Tag Archives: perkataan

29 November 2014 – Memilih Jalan Kehidupan

Baca: Ulangan 30:11-20
“Aku memanggil langit dan bumi menjadi saksi terhadap kamu pada hari ini: kepadamu kuperhadapkan kehidupan dan kematian, berkat dan kutuk. Pilihlah kehidupan, supaya engkau hidup, baik engkau maupun keturunanmu.” (Ulangan 30:19)

Kepada kita akan selalu diperhadapkan pilihan-pilihan; maju atau mundur, berkata jujur atau berbohong, berlaku setia atau berkhianat, memberikan bantuan atau tidak ambil peduli, mengumpat atau menahan diri, dan sebagainya. Apa yang kita pilih itu bisa jadi akan sangat menentukan cerah suram, senang susah, baik buruknya kehidupan kita pada masa depan.
Dalam pidato perpisahannya, Musa juga menghadapkan pilihan kepada umatnya; kehidupan dan keberuntungan, atau kematian dan kecelakaan (ayat 15). Pilihan apa pun ada risikonya, baik atau buruk. Musa menasihatkan supaya mereka memilih apa yang baik dan benar, sehingga mereka dapat memetik buah yang manis (ayat 20). Ini bisa menjadi panduan buat kita ketika kita harus memilih: kapan pun dan dalam hal apa pun, pilihlah apa yang berkenan kepada Allah. Orang yang memilih untuk mengasihi Tuhan dan hidup menurut jalan-Nya, sudah jelas masa depannya: “hidup” (19). Anda juga memilih melalui kata-kata. Anda dapat memberkati masa depan atau bahkan mengutuk masa depan Anda sendiri melalui kata-kata Anda.
Kata-kata Anda mempunyai kuasa kreatif.
Jikalau Anda ingin mengetahui bagaimana hidup Anda lima tahun kemudian, perhatikan kata-kata Anda hari-hari ini khususnya terhadap diri Anda sendiri! Jangan mengeluarkan kata-kata negatif, seperti, “Aku tidak akan pernah beruntung!”; “Aku tidak akan bisa melunasi hutang-hutangku”; “Penyakit flu sedang merajalela saat ini!” Mari memilih jalan kehidupan. TL

HIDUP MANUSIA BUKAN BERGANTUNG PADA NASIB TAPI TERGANTUNG PILIHAN SENDIRI

07 November 2014 – Orang Yang Menyenangkan

Baca: Amsal 16:21-33
“Perkataan yang menyenangkan adalah seperti sarang madu, manis bagi hati dan obat bagi tulang-tulang.” (Amsal 16:24 )

Di dalam kehidupan kita, tentu kita tidak lepas dengan sebuah hubungan. Baik pasangan hidup kita, teman dan bahkan orang yang tidak kita kenal. Setiap saat kita perlu berinteraksi dengan mereka. Tetapi, apakah semua orang yang kita kenal adalah orang yang menyenangkan bagi kita? Tentu tidak bukan? Meskipun begitu, sebagai anak Tuhan kita harus menjadi orang yang menyenangkan bagi orang lain. Menjadi orang yang menyenangkan atau tidak bukanlah takdir, melainkan pilihan. Kita dapat memilih untuk menjadi orang yang menyebalkan dan dibenci atau menjadi orang yang menyenangkan dan disenangi. Menjadi orang yang menyenangkan merupakan sebuah kunci menjalin hubungan yang baik. Bahkan akan membawa kita kepada kedudukan yang tinggi dan terhormat.
Biasanya, orang dapat disenangkan dengan perkataan kita. Orang juga dapat sedih dan kecewa melalui perkataan kita. Oleh sebab itu, hari ini kita diingatkan oleh firman Tuhan melalui kitab Amsal, “Perkataan yang menyenangkan adalah seperti sarang madu, manis bagi hati dan obat bagi tulang-tulang.” (Amsal 16:24). Menjadi orang yang menyenangkan sangat dipengaruhi oleh perkataan kita.
Menjadi orang yang menyenangkan bukan berarti kita akan melakukan apa saja supaya orang senang. Dan bukan juga menjadi orang yang berbeda. Tetapi mari kita memulai untuk memperbaiki apa yang buruk dalam diri kita. Kita perlu introspeksi diri untuk merubah hal-hal yang tidak baik. Baik perkataan maupun dalam sikap. Saya percaya, jika hal ini kita lakukan, maka dengan sendirinya, hidup kita akan menyenangkan. Siap menjadi orang yang menyenangkan? SP

PERTIMBANGKANLAH BAIK-BAIK SEBELUM ANDA BERTINDAK DAN BERBICARA KEPADA SESAMA

30 Oktober 2014 – Masalah Ucapan

Baca: Yesaya 50:4-9
“Tuhan ALLAH telah memberikan kepadaku lidah seorang murid, supaya dengan perkataan aku dapat memberi semangat baru kepada orang yang letih lesu. Setiap pagi Ia mempertajam pendengaranku untuk mendengar seperti seorang murid.” (Yesaya 50:4)

Ucapan Anda adalah sangat penting. Apalagi perkataan Allah atau firman Allah. Ketika ucapan Anda selaras dengan ucapan Allah, Anda akan melihat ‘ledakan-ledakan’ kebaikan-Nya, kemurahan-Nya, kelimpahan-Nya dalam kehidupan Anda setiap hari. Bukan itu saja, Allah telah ‘menempatkan’ orang-orang disekitar Anda setiap hari untuk mendengarkan dan menyaksikan perkataan Anda! Tidak berdampak apapun, jika kita hanya memikirkan mereka, empatik kepada mereka. Allah ingin perkataan Anda memberkati orang-orang sekitar Anda hari ini!
Allah memanggil kita untuk memperkatakan firman Allah kepada mereka.
Pasangan Anda ingin mendengar bahwa tangan Allah menyertai keluarga Anda. Maksud Allah sangat mulia, kemurahan-Nya selalu membuka kesempatan baru. Anak anak Anda perlu mendengarkan janji-janji Allah dari mulut Anda. Rekan rekan Anda perlu mendengarkan berkat-berkatNya sudah tersedia bagi mereka. Sesungguhnya, “Mujizat ada dalam mulut Anda” alirkan setiap hari untuk memberkati orang-orang!
Mereka membutuhkan kata-kata iman Anda, agar mereka melangkah dalam kemenangan yang baru Jangan tahan! Terus katakan, terus nyatakan, terus doakan, sebab ucapan Anda adalah berarti!
Biar ucapan Anda searah dengan firman Allah dan saksikan berkat-berkatNya melimpah dalam hidup Anda hari lepas hari. TL

KETELADANAN TUHAN: MEMILIKI LIDAH YANG SIAP BERBICARA

06 Juli 2014 – Muliakan Tuhan

Baca: Mazmur 34:1-11
“Muliakanlah TUHAN bersama-sama dengan aku, marilah kita bersama-sama memasyhurkan nama-Nya!”

Daud memiliki alasan untuk memuji Tuhan sebab Tuhan telah menyelamatkannya dari kematian yang jelas menanti di hadapannya. Apabila Anda berseru kepada Tuhan di dalam iman, Dia menyelamatkan, memelihara, dan memuaskan. Mengapa lari kepada musuh apabila Anda dapat lari kepada Tuhan dan selamat? Sesuatu terjadi ketika Anda datang dan memuliakan Tuhan.
Apa artinya memuliakan Tuhan? Pada saat Anda memuliakan Tuhan sesuatu terjadi dalam diri Anda. Cara pandang Anda kepada Tuhan akan mengalami perubahan. Anda akan membuat Tuhan lebih besar dari masalah yang sedang Anda hadapi! Sebaliknya, Anda akan melihat masalah Anda kecil dibandingkan dengan Tuhan! Banyak orang tidak mudah untuk memuliakan Tuhan, sebaliknya mereka dengan mudah memuliakan problem, kondisi, pikiran dan hati mereka. Bahkan mereka ‘memuliakan’ pekerjaan setan. Karena itu kuduskanlah mulut dan lidah kita di dalam Tuhan Yesus, sehingga yang keluar adalah ucapan-ucapan yang memuliakan nama-Nya, bukan yang lain. Ketika kita memperkatakan perkara yang sia-sia hal itu akan menghabiskan energy, tidak membawa berkat, bahkan melemahkan saudara-saudara seiman, malah setan yang diagungkan ketika kita memperkatakan hal-hal yang menakutkan, yang seram, yang cabul, yang kotor, yang jahat, yang najis dan yang buruk-buruk lainnya.
Mari kita membiasakan memperkatakan kata-kata yang memuliakan Tuhan. Ketika Anda memuliakan Tuhan, Anda menjadikan Dia prioritas dan membuka pintu bagi Dia untuk bekerja dalam hidup Anda. Perhatikan bahwa perkataan Anda adalah ‘Kuasa yang kreatif’ karena mati atau hidup ada dalam kuasa mulutmu. TL

IMAN MENYENANGKAN ALLAH, IMAN MEMBUKA PINTU BAGI ALLAH UNTUK BEKERJA

28 Februari 2014 – Prioritaskan Firman-Nya

Baca: Yesaya 55:1-13
“Demikianlah firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku: ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya.” (Yesaya 55:11)

Apakah Anda sedang melewati hari-hari yang sulit dan berat? Mari kita gunakan kata-kata kita bukan untuk menjabarkan situasi, kesulitan dan masalah-masalah kita, tapi gunakan perkataan kita untuk merubah situasi. Sepanjang hari ingat dan perkatakan janji-janji Tuhan, “Aku diberkati, aku biji mata Tuhan, aku dapat melakukan segala sesuatu di dalam Kristus, aku kuat.” Ketika Anda percaya dan memperkatakan kata-kata iman itu, Anda memberkati hidup Anda sendiri.
Anda sedang merenda hari depanmu dengan baik. Hindari perkataan-perkataan negatif, “Aku capai, aku malas, aku kuatir.” Paulus mengingatkan kita, “Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu” (Filipi 4:8). Betapa pentingnya mengisi pikiran dengan hal-hal yang positif, karena hal itu akan berdampak dalam kehidupan Anda. Untuk membuat pikiran Anda selalu positif, tidak ada jalan lain selain harus taat kepada firman Allah, “kami menawan segala pikiran dan menaklukkannya kepada Kristus” (2 Korintus 10:5b).
Menaklukkan pikiran kepada Kristus berarti kita mengisi pikiran kita dengan firman Allah setiap hari. Dengan firman Tuhan, kita dituntun untuk selalu berpikiran positif. Perkatakan selalu firman-Nya, sebab “ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya.” (Yesaya 55:11). TL

PERKATAKAN FIRMAN-NYA DAN MELANGKAH MAJU DALAM BERKAT DAN KEMENANGAN-NYA

06 November 2013 – Menghidupkan Benih Ilahi

Baca: Roma 4:1-25
“Engkau telah Kutetapkan menjadi bapa banyak bangsa” di hadapan Allah yang kepada-Nya ia percaya, yaitu Allah yang menghidupkan orang mati dan yang menjadikan dengan firman-Nya apa yang tidak ada menjadi ada. (Roma 4:17)

Seringkali kita melihat potensi dalam diri seseorang dimana yang bersangkutan belum atau tidak melihatnya. Ketika Anda berbicara tentang visi kepadanya, ketika Anda membangkitkan dia dengan kata-kata motivasi. Kata-kata Anda mempunyai kuasa untuk membawa seseorang kepada destiny-nya. Kenapa seseorang belum mencapai kapasitasnya yang penuh dalam hidupnya? Mereka membutuhkan seseorang untuk memotivasi dan memberikan inspirasi kepadanya, seperti: “Kamu adalah orang sukses!” “Engkau mempunyai talenta untuk itu!” “Engkau dapat mengerjakan sesuatu yang besar!”
Salah satu tugas orang percaya dalam hidup adalah menjadi alat Tuhan untuk menghidupkan dan membangkitkan benih-benih kebesaran seseorang. Perhatikan lingkungan Anda dimana Allah tempatkan Anda. Bukan suatu kebetulan Anda hidup ditempat Anda, dalam pekerjaan Anda, di gereja yang Allah telah tetapkan Anda! Perhatikan orang-orang disekitar Anda, apa yang baik yang ada dalam hidup mereka yang Anda lihat. Apa karunia dan talenta mereka? Apakah benih-benih yang ada dalam hidup mereka sudah bangkit?
Jangan tinggal diam, tapi tingkatkan kepedulian terhadap mereka, katakan kepada mereka pemberian Allah dalam diri mereka. Motivasi mereka untuk membangkitkan benih kebearan Allah dalam hidup mereka. Bantu mereka membangkitkan kepercayaan diri sehingga mereka bangkit sesuai dengan panggilan Allah. TL

PERKATAAN ORANG PERCAYA BERKUASA MEMBANGKITKAN SEMANGAT

25 Februari 2013 – Jaga Perkataan Anda

Baca: Amsal 10:8-21
”Di dalam banyak bicara pasti ada pelanggaran, tetapi siapa yang menahan bibirnya, berakal budi.” (Amsal 10:19)

Seorang Ibu, tetangga saudara saya, setiap hari mengomel kepada pembantunya. Awal bertetangga, kami berpikir bahwa mungkin memang pembantunya berbuat kesalahan, sehingga sang majikan mengomel. Ternyata setelah hampir enam bulan bertetangga, si ibu tersebut tetap melakukan hal yang sama bahkan hampir setiap hari. Kata-kata yang diucapkan pun kadang menyakitkan hati bagi kami yang mendengar. Apa lagi bagi orang yang dituju oleh kata-kata tersebut. Seolah-olah pembantu itu tidak pernah melakukan hal yang benar di mata sang majikan.

Suatu hari, sang majikan kembali mengomel kepada pembantunya. Mungkin sang pembantu sudah tidak tahan mendengar hal yang sama terus-menerus, sehingga dia mengambil pisau dapur dan melukai muka dan kepala sang majikan lalu meninggalkannya dengan berlumuran darah.

Dalam renungan kita hari ini dikatakan “siapa bodoh bicaranya akan jatuh. Mulut orang bodoh adalah kebinasaan yang mengancam. Di dalam banyak bicara pasti ada pelanggaran, tetapi siapa yang menahan bibirnya, berakal budi.” Kadang saat kita bercanda pun, orang lain bisa tersinggung. Apalagi, kata-kata yang di ucapkan langsung tertuju kepada seseorang dan membuatnya merasa dihakimi. Karena itu, kita perlu berhikmat dan bijak dalam berkata-kata.

Yakobus 3:9 berkata, “Dengan lidah kita memuji Tuhan, Bapa kita; dan dengan lidah kita mengutuk manusia yang diciptakan menurut rupa Allah.” Juga Matius 15:18 mengatakan, “Tetapi apa yang keluar dari mulut berasal dari hati dan itulah yang menajiskan orang.” Karena itu jagalah perkataan Anda, supaya tidak menyakiti orang lain dan membawa dampak negatif bagi Anda sendiri. Sudahkah perkataan Anda memuliakan Tuhan? EJG

MENURUT UCAPANMU ENGKAU AKAN DIBENARKAN, ATAU ENGKAU AKAN DIHUKUM.
(Matius 12:37)

GM 7 Okt 2012 – Air Segar yang Mengalir

Baca: Amsal 18:1-10
“Perkataan mulut orang adalah seperti air yang dalam, tetapi sumber hikmat adalah seperti batang air yang mengalir.” (Amsal 18:4)

Di dunia ini banyak orang yang kesepian. Mereka mengalami ‘luka hati, ditinggalkan, dikecewakan, dan sakit fisik. Sebagai orang percaya, Tuhan telah memberikan kepada kita kemampuan untuk ‘memulihkan’ mereka. Terjemahan Bahasa Indonesia Sehari-hari ”Perkataan orang dapat merupakan sumber kebijaksanaan, dalam seperti samudra, segar seperti air yang mengalir.” Itulah kemampuan yang Anda miliki.
Melalui perkataan, kita bisa menyembuhkan seseorang. Kita bisa menasehati, menghibur, mendorong, dan sebagainya. Kata-kata segar yang keluar dari mulut Anda memutuskan rantai depresi, rantai mengasihi diri sendiri, dan membebaskan orang dari keterpurukannya. Bahkan ketika Anda memulihkan orang lain, kuasa yang sama juga akan menguatkan diri Anda sendiri!
Hari ini, ucapkan kata-kata yang positif yang memberi kehidupan kepada orang lain. Manusia mempunyai masalah dengan mulut. Penulis kitab Amsal berkata, “Siapa menjaga mulutnya, memelihara nyawanya, siapa yang lebar bibir, akan ditimpa kebinasaan (13:3). “Bibir orang bebal menimbulkan perbantahan, dan mulutnya berseru meminta pukulan” (18:6).
Betapa banyak kesulitan yang dapat dicegah jika kita mau belajar mengendalikan lidah kita! Dan betapa banyak sakit hati dapat dicegah jika kita mau menjaga perkatan kita! Apakah Anda memiliki masalah yang berkaitan dengan lidah Anda? Mintalah pertolongan Tuhan. Berpikirlah sebelum Anda membuka mulut. Belajarlah untuk lebih sedikit berbicara. TL
PIKIRKAN APA YANG ANDA MAU KATAKAN ATAU ANDA MENGATAKAN YANG TAK MASUK PIKIRAN

GM 21 Agustus 2012 – Menabur akan Menuai

Baca: Galatia 6:1-10
“Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya.” (Galatia 6:7b)

Ada khotbah yang usianya sudah lebih dari 100 tahun. Dalam khotbah itu, pak Moody menyampaikan sebuah illustrasi. Kalau di Indonesiakan, begini. “Pak Prawiro punya tanah yang luas. Sebelum ke luar negeri, beliau memanggil Abdi dan berpesan, agar tanah di sudut barat ditanami padi. Abdi pergi dan melihat, bahwa tanah yang dimaksud sulit untuk bisa dapat air. Kalau ditanami padi, ia harus kerja ekstra keras. Abdi ambil jalan yang lebih ringan, yaitu ditanami jagung.”

Tiga bulan kemudian, pak Prawiro pulang. Setelah beliau melihat hasil kerja Abdi, ia marah besar dan berniat untuk memecatnya. Tapi, karena Abdi mohon maaf dengan rendah hati agar jangan dipecat, pak Prawiro tersentuh hatinya. Beliau mengampuni Abdi. Beberapa minggu kemudian, saatnya panen tiba. Lalu Moody bertanya: “Menuai padi atau jagung?” Ya, Anda benar. Yang dituai adalah jagung. Jadi pengampunan Allah di sisi lain adalah 100%. Tapi apa yang ditabur, itu juga yang akan dituai.
Ketika nabi Nathan menegur Daud yang telah tidur dengan Batsyeba, Daud sadar dan menyesali dosanya itu. Allah mengampuni dengan pengampunan yang sempurna, bukan sekedarnya (2 Samuel 12). Akan tetapi, ternyata setelah itu, Absalom mengadakan pemberontakan untuk menggulingkan Daud.

Perhatikanlah, bahwa apa yang dialami oleh Daud, persis seperti yang dialami oleh Uria, suami Batsyeba. Yaitu dikejar-kejar untuk dibunuh (2 Samuel 15:13). Bedanya, Uria mati, tapi Daud selamat, karena pengampunan Allah baginya. Tapi apa yang Daud tabur, ia harus menuainya. Camkanlah! GS

MELAKUKAN SESUATU DENGAN BAIK, JAUH LEBIH BAIK, DARIPADA MENGATAKANNYA DENGAN BAIK