Tag Archives: kuatir

04 Oktober 2014 – Don’t Worry!

Baca: Matius 6:25-34
“Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari.”(Matius 6:34)

Xiaoxiao adalah seorang balita berumur 2 tahun.yang terpaksa merasakan kerasnya kehidupan. Ia divonis menderita penyakit jantung. Bagi keluarga xia-xiao yang miskin membutuhkan biaya 200 Juta rupiah untuk operasi Xia-xiao mereka tidak mempunyai uang sebanyak itu.
Walau keadaan seakan tidak berpihak pada Xiao-xiao, bocah kecil ini tidak terlihat murung, mengeluh, menyerah, atau pun putus asa. Ia memilih tetap bersyukur dan menerima keadaannya. Mustahil mengumpulkan uang sebanyak itu. Namun kegigihan dan tanpa menyerah sedikit pun menjalani hidup ini. Alkitab berkata; Jangan kuatirakan hidupmu, bila keadaan sekelilingmu tidak sesuai yang kita inginkan, peganglah perkataan Tuhan dan praktekkanlah firman Tuhan. Matius memakai perumpamaan yang mewakili setiap kita untuk belajar agar kita mawas diri bahwa di dunia ini tidak ada sesuatu apa pun yang dapat membuat kita untuk kuatir! Ketika Allah berfirman untuk kita; Janganlah kamu kuatir! Itu artinya Allah sudah mempersiapkan jalan keluar sebelum segala sesuatunya Anda ketahui atau terjadi. Pertolongan Tuhan tidak pernah terlambat dan selalu tepat waktu. Saatnya ubahlah setiap kekuatiran Anda menjadi ucapan syukur.
Sahabat Gandoem Mas, Tuhan kita tidak pernah lalai menepati janji-janji-Nya, sebab Ia Allah yang setia. Masihkah Anda kuatir bagaimana harus bersikap. Ketahuilah TUHAN tidak pernah membiarkan kita menempuh perjalanan jauh tanpa membekali kehidupan kita dengan kekuatan. Jadilah Xiao-xiao yang kuat menjalani hidupnya tanpa kekuatiran dan kata menyerah. So, Don’t Worry Be Happy! YN

KEKUATIRAN TIDAK AKAN MELENYAPKAN KESUSAHAN, TETAPI MELENYAPKAN KEBAHAGIAAN

12 Maret 2014 – Kuatirlah

Baca: Matius 6:25-34
”Serahkanlah segala kekuatiranmu kepadaNya, sebab Ia yang memelihara kamu.” (1 Petrus 5:7)

Penelitian terbaru Universitas Pittsburgh, menunjukkan seseorang dengan tingkat kecemasan atau kekuatiran yang tinggi memiliki peningkatan resiko berpenyakit jantung koroner bahkan stroke. Studi ini menganalisa lebih dari 6.000 orang yang berusia 25-70 tahun. Mereka mewawancarai, mendampingi, dan terus memantau perkembangan kesehatan Mereka. (www.Tribunnews.com). Tidak bisa dipungkiri bahwa kekuatiran bisa melanda siapa saja. Persoalannya, banyak orang yang merasa kuatir secara berlebihan, belum melakukan apa-apa sudah kuatir.
Yesus berkata kepada para orang-orang yang mendengarNya: ”Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian ?”(Matius 6:25). Kekuatiran akan selalu memberikan dampak yang negatif. Mulai dari hilangnya semangat untuk menikmati hidup dan tentunya bahaya penyakit yang sudah dipublikasikan di atas.
Jikalau tahun-tahun sebelumnya kita bisa merasakan penyertaan Tuhan atas kekuatiran kita, tahun-tahun kedepan juga, Tuhan Yesus akan memberikan penyertaan dan berkat yang sama. Kita memang tidak tahu apa yang akan terjadi besok, lusa dan seterusnya. Namun, satu hal yang kita tahu bahwa Tuhan akan terus memelihara anak-anak-Nya yang berharap kepada-Nya. Untuk itu, jangan lagi dikuasai oleh kekuatiran yang berlebihan karena faedahnya malah merugikan hidup kita. LBS

HIDUP YANG SELALU PENUH KEKUATIRAN DAPAT MERUSAK IMAN KITA

06 Januari 2014 – Jangan Kuatir

Baca: Matius 6:25-34.
“Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.” (Matius 6:33)

Myles Munroe dalam bukunya Applying The Kingdom menuliskan, bahwa Yesus mendorong para pengikut-Nya untuk tidak kuatir tentang kehidupan sehari-hari. Yesus berkata, bahwa hidup itu lebih penting daripada makanan, pakaian dan lainnya, tetapi bukan berarti kita tidak perlu makan dan berpakaian. Hidup disini saya artikan sebagai “melakukan sesuatu bagi pemberi hidup.” Banyak orang yang sibuk mengejar gaji, uang atau materi, tetapi tidak mengetahui, bahwa dia sesungguhnya kehilangan. Setiap orang pasti pernah mengalami kekuatiran dalam hidupnya, tidak terkecuali orang Kristen. Tetapi orang yang telah hidup di dalam Kristus tidak lagi berada di bawah tekanan ketakutan dan kekuatiran, karena Kristus yang telah menjamin kehidupan kita, hidup kita ada di dalam genggaman tangan-Nya, dan Dia adalah Gembala yang baik, bahkan Dia rela memberikan nyawa-Nya bagi keselamatan kita yang menerima-Nya (Yohanes 10:10b-11).
Dalam bahasa aslinya atau bahasa Yunani kata “kuatir” disini memakai kata “merimna” yang tidak menunjuk kepada rasa kuatir yang biasa atau yang alamiah, melainkan kepada suatu rasa kuatir pada level yang lebih tinggi. Merimna mempunyai dua arti, yaitu: yang pertama: berbuat sesuatu yang tidak baik (bersifat aktif). Dan yang kedua: tidak berbuat sesuatu yang baik (bersifat pasif). Jadi kalau kita melihat dari dua pengertian tersebut bahwa “kuatir” tidak ada faedahnya karena lebih bersifat negatif, dan hal tersebut tidak akan bisa membuat hidup kita maju.
Jika Anda masih merasakan kuatir akan tekanan hidup, sehingga takut melakukan sesuatu, tinggalkan itu, sebab Tuhan adalah sumber pengharapan kita. Dia bertanggung jawab atas hidup kita, dan Dia tidak pernah meninggalkan kita. DN

ENGKAU KUATIR DAN MENYUSAHKAN DIRIMU DENGAN BANYAK PERKARA (Lukas 10:41)

02 November – Yesus Tidur Di Perahu

Baca: Matius 8:23-27
“Sekonyong-konyong mengamuklah angin ribut di danau itu, sehingga perahu itu ditimbus gelombang, tetapi Yesus tidur.” (Matius 8:24)
 
            Pernahkah Anda bayangkan, “apa yang dapat Anda lakukan jika sedang tidur?” Orang yang tidur sama dengan orang mati, karena dia tidak bisa berbuat apa-apa. Jika musuh datang, maka ia akan segera dikalahkan. Demikian juga, banyak orang yang mengaku sebagai orang Kristen, sudah menerima Yesus sebagai Juruselamatnya, rajin beribadah, tetapi Tuhan Yesus yang ada di dalamnya dibiarkan tidur. Sehingga ia tidak melihat karya Yesus dalam kehidupannya.
Orang Kristen sering juga disebut dengan orang beriman. Kita menerima semua janji Allah dengan iman.  Yakobus 1:6-7 berkata “Hendaklah ia memintanya dalam iman, dan sama sekali jangan bimbang, sebab orang yang bimbang sama dengan gelombang laut, yang diombang-ambingkan kian ke mari oleh angin. Orang yang demikian janganlah mengira, bahwa ia akan menerima sesuatu dari Tuhan.”
            Dengan kata lain, orang Kristen yang membiarkan Yesus tidur dalam perahu kehidupannya tidak akan mendapat apa-apa dari janji Allah. Ketika angin dan gelombang datang menerpa, orang tersebut akan menjadi panik, takut dan mungkin putus asa. Walau sebenarnya, orang Kristen yang memiliki Yesus dapat menjadi luar biasa, meskipun saat badai besar menerpa. Tetapi jika Anda membiarkan Yesus tidur, atau Anda mulai ragu akan kuasa-Nya saat menghadapi badai, maka Dia tidak akan mengerjakan apa-apa dalam hidupmu. Dan orang Kristen yang demikian, tak ada bedanya dengan orang yang hidup di luar Yesus.
            Bagaimana dengan perahu kehidupan Anda? Apakah Anda membiarkan Yesus tidur? Tanyakanlah pada dirimu sendiri! EJG

TETAPLAH PERCAYA DAN JANGAN BIARKAN YESUS TIDUR DALAM PERAHU KEHIDUPAN ANDA

23 Maret 2013 – Cemas Tak Beralasan

Baca: Matius 6:25-34
“Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir.” (Pengkhotbah 3:11)

Saya termasuk orang yang suka cemas. Memikirkan hal-hal yang belum terjadi dengan penuh ketakutan. Sebagai contoh: “Ketika saya remaja, saya pikir menikah itu susah.” Bagaimana melahirkan anak, bagaimana mengajar anak, bagaimana melayani suami, dan lain sebagainya. Ketika saya memasuki usia 40 tahun, saya mulai berpikir “bagaimana kalau sudah tua, kalau nanti umur 50 atau 60 tahun badan mulai sakit-sakitan semua, organ tubuh tidak lagi berfungsi dengan baik. Mata kurang pengelihatan, telinga kurang pendengaran, tangan dan kaki mulai lemah, tidak lagi bisa bekerja dengan baik, dan lain sebagainya”

Saat ini saya menertawakan diri saya sendiri, karena apa yang dahulu pernah saya cemaskan tidak terbukti sama sekali. Memang secara tubuh jasmani, semuanya mulai menurun. Pandangan mata mulai berkurang, kaki mulai sakit-sakitan. Namun ketika itu terjadi, tetap ada rasa damai di hati. Kegiatan sehari-hari tetap berjalan dengan baik, pelayanan masih terus berlanjut, pekerjaan masih bisa dikerjakan dengan baik. Semuanya indah pada waktunya. Tuhan kita itu memang luar biasa. Firman-Nya sudah terbukti dalam kehidupan saya pribadi.

Dalam tiap fase kehidupan kita, Allah senantiasa memelihara dengan heran. Situasi dan kondisi boleh berubah, tubuh jasmani boleh semakin melemah, namun kasih Allah tidak pernah berubah. Kekuatan yang diberikan bagi kita terus ditambahkan-Nya. Bahkan Tuhan menggendong kita kalau kita sudah tidak kuat lagi berjalan (Yesaya 46:4). Percayalah dengan segenap hati! RDM

JANGAN PIKIRKAN HAL-HAL YANG BELUM TENTU TERJADI, PIKIRLAH KASIH DAN PENYERTAAN TUHAN

21 Maret 2013 – Ambisi Mendatangkan Kekuatiran

Baca: Matius 6: 25-34
“Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu” (Matius 6:33).

Alkisah, ketika bangun dari tidur, raja mendengar suara seseorang yang sedang bernyanyi. Karena penasaran, dia pun bergegas mendekati asal suara tersebut. Ternyata, suara itu berasal dari salah seorang pelayan kerajaan yang sedang membersihkan ruangan. Dengan penasaran sang raja bertanya: “Wahai pelayan, rahasia apa yang engkau miliki, sehingga bisa begitu bahagia?” Pelayan itu pun menjawab, “Tuanku raja, hamba tidak memiliki apa-apa, kecuali keluarga yang bahagia dan penuh syukur.” Karena merasa penasaran, sang raja pun memanggil penasihat kerajaan untuk dimintai saran. Kata sang Penasihat, “Yang mulia, saya yakin bahwa si pelayan itu belum masuk koin 99! Untuk menjelaskannya, mohon beri hamba koin emas sejumlah 99. Nanti, koin emas ini akan  hamba masukkan ke dalam tas, dan hamba letakkan di depan pintu rumah si pelayan. Pada saat si pelayan membuka pintu rumah, dia terkejut dan berteriak kegirangan karena menemukan tas besar berisi kepingan uang emas. Si Pelayan pun mulai menghitungnya. Ternyata, hanya ada 99 keping uang emas yang berarti tidak genap 100 keping! Jadi, dia bertekad akan bekerja lebih keras supaya dapat membeli 1 lagi koin uang emas agar genap 100 keping. Karena begitu fokus akan ambisi dan pekerjaannya, berbeda dengan hari-hari sebelumnya, si pelayan tak lagi bernyanyi dan bersiul gembira. Wajahnya terlihat begitu murung. Terlihat perubahan yang sangat drastis. Sang penasihat pun menjelaskan hal ini kepada raja, dan raja pun mengerti.

Pelayan itu dipenuhi kekuatiran untuk mendapatkan satu koin. Meskipun dia sadar bahwa itu sangat sulit ia dapatkan. Tuhan Yesus ajarkan janganlah kuatir tentang apapun juga, tetapi carilah dahulu yang utama yaitu kerajaan-Nya. Maka Allah akan menambahkan kebutuhan Anda. Anda Sudah melakukannya? HR

AMBISI AKAN MERUGIKAN DIRI SENDIRI

27 Januari 2013 – Kelegaan Dari Tuhan

Baca: Matius 11:28
“Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.” (Matius 11:28)

Allah berkenhendak memberikan kelegaan kepada umat-Nya. Dia selalu ingin menyegarkan dan memulihkan jiwa Anda, pikiran, kehendak dan emosi Anda. Umat mudah rentan dalam kesibukan sehari-harinya, akhirnya, pikiran, kehendak dan emosi-nya menjadi tumpul, sehingga tidak lagi berfungsi maksimal, bahkan stress. Sekalipun dalam kondisi seperti itu, Anda bisa menemukan penyegaran yang hakiki, pemulihan dan ketenangan yang dari Tuhan. Itulah sebabnya Tuhan memanggil kita di tengah tengah kesibukan untuk datang kepada-Nya.

Bayangkan kisah ini, ketika seseorang datang kepada Anda hari ini dan berkata, “Berikan kepadaku tagihan-tagihan Anda bulan ini, saya akan melunasi semuanya!” Anda pasti kagum dan terheran-heran. Namun kekaguman dan keheranan Anda berhenti sampai di situ saja. Apabila Anda tidak pernah menyerahkan bon-bon tagihan bulanan Anda kepadanya, bukan? Sampai kapanpun kalau tagihan-tagihan itu tetap di tangan Anda dan tidak Anda serahkan kepadanya, mana mungkin orang itu dapat melunasinya? Demikian juga ketika Anda serahkan letih lesu dan beban-beban Anda kepada Tuhan, maka Dia akan memberikan kelegaan kepada Anda. Itulah janji-Nya yang luar biasa, Dia memperhatikan Anda, Dia tahu Anda sedang terpuruk, Dia mempedulikan hidup Anda.

Sudahkah Anda serahkan beban-beban Anda kepada-Nya? Petani yang memikul hasil panennya sedang berjalan tertatih-tatih ke pasar. Datanglah seorang yang berbaik hati yang bersedia mengantarkan petani itu dengan mobil pick-upnya ke pasar. Naiklah si petani di bak belakang, namun bodohnya sambil berdiri petani itu tetap memanggul bebanya? Kenapa bebannya tidak diletakkan? TL

SUDAHKAH ANDA SERAHKAN BEBAN ANDA KEPADA TUHAN?

3 Januari 2013 – Waspadai Penyakit Kekuatiran

Baca: Matius 6:25-34
“ Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari.” (Matius 6:34)

Para ahli ilmu jiwa mengatakan bahwa: “Kekuatiran telah menekan jiwa berjuta-juta orang di seluruh dunia. Kekuatiran yang sangat berlebihan bisa menjadi semacam penyakit, yang membuat seseorang tidak bisa tidur dan merasa sangat tertekan.” Artinya kekuatiran sangat berdampak besar bagi seluruh aspek hidup Anda.
Injil Matius mencatat melalui khotbah Yesus tentang hal kekuatiran. Tuhan Yesus sepertinya telah mengetahui bahwa kekuatiran merupakan salah satu masalah serius yang dihadapi oleh manusia.

Ada begitu banyak yang menjadi kekuatiran manusia, mereka kuatir mengenai kehidupan sehari-hari seperti: makan, minum, pakai dan lainnya. Kebutuhan kesehatan, pekerjaan maupun masa depan. Padahal Yesus dengan jelas mengatakan untuk setiap kita jangan kuatir akan hidup ini, atau kebutuhan sehari-hari kita, tetapi kita masih saja diliputi kekuatiran. Tuhan sudah memberikan hidup ini secara otomatis, ia juga yang akan memelihara hidup kita dan menyediakan apa yang kita butuhkan. Bukan berarti kita tidak perlu lagi berusaha, karena Tuhan menginginkan kita juga bekerja dengan giat. Tuhan Yesus ingin menekankan agar kita jangan kuatir karena Dia berkuasa untuk memelihara hidup kita. Kekuatiran tidak akan menambah “sehasta” di dalam kehidupan Anda, sebaliknya hanya akan membuat jiwa Anda menderita. Tetapi Yesus memberikan jalan keluar supaya kita mencari “Kerajaan-Nya dan kebenaran-Nya” maka Ia akan menggenapi janji-Nya bagi hidup Anda.

Sahabat Gandoem Mas, Jangan biarkan penyakit kekuatiran menggerogoti hidup Anda. Masihkah hari ini Anda kuatir? Tanyakanlah pada dirimu sendiri. YN

JANGAN MENYIKSA DIRI ANDA DENGAN KEKUATIRAN JIKA ALLAH SANGGUP MEMELIHARA HIDUP ANDA