Tag Archives: pekerjaan

06 Oktober 2014 – Sudah Selesai

Baca: Filipi 1:3-11
“Akan hal ini aku yakin sepenuhnya, yaitu Ia, yang memulai pekerjaan yang baik di antara kamu, akan meneruskannya sampai pada akhirnya pada hari Kristus Yesus”. (Filipi 1:6)

Allah yang telah memulai pekerjaan yang baik diantara kita akan terus melanjutkan sepanjang hidup kita dan berakhir ketika kita bertemu dengan Tuhan muka dengan muka. Pekerjaan Allah UNTUK KITA dimulai ketika Kristus mati disalib untuk mengampuni dosa kita. Pekerjaan Allah DIDALAM KITA dimulai ketika Roh Kudus masuk dalam hati kita, memampukan kita untuk menjadi seperti Kristus setiap hari. Kadangkala kita merasa rohani kita tidak bertumbuh selama ini. Ketika kita menghadapi masalah, ingat bahwa Tuhan akan menyelesaikan sampai selesai!
Menarik, kata-kata terakhir Yesus diatas kayu salib, “Sudah selesai”, sepertinya semuanya berakhir sudah!? Kita percaya bahwa ucapan Yesus tersebut bukan karena putus asa, bukan karena realita hidupNya sebagai Anak Manusia, tetapi ucapan-Nya adalah pernyataan iman. Tuhan berkata kepada Bapa-Nya, “Aku telah menyelesaikan tugas-Ku. Aku telah menggenapi destiny-Ku. Sekarang Aku percaya bahwa Bapa akan menyelesaikan apa yang Bapa telah mulai!” Sekalipun seolah-olah kisah-Nya berakhir, namun sebetulnya adalah suatu ‘awal’.
Ketahuilah, ketika hidup Anda sedang ‘bermasalah, gelap, tidak ada jalan keluar, katakana dengan kata-kata iman seperti Yesus katakan, “Sudah selesai!” Artinya, “Tuhan, sekarang giliran Tuhan untuk memulihkan kesehatanku, …memulihkan keluargaku, …memberikan jalan keluar dari masalahku…
Jangan mengeluh, jangan komplein. Ucapkan kata iman, kata kemenangan atas situasi dan kondisi Anda.
Percayalah, Tuhan setia..Dia akan meneruskan pekerjaan yang baik sampai pada tujuan-Nya. Amin. TL

DIA BERJANJI UNTUK MENYELESAIKAN PEKERJAAN YANG TELAH DIMULAI. LET HIM DO IT!

15 Maret 2014 – Pekerjaan Baik

Baca: Kejadian 39:1-6; 21-23
”… agar mereka yang sudah percaya kepada Allah sungguh-sungguh berusaha melakukan pekerjaan yang baik. Itulah yang baik dan berguna bagi manusia.” (Titus 3:8)

Seorang karyawan, suatu hari menghadap pimpinannya karena merasa diperlakukan tidak adil. Rekan kerjanya yang masih baru mendapat gaji yang lebih besar daripadanya yang sudah 10 tahun bekerja. Pimpinannya menjawab bahwa bahwa karyawan tersebut hanya mengerjakan pekerjaan yang diulang-ulang selama 10 tahun tersebut. Sedangkan rekan kerjanya yang baru setahun bekerja, sudah memiliki kemajuan dalam cara kerjanya.
Tuhan memberikan kepada kita kesempatan yang sama untuk bekerja. Semua orang memiliki waktu 24 jam sehari. Namun, ada yang dapat memanfaatkannya dengan baik, ada juga yang kurang. Apa penyebabnya? Masalah utamanya adalah tidak mau belajar menggali lebih dalam lagi. Menganggap bahwa dirinya sudah cukup berpengalaman, lebih senior, lebih tahu. Amsal 19:2 mengatakan ”tanpa pengetahuan, kerajinan pun tidak baik.”
Sebagai anak-anak Tuhan, seharusnya kita dapat melakukan lebih baik lagi dalam pekerjaan kita. Bahkan berusaha senantiasa memberikan yang terbaik. Tidak peduli apa posisi Anda dalam pekerjaan tersebut. Baik sebagai manajer, karyawan atau bahkan sebagai pemilik perusahaan.
Sebagai pemilik perusahaan, Anda bisa memberikan pembinaan bagi karyawan melalui seminar-seminar. Sebagai karyawan, Anda pun bisa memberikan nilai lebih dari pekerjaan yang Anda kerjakan. Dengan demikian, akan terjalin kerjasama yang baik dan nama Tuhan dimuliakan. RDM

BERUSAHALAH MELAKUKAN YANG TERBAIK BAGI PEKERJAAN ANDA UNTUK KEMULIAAN NAMA TUHAN

06 Desember 2013 – Belajar Perkara Kecil

Baca: Matius 6:25-34
“Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari.” (Matius 6:34)

Kisah seorang pembuat jam tangan yang berkata kepada jam tangan yang dibuatnya. “Apakah kamu sanggup untuk berdetak selama 31.536.000 kali selama setahun?” “Apa? Mana aku sanggup?” Kata jam terperanjat. “Bagaimana kalau 86.400 kali dalam sehari?” “Berdetak selama itu? Aku rasa, aku tak akan mampu,” jawab jam tangan lagi. “Baiklah, aku akan menguranginya lagi menjadi 3.600 kali dalam satu jam. Bagaimana? Sekarang kau pasti bisa, kan?” Tanya pembuat jam itu. “Berdetak selama itu, aku tak akan mampu. Aku pasti kelelahan,” jawab jam tangan. Lalu dengan penuh kesabaran, sang pembuat jam berkata lagi, “Kalau begitu, bagaimana bila kau berdetak satu kali setiap satu detik?” “Nah, kalau seperti itu aku pasti bisa.” Lalu jam tangan pun melakukan tugasnya, berdetak setiap satu detik satu kali. Dan tanpa terasa ia mampu menyelesaikan tugasnya selama satu tahun, yaitu berdetak selama 31.536.000 kali.
Mengerjakan satu per satu pekerjaan kita, itulah pesan yang bisa kita pelajari dari kisah di atas. Ya, tak dapat kita pungkiri bahwa kita selalu diperhadapkan dengan tugas-tugas kita setiap harinya. Entah itu sebagai pelajar dan pekerja pasti ada saja tugas yang harus kita selesaikan. Kita tidak dapat menyelesaikan tugas kita dalam jumlah yang banyak, oleh sebab itu firman Tuhan berkata “kesusahan sehari cukup untuk sehari.” Kerjakanlah tugas kita satu persatu, pekerjaan kita yang beratpun bisa dapat kita lalui.
Seberat apakah tugas Anda? Kerjakanlah hal itu satu persatu, serta libatkan Tuhan di dalamnya. Apa pun yang Anda kerjakan, lakukanlah semuanya dengan kasih. DN

PERKARA KECIL ADALAH JALAN MENUJU KEPADA PERKARA YANG BESAR

12 Maret 2013 – Menunda Pekerjaan

Baca: 2 Samuel 20:4-15
“… tetapi ia menunda-nunda tugas itu sampai melewati waktu yang ditetapkan raja baginya … Yoab menikam pedang itu ke perutnya, sehingga isi perutnya tertumpah ke tanah. Tidak usah dia ditikamnya dua kali, sebab ia sudah mati.” (2 Samuel 20:5;10)

Ada dua orang yang mengutarakan niatnya untuk menulis buku. Hari berganti hari, bulan berganti bulan, tahun pun berlalu. Tampak jelas kedua orang itu melakukan hal yang berbeda. Si A telah menyelesaikan bukunya dan telah diterbitkan oleh sebuah perusahaan besar, sedang si B belum mulai menulis. Setiap kali ditanya temannya “mengapa belum menulis” dia selalu berkata, “sepertinya saya masih harus belajar agar buku saya nanti bermutu, suatu hari saya pasti menulis.” Sayangnya yang disebut suatu hari itu tidak pernah terjadi dan ia tidak menulis satu bukupun. Naif!
Menunda pekerjaan bukanlah hal yang baik. Menunda pekerjaan sama dengan menunda keberhasilan. Jarak sebenarnya tidak jauh antara hati dan tangan. Banyak orang di dunia ini sebenarnya sudah tergerak hatinya, namun tangannya sama sekali tidak bergerak. Dengan menunda pekerjaan sebenarnya kita menumpuk pekerjaan yang harus dikerjakan. Dengan demikian semangat kita pun akan menurun dan akan melupakan tugas itu.
Dunia terus berubah, kompetisi di dunia kerja dan pelayanan pun semakin ketat. Usia semakin bertambah, kesehatan dan stamina pun menurun. Sangat disayangkan jika di usia lanjut baru kita melakukan hal-hal yang sebenarnya menjadi impian kita puluhan tahun silam. Sekarang banyak orang Kristen yang menyesal karena telah menunda pekerjaan, pelayanan dan lainnya. Sayangnya manusia cenderung untuk menunda, akibatnya menyesal di kemudian hari.
Sahabat Gandum Mas, di tahun 2013 ini mari kita bertindak lebih bijaksana dan meninggalkan budaya menunda. BAS
JANGAN MENUNDA HINGGA HARI ESOK APA YANG BISA ANDA LAKUKAN HARI INI

banner_prayerrequest

Serahkanlah Pekerjaan Anda Kepada Tuhan

By Michael Yang (founder and CEO, Become.Com)

Serahkanlah perbuatanmu kepada TUHAN, maka terlaksanalah segala rencanamu.
Amsal 16:3

Pada akhir tahun 2003, sesudah beberapa lama keluar dari pekerjaan, saya memutuskan untuk meluncurkan suatu usaha search engine yang baru disebut Become.com bersama mantan mitra bisnis saya. Segera sesudah kami pindah ke kantor baru pada awal tahun 2004, saya mengundang gembala gereja saya untuk datang serta mengadakan kebaktian doa dan berkat untuk perusahaan kami di kantor kami yang baru.
Gembala dan istrinya membawa sebuah hadiah kecil untuk pembukaan kantor kami. Hadiah itu adalah sebuah ayat, Amsal 6:13, dalam bahasa Inggris dan Korea, dibingkai dalam bingkai kayu yang bagus. Saya menyukai ini. Saya menggantungnya di dinding kantor saya langsung di depan saya dan di belakang monitor computer – sebuah tempat di mana saya dapat dengan mudah melihatnya setiap hari. Ayat ini adalah firman yang penuh kuasa dari Tuhan bagi saya yang berhubungan dengan tanggung jawab dan dorongan di tempat kerja.

Saya merasa terpanggil untuk menjadi wirausaha di pasar. Namun, hidup sebagai pendiri dan CEO dari perusahaan Silicon Valley Internet dapat menyenangkan sekaligus penuh stress. Naik dan turun seperti naik roller-coaster. Saat segalanya berjalan baik, saya rentan untuk menjadi terlalu percaya diri dan angkuh, tetapi saat segalanya menurun, saya rentan untuk merasa stres, tidak aman dan patah semangat. Amsal 16:3 yang tergantung di dinding saya adalah peringatan yang bagus sekali bagi saya selama masa ini bahwa Tuhan memegang kendali.

Menyerahkan apa pun yang saya lakukan kepada Tuhan memungkinkan saya menyerahkan pekerjaan saya maupun perusahaan saya kepada Tuhan setiap hari. Saya tidak lagi harus berusaha memegang kendali dan khawatir tentang semua fluktuasi dalam bisnis saya. Ini juga berarti bahwa saya dapat mengikuti kehendak Tuhan bagi saya di tempat kerja, yaitu mengasihi, baik para karyawan perusahaan maupun orang-orang yang berhubungan dengan saya.
Serahkanlah perbuatanmu kepada TUHAN, maka terlaksanalah segala rencanamu
Amsal ini adalah pengingat yang baik bagi saya saat kita menyerahkan pekerjaan kita kepada Tuhan, Ia akan menetapkan rencana-Nya dalam bisnis kita dan kehidupan kita.

Pokok Renungan
Kita perlu menyerahkan semua yang kita lakukan dalam bisnis kita kepada Tuhan.
Pertanyaan untuk direnungkan:
1.Apa sajakah bidang dalam pekerjaan anda yang memerlukan kepastian dan perlindungan Tuhan?
2.Bagaimanakah anda dapat membuat komitmen yang berani kepada Tuhan dalam bisnis atau pekerjaan anda? Apakah hasilnya jika anda benar-benar meyerahkan segala sesuatu dalam bisnis anda kepada Tuhan?
3.Bagaimanakah anda memandang Tuhan menetapkan rencana-Nya dalam kehidupan anda? Apakah rencana yang anda ingin lihat Ia tetapkan bagi anda di masa depan?

GM 22 Agustus 2012 – Rajin Membawa Berkat

Baca: Pengkotbah 9 : 1 – 12
“Segala sesuatu yang dijumpai tanganmu untuk dikerjakan, kerjakanlah itu sekuat tenaga, karena tak ada pekerjaan, pertimbangan, pengetahuan dan hikmat dalam dunia orang mati, ke mana engkau akan pergi.” (Pengkhotbah 9:10)

Kurang lebih 3000 tahun yang lalu, ada seorang petani yang berhasil sebelum dia terpanggil sebagai seorang nabi. Dialah nabi Elisa yang waktu itu sedang membajak dengan 12 pasang lembu. Yusuf, sebelum menjadi penguasa kedua di Mesir juga seorang budak. Daud sebelum menjadi raja adalah penggembala ternak. Paulus sebagai rasul, juga bekerja membuat tenda. Mereka adalah contoh kecil tokoh-tokoh Alkitab yang karena kerajinannya dalam bekerja bisa membawa berkat bukan saja bagi dirinya tapi orang lain juga.

Tidak ada pekerjaan yang tidak dihargai oleh Tuhan jika yang dilakukan adalah baik. Dalam kehidupan sekarang ini, kita menghadapi banyak kebutuhan yang harus dipenuhi, biaya pendidikan yang mahal, cicilan rumah, kendaraan , biaya kesehatan sampai urusan sosial yang sering kita jumpai di pekerjaan dan tempat tinggal kita. Tentu saja untuk memenuhi kebutuhan ini, kita harus bekerja bahkan kerja lembur. Seorang karyawan di sela-sela jam istirahatnya bisa saja menawarkan dagangan snack buatan isterinya di rumah. Anak sekolah, sebelum masuk kelas menitipkan makanan ringan di kantin sekolahnya. Seorang ibu rumah tangga yang mengurus anak dan rumah tangganya juga dapat menggunakan waktu senggangnya.

Sahabat Gandoem Mas, pekerjaan apapun yang Anda lakoni, mari belajar bertekun dan melakukannya dengan sungguh-sungguh dan bertanggungjawab dan yakinlah bahwa Tuhan pasti memberkati pekerjaan dan keluarga Anda. CHS
RAJIN DAN TEKUN MELAKUKAN SESUATU, PASTI DAPAT MEMBAWA BERKAT BAGI SESAMA