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas, melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat.” (1 Petrus 1:18-19). Apa yang dilakukan Kristus merupakan anugerah yang tak ternilai bagi penebusan umat manusia. Dengan penuh ketaatan Kristus menjalankan kehendak Bapa dengan sempurna. Menebus kita semua dari dosa dengan nyawa-Nya sendiri, agar kita memperoleh hidup yang kekal. Jika kita bisa menikmati indahnya kasih karunia Tuhan, bersekutu dengan-Nya adalah bukti anugerah keselamatan yang diberi bagi kita.
Sahabat Gandoem Mas, hari ini jika Anda tahu bahwa ada kehidupan kekal penuh sukacita menanti di depan, semua karena berkat karya penebusan Kristus yang mahal. Dia menebus kita bukan dengan barang fana, bukan pula dengan perak, emas atau harta, tapi dengan darah Kristus yang tidak bernoda. Ia lakukan karena Dia begitu mengasihi kita. Dia rela berkorban demi kita semua yang berdosa. Bersyukurlah karena kasih-Nya. YN

BUKAN DENGAN BARANG FANA IA MENEBUS DOSA KITA TETAPI DENGAN DARAH YANG MAHAL

10 Juli 2014 – Kristus Penyabar

Baca: Lukas 9:1-62
“Maka kata Yesus: “Hai kamu angkatan yang tidak percaya dan yang sesat, berapa lama lagi Aku harus tinggal di antara kamu dan sabar terhadap kamu?” (Lukas 9:41)

Tuhan tidak pernah mengutus kita untuk melakukan suatu tugas tanpa terlebih dahulu menyediakan yang kita perlukan. Kita cenderung bersandar pada apa yang kita miliki, padahal Dia mengutus kita tanpa kita membawa bekal, kita hanya bersandar kepada Dia. “Pergilah, sesungguhnya Aku mengutus kamu seperti anak domba ke tengah-tengah serigala. Jangan membawa pundi-pundi atau bekal atau kasut …” (Lukas 10:3-4).
Jika kita berada dalam kehendak-Nya, kita akan mengalami pemeliharaan-Nya. Bagaimana mungkin dua belas orang memberi makan lima ribu orang? Hanya dengan kemampuan yang dari Tuhan karena Dia-lah yang melakukan mujizat itu: mereka hanya menyalurkan berkat-berkat-Nya. Kristus mencari tangan-tangan kosong yang bersih untuk dapat diisi oleh-Nya. Jika Anda mengakui Kristus sebagai Anak Allah dan Juruselamat, serta memikul salib dan mengikut Dia, Dia akan menyatakan kerajaan dan kemuliaan-Nya kepada Anda. Ketika Anda mengalami kemuliaan Tuhan, tuntutan-tuntutan untuk menjadi murid Kristus menjadi berkat yang menopang Anda, dalam ketaatan yang penuh sukacita. Perkataan yang keluar dari mulut Yesus ini aneh, “Sampai kapan Aku harus tinggal di dantara kamu dan sabar terhadap kamu?” (41).
Dia harus sabar dengan ketidak percayaan kita (37-42), juga akan kebutaan rohani kita (43-45), kesombongan kita (46-48), kurangnya kasih kita (49-56), dan lemahnya pengabdian kita kepada-Nya (57-62). Sudahkah Anda memiliki kesabaran? TL

APAKAH YESUS SEDANG MEMBERKATI ANDA ATAU SEDANG BERSABAR TERHADAP ANDA?

17 April 2014 – Kristus Pembela Kita

Baca: Lukas 22:47-53
“Tetapi Aku berkata kepadamu : Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.” (Matius 5:44)

Apakah Kristus Yesus perlu pembelaan Anda? Pertanyaan yang harus dijawab setiap kita. Apa perlu mendirikan Front Pembela Kristus atau di singkat FPK. Jikalau kita menjadi pengikut Tuhan yang setia, bagaimanakah kita menunjukkan pembelaan kita?
Peristiwa penangkapan Tuhan Yesus di taman Getsemani, terlihat jelas seorang murid Yesus menghunus pedangnya berusaha membela Tuhannya yang saat itu akan ditangkap. Namun apakah yang terjadi? Yesus berkata kepada murid-Nya: sarungkan pedangmu! Artinya kamu tidak perlu mengadakan pembelaan terhadap aku. Bahkan ayat nas kita mengatakan bahwa kita haruslah mengasihi musuh kita dan berdoa bagi mereka yang menganiaya kamu. Kemudian sebenarnya siapakah atau apa yang seharusnya kita bela untuk menunjukkan kasih setia kita kepada Yesus? Jawabannya ialah Iman kita. Jangan sampai kita kehilangan iman kita kepada Tuhan Yesus Kristus sebab Dia adalah Tuhan dan Juruselamat satu-satunya. Dalam pergumulan hidup kita Tuhan merindukan kita mengalami kemenangan kepada kemenangan Iman kita. Percayalah Ia menjadi pembela kita.
Jika kita ingin membela Kristus sebenarnya kita sedang membela diri kita sendiri bukan Tuhan!. Karena Tuhanlah yang menjadi pembela kita bukan kita yang membela Tuhan. Apabila kita menang dalam setiap pergumulan kita maka kita sedang meninggikan nama Yesus Tuhan. Berjuanglah untuk menang atas pergumulan hidup Anda dengan bersandar pada Kristus, yang setia untuk menguatkan dan menjadi pembela Anda. Roh kudus-Nya di berikan kepada Anda ketika Anda berjuang dalam iman Anda. RDM

IMAN MEMBERIKAN ANDA KEMENANGAN