Tag Archives: semangat

14 Maret 2015 – Jangan Berhenti Berkarya

Baca: Yosua 14:6-15
“Pada waktu ini aku masih sama kuat seperti pada waktu aku disuruh Musa; seperti kekuatanku pada waktu itu demikianlah kekuatanku sekarang untuk berperang dan untuk keluar masuk.” (Yosua 14:11)

Pernakah Anda merasa puas akan hasil kerja yang telah Anda capai? Ternyata kepuasan itu adalah hal yang salah. Oliver Cromwell, pemimpin militer dan politikus Inggris mengatakan bahwa ketika Anda merasa Anda telah cukup baik dalam suatu hal, Anda sebenarnya hanya menghibur dan memuaskan diri Anda dengan mengatakan Anda telah mencoba dan berhenti untuk melakukan yang lebih baik. Jika kita belajar dari tokoh-tokoh Alkitab maupun dunia, maka kita akan mempunyai banyak teladan, bahwa usia lanjut tidak membuat mereka berhenti berkarya. Abraham tetap Tuhan pakai, meskipun usianya sudah mencapai 100 tahun, yaitu ketika Ishak lahir. Musa, ketika menginjak usia 80 tahun, Tuhan tetap memerintahkannya untuk menghadap Firaun. Beberapa contoh tokoh dunia lainnya, Michaelangelo, menyelesaikan karya seninya di gereja St. Peter’s pada usia 70 tahun, satu lagi Verdi, Hayden, dan Handel, menciptakan musik setelah usia 70 tahun.
Sebagian orang berpikir bahwa ketika usia sudah menginjak tua, orang sudah tidak dapat berkarya, tetapi contoh diatas mengingatkan kita bahwa Tuhan juga dapat berkarya melalui mereka-mereka yang tua. Seperti halnya Kaleb, ia pun juga masih dapat berperang, sekalipun usianya sudah mencapai 85 tahun. Bahkan semangatnya masih sama ketika ia masih usia 45 tahun.
Apa yang sudah Anda kerjakan? Kita boleh bangga dengan segala keberhasilan yang telah kita capai, tetapi kita tidak boleh berhenti berkarya bagi Tuhan, hanya karena kita telah selesai melakukan sesuatu. Siap berkarya lagi? SP

IA YANG BERHENTI MELAKUKAN LEBIH, MAKA BERHENTI MENJADI LEBIH BAIK. Oliver Cromwell

11 Maret 2015 – Semangat

Baca: Kisah Para Rasul 18:24-28
“Ia telah menerima pengajaran dalam jalan Tuhan. dengan bersemangat ia berbicara dan dengan teliti ia mengajar tentang Yesus, tetapi ia hanya mengetahui baptisan Yohanes. (Kisah Para Rasul 18:25)”

Semangat adalah kata yang sering diucapkan seseorang ketika melihat ada sahabat, rekan kerja, atau teman yang mulai mengerjakan sesuatu dengan ogah-ogahan. Semangat juga sering di lontarkan seseorang ketika menghadapi persoalan yang berat. Perkataan ini diungkapkan dengan lantang dengan tujuan membangkitkan kembali gairah dalam melakukan, mengerjakan, atau menjalankan sesuatu. Dengan mengungkapkan kata semangat! Diharapkan seseorang akan termotivasi menjalankan atau melakukan sesuatu guna mendapat hasil yang terbaik.
Pada perikop pembacaan kita hari ini, kita melihat seorang yang bernama Apolos. Apolos dikatakan seorang yang fasih berbicara dan sangat mahir dalam soal-soal Kitab Suci, karena ia telah menerima pengajaran dalam Tuhan. Apolos bersemangat dalam berbicara dan mengajar dengan teliti orang-orang yang ada di Efesus. Ia mengajar tentang Yesus adalah Mesias dan bahkan ia mengajar dengan berani dalam rumah Ibadat.
Sudah seberapa sering kita membaca dan mendengar Firman Tuhan? Sudah seberapa banyak kita diperlengkapi dengan Firman Tuhan, baik melalui persekutuan, komsel, pendalaman Alkitab, bahkan mengikuti seminar-seminar, dan sudah berapa banyak kita mengerti kebenaran Fiman Tuhan? Tetapi dengan pengetahuan Anda tentang kebenaran Tuhan tersebut apakah Anda sudah menceritakan kebanaran itu bagi orang yang belum mengenal Yesus Kristus? SEMANGAT!!! Jalani hari-hari Anda dengan meminta hikmat dan pertolongan dari Tuhan, jadilah berkat dan saksi Tuhan. DN

ORANG YANG BERSEMANGAT DAPAT MENANGGUNG PENDERITAANNYA. Amsal 18:14

09 Februari 2015 – Gembira

Baca: Amsal 15:1-33
“Hati yang gembira membuat muka berseri-seri, tetapi kepedihan hati mematahkan semangat.” (Amsal 15:13)

Di dalam perjalanan hidup kita, tentu ada banyak hal yang telah kita alami. Kadangkala kita mengalami saat-saat yang menyenangkan, yaitu keberhasilan dan kesuskesan. Namun, ada kalanya kegagalan pun juga pernah kita alami. Tetapi, pada saat itu, kita mempunyai sebuah pilihan untuk memilih tetap bergembira atau memilih kesedihan meratapi kegagalan tersebut. Helen Keller pernah berkata, “Jadilah orang yang gembira. Jangan memikirkan kegagalan hari ini, tapi pikirkan sukses yang mungkin datang di hari esok. Anda bisa jadi mendapatkan tugas yang sulit, tapi Anda akan sukses jika tekun dan gigih, dan merasakan kesenangan dalam mengatasi hambatan. Ingatlah, tidak ada hal yang sia-sia untuk meraih sesuatu yang indah.”
Tepat sekali apa yang dikatakan oleh Penulis Amsal, “Hati yang gembira membuat muka berseri-seri, tetapi kepedihan hati mematahkan semangat.” (Amsal 15:13). Kata gembira dalam ayat ini adalah sameach (dalam bahasa Ibrani), yang bukan saja mempunyai arti, sukacita atau gembira, melainkan lebih cenderung akan menunjukkan rasa gembira tersebut. Jadi, ketika orang merasakan gembira, seperti yang di maksud oleh Amsal, maka semua orang akan mengetahui, jika orang tersebut sedang bergembira.
Hal ini mengajarkan bahwa pentingnya menjaga hati untuk tetap bersukacita dalam keadaan apa pun. Memang mudah bagi kita, untuk bergembira ketika segala sesuatu berjalan dengan baik, tetapi jika keadaan yang terjadi tidak sesuai dengan yang kita inginkan, masihkah kita bergembira? Penulis Amsal telah mengingatkan agar kita tetap merasakan kegembiraan, agar hidup kita tetap bersemangat. Mari kita mencoba melakukannya. SP

HATI YANG GEMBIRA ADALAH OBAT, TETAPI SEMANGAT YANG PATAH MELEMAHKAN (Amsal 17:22)

05 Februari 2015 – Harapan Dan Semangat

Baca: Kejadian 45:1-28
“Tetapi ketika mereka menyampaikan kepadanya segala perkataan yang diucapkan Yusuf, dan ketika dilihatnya kereta yang dikirim oleh Yusuf untuk menjemputnya, maka bangkitlah kembali semangat Yakub, ayah mereka itu.” (Kejadian 45:27)

Beberapa bulan ini, kami sedang bergumul dengan salah seorang anak remaja yang berjemaat di gereja kami. Sejak dua bulan yang lalu, ia harus terbaring di rumah sakit, karena tumor otak yang dideritanya. Menurut salah seorang dokter ahli saraf, dua bulan yang lalu ia memprediksi bahwa anak ini hanya akan dapat bertahan hidup beberapa hari saja, pasalnya tumor otak yang sedang dideritanya termasuk ganas. Sejak renungan ini di tulis, ia dapat bertahan hingga lebih dari dua bulan lamanya. Beberapa dokter, mengatakan hal ini terjadi karena semangat hidupnya yang membuatnya bertahan hingga saat ini. Dengan keterbatasan respons anak ini, ketika ia berkomunikasi dengan saya, semangat bertahan hidup didasarkan kepada pengharapan bahwa ia percaya di dalam Yesus.
Ya, harapan itu membuat kita bersemangat menjalani hidup ini. Seperti halnya Yakub, sejak kepergian Yusuf, ia tidak lagi bersemangat menjalani hidupnya, bahkan ia ingin mati. Tetapi, ketika ia mendengar bahwa Yusuf masih hidup, Alkitab berkata Yakub kembali lagi bersemangat, karena harapannya ingin bertemu Yusuf yang telah terpisah bertahun-tahun lamanya.
Hal ini pun juga dialami oleh Victor Frankl, seorang Psikolog Austria keturunan Yahudi. Pengalamannya ketika di tahan oleh Nazi bersama-sama orang Yahudi. Bagaimana ia dapat bertahan hidup, sementara tahanan lainnya memilih untuk mati. Pengharapanlah yang membuatnya dapat hidup dari kejamnya penjara Nazi pada waktu itu. Apakah Anda kehilangan semangat? Lihatlah sebuah pengharapan yang sedang menanti Anda. SP

HARAPAN DAN SEMANGAT ADALAH DUA HAL YANG TIDAK DAPAT DIPISAHKAN

24 November 2014 – Tersenyum

Baca: Ayub 29:1-25
“Aku tersenyum kepada mereka, ketika mereka putus asa, dan seri mukaku tidak dapat disuramkan mereka.” (Ayub 29:24)

Sebuah tindakan yang mudah dan sangat menolong kita untuk memulai sebuah hubungan yang baik, adalah tersenyum. Seseorang menulis, Tersenyumlah, setiap kali Anda membuka mata di pagi hari. Tersenyumlah untuk hari baru, harapan baru dan berkah baru. Meskipun Anda sedang punya masalah, Anda selalu punya sejuta alasan untuk tersenyum. Karena jika Anda hitung, berkat Tuhan pasti lebih banyak daripada masalah yang datang kepada Anda. Tersenyumlah, karena kemana pun Anda pergi, atau apapun bahasa yang diucapkan orang, setiap orang di semua budaya dan negara ini mengerti dan merespons untuk sebuah bahasa universal, senyum. Senyum juga menular. Begitu Anda tersenyum pada orang lain, ia akan tersenyum balik kepada Anda. Tersenyumlah, karena senyum Anda akan merangsang munculnya hormon-hormon seratonin, dopamine dan hormon-hormon lainnya yang memberikan rasa senang dan bahagia kepada Anda. Senyum Anda juga dapat memperkebal sistem imun tubuh, mengurangi stress, menurunkan tekanan darah dan meningkatkan citra positif Anda. Tersenyumlah, senyum manis Anda yang akan dikenang orang lain dan menghibur orang-orang yang Anda kasihi.
Ayub pasal 29, merupakan kisah hidup Ayub, sebelum Tuhan mengijinkan penderitaan. Ternyata ada satu sikap Ayub, yang dapat kita pelajari, yaitu perhatiaannya kepada orang-orang yang membutuhkan. Dalam ayat ke-24, Ayub berkata bahwa dengan senyuman, ia dapat membangkitkan semangat orang yang sedang putus asa (Ayub 29:24).
Bukankah kita orang yang penuh dengan sukacita? Mari pancarkan sukacita Anda untuk memberkati orang lain. Mulailah dengan tersenyum dalam menyambut hari ini. SP

SENYUM YANG HANGAT ADALAH BAHASA UNIVERSAL SEBUAH KEBAIKAN. William Arthur Ward

09 November 2014 – Hidup Yang Bergairah

Baca: Yosua 14:6-15
“Pada waktu ini aku masih sama kuat seperti pada waktu aku disuruh Musa; seperti kekuatanku pada waktu itu demikianlah kekuatanku sekarang untuk berperang dan untuk keluar masuk.” (Yosua 14:11)

Produktivitas manusia seringkali dikaitkan dengan usianya. Dunia sering mengatakan, “Semakin tua seseorang semakin berkurang produktivitasnya.” Tentu saja pernyataan ini tidak benar. Banyak orang yang sudah tua, justru dapat melakukan hal-hal yang besar. Benjamin Franklin menulis autobiografi ketika usianya lebih dari 80 puluh tahun. John Wesley, pada masa hidupnya masih tetap berkhotbah setiap hari ketika usianya 88 tahun. Norman Vincent Peale masih tetap melakukan kegiatan yang biasa ia lakukan selama puluhan tahun. Ia tetap berceramah, bepergian ketika usianya menjelang 90 tahun.
Usia tidak menghalangi seseorang untuk tetap berkarya bagi Tuhan. Kaleb, adalah tokoh yang tetap berkarya, meskipun usianya sudah menginjak tua. Kaleb bersaksi bahwa Tuhan telah memelihara hidupnya, sehingga ia tetap kuat meskipun usianya sudah tidak muda lagi. Ia berkata, bahwa kekuatannya tidak berkurang ketika ia keluar dari Mesir dan masuk ke tanah Kanaan (Yosua 14:10:11). Kaleb mempunyai semangat yang tinggi dalam meraih janji-janji Tuhan dalam hidupnya.
Ada sebuah ungkapan bahwa orang akan menjadi seperti yang ia pikirkan. Orang tua sekalipun, apabila ia berpikir bahwa ia masih muda dan mampu, ia akan menjadi orang tua yang berjiwa muda. Kegairahan hidup tidak terletak dalam tubuh fisik, tetapi di dalam hati kita. Kita harus mempertahankan semangat dan gairah hidup untuk terus berkarya bagi Tuhan. Mari terus mendekat kepada Tuhan, karena di dalam Dia kita tetap terus menyala-nyala, sekalipun tubuh melemah. Bagaimana kita yang masih muda? SP

SEMANGAT, HIKMAT DAN KEGAIRAHAN HIDUP TIDAK TERDAPAT DALAM TUBUH, MELAINKAN HATI KITA

19 Agustus 2014 – Tekad Mengalahkan Kelemahan

Baca: Yosua 14:6-15
“Pada waktu ini aku masih sama kuat seperti pada waktu aku disuruh Musa; seperti kekuatanku pada waktu itu demikianlah kekuatanku sekarang untuk berperang dan untuk keluar masuk” (Yosua 14:11)
 
Sekitar 39 tahun lalu, seorang wanita berkebangsaan Jepang menjadi wanita pertama yang berhasil dan selamat menaklukkan Puncak Everest. Dengan mengambil jalur normal yaitu punggungan tenggara, Junko Tabei mendaki hingga puncak pada tanggal 16 Mei 1975. Seperti yang dilansir oleh Japan Times.co.jp, prestasi Junko Tabei ini merupakan simbol perjuangan wanita Jepang untuk mendapatkan kesetaraan dan kebebasan memilih. Pada masa itu,  isu kesetaraan gender memang sedang hangat-hangatnya. Saat itu yang boleh bekerja di luar rumah hanyalah laki-laki sedangkan perempuan harus tinggal di rumah. Tabei mengaku ia terinspirasi oleh Sir Edmund Hillary yang menjadi orang pertama yang menaklukkan Puncak Everest bersama dengan Sherpa Tenzing pada tahun 1953. Tabei adalah teladan pecinta alam sejati. Hingga kini, wanita kelahiran 22 September 1939 belum berniat pensiun sebagai pendaki. Ia mengaku sangat menikmati petualangan mendakinya ke gunung-gunung yang unik, walau dua anaknya sudah tumbuh dewasa. “Tak pernah sedikit pun terbesit di pikiranku untuk berhenti mendaki, … ” ungkapnya.
Semangat Junko Tabei patut diteladani, demikian juga semangat Kaleb. Meskipun umur sudah 85 tahun, kekuatannya sama saat umurnya 40 tahun saat Musa mengutus bersama Yosua mengintai negeri Kanaan. Kaleb memiliki semangat yang kokoh yang tidak terpadamkan sampai ia menerima janji-janji Tuhan dengan menduduki Tanah Kanaan.
Mari senantiasa bersemangat menjalani hari-hari kita, karena semangat sangat penting dalam mencapai sebuah impin. HR

CAPAILAH IMPIAN ANDA DENGAN SEMANGAT YANG TAK PERNAH PADAM

24 Juli 2014 – Pengharapan Adalah Semangat

Baca: Matius 12:15b-21
“Semoga Allah, sumber pengharapan, memenuhi kamu dengan segala sukacita dan damai sejahtera dalam iman kamu, supaya oleh kekuatan Roh Kudus kamu berlimpah-limpah dalam pengharapan.” (Roma 15:13)

Mauro Prosperi seorang petugas polisi asal Italia, mengikuti pertandingan tahunan lari jarak jauh pada tahun 1994, dengan track sepanjang 254 kilo meter. Pertandingan ini berlangsung selama enam hari dan diselenggarakan di gurun pasir Maroko. Setelah melewati hari ke-enam dan telah menempuh jarak 233 km, Prosperi diterjang badai yang menyebabkan dirinya kehilangan arah dan berlari ke arah yang salah hingga ratusan kilometer ke arah Aljazair. Setelah 36 jam berlari ia kehabisan makanan dan air. Ia mencoba bertahan hidup dengan tinggal di sebuah masjid yang sudah ditinggalkan, dan dengan memakan kelelawar dan ular yang ia temukan. Prosperi menyerah dengan keadaannya dan sempat mencoba bunuh diri, karena merasa tidak ada pengharapan lagi di dalam kesendiriannya. Tetapi usahanya untuk bunuh diri gagal karena darahnya yang menggumpal dan menebal akibat kekuarangan air. Setelah sembilan hari, ia ditemukan oleh sebuah keluarga nomaden dan dibawa ke sebuah camp militer Aljazair.
Pesan firman Tuhan hari ini memberi kita kekuatan, bahwa Yesus menjadi tempat kita berharap (Matius 12:21). Janji Tuhan, bahwa buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskan dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkan (Matius 12:20). Firman ini memberikan sebuah pengharapan pasti bagi kita orang percaya, bahwa Tuhan tidak membiarkan setiap kita jatuh tergeletak.
Mauro Prosperi tidak akan mencoba untuk bunuh diri, jika mempunyai pengharapan. Tuhan Yesus senantiasa memberi pengharapan pasti di dalam hidup kita (Roma 15:13). Jadi, apapun yang kita alami, tidak ada alasan untuk menyerah kepada keadaan. Anda adalah orang yang berpengharapan. Bersemangatlah! SP

PENGHARAPAN ADALAH KABAR GEMBIRA BAGI DATANGNYA HARI-HARI BAIK

16 April 2014 – Semangat dan Smart

Baca: Yohanes 13:31-38
“Simon Petrus berkata kepada Yesus: “Tuhan, ke manakah Engkau pergi?” Jawab Yesus: “Ke tempat Aku pergi, engkau tidak dapat mengikuti Aku sekarang, tetapi kelak engkau akan mengikuti Aku.” (Yohanes 13:36)

Semangat! Adalah sebuah kata yang dapat memotivasi kita ketika lemah, capek dan bahkan dalam kondisi yang membosankan. Semangat bukan saja dapat memotivasi diri sendiri, tetapi juga dapat mempengaruhi orang-orang yang ada di sekeliling kita. Tetapi apakah hanya perlu semangat dalam menghadapi hidup? Apakah cukup semangat dalam menjalani sebuah keputusan? Tentu tidak cukup hanya semangat, tetapi juga perlu smart. Semangat saja akan dapat membuat kecerobohan dalam hidup kita. Untuk itu, kita perlu kecerdasan dan hikmat Tuhan dalam mendampingi hidup yang bersemangat.
Petrus, adalah salah satu murid Yesus yang mempunyai tekad yang besar. Alkitab mencatat Petrus cepat sekali merespons pernyataan-pernyataan Yesus, di banding murid-murid yang lain. Ketika Yesus mulai menyingung soal kepergian-Nya (Yohanes. 13:33), Petrus merespons pernyataan Yesus (ay. 36-38). Petrus bersemangat, namun ia tidak mencerna pernyataan Yesus. “Ke tempat Aku pergi, Petrus, engkau tidak dapat mengikuti Aku sekarang, tetapi kelak engkau akan mengikuti Aku.” Ternyata dengan jawaban ini, Petrus tidak puas. Petrus memang mempunyai tekad yang besar, tetapi ia belum mempunyai pengenalan yang benar. Ketika hal itu dipaksakannya, maka yang terjadi adalah ia menyangkal Yesus tiga kali.
Pernyataan Petrus itu menggambarkan orang Kristen yang terlalu mudah mengeluarkan tekad, sebelum tahu arti semuanya. Betapa pentingnya kita memiliki tekad, tetapi jika asal bertekad, maka tidak akan menghasilkan sesuatu yang baik. SP

TEKAD DAN SEMANGAT ADALAH MANUSIAWI KITA, KITA PERLU DISERTAI HIKMAT YANG ILLAHI

13 November 2013 – Selamat Gagal

Baca: 1 Samuel 17:45-50
”… Tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku,” (Filipi 3:13)

Cobalah Anda amati kendaraan yang melintas di jalan raya. Pasti, mata Anda akan selalu terbentur pada merk suatu produk kendaraan, baik berupa mobil maupun motor. Merk kendaraan ini membanjiri jalan-jalan perkotaan hingga pedesaan. Tetapi tahukah Anda kisah dari kegagalan sang pemilik merk Honda? Namanya adalah Soichiro Honda, ia menuturkan, ”Nilaiku jelek di sekolah, tetapi saya tidak bersedih, karena memang dunia saya disekitar alat mesin, motor, dan sepeda. Banyak kegagalan yang saya alami, mulai dari sparepart yang saya ciptakan tidak ada yang melirik. Ketika saya membangun sebuah pabrik. Pabrik saya itu dua kali terbakar karena suatu hal, hingga saya kehabisan uang. Orang melihat kesuksesan saya hanya 1 %, tetapi mereka tidak melihat 99 % kegagalan saya.” (dikutip dari kisah2sukses.blogspot.com).
Ketika kita berkeinginan mencapai sesuatu, tentunya masing-masing kita pernah mengalami kegagalan. Bersyukur karena kita masih memiliki semangat untuk maju. Tetapi di lain pihak, ada orang yang putus asa dan bahkan tidak berani lagi mencoba. Kisah sukses Daud melawan Goliat, seharusnya menginspirasi hidup kita. Betapa luar biasanya semangat motivasi diri dari Daud sendiri. Mungkin kakak-kakak Daud dan pasukan Israel lainnya melihat jelas peluang kegagalan yang akan dialami Daud dalam menghadapi kegagahan sang Goliat. Tetapi Daud tidak gentar sedikitpun, ia maju bersama dengan Tuhan. Daud pun akhirnya bisa mengatasi ”rintangan” yang besar itu.
Masing-masing kita mempunyai rintangan-rintangan yang berbeda, tetapi kita harus memiliki keyakinan penuh di dalam Tuhan bahwa kegagalan bukanlah akhir dari segala-galanya. LBS

KEGAGALAN BOLEH TERJADI, NAMUN SEMANGAT HARUS TETAP BERKOBAR