Tag Archives: percaya

02 April 2014 – Menunggu dengan Percaya

Baca: Markus 5:21-43
“Tetapi Yesus tidak menghiraukan perkataan mereka dan berkata kepada kepala rumah ibadat: “Jangan takut, percaya saja!” (Markus 5:36)

Kemajuan teknologi kedokteran masa kini, membuat setiap orang ingin secepatnya mengetahui diagnosa dokter jika sedang sakit dan berharap segera sembuh dari penyakit itu. Demikian juga jika orang tua melihat anaknya yang sedang sakit. Segala cara akan diupayakan demi kesembuhan si anak. Apalagi jika anak itu dalam kondisi kritis, pastilah orang tuanya mengharapkan pertolongan itu segera datang. Saat memanggil dokter untuk menolong, tapi dalam perjalanan menuju tempat si anak berada sang dokter berhenti untuk lebih dahulu menolong orang lain, mungkin orang tuanya akan marah karena merasa dinomor duakan. Apalagi, keluarganya datang mengatakan “anakmu sudah mati”, tidak perlu dokter lagi. Dapatkah anda bayangkan reaksi orang tua tersebut?
Yairus, seorang kepala rumah ibadat tersungkur di depan Yesus untuk memohon agar segera datang menyembuhkan anaknya yang hampir mati. Yesus menerima permohonan itu dan pergi ke rumah Yairus. Tetapi dalam perjalanan, langkah mereka terhenti oleh seorang perempuan yang sudah 12 tahun sakit pendarahan. Maka Yairus pun harus menunggu Yesus untuk menolong anaknya. Saat Yesus masih berbicara kepada perempuan yang telah sembuh itu, datanglah keluarga Yairus mengatakan “Anakmu sudah mati, apa perlunya lagi engkau menyusahkan Guru?” Mungkin Yairus berpikir “gara-gara perempuan ini, anakku terlambat ditolong.”
Jika mengalami hal yang sama, Anda pun mungkin berkata demikian. Tetapi Yesus tidak menghiraukan perkataan mereka dan berkata kepada Yairus: “Jangan takut, percaya saja!” Sungguh, melalui “menunggu dan percaya” Yairus dan orang banyak dapat melihat bahwa Yesus berkuasa memberi hidup. Menunggulah dengan percaya, jawaban Yesus adalah pasti. EJG

PERCAYALAH DAN NANTIKAN JAWABAN YESUS

23 Maret 2014 – Jangan Kamu Kuatir

Baca: Filipi 4:6-7
“Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur.” (Filipi 4:6)

Sejak Oktober 2013 sampai Januari 2014, gunung Sinabung di Sumatra Utara terus erupsi dan belum menunjukkan tanda akan berhenti. Abu vulkanik Sinabung telah menutupi lebih dari 10 ribu hektar tanah pertanian. Banyak rumah warga yang ambruk karena tebalnya abu vulkanik yang menimpa. Sampai 14 Januari 2014, pengungsi Sinabung tercatat lebih dari 26 ribu jiwa. Banyak dari para korban mengatakan, “kami kuatir akan hidup kami selanjutnya dan masa depan anak-anak kami. Kami sudah tidak punya apa-apa. Kami tidak tahu kapan bisa memulai lagi bercocok tanam, dan bagaimana kami bisa mendapatkan modal untuk melakukannya.”
Ketika melihat kondisi sekitar gunung Sinabung, saya pun mungkin setuju dengan kekuatiran para korban itu. Namun, firman Tuhan mengingatkan kita untuk “jangan kuatir.” Jadi, bagaimana kita merespon kekuatiran itu, adalah hal yang lebih penting.
Karena kekuatiran itu tidak akan menyelesaikan masalah. Kekuatiran menunjukkan ketidak percayaan kita akan kuasa Tuhan. Saat kuatir, kita pun kehilangan damai sejahtera. Jadi, saat persoalan menghadang, yang perlu kita lakukan adalah berdoa, mendekatkan diri kepada Tuhan supaya kita mengerti rencana Tuhan melalui masalah itu, dan naikkanlah ucapan syukur kepada-Nya. Sebab orang yang mampu bersyukur dalam segala situasi adalah pribadi yang mampu mengaminkan Roma 8:28, “bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia.”
Saat Tuhan katakana jangan kamu kuatir, Dia mau mengingatkan kita akan penyertaan-Nya dalam hidup kita. Sebab Dialah Allah Imanuel dalam segala keadaan. Percayalah! EJG

JANGANLAH KAMU KUATIR, SEBAB BAPA DI SURGA YANG MEMELIHARA HIDUPMU

24 Februari 2014 – Kekuatan Disaat Mengecewakan

Baca: Habakuk 3:1-19
“ALLAH Tuhanku itu kekuatanku: Ia membuat kakiku seperti kaki rusa, Ia membiarkan aku berjejak di bukit-bukitku.” (Habakuk 3:19)

Ketika seseorang diperhadapkan dengan realita hidup yang semuanya mengecewakan, bagaimana ia dapat menghadapinya? Ketidakadilan terjadi, penindasan merajarela dan Anda tinggal seorang diri menghadapinya, ironisnya Anda menyangka, Tuhan seolah-olah membiarkan terjadi, tidak ada keadilan-Nya.
Melalui doa Habakuk yang dinyanyikan dalam nyanyian ratapan merefleksikan kekuatan Allahnya melebihi situasi dan keadaan di sekelilingnya yang mengecewakan. Imannya tidak berubah dan ia tetap mempercayai Allahnya sebagai sumber kekuatan dikala semuanya tidak sesuai harapan. Terbukti dalam doa Habakuk, “Sekalipun pohon ara tidak berbunga, pohon bakung tidak berbuah hasil pohon zaitun mengecewakan sekalipun ladang-ladang tak menghasilkan bahan makanan, kambing domba terhalau dari kurungan, dan tidak ada lembu sapi dalam kandang, namun aku akan bersorak-sorak, beria-ria di dalam Allah yang menyelamatkanku.” (ayat 17-18). Bila keadaan di sekeliling Anda tidak mengenakan, belajarlah dari perkataan Habakuk, “Aku akan bersorak-sorak di dalam Tuhan, karena Dia, Allah yang dapat dipercayai.” Keyakinannya membuktikan bahwasannya Allah akan tetap bersamanya dan memberikan kekuatan untuk melewatinya.
Kendati realita kehidupan mengecewakan Anda, masihkah Anda tetap mempercayai Tuhan Allah? Tidak perlu tawar hati, berputus asa atau menangisi diri Anda. Sesungguhnya Allah memperhatikan penderitaan Anda dan membuat Anda bersorak-sorak dan bersukacita. Sebab dari pada-Nya datang keselamatan. Berharaplah kepada Allah sumber kekuatan Anda. YN

BILA SEMUA NAMPAK MENGECEWAKAN, PERCAYALAH ALLAH SUMBER KEKUATAN YANG SEJATI

04 Februari 2014 – Berapa Lama Lagi?

Baca: Mazmur 13:1-6
“Berapa lama lagi, TUHAN, Kaulupakan aku terus menerus? Berapa lama lagi Kausembunyikan wajah-Mu terhadap aku?” (Mazmur 13:1)

Penderitaan yang berkepanjangan sering membuat kita bersedih dan bermuka muram. Kita ingin segera menemukan jalan keluar atau penyelesaian yang secepat kilat. Namun ada beberapa hal yang tidak dapat diselesaikan instant dan harus dapat kita tanggung, entah berapa lama? Ketahuilah Allah ingin kita melibatkan diri-Nya ditengah perjuangan kita melewatinya.
Alkitab berkata, raja Saul memburu Daud seperti orang memburu seekor ayam hutan di gunung-gunung (I Samuel 26:20). Mazmur Daud berkata, “Berapa lama lagi, TUHAN, Kaulupakan aku terus menerus? Berapa lama lagi Kausembunyikan wajah-Mu terhadap aku?” (ayat 2). Ungkapan doa Daud kepada Allah seakan-akan ia ingin agar Allah menjawab doanya dan pergumulannya. Daud memohon kiranya Allah memandang dan menjawab atas seruannya. Ia mengalami kesedihan yang dalam seakan-akan Allah di dalam keengganan menjawabnya. Apakah Tuhan membiarkan musuh-musuhnya meninggikan diri atasnya? Sekali-kali tidak! Ia datang kepada Allahnya, ia percaya tentang kasih setia-Nya. Terbukti Daud mengingatkan dirinya sendiri: “Tetapi aku, kepada kasih setia-Mu aku percaya, hatiku bersorak-sorak karena penyelamatan-Mu, aku mau menyanyi untuk TUHAN, karena Ia telah berbuat baik kepadaku.” Pergumulan atau persoalan boleh berlanjut, tetapi penyertaan Tuhan sempurna.
Sahabat Gandoem Mas, Daud tetap percaya sekalipun ia belum memperoleh jawaban atas pergumulannya. Iman Daud ini kiranya menjadi teladan bagi kita. Ingatlah bahwa Tuhan itu setia. Jangan berhenti berharap kepada-Nya. YN

BUKAN BERAPA LAMANYA? TETAPI KEPERCAYAAN MUTLAK DAN TANPA RAGU TERHADAP KASIH ALLAH

02 Februari 2014 – Dengarkan Dia

Baca: Yeremia 49:7-22
“Suatu kabar telah kudengar dari TUHAN, seorang utusan telah disuruh ketengah-tengah bangsa-bangsa: “Berkumpullah, pergilah menyerangnya, bersiaplah untuk bertempur!” (Yeremia 49:14)

Terlalu banyak berita setiap hari kita bisa dengar baik melalui media cetak, melalui media elektronik, dari tetangga, teman-teman, keluarga, serta dari jemaat satu gereja dengan anda. Setiap hari, kita juga mendengar berita dari Allah melalui Alkitab yang kita baca. Yang sering kita temukan, berita dari Alkitab bertolak belakang dengan berita-berita lainnya. Berita mana yang akan Anda dengarkan?.
Ketahuilah kita beribadah dan melayani Allah Supranatural, sekalipun kita tidak melihat Dia secara kasat mata, Dia hadir dalam kehidupan kita, bahkan lebih dekat dari nafas kita. Sekalipun kita tidak melihat jalan keluar atas masalah yang sedang kita hadapi hari-hari ini, bukan berarti tidak ada jalan keluarnya. Allah kita mampu membuat jalan-pintas, Dia mampu membuat jalan raya dipadang gurun. Bahkan melalui jalanNya, Dia akan membawa Anda ke tingkatan yang lebih tinggi. Allah dapat memberkati Anda dengan dahsyat, sehingga kebutuhan-kebutuhan Anda tercukupi semuanya.
Mungkin Anda sedang menghadapi masalah kesehatan, Mungkin saja analisa dokter tidak salah, laporan-laporan secara medis bisa dipertanggung-jawabkan, namun kita mempunyai laporan lain yang mengatakan, “Bagi manusia mustahil, tapi bagi Tuhan tidak ada yang mustahil.” Hari ini, condongkan pikiran dan hati Anda hanya saja kepada janji-janji Tuhan, berdirilah teguh di dalam iman kepada Tuhan, apapun yang terjadi di sekitar dan di dalam diri Anda sekalipun, Tuhan memimpin Anda ke jalan kemenangan-Nya. Terimalah berkat-berkat-Nya. TL

SETIAP ORANG YANG BERHARAP KEPADA-NYA TIDAK AKAN DIPERMALUKAN

25 Januari 2014 – Diam, Tenanglah!

Baca: Markus 4: 35-41
“Ia pun bangun, menghardik angin itu dan berkata kepada danau itu: “Diam! Tenanglah!” Lalu angin itu reda dan danau itu menjadi teduh sekali.” (Markus 4:39)

Para pelaut mengalami beragam kondisi cuaca. Namun, mereka yang pernah mengalami badai yang dahsyat memiliki perasaan yang sama takut. Apa yang Anda lakukan ketika badai kehidupan tampaknya sedang mengamuk dalam hidup Anda? Apakah Anda sedang takut seperti pelaut tersebut di atas?
Suatu kali Yesus dengan murid-murid-Nya sedang berada di atas perahu. Namun, cuaca yang buruk membuat dan badai yang besar, membuat para murid sangat takut, tetapi justru Yesus sedang tertidur lelap. Ketika murid-murid membangunkan Dia untuk mencari pertolongan, Yesus bangkit dan hanya berkata singkat kepada danau itu: “Diam! Tenanglah!” Angin itu reda dan danau menjadi teduh sekali. Ketika masa-masa sulit datang, Anda tidak harus panik oleh gelombang kuatir atau takut. Sama seperti Yesus berdiri dan berbicara kepada badai, kata-kata Anda mempunyai kuasa. Sebagai orang percaya, Alkitab mengatakan bahwa Roh yang sama yang membangkitkan Kristus dari antara orang mati, diam di dalam kita. Itu berarti kekuatan supranatura Allah ada di dalam diri Anda. Dia telah memberikan otoritas-Nya kepada Anda untuk menyatakan damai atas rumah Anda, atas keluarga Anda, atas pikiran Anda. Ingat, badai apapun yang akan datang melawan Anda, Dia yang ada di dalam Anda lebih besar dari badai apapun. Dia yang telah memberikan kemenangan dalam setiap sisi kehidupan Anda.
Pandanglah Allah yang menjadi manusia, yaitu Yesus Kristus, yang berkuasa atas surga dan bumi. Dia akan memberi kekuatan agar Anda dapat bertahan di tengah badai. Sampai pada akhirnya Dialah yang akan meredakannya. TL

JIKA ANDA BERIMAN AKAN KUASA ALLAH, DAMAI SEJAHTERA-NYA MENJAUHKAN KITA DARI KEPANIKAN

22 Januari 2014 – Pewaris Janji Tuhan

Baca: Kejadian 21:1-7
“Tuhan memperhatikan Sara, seperti yang difirmankan-Nya, dan TUHAN melakukan kepada Sara seperti yang dijanjikan-Nya.” (Kejadian 21:1)

Setiap pasangan suami-istri sangat menantikan kelahiran buah hati mereka yang kelak menjadi pewaris mereka. Ada yang menantikannya selama 10 tahun baru di karuniai anak, ada yang mungkin 16 tahun harus menanti. Tidak diragukan lagi, kehadiran seorang anak adalah sebuah kebahagiaan bagi keluarga, apa lagi jika mereka menantikannya dalam waktu yang sangat lama.
Abraham dan Sara menantikan datangnya seorang anak selama 25 tahun. Bukankah sebuah penantian yang sangat panjang? Allah telah berjanji bahwa keturunannyalah yang akan menjadi pewarisnya dan membuat keturunannya sangat banyak dan menjadi bangsa yang besar dan beroleh berkat. Pada waktu itu usianya telah 75 tahun, sedangkan istrinya, Sara adalah seorang perempuan mandul. Mereka harus menanti selama 25 tahun kemudian, barulah Abraham dan Sara mendapat anak tepat seperti yang dijanjikan oleh Tuhan. Ketika anak mereka lahir, Abraham telah berusia 100 tahun dan istrinya, Sara sudah 90 tahun dan telah mati haid. Dengan kata lain secara manusia sudah tidak ada lagi harapan dalam penantian untuk memiliki keturunan. Tuhan menepati janji-Nya. Anak itu diberi nama Ishak dalam bahasa ibrani, “Yitskhaq,” artinya orang yang tertawa. Kelahirannya sangat istimewa, sebab ia, anak perjanjian pewaris Abraham yang berhak menerima semua janji-janji Tuhan. Kita adalah anak-anak Abraham rohani, maka kita berhak pula mewarisi janji-janji Tuhan (Galatia 3:29).
Sebagaimana halnya Ishak pewaris janji Tuhan, Anda juga sepatutnya menerimanya. Bersyukurlah untuk setiap berkat yang Allah sediakan. Masihkah Anda ragu? YN

JIKA ANDA PERCAYA SEBAGAI ANAK-ANAK ALLAH, MAKA ANDA BERHAK SEBAGAI AHLI WARIS-NYA

01 Januari 2014 – Tuhan Punya Rencana

Baca: Keluaran 2:1-10
“Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri.“ (Amsal 3:5)

Yokhebed adalah seorang ibu yang berani dan terampil. Suaminya bernama Amram. Ia mempunyai seorang anak perempuan yang bernama Miryam dan seorang anak laki-laki bernama Harun. Ia kemudian melahirkan anak lagi, seorang bayi laki-laki yang sehat. Tetapi bangsa Yokhebed adalah budak Mesir. Firaun, penguasa Mesir, memerintahkan agar semua bayi laki-laki harus dilemparkan ke sungai Nil. Yokhebed menyembunyikan bayinya sampai bayi itu terlalu besar untuk disembunyikan di rumah.
Kemudian ia menyembunyikan bayinya di keranjang anti air dan meletakkan keranjang itu di antara alang-alang di sungai. Saudara perempuan bayi itu, Miryam, tetap di situ untuk mengawasinya dan masih di sana saat anak perempuan Firaun datang untuk mandi di situ. Miryam, yang terampil seperti ibunya, berlari ke arah putri Firaun itu dan menanyakan apakah ia memerlukan seseorang untuk membantunya menjaga bayi itu. Putri berpikir ini adalah ide yang bagus. Yang berhasil bukan hanya rencana Yokhebed untuk menyelamatkan bayinya, tetapi rencana Miryam untuk membawa pulang saudara laki-lakinya juga berhasil dengan baik.
Ada banyak orang takut menghadapi masa depan. Tetapi sebagai orang yang beriman, kita punya pengharapan yang pasti di dalam Tuhan. Di saat kita melibatkan Tuhan dalam perencanaan kita, maka kita dengan yakin melangkah, karena Tuhan yang merancang hidup kita. Selamat Tahun baru, mari kita sambut dengan iman bahwa rancangan Tuhan bukanlah rancangan kecelakaan, tetapi rancangan damai sejahtera dan masa depan yang penuh harapan. DN

JANGAN TAKUT, SEBAB TUHAN MENYERTAI KITA

28 November 2013 – Doa yang Benar

Baca: I Samuel 18:6-30
“Daud berhasil di segala perjalanannya, sebab TUHAN menyertai dia.” (I Samuel 18:14).

Suatu waktu saya mendapat pesan broadcast BBM (pesan secara menyeluruh dari kontak BlackBerry) dari salah seorang teman. Demikian bunyinya, “Bahkan pembalap sekelas Valentino Rossi atau Lorenzo tidak pernah berdoa supaya sirkuitnya menjadi lurus, tetapi mereka berdoa supaya mampu menaklukkan sirkuitnya,…” Saya tidak tahu pasti apakah para pembalap tersebut selalu berdoa sebelum mereka maju berlomba. Tetapi pernyataan tersebut menginspirasi hidup saya. Seringkali kita berdoa kepada Tuhan untuk melancarkan segala sesuatu yang sedang kita lakukan, hanya untuk menghindari jalan-jalan yang sulit. Tetapi, justru dalam persoalan-persoalanlah kita merasakan penyertaan Tuhan.
Daud adalah tokoh yang menginspirasi setiap kita. Perjalanan hidupnya tidak selalu mulus, namun Daud dapat melewatinya karena penyertaan Tuhan yang memelihara hidupnya. Penyertaan Tuhan, tidak selalu membuat Daud lepas dari masalah, melainkan penyertaan Tuhan membuatnya tegar dan mampu menghadapinya. Tuhan membuat gentar musuh-musuh Daud. “Saul menjadi takut kepada Daud, karena TUHAN menyertai Daud, sedang dari pada Saul Ia telah undur.” (I Samuel 18:12). Saul mencoba mencelakakan Daud dengan berbagai cara. Dari mencoba membunuhnya dengan tombak, hingga menempatkannya di barisan pasukan perangnya, agar berpotensi untuk mati dalam peperangan. Tetapi karena penyertaan Tuhan, Daud berhasil di segala perjalanannya (1 Samuel 18:14).
Anda takut menghadapi masa depan? Mari belajar percaya sepenuhnya kepada Tuhan. Percaya bahwa Tuhan senantiasa menyertai hidup Anda. Kiranya Roh-Nya memberi kekuatan. SP

ADAKALANYA HALANGAN ITU SELALU ADA, NAMUN TUHAN TIDAK PERNAH MENINGGALKAN KITA

17 November 2013 – Ahli Waris Kerajaan

Baca: Roma 8:12-17
“Dan jika kita adalah anak, maka kita juga adalah ahli waris, maksudnya orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah, yang akan menerimanya bersama-sama dengan Kristus, yaitu jika kita menderita bersama-sama dengan Dia, supaya kita juga dipermuliakan bersama-sama dengan Dia.” (Roma 8:17)
 
            Dua pekan lebih para wartawan Internasional berkemah di depan rumah sakit St Mary untuk menantikan kelahiran bayi pangeran William dan istrinya. Karena dikabarkan bayi itu akan lahir pada pertengahan Juli. Akhirnya, Senin 22 Juli 2013 adalah hari yang ditunggu-tunggu itu terjadi, hari lahirnya pewaris takhta ketiga kerajaan Inggris. Sambutan yang luar biasa pun digelar oleh banyak orang, dan bukan hanya di Inggris tapi juga di berbagai negara. Salah satu perayaan itu dilakukan oleh pengelola air terjun Niagara di Kanada dengan pertunjukan cahaya warna biru dan pesta kembang api, sehingga air terjun itu akan terlihat seperti air terjun pelangi. Demikianlah dunia menyambut lahirnya seorang anak sebagai pewaris kerajaan duniawi yang fana.
            Dalam Yohanes 1:12 tertulis “semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya.” Jadi, setiap kita yang percaya dan menerima Yesus sebagai Juruselamat, maka kita telah dijadikan anak-anak Allah. Sebagai anak, kita adalah ahli waris kerajaan Allah dan berhak menerima janji-janji-Nya. Kita akan menerimanya bersama Kristus, jika kita menderita bersama dengan Dia. Maksudnya adalah jika kita senantiasa rela menyangkal diri untuk hidup dalam kehendak Bapa seperti yang telah Yesus teladankan bagi kita. Dan kerajaan yang diwariskan kepada kita adalah kerajaan kekal yang penuh sukacita dan damai sejahtera.
            Ketika kelak Anda tiba di rumah Bapa, maka seluruh sorga akan menyambut dengan sukacita besar. Are you ready? EJG

AHLI WARIS KERAJAAN SORGA AKAN MENERIMA JANJI-JANJI ALLAH SAMPAI PADA KEKEKALAN