Tag Archives: percaya

21 Maret 2015 – Jangan Berkecil Hati

Baca: Ibrani 10:26-39
“Sebab itu janganlah kamu melepaskan kepercayaanmu, karena besar upah yang menantinya.” (Ibrani 10:35)

Hak istimewa untuk memasuki hadirat-Nya mengandung tanggung jawab untuk mentaati perintah-perintahNya. Nasehat ini ditujukan kepada mereka yang berulang-ulang melawan kehendak Tuhan dan mencemarkan nama Tuhan. Tuhan mendidik anak anakNya; Dia tidak akan membiarkan mereka bertingkah seperti pemberontak. Pasal ini diakhiri dengan suatu dorongan semangat. ita semua memiliki tujuan yang ingin kita capai dan situasi yang sedang kita hadapi akan berubah.
Namun ketika hal itu membutuhkan waktu lama, muncullah pikiran-pikiran: “Apakah situasi ini bisa berubah!?” “Apakah pernikahanku bisa harmonis?” “Apakah anak ini bisa hormat kepada orang tua?” Jika kita tidak beriman, kita akan berkecil hati dan akhirnya kita hanya mandek ditempat. Seringkali, kita kehilangan yang terbaik dari Tuhan karena ulah kita sendiri, kita menyerah terlalu cepat. Coba Anda tetap bersabar, tetap menanti waktunya Tuhan!
Firman Tuhan hari ini mengatakan, jika kita tetap tinggal dalam iman, jika kita tetap percaya, tetap berharap, tetap melakukan hal yang benar, maka janji Allah akan digenapi-Nya. Salah satu terjemahan berkata, “Jangan berkecil hati, harinya akan datang!” Ketika Anda tergoda untuk mundur karena situasi belum juga berubah seturut kehendak Anda, katakan kepada dirimu sendiri: “Memang hal Ini sulit membutuhkan waktu lama, tapi aku tahu Tuhan adalah Allah yang setia, aku tetap percaya, mengetahui bahwa upah yang dijanjikan-Nya sedang dalam perjalanan.” TL

HATI YANG KERAS BUTUH PERINGATAN; HATI YANG HANCUR BUTUH PENGHIBURAN

07 Februari 2015 – Punya Pendirian

Baca: Daniel 3:1-30
“Jika Allah kami yang kami puja sanggup melepaskan kami, maka Ia akan melepaskan kami dari perapian yang menyala-nyala itu, dan dari tanganmu, ya raja; tetapi seandainya tidak, hendaklah tuanku mengetahui, ya raja, bahwa kami tidak akan memuja dewa tuanku, dan tidak akan menyembah patung emas yang tuanku dirikan itu.” (Daniel 3:17-18)

Daniel adalah seorang Ibrani yang di tawan serta dididik di istana Babel. Seumur hidupnya, apa pun akibatnya, ia berani menolak untuk berpaling dari kehidupan yang benar dan kebaktian kepada Allah yang setia. Ia di hormati oleh banyak raja dan memegang beberapa jabatan penting dalam kerajaan Babel dan persia.
Dalam bacaan kitab Daniel 3:1-30, kita belajar bagaimana kehidupan dan sikap Daniel dan teman-temannya orang Ibrani itu dalam mempertahankan Iman percaya mereka kepada Tuhan. mereka memiliki pendirian dalam mengikut Tuhan, sekalipun nyawa mereka yang menjadi taruhannya. Dengan iman mereka berani berkata: “Jika Allah kami sanggup melepaskan kami, maka Ia akan melepaskan kami. Tetapi seandainya tidak, hendaklah tuanku mengetahuinya bahwa kami tidak akan menyembah patung emas yang tuanku dirikan itu”. orang yang memiliki pendirian dalam Tuhan, pasti akan diperhitungkan oleh Tuhan.
Tantangan dan persoalan hidup pasti ada. Dalam situasi yang berat, yang seolah-olah tidak ada jalan keluar, bagaimana iman kita terhadap Tuhan? Masihkah kita percaya penuh kepada Tuhan? Dan dapatkah kita berkata seperti Daniel dan teman-teman: Sekalipun Tuhan tidak menolong Anda, hal itu tidak menggoyahkan iman percaya Anda kepada Tuhan. Tetap memegang perinsip dan punya pendirian yang teguh dalam Tuhan. DN

SIAPA BERPEGANG PADA PERINTAH, MEMELIHARA NYAWANYA (Amsal 19:16)

06 Februari 2015 – Percaya Dan Katakan

Baca: II Korinus 4:1-13
“Namun karena kami memiliki roh iman yang sama, seperti ada tertulis: “Aku percaya, sebab itu aku berkata-kata”, maka kami juga percaya dan sebab itu kami juga berkata-kata.” (2Korintus 4:13)

Di kisahkan, ada seorang pria yang merasa mampu melunasi kredit pengadaan rumahnya selama 30 tahun, namun apa yang terjadi setelah 7 tahun berjalan, sesuatu yang tidak pernah ada dalam pikirannya. Dia jatuh sakit dan lumpuh. Kondisi yang sangat menakutkan dalam hidup laki-laki itu. Sekarang dia tidak bisa lagi melanjutkan angsuran yang diwajibkan selama 23 tahun lagi!
Tapi dia adalah sosok yang beriman dan berani mengatakan, “Bapa, saya ingin berterima kasih bahwa Allah adalah Jehovah Jireh; Tuhan provider saya. Saya tahu diriku bukanlah sumber, Tuhan lah sumber kehidupan ku. Mungkin sesuatu yang mustahil, tapi aku tahu tidak ada yang mustahil bagi Allah!” Beberapa tahun yang lalu, tanpa di duga, laki-laki itu menerima warisan dari salah satu anggota keluarga yang dilupakan, yang tidak pernah bertemu sebelumnya. Bahkan tidak mengetahui bahwa yang bersangkutan masih ada ikatan keluarga. Dia mampu bukan saja melunasi angsuran rumahnya, tapi dia juga mampu melunai angsuran rumah temannya. Itulah berkat yang luar biasa!
Ketika Anda mendeklarasikan Firman yang Anda percayai, Anda sedang membuka pintu bagi-Nya untuk mencurahkan berkat-berkatNya. Ketika Anda memposisikan hati untuk sebuah mujizat, Ketika Anda mentaati perintah-Nya, Ada orang percaya akan janji-janjiNya namun tidak berani mendeklarasikan! Firman Tuhan hari ini mengatakan, “Aku percaya, sebab itu aku berkata-kata”, Bukan cuma percaya, namun dituntun ‘berani mendeklarasikan’ kepercayaan itu. TL

BERDIRI TEGUH,TERUS PERCAYA, TERUS BERBICARA DAN LIHAT MUJIZAT NYA

01 Februari 2015 – Manusia Biasa

Baca: I Raja-raja 19:1-8
“Maka takutlah ia, lalu bangkit dan pergi menyelamatkan nyawanya; dan setelah sampai ke Bersyeba, yang termasuk wilayah Yehuda, ia meninggalkan bujangnya di sana.” (I Raja-raja 19:3)

Elia adalah Nabi yang termasyur di Israel, kerajaan utara, sekitar tahun 875-850 s.M. Dengan berani Elia membela Allah sendirian saja, walaupun ia harus menegur sang raja mengenai kesalahannya. Kemenangan Elia atas para imam Baal di Gunung Karmel (IRaja-raja 18:20-46), merupakan cerita yang menakjubkan, Allah mendengar doa Elia dan semua orang Israel sujud menyembah kepada Tuhan Allah.
Dalam pembacaan kita tadi, di kisahkan bangaiman Elia yang sebelumnya melihat perbuatan Tuhan yang luar biasa, bahkan semua orang Israel yang ada bersama dengan dia di Gunung Karmel sujud dan percaya kepada Tuhan. Tetapi pada pasal 9:3, Elia merasa takut kerena ada seorang suruhan Izebel datang kepadanya dengan pesan, “ … jika besok kira-kira pada waktu ini aku tidak membuat nyawamu sama seperti nyawa salah seorang dari mereka itu,” ayat 2.
Dari cerita ini kita melihat bahwa Elia adalah “Manusia Biasa” yang juga bisa mengalami ketakutan ketika mendapat tekanan dan ancaman dari orang lain. Tetapi Tuhan tidak pernah salah dalam memilih seseorang untuk menjadi alat-Nya, Tuhan bertanggung jawab atas orang pilihan-Nya. Tuhan tetap memperhatikan Elia. Ayat 6 membuktikan bagaimana pemeliharaan Tuhan terhadap Elia. Bagaimana dengan anda masihkah ada keraguan dan ketakutan dalam diri anda dalam mengikut Tuhan? percayalah bahwa penyertaan dan pertolongan Tuhan masih nyata sampai saat sekarang ini, kasih Tuhan tidak pernah berubah dulu sekarang bahkan sampai selamanya. DN

PERCAYALAH KEPADA TUHANG DENGAN SEGENAP HATIMU (Amsal 3:5)

16 Desember 2014 – Melekat Kepada Yesus

Baca: Yohanes 15:1-15
“Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepadaNya tidak binasa melainkan beroleh hidup yang kekal.” (Yohanes 3:16)

Pernyataan “percaya Yesus pasti selamat” seolah-olah begitu mudahnya setiap orang masuk sorga, yang penting percaya Yesus.Sehingga hal inilah banyak orang meremehkan percayanya kepada Tuhan Yesus. Maka ada istilah “tomat” tobat kumat. Hari minggu bertobat hari senin, selasa dan seterusnya kumat. Percaya Yesus bukan berarti hanya percaya dibibir saja. Setan-setanpun percaya Yesus. Tetapi yang dimaksud percaya kepada Tuhan Yesus yaitu melekat kepada-Nya. Seperti ranting-ranting anggur dan pohonnya, “Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.” (Yohanes 15:5). Ranting-ranting anggur tidak akan berbuah apabila tidak melekat pada pohonnya. Ranting-ranting itu akan layu dan dibuang atau dibakar bila tidak menempel pada pohonnya.
Jika mau menerima kehidupan kekal, seperti janji Tuhan Yesus (Yohanes 3:16), maka kita harus selalu melekat kepada Kristus. Sehingga kehidupan Kristus akan mengalir dalam pribadi setiap orang percaya dan akan menumbuhkan buah-buah Roh yaitu kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri (Galatai 5:22,23). Karakternya akan diubahkan dan hidupnya diberkati. Rasul Petrus mengatakan; “Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya sebab Ia yang memelihara kamu.” (Petrus 5:7). Yaitu berserah kepada Tuhan, percaya sepenuhnya tanpa rasa kuatir.Orang-orang yang demikianlah yang mengalami keselamatan. UBS

PERCAYA KEPADA KRISTUS TIDAK SEKEDAR PERCAYA DIBIBIR SAJA TETAPI SUNGGUH-SUNGGUH PERCAYA

05 Desember 2014 – Iman Biji Sesawi

Baca: Lukas 17:1-6
“Jawab Tuhan: “Kalau sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja, kamu dapat berkata kepada pohon ara ini: Terbantunlah engkau dan tertanamlah di dalam laut, dan ia akan taat kepadamu.” (Lukas 17:6)

Benih sesawi sangat kecil. Namun jikalau biji sesawi itu ditanam akan tumbuh pohon yang sangat besar, sehingga burung-burung dapat bersarang diatas pohon tersebut. Dalam ayat tersebut Yesus mengatakan ‘iman sebiji sesawi’ akan dapat berdampak besar. Ketahuilah, sebagai orang percaya Anda memiliki iman dalam hidup Anda untuk menghadapi problem dan masalah. Tidak peduli apakah Anda sedang bertumbuh di gereja; tidak peduli Anda tahu atau tidak tahu; Allah ingin bekerja dalam hidup Anda hari ini. Kita tidak tahu dan tidak perlu tahu bagaimana cara Allah bekerja! Namun yang kita harus tahu, adalah ‘kita harus beriman’, artinya: Percayalah kepada Allah! Sebab beserta Allah tidak ada perkara yang mustahil didunia ini!
Hari ini, gunakan iman Anda untuk melangkah dan nyatakan pada dunia bahwa Anda orang beriman, orang yang percaya kepada Tuhan dan hanya berharap kepada-Nya. Bersyukurlah kepada-Nya, ‘Bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi Anda’ (Roma 8:28). Gunakan iman Anda yang sebesar biji sesawi karena “iman sebesar biji sesawi saja dapat memindahkan pohon ara kelaut” – berkuasa dan berdampak besar dalam dunia Anda. Bahkan iman itu sendiri akan bertambah kuat jikalau ‘diberdayakan.’ Jangan sampai iman Anda ‘mati’, karena “iman tanpa perbuatan adalah iman yang kosong” (Yakobus 2:20). Bahkan, “tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah” (Ibrani 11:6). TL

ANDA MEMILIKI SEGALA SESUATU JIKALAU ANDA MEMILIKI IMAN SEBESAR BIJI SESAWI

09 Oktober 2014 – Trust In Jesus!

Baca: Kejadian 18:1-15
“ Tetapi aku, kepada kasih setia-Mu aku Percaya, hatiku bersorak-sorak karena penyelamatan-Mu. Aku mau menyanyi untuk TUHAN, karena Ia telah berbuat baik kepadaku.”(Mazmur 13:6)

Siapa yang tidak mengetahui kisah tentang Abraham? Seorang hamba Tuhan yang disebut bapa semua orang beriman. Kehidupannya diisi dengan hal-hal yang berkenan dihadapan Tuhan. Mulai dari pertama beliau dipanggil oleh Tuhan untuk pergi ke negeri yang telah dijanjikan oleh Tuhan. Abraham yang pada saat itu masih bernama Abram dan istrinya yang bernama Sara yang pada saat itu masih bernama Sarai, bersama-sama berangkat, tanpa mengetahui secara pasti di mana tempat yang Tuhan janjikan.
Abraham dengan iman memenuhi panggilan dari Tuhan dan dengan sukacita menuju kepada kehendak Tuhan.Kemudian saat Tuhan menjanjikan keturunan untuk Abraham, Abraham meyakini dengan iman bahwa Tuhan akan menggenapinya, bahwa Tuhan akan menjadikan keturunan Abraham menjadi banyak seperti bintang di langit dan pasir di laut. Dengan ukuran manusia, Abraham bisa saja tidak mempercayai, karena memang Sara istrinya mandul dan tidak dapat memiliki keturunan. Tetapi dia percaya dan akhirnya menerima apa yang Tuhan janjikan.Iman adalah satu hal yang sudah sangat sulit kita temui saat ini. Banyak orang hidup dengan pengertiannya sendiri, tanpa melihat rencana Tuhan. Kebanyakan orang yang hidup pada masa sekarang berpikir dengan logika mereka, sampai mencoba melihat Allah pun dengan logika mereka sendiri.
Iman tidak sekedar ucapan belaka melainkan terekspresi melalui wajah dan perintah TUHAN. Bagaimana Iman Anda? YN

PERCAYALAH KEPADA TUHAN DENGAN SEGENAP HATIMU DAN JANGAN PADA PENGERTIANMU SENDIRI

08 September 2014 – Lihatlah Sekali Lagi!

Baca: 1Raja 18:1-45

“Kemudian berkatalah Elia kepada Ahab: “Pergilah, makanlah dan minumlah, sebab bunyi derau hujan sudah kedengaran.” (1Raj 18:41)
Dalam 1Raja pasal 18 Samaria mengalami kelaparan yang amat sangat. Tiga setengah tahun tidak turun hujan. Dalam tahun ketiga, datanglah firman Tuhan kepada Elia,”Pergilah, …kepada Ahab, sebab Aku hendak memberi hujan ke atas muka bumi.” (1) Berkatalah nabi Elia kepada raja Ahab, “Pergilah, makanlah dan minumlah, sebab bunyi derau hujan sudah kedengaran” (41).
Nabi Elia mengatakan hal itu bukan karena nabi melihat tanda-tanda bahwa hujan akan turun! Ia mengatakan bukan berdasarkan pandangan natural, namun berdasarkan ‘perintah Tuhan’. Dengan matanya nabi melihat kekeringan, kelaparan, kegersangan, namun Elia taat akan perintah Tuhan, ‘hujan akan turun’ Saudara, itulah iman (Ibr 11:1)
Sekalipun Elia sendiri tidak melihat akan turun hujan, namun Elia mengatakan hujan akan turun! Bahkan kepercayaan ini diekspresikan kepada bujangnya, “Naiklah ke atas, lihatlah ke arah laut.” Ternyata bujangnya tidak melihat apa-apa. Elia tidak goncang akan imannya, sebab
kata Elia: “Pergilah sekali lagi.” Demikianlah sampai tujuh kali.
Pada kali ketujuh, bujangnya berkata, “Wah, awan kecil sebesar telapak tangan timbul dari laut.” (44). Lalu kata Elia: “Pasang keretamu dan turunlah, jangan sampai engkau terhalang oleh hujan.”(44)
Maka dalam sekejap mata langit menjadi kelam oleh awan badai, lalu turunlah hujan yang lebat (45).
Saudara-saudara, seperti Elia mungkin Anda percaya sesuatu terjadi, namun Anda belum melihat tanda-tanda akan terjadi hal itu. Jangan putus asa! ‘Lihatlah sekali lagi!’ Jika Allah sudah menjanjikan, Dia akan melakukan-Nya, apapun yang Anda lihat. Tetaplah percaya. Nantikan Dia!. TL

IMAN MELIHAT APA YANG TIDAK KELIHATAN

12 Agustus 2014 – Kebangkitan Dan Hidup

Baca: Yohanes 11:17-44
“Jawab Yesus: “Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati.” (Yohanes 11:25).

Dua orang pemuda yang tidak memiliki pengharapan telah menerima pengajaran, bahwa mereka harus percaya kepada guru mereka yang telah mati dan tubuhnya diawetkan di dalam peti. Namun ketika dua orang pemuda itu mendengar cerita seorang Kristen tentang Yesus Kristus yang telah mati, dikubur dan bangkit pada hari yang ketiga, maka mereka membicarakan hal itu di dalam pondok. Salah seorang dari mereka bertanya: kamu memilih percaya kepada siapa dan mau ikut yang mana? Jawab yang lain: “Kalau aku sekarang memilih percaya kepada Yesus Kristus yang telah mati dan bangkit, serta mau ikut Yesus Kristus yang hidup.”
Orang yang tidak percaya kepada Tuhan Yesus memang tidak memiliki pengharapan untuk bangkit dan menerima hidup yang kekal. Bagi orang yang percaya kepada Tuhan Yesus, kematian adalah pintu gerbang untuk menuju hidup kekal. Tuhan Yesus berkata: “Akulah kebangkitan dan hidup” berarti di dalam Dia ada kebangkitan dan kehidupan. Di dalam I Korintus 15:21-22 dikatakan: “Sebab sama seperti maut datang karena satu orang manusia, demikian juga kebangkitan orang mati datang karena satu orang manusia. Karena sama seperti semua orang mati dalam persekutuan dengan Adam, demikian pula semua orang akan dihidupkan kembali dalam persekutuan dengan Kristus.” Dengan bangkitnya Lazarus dari kematian membuktikan bahwa Tuhan Yesus sanggup membangkitkan orang percaya dari kematian dan sanggup memberi hidup kekal kepada orang percaya.
Sahabat Gandoem Mas, apakah Anda sungguh-sungguh percaya, bahwa Tuhan Yesus adalah kebangkitan dan hidup? DS

KEBANGKITAN YESUS KRISTUS MEMBAWA KITA MENUJU HIDUP YANG PENUH PENGHARAPAN

29 Juni 2014 – Pahlawan Gagah Berani

Baca: Hakim 6:1-40
“Malaikat TUHAN menampakkan diri kepadanya dan berfirman kepadanya, demikian: “TUHAN menyertai engkau, ya pahlawan yang gagah berani.” (Hakim-hakim 6:12)

Dalam Alkitab, Tuhan memanggil Gideon “pahlawan yang gagah berani”. Gideon mengatakan, “Ah Tuhan ku, kaumku adalah yang paling kecil diantara suku Manasye dan akupun seorang yang paling muda diantara kaum keluargaku”(15). Gideon melihat dirinya lemah, kecil, muda, dan tidak pantas memimpin. Kebanyakan orang pun tak akan berpikir bahwa Gideon pantas masuk dalam daftar “saksi-saksi iman” (Ibrani 11:32). Ketika Tuhan memanggilnya, ia sedang bersembunyi. Ketika Tuhan berbicara kepadanya, ia malah banyak mengemukakan masalah ketimbang mempercayai janji.Ketika Gideon mulai mentaati Tuhan, ia bekerja pada malam hari (27) dan harus berulang kali mendapat kepastian bahwa Tuhan berada bersamanya. Namun Tuhan melihat potensi di dalam diri Gideon dan bahkan menyebutnya “pahlawan yang gagah berani” (12).
Tuhan melihat potensi didalam diri Anda. Masalahnya, apakah Anda percaya apa yang Tuhan katakan tentang diri Anda sendiri? Atau Anda lebih percaya kepada apa yang Anda rasakan? Apa yang Anda lihat? Apa yang Anda pikirkan? Situasi dan kondisi Anda saat ini? Anda melihat diri Anda lemah, tapi Tuhan melihat Anda kuat. Anda melihat diri Anda penakut, tapi Tuhan melihat Anda pahlawan. Anda melihat diri Anda ragu tapi Tuhan melihat Anda percaya-diri. Anda melihat diri Anda miskin, tapi Tuhan melihat diri Anda kaya. Anda mungkin sedang sakit, tapi Tuhan melihat Anda sehat.
Hari ini, sikapi hidup Anda seturut apa kata Tuhan, jangan ‘apa kata Anda’ jangan melihat situasi dan kondisi Anda! Percayalah kepada Tuhan. TL

“TUHAN ITU DAMAI SEJAHTERAKU” (24 NKJV) ADALAH PERNYATAAN YANG PALING DIPERLUKANNYA