Tag Archives: perubahan

10 Desember 2014 – Pembawa Perubahan

Baca: 2 Raja-Raja 23:1-30
“Sebelum dia tidak ada raja yang seperti dia yang berbalik kepada TUHAN dengan segenap hati, dengan segenap jiwanya dan dengan segenap kekuatannya, sesuai dengan Taurat Musa; dan sesudah dia tidak ada bangkit lagi yang seperti dia.” (2 Raja-raja 23:25)

Setiap orang menginginkan suatu perubahan yang lebih baik, tetapi untuk menciptakan sebuah perubahan, bukanlah hal yang gampang, ada banyak kendala yang kita temui dikala melakukan sebuah perubahan, apakah itu dari lingkungan bahkan dari diri kita sendiri yang sangat sulit untuk merubah kondisi yang seolah-olah sudah mendarah-daging. Tidak akan ada perubahan terjadi kalau tidak di mulai dari kita terlebih dahulu. Berani melangkah, berserah pada Tuhan, maka Tuhan akan bertindak.
Raja Manaye adalah raja Yehuda yang terburuk, mirip dengan raja Ahab di Israel dahulu. Pada zaman pemerintahannya itu kepastian Allah atas Yerusalem diumumkan dengan sangat jelas. Dari semua raja Yehuda munculah Yosia yang membawa perubahan. Yosia adalah raja Yehuda yang terbaik (23:25), yang mengadakan suatau perubahan agama setelah kitab ulangan ditetapkan. Ada banyak persoalan yang di hadapi, tetapi Yosia tampil berani mengadakan sebuah perubahan untuk menyembah kepada Tuhan yang benar. Satu tujuan Yosia mengubah moral yang telah rusak, yang sudah menjauh dari pada Tuhan, supaya kembali kepada Tuhan untuk kemuliaan bagi nama Tuhan.
Perubahan apa yang saudara ingin lakukan? Sadarilah perubahan bukan sesuatu yang gampang untuk kita lakukan, tetapi bersama dengan Tuhan tidak ada hal yang mustahil bagi orang percaya (Markus 9:23). Saudara ingin mengalami perubahan? Serahkanlah perbuatanmu kepada TUHAN, maka terlaksanalah segala rencanamu. (Amsal 16:3). Perubahan yang kita lakukan sekecil apapun itu bertujuan untuk kemuliaan nama Tuhan. DN

PERUBAHAN BUKAN DATANG DARI ORANG LAIN, TETAPI DATANG DARI DIRI KITA SENDIRI

29 Juli 2014 – Terjadi Perubahan

Baca: Yohanes 4:1-42
“Mari, lihat! Di sana ada seorang yang mengatakan kepadaku segala sesuatu yang telah kuperbuat. Mungkinkah Dia Kristus itu?” (Yohanes 4:28,29)

Di masa itu perempuan-perempuan Israel pergi ke sumur untuk menimba air di pagi atau sore hari. Tidak ada yang pergi menimba air di sumur pada siang hari. Itulah sebabnya, mengapa Perempuan Samaria dari Sikhar pergi ke sumur untuk mengambil air di siang hari. Karena ia memang menghindar, jangan sampai ia bertemu dengan banyak perempuan lain di Sikhar, hingga ia harus menerima cemooh dan hinaan yang membuat kuping panas dan hati pedih.
Namun setelah ia jumpa dan bincang-bincang dengan Yesus Kristus di tepi sumur Yakub itu, ia melakukan dua hal yang aneh. Pertama, ia meninggalkan tempayannya. Padahal ia datang ke sumur itu, karena mau menimba / mengambil air. Yang kedua, ia kini tidak lagi menghindar, karena dicengkram rasa malu. Ia justru mendatangi orang-orang kotanya (Yohanes 4:28,29). Artinya, telah terjadi perubahan dalam diri Perempuan Samaria ini. Ia telah menerima pencerahan, lalu alami pertobatan dan beriman kepada Yesus Kristus. Ia telah alami “hidup baru” dan telah menerima “Air Kehidupan” dari Yesus Kristus. Dalam diri “Perempuan Samaria” itu, telah terjadi perubahan! Dalam diri Zakheus juga telah terjadi perubahan. Ketika ia disindir dan dikecam, Zakheus berkata: “Tuhan, setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat.” (Lukas 19:8).
Perempuan sundal dan pemungut cukai dapat diubah oleh Tuhan Yesus dan mengalami perubahan total dalam hidupnya. Apapun keadaan Anda sekarang, di dalam Yesus Anda juga bisa mengalami perubahan. GS

KELAHIRAN BARU ADALAH MUZIZAT YANG TERBESAR DAN MENAKJUBKAN

06 Mei 2014 – Aku Berubah

Baca: Lukas 19:1-10
“Lukas 19:8 Tetapi Zakheus berdiri dan berkata kepada Tuhan: “Tuhan, setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seseorang akan ku kembalikan empat kali lipat.”

Zakheus dalam bahasa aslinya Zakhaios atau Zaka yang berarti “Saleh.” Tetapi kalau kita melihat cerita tentang Zhakeus sangat bertolak belakang dengan arti dari namanya. Zakheus sering mengambil hak orang lain yang bukan menjadi haknya, hal tersebut membuat dirinya tidak disukai oleh orang banyak.
Kalau kita melihat zaman sekarang ada banyak orang yang menggunakan nama tokoh-tokoh dalam Alkitab, tetapi perbuatannya tidak mencerminkan karakter seorang Kristen. Bahkan mereka yang duduk dalam jabatan pemerintahan kita pun tidak lepas dari perbuatan curang yang tidak memuliakan nama Tuhan, mereka menjadi batu sandungan bagi orang lain. Nama serta atribut yang kita gunakan tidak menjadi jaminan perubahan diri. Hanya dekat dengan Tuhan, serta selalu melekat pada Firman-Nya itulah yang sangup mengubah karakter kita. 2 Timotius 3:16.
Apakah kita siap menjadi berkat hari ini? Atau sebaliknya kita malah menjadi batu sandungan bagi orang lain? Zakheus adalah orang yang dianggap orang yang paling berdosa pada zamannya. Tetapi tidak ada yang mustahil bagi Tuhan. Ketika Zakheus berjumpa dengan Yesus ia mengalami perubahan secara total. Bahkan apa yang tidak pernah terpikirkan oleh akal manusia saat itu ia lakukan. Ia mengembalikan setiap uang orang pernah ia peras bahkan bukan hanya di kembalikan tetapi di kembalikan empat kali lipat. Sudahkah Anda merasakan perubahan yang lebih baik dalam diri Anda? Kalau belum, mendekatlah kepada Tuhan, karena hanya Yesus yang sanggup mengubah hidup Anda. DN

PERJUMPAAN DENGAN TUHAN PASTI MEMBAWA PERUBAHAN

05 Januari 2014 – Pertaruhan Merubah Nasib

Baca: 2 Raja-raja 5: 1-17
“Pergilah mandi tujuh kali dalam sungai Yordan, maka tubuhmu akan pulih kembali, sehingga engkau menjadi tahir.” (2 Raja-raja 5:10)

Ada gadis remaja bangsa Israel yang ditawan oleh orang Aram. Remaja ini dijadikan pelayan bagi istri Naaman, Panglima pasukan Aram. Ia berkata kepada majikannya itu: “Sekiranya tuanku menghadap nabi yang di Samaria itu, maka tentulah nabi itu akan menyembuhkan dia dari penyakitnya.” (2 Raja-raja 5:3). Sebuah pertaruhan besar diperhadapkan pada diri Naaman. Menerima tawaran, atau mengabaikannya. Naaman menerima, untuk meraih muzizat. Dan pertaruhan itu telah merubah nasib Naaman. Ia sembuh total (2 Raja-raja. 5:10-14). Pertaruhan kedua adalah “… hambamu ini tidak lagi akan mempersembahkan korban bakaran atau korban sembelihan kepada allah lain, kecuali kepada TUHAN.” (2 Raja-raja. 5:17). Pertaruhan ini merubah nasib Naaman dalam kehidupan kekal.
Gadis remaja itu juga mempertaruhkan kehidupannya. Seandainya mujizat tidak terjadi, bagaimana nasibnya? Namun, dengan sembuhnya Naaman dan juga perubahan imannya, gadis remaja itu pasti juga berubah. Dalam kisah selanjutnya, ada empat orang sakit kusta di dekat Pintu Gerbang. “Mengapakah kita duduk-duduk sampai mati?” Inilah pertaruhan mereka: Mereka nekad memasuki wilayah musuh, ke perkemahan pasukan Aram. Antara mati kelaparan dengan mati dibunuh, atau alami mujizat (2 Raja-raja 7:3-8). Berikutnya, mereka nekad memberi laporan kepada para penjaga Pintu Gerbang. Akibatnya, mereka “memberi makan” seluruh penduduk kota yang sedang kelaparan (2 Raja-raja. 7:16). Pertaruhan membuat mereka menjadi berkat.
Bangunlah, bangkitlah. Percayalah, pertaruhan iman akan merubah nasib Anda. GS

JANGAN CUMA DUDUK MANIS SAMBIL LIPAT TANGAN, BANGUNLAH DAN BERTINDAKLAH

22 Januari 2013 – Berubahlah

Baca: Roma 12:1-8
“Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.” (Roma 12:2)

Dengan perasaan putus asa, sepasang suami-istri pergi ke seorang ahli jiwa untuk berkonsultasi tentang perilaku anaknya. Mereka sudah tidak tahu apa lagi langkah-langkah yang harus mereka lakukan terhadap anaknya. Sejak beberapa waktu lalu, anak itu suka sekali naik kuda-kudaan milik anak tetangga dan tidak mau turun, padahal ia sendiri memiliki tiga kuda-kudaan dirumah. Usaha apapun yang dilakukan untuk memaksa anak tersebut turun hanya membuatnya berteriak dan menjerit. Mau tidak mau anak tersebut dinaikkan kembali ke kuda-kudaan tetangga.

Seorang ahli jiwa kemudian mendatangi anak tersebut sambil mengelus-elus rambutnya, ia menunduk lalu membisikkan sesuatu ketelinganya. Segera anak itu turun dari kuda-kudaan tetangga dan dengan manis mengikuti kedua orang tuanya pulang. “Bagaimana caramu membujuk anak kami turun?” “Apa yang engkau bisikkan ketelingnya?” Tanya orang tua sang anak kepada ahli jiwa. Sederhana saja, saya hanya berkata lembut kepadanya, “Kalau kamu tidak turun dari kuda-kudaan sekarang juga, kamu akan saya pukuli sampai kamu tidak dapat duduk selama satu minggu. Orang tuamu membayar saya untuk itu dan dengan senang hati saya akan melakukannya,” jawab ahli jiwa.

Seringkali perubahan baru benar- benar terjadi setelah kita mendapatkan tekanan dari luar. John C.Maxwell mengatakan pada dasarnya perubahan bersifat 3P: “Change is Personal, i need to change; Change is Possible, i’m able to change; Change is Profitable, i’ll be rewarded by change. Selamat berubah untuk masa depan yang lebih baik. TL
SETIAP ORANG INGIN MERUBAH DUNIA, SEDIKIT YANG INGIN MERUBAH DIRINYA SENDIRI

GM 18 Agustus 2012 – Perubahan Hidup

Baca: Lukas 19:1-10
“Tuhan, setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat.” (Lukas 19:8)

Dalam hal apa kita bisa menilai bahwa seseorang telah mengalami pertobatan? Kita lebih sering menilainya dengan aktifnya dia beribadah, melayani dan sebagainya. Apakah hanya sampai hal demikian orang dapat dikatakan telah mengalami pertobatan? Pertobatan sejati didasarkan pada perubahan-perubahan hidup. Sebagai contoh nyata, kita dapat lihat perubahan hidup Zakheus yang terjadi dalam waktu yang relatif singkat.

Kekuatiran Zakheus terhadap hidup lamanya yang begitu jahat terhadap banyak orang tidak terbukti. Justru sebaliknya, Yesus dengan sangat gembira bertemu dengannya dan bahkan ingin bekunjung ke rumahnya. Dan kebutuhan besar Zakheus akan kasih, pengampunan dan penerimaan sesama telah ia dapatkan melalui kehadiran Kristus. Pertemuan dan kehadiran Yesus yang singkat, mampu menghasilkan pertobatan bagi Zakheus. Pertobatan yang tidak sekedar diucapkan di mulut, tetapi ia menunjukkan bahwa sungguh-sungguh dirinya diubahkan. Semua masa lalunya dia tinggalkan dan ia melangkah dalam buah-buah pertobatan.

Dunia ini dapat diyakinkan bukan dengah khotbah saja, tetapi oleh perubahan hidup seseorang juga. Inilah yang Tuhan harapkan terjadi dalam hidup setiap kita. “Menghasilkan buah-buah yang sesuai dengan pertobatan kita.” Saat kita mengaku bertobat di hadapan Tuhan, kita juga harus menunjukkan perubahan hidup yang nyata. Baik perkataan, pikiran dan perbuatan kita.
Perubahan hidup Zakheus terjadi ketika ia bertemu dengan Yesus. Sudahkah Anda berjumpa dengan Yesus dan mengalami perubahan dalam hidup Anda? Alamilah perjumpaan itu. SK

SEBAGAI ORANG PERCAYA, SUDAHKAH HIDUP ANDA BERUBAH?