Tag Archives: setia

19 Maret 2015 – Belajar Dari Matias

Baca: Kisah Para Rasul 1:15-26
“Lalu mereka membuang undi bagi kedua orang itu dan yang kena undi adalah Matias dan dengan demikian ia ditambahkan kepada bilangan kesebelas rasul itu.” (Kisah Para Rasul 1:26).

Seorang pendeta yang juga penyuka hewan pernah menyaksikan bahwa perkataan “merpati tak pernah ingkari janji” tidak selalu benar. Dalam kesaksiannya sang pendeta mengatakan jika ia pernah memperhatikan sepasang merpati. Dalam pengamatannya, setelah induk merpati miliknya bertelor, kemudian menetas dan menjadi anak merpati yang cacat, induknya tidak lagi mau mendekat. Singkat cerita burung merpati yang jantan hari pertama hanya melihat dari pohon keadaan anaknya tersebut, hari kedua ia melihat dari pohon yang agak jauh dan seterusnya, sampai akhirnya burung merpati jantan itu tidak kembali lagi.
Matias adalah salah seorang dari lima ribu orang yang menyaksikan kebangkitan Tuhan Yesus dari kematian (1Korintus 15:6). Matias adalah orang yang selalu mengikuti pelayanan Tuhan Yesus dan murid yang lain, itu sebabnya ia dapat menyaksikan kebangkitan Tuhan Yesus. Matias juga tergolong dalam tujuh puluh murid Tuhan. Hal tersebut terlihat dari kriteria yang Petrus berikan pada saat dia mengajukan untuk memilih rasul Tuhan menggantikan posisi Yudas yang mengkhianati Yesus.
Dari sekian banyak orang yang mengikuti pelayanan Tuhan Yesus, seberapa banyak orang yang tetap setia mengikuti-Nya sampai akhir?. Dari dua belas murid Tuhan Yesus masih ada Yudas yang menghianati-Nya. Tetapi kita melihat ada sosok yang pada awalnya tidak pernah disebutkan namanya, yaitu Matias yang tetap setia mengikuti pelayanan Tuhan Yesus bahkan ketika Yesus tidak bersama murid yang lainpun dia tetap setia menyertai pelayanan kesebelas murid Yesus, sampai akhirnya Matias terpilih menjadi rasul Tuhan mengganti Yudas. Tetaplah setia kepada-Nya. DN

KESETIAAN DIUJI KETIKA BADAI KEHIDUPAN DATANG MELANDA

07 Oktober 2014 – Cinta dan Komitmen

Baca: Amsal 3:1-26
“Janganlah kiranya kasih dan setia meninggalkan engkau! Kalungkanlah itu pada lehermu, tuliskanlah itu pada loh hatimu.” (Amsal 3:3)

Seseorang pernah bercerita, ketika dalam penerbangan dari China ke Hong Kong, ia membaca sebuah berita yang tragis yang dimuat disurat kabar yang sedang dibacanya. Ceritanya tentang seorang wanita yang bunuh diri beberapa jam setelah suaminya bunuh diri. Suaminya bunuh diri karena merasa isterinya tidak mau memaafkan setelah ia ketahuan selingkuh sengan seorang wanita. Si suami mengatakan bahwa ia sungguh-sungguh bertobat, tetapi si isteri tidak mau percaya dan tetap tidak mau memaafkannya sehingga ia bunuh diri. Si isteri merasa bahwa suaminya mati karena dirinya tidak mau menunjukkan maafnya. Ia menyesal dan kemudian bunuh diri. Keduanya dalah guru yang sangat dihormati dan berdedikasi tinggi dalam pekerjaan mereka.
Cinta tidak akan bertahan lama. Ada saat cinta itu tidak kelihatan. Ketika pasangan sedang dalam pemasalahan, saat itulah diperlukan komitmen untuk tetap bersama sampai maut memisahkan. Dan firman Tuhan hari ini sungguh memberi sebuah gambaran bahwa kasih dan setia adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lain (Amsal 3:3). Ketika cinta itu mulai memudar, setialah yang akan mempertahankannya. Begitu juga sebaliknya, ketika jenuh dengan kesetiaan, maka hal yang perlu dibangun adalah cinta. Untuk itu cinta saja tidak cukup, diperlukan sebuah komitmen untuk membangun hubungan.
Mari membangun keluarga kita dengan kasih dan setia, dengan cinta dan komitmen. Mustahil sebuah keluarga akan langgeng jika kedua hal tersebut tidak menjadi bagian di dalamnya. Kiranya Roh Kudus senantiasa mengajarkan kasih dan setia-Nya dalam kehidupan kita. SP

KASIH DAN SETIA, IBARAT DUA SISI MATA UANG YANG TAK TERPISAHKAN

21 September 2014 – Gelar Baik dan Setia

Baca: Matius 25:14-30
“Semua hal ihwalku akan diberitahukan kepada kamu oleh Tikhikus, saudara kita yang kekasih, hamba yang setia dan kawan pelayan dalam Tuhan.” (Kolose 4:7)

Apa yang membuat seorang pemimpin itu istimewa? Jawabnya adalah “kesetiaan” dan ”kredibiltas”nya. “Mengapa demikian?” Sebab ”pemimpin yang baik” seharusnya adalah pelayan yang baik.” Karena itu bila seorang ”pelayan.” Menurut Anda, gelar atau sebutan apa yang paling indah, paling membanggakan, dan paling Anda dambakan, yang Anda harapkan dari Yesus, ketika Anda menyelesaikan seluruh kerja Anda di dunia? Tentu, kita semua berharap sekiranya Yesus berkenan memberi sebutan yang sama dengan yang diberikan-Nya, kepada orang yang dinilai telah mengelola talentanya dengan baik. Gelar atau sebutan apa itu? Yaitu, “hamba yang baik dan setia.” “Baik sekali perbuatanmu itu, hai hamba-Ku yang baik dan setia! Engkau telah setia dalam perkara kecil, Aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu!” (Matius 25:21, 23).
Paulus begitu bangga dengan rekan pelayanannya, yaitu Tikhikus. Paulus memberi gelar Tikhikus, sebagai seorang hamba Tuhan yang setia. Tikhikus secara harafiah mempunyai arti “peluang atau kesempatan.” Nama Tikhikus disebut lima kali di bagian PB (Kisah Para Rasul 20:4; Efesus 6:21; Kolose 4:7; 2 Timotius 4:12; Titus 3:12). Tentu dalam pelayanan, kesetiaan dan kredibilitasnya sudah teruji, sehingga Paulus memberi gelar Tikhikus sebagai seorang hamba yang setia.
Pada dasarnya, baik pelayan gereja fulltimer maupun anak-anak Tuhan yang bukan fulltimer adalah hamba Tuhan. Sebagai hamba, Tikhikus mempunyai reputasi yang cukup baik. Rindukah Anda juga disebut hamba yang setia? SP

TIDAK ADA HAL YANG MENYENANGKAN TUHAN, SELAIN MENJADI HAMBA YANG BAIK DAN SETIA

20 Juli 2014 – Ketaatan atau Kemandirian?

Baca: Lukas 9:22-27
“Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku.” (Yohanes 14:15)

Tuhan tidak pernah ‘memaksa’ kita untuk mentaati perintah-Nya, Tuhan hanya menekankan apa yang seharusnya kita lakukan untuk Dia. Ketaatan kita kepada Tuhan harus berasal dari kesatuan Roh dengan Dia. Itulah sebabnya, setiap kali Tuhan berbicara tentang pemuridan, Dia selalu mengawali dengan kata, ‘jika’ (‘if’) artinya: “Tidak ada keharusan bagi Anda untuk melakukan hal ini kecuali engkau rela melakukannya.” Ketaatan atau kesetiaan bukan karena sesuatu hal, melainkan karena dorongan dari dalam untuk melakukannya, bukan dorongan dari luar.
Perhatikan Lukas 9:23 dalam versi KJV “.. If any man will come after me, let him deny himself, and take up his cross daily, and follow me.” “Untuk menjadi murid-Ku, biarlah ia menyerahkan haknya atas dirinya kepada-Ku.” Tuhan berbicara tentang bagaimana kita bisa bernilai bagi-Nya dalam kehidupan di dunia sekarang ini juga. Itulah sebabnya perkataan-Nya terdengar begitu keras: “Jikalau seorang datang kepada-Ku dan ia tidak membenci bapanya, ibunya, isterinya, anak-anaknya, saudara-saudaranya laki-laki atau perempuan, bahkan nyawanya sendiri, ia tidak dapat menjadi murid-Ku” (Lukas 14:26)
Jika relasi Anda dengan Tuhan adalah relasi kasih, tanpa ragu Anda akan melakukan apa yang dikatakan-Nya. Tuhan tidak akan pernah memaksa kita mentaati-Nya, tetapi kita harus taat. Melalui ketaatan yang sedemikian. Jika Anda mentaati Tuhan sedemikian rupa, maka penebusan Allah akan mengalir melalui Anda ke dalam hidup orang lain, karena dampak ketaatan itu ada realitas Allah yang Maha Kuasa. TL

KETAATAN/ KESETIAAN BUKAN KARENA SESUATU HAL NAMUN KARENA MEMANG MAU MELAKUKANNYA

07 Mei 2014 – Loyal

Baca: Amsal 21:1-31
“Siapa mengejar kebenaran dan kasih akan memperoleh kehidupan, kebenaran dan kehormatan.” (Amsal 21:21)

Pernahkah Anda memperhatikan bahwa kebenaran dan kesetiaan berjalan bersama-sama? Jikalau kita tidak setia, tidak berbakti, tidak loyal kepada keluarga, kepada pekerjaan, kepada negeri, maka kita tidak akan menerima yang terbaik dari Tuhan. Orang yang setia akan dihormati orang. Ketika Anda setia, Anda akan teguh kepada pendirian Anda sekalipun melewati tantangan-tantangan ketidak setiaan. Ketika Anda setia, Anda akan berpegang teguh kepada ucapan dan perkataan Anda. Orang yang setia akan dihormati oleh atasan maupun oleh Negara. Orang yang setia menghormati orang tua dan keluarganya. Ketika Anda setia, Anda disebut mempunyai integritas. Anda akan dipercayai oleh banyak orang. Bukankah kondisi ini akan mempromosikan Anda naik ketingkat yang lebih tinggi?Apakah sampai pada hari ini Anda tetap setia kepada hal hal yang kecil sekalipun? ”Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar” (Lukas 16:10). Tetaplah setia, jangan kesetiaan Anda luntur dikarenakan masalah-masalah harian. Seperti firman Tuhan hari ini, “Siapa yang mengejar kebenaran dan kasih akan memperoleh kehidupan, kebenaran dan kehormatan” Hidup yang berkelimpahan yang telah disediakan Allah bagi Anda.
Orang-orang jahat mungkin berusaha untuk mengakali Tuhan, tetapi rancangan Allah tetap akan terlaksana. Ada berbagai hal yang dapat dijadikan pegangan hidup orang, tetapi hanya Tuhan yang dapat memberikan keberhasilan. TL

PAKAILAH SEGALA SARANA YANG TUHAN SEDIAKAN, TETAPI LETAKKAN IMAN ANDA DIDALAM TUHAN SAJA.

04 April 2014 – Setia sampai Mati

Baca: Wahyu 2:8-11
“Hendaklah engkau setia sampai mati. Dan Aku akan mengaruniakan kepadamu mahkota kehidupan” (Wahyu 2:b)

Kompas.com melaporkan angkatan bersenjata Korea Utara, senin (16/12/2013), menyatakan sumpah setia untuk pemimpin negeri itu Kim Jong Un, setelah ia mengeksekusi pamannya sendiri pada pekan lalu. acara parade militer yang diisi pernyataan sumpah setia itu digelar sehari menjelang peringatan dua tahun kematian Kim Jong Il, selasa (17/12/2013). Stasiun televisi pemerintah Korea Utara menayangkan ribuan prajurit berbaris di sebuah lapangan raksasa di luar istana kumsusan yang menyimpan jasad pendiri negara Kim Il Sung dan putranya, Kim Jong Il, yang diawetkan. “kami akan menjadi senjata dan perisai untuk menjaga pemimpin tertinggi,” begitu teriakan ribuan prajurit korea utara. kepala biro politik angkatan bersenjata choe ryong hae menyerukan agar para prajurit korea utara melindungi Kim Jong Un dengan nyawa mereka dan menjadi “bom serta peluru” manusia untuk sang pemimpin. Choe, yang menjadi tokoh paling berpengaruh di tubuh militer setelah eksekusi paman Kim Jong Un, menambahkan bahwa pasukan Korea Utara akan membela pemimpinnya dan tak mempedulikan upaya-upaya para pengkhianat.
Pengikut Kim Jong Un sangat setia dan berani bersumpah untuk tetap setia. Dalam nas kita baca mengajarkan demikian hendaklah engkau setia sampai mati …, merupakan kata perintah untuk tidak meninggalkan Tuhan dalam keadaan apapun. Jemaat Smirna menghadapi kemiskinan dan aniaya begitu berat, tetapi Tuhan memuji karena mereka tetap setia dalam Tuhan.
Ada banyak anak Tuhan diakhir zaman ini, meninggalkan imannya, hanya karena harta, wanita, pria, pekerjaan dan sebagainya. Bisakah Anda setia? HR

ORANG YANG SETIA TIDAK AKAN MENGALAMI KEMATIAN YANG KEDUA

13 Maret 2014 – Komitmen Untuk Setia

Baca: Amsal 25:1-28
“Seperti sejuk salju di musim panen, demikianlah pesuruh yang setia bagi orang-orang yang menyuruhnya. Ia menyegarkan hati tuan-tuannya.” (Amsal 25:13)

Dalam kehidupan kita tentu banyak menemui bermacam-macam karakter orang. Sebagian kita tentu mempunyai banyak teman yang baik terhadap kita, tetapi banyakkah teman Anda yang setia? Seseorang mendefinisikan sebuah komitmen demikian, “Komitmen dapat dimaknakan dengan berpegang teguh dan fokus pada keputusan yang diambil, tanpa mempertanyakan apa-apa lagi, apapun keadaan yang akan berlangsung. Dan biasanya sesuatu yang akan membuat seseorang memikul resiko dan konsekuensi dari keputusannya tanpa mengeluh, dan menjalaninya dengan penuh rasa syukur sebagai bagian dari kehidupan yang terus berproses. Komitmen disini adalah mencoba menerima apa pun yang terjadi dengan segala kekurangan dan kelebihan yang mengiringinya.”
Penulis Amsal, begitu mengagumi seorang yang setia. Ia tidak berkata bahwa yang menyenangkan hati seorang tuan adalah pekerjaannya yang baik atau pun hasil yang memuaskan. Tetapi Amsal melihat sisi yang lain, yaitu sebuah kesetiaan dan tentu hal itu lahir dari sebuah komitmen (Amsal 25:13). Orang dapat berbuat baik, namun pada suatu waktu, mungkin orang yang berbuat baik itu berubah sikap baiknya. Namun orang yang setia adalah orang yang penuh dengan komitmennya untuk mempertahankan sikapnya yang sudah menjadi keputusannya.
Komitmen dalam kesetiaan sangat diperlukan untuk sebuah hubungan pernikahan, pekerjaan dan bahkan pelayanan. Kebaikan, kasih, hasil pekerjaan yang baik memang perlu, tetapi komitmen akan memampukan kita tetap menghasilkan yang baik. Maukah Anda berkomitmen untuk setia dalam hal-hal yang baik? SP

BANYAK ORANG MENYEBUT DIRI BAIK HATI, TETAPI ORANG YANG SETIA, SIAPAKAH MENEMUKANNYA?

05 Februari 2014 – Jangan Suka Complain

Baca: I Korintus 4:6-21
“Sebab siapakah yang menganggap engkau begitu penting? Dan apakah yang engkau punyai, yang tidak engkau terima? Dan jika engkau memang menerimanya, mengapakah engkau memegahkan diri, seolah-olah engkau tidak menerimanya?” (I Korintus 4:7)

Beberapa tahun lalu, saya membeli sebuah notebook. Setelah beberapa hari saya pakai, kemudian tiba-tiba notebook tersebut tidak dapat dioperasikan. Kontan saya kaget dan sempat panik. Karena saya merasa sudah membayar mahal untuk notebook tersebut, maka saya merasa punya hak untuk complain. Tentu, Anda pun juga akan melakukan hal demikian jika barang yang sudah Anda beli kualitasnya tidak memuaskan. Atau ketika menginap di hotel, AC tidak dingin, kita bisa complain, karena kita sudah membayar kamar tersebut.
Sikap seperti diatas seringkali kita terapkan kepada Tuhan bukan? Seolah-olah kita ini sedang berdagang dengan Tuhan. Bahkan kita kadang merasa pernah menguntungkan Tuhan dengan satu dan lain cara. Kita beranggapan sudah pelayanan setengah mati atau ketaatan total pada firman Tuhan, kita merasa sudah memberi banyak kepada Tuhan. Bukan hanya kolekte, perpuluhan dan bahkan setiap penggalangan dana gereja, kita selalu terlibat. Namun, ketika datang masalah, kita complain kepada Tuhan, karena pelayanan Tuhan yang kurang memuaskan bagi kita. Mari perhatikan nasihat Paulus kepada jemaat Korintus, “… Dan apakah yang engkau punyai, yang tidak engkau terima? Dan jika engkau memang menerimanya, mengapakah engkau memegahkan diri, seolah-olah engkau tidak menerimanya?” (1 Korintus 4:7).
Seringkali kita beranggapan bahwa kita membeli segala yang kita punya dari Tuhan. Mari menyadari bahwa apa yang ada pada Anda adalah anugerah, jika yang baik belum datang, tetaplah berserah, jangan complain, dan tetaplah setia kepada-Nya. SP

BAPA KITA DI SORGA TIDAK AKAN MEMBERI ULAR JIKA ANAK-NYA MEMINTA ROTI

21 Januari 2014 – Ceritakan Kebaikan-Nya

Baca: Mazmur 119:89-96
“Untuk selama-lamanya aku tidak melupakan titah-titah-Mu, sebab dengan itu Engkau menghidupkan aku.” (Mazmur 119:93)

Pernahkah Anda berpikir seperti ini, “Bagaimana mungkin aku berada di jabatan setinggi ini?” Anda merasa ada orang lain yang lebih berkualitas namun tidak seberuntung Anda, bagaimana mungkin? Ketahuilah, Anda hanya bisa naik setinggi pendidikan Anda, kekuatan Anda, talenta Anda. Anda tidak akan pernah bisa naik lebih tinggi dari kapasitas Anda. Kalau saja Anda sekarang berada di level yang seharusnya di luar kapasitas Anda, itu hanya kebaikan Allah. Bagi manusia mustahil, bagi Allah tidak ada yang mustahil. Hanya Allah yang dapat membuka pintu terobosan, hanya Allah yang dapat memberi promosi yang tidak dapat diberikan oleh manusia. Hanya kebaikan Allah yang menaikkan tingkat Anda dimana Anda tidak akan pernah bisa mencapainya dengan kapasitas Anda sendiri, yang tidak pernah Anda impikan sebelumnya. Karena itu, berpeganglah pada firman Allah dan tetap setia kepada-Nya, lakukan apa yang Anda harus lakukan dengan setia, selanjutnya firman-Nya akan melakukan bagian-Nya.
Jika Anda mempercayai firman Tuhan, Anda akan mempunyai dasar yang kuat di tengah dunia yang tidak menawarkan kestabilan. Firman Tuhan itu tetap, tidak berubah, tidak ada yang dapat merubah, tidak ada yang dapat menghancurkan-Nya. Tuhan itu setia dan firman-Nya dapat dipercaya. Firman yang telah menciptakan dunia dan mengatur dunia yang akan mengatur dan menjamin hidup Anda.
Tugas Anda sekarang, ceritakan kepada orang lain bahwa Tuhan itu baik, kasih setia-Nya tidak berubah selama-lamanya. Pujilah Dia. TL

SEMAKIN RAJIN ANDA MEMBACA ALKITAB, SEMAKIN BESAR CINTA ANDA KEPADA PENULIS-NYA

07 Januari 2014 – Setia Mengikut Yesus

Baca: Matius 19:27-30
“Tetapi banyak orang yang terdahulu akan menjadi yang terakhir, dan yang terakhir akan menjadi yang terdahulu.” (Matius 19:30)
 
            Kamis 30 Mei 2013, tim dari Barukh Ministry melayani di gereja kami. Dalam sesi perkenalan, mereka membagikan visi misinya dan juga pelayanan yang sedang mereka kerjakan. Mereka pun tak lupa menyaksikan bagaimana orang-orang yang selama ini dianggap sebagai pribadi-pribadi yang membenci kekristenan dan bahkan ingin memusnahkannya, tetapi sekarang haus akan firman Tuhan. Melalui pelayanan Barukh Ministry ini, banyak di antara mereka yang membuka hati dan percaya pada Yesus Kristus. Tidak berhenti di situ saja, tetapi sekarang mereka terus belajar menggali firman Tuhan untuk mengenal-Nya lebih lagi.
            Mendengar kesaksian itu, hati kecil saya merasa terusik. Dan spontan saya berfikir, “sebagai orang Kristen yang lebih dahulu mengenal dan menerima Yesus sebagai Juruselamat, seberapa hauskah kami akan firman Tuhan? Seberapa sering kami mengambil waktu untuk membaca Alkitab yang kami miliki? Sudahkah kami bertumbuh dalam pengenalan yang benar akan Yesus Kristus yang mengasihi dan menebus hidup kami?” Ketika pikiran-pikiran itu berkecamuk di benak saya, saya teringat akan ayat renungan kita hari ini. “Yang terdahulu akan menjadi yang terakhir, dan yang terakhir akan menjadi yang terdahulu.”
            Atau Anda pernah berpikir seperti Petrus ketika menjadi orang percaya. “Apakah yang akan kami peroleh?” Atau karena merasa sudah begitu yakin akan keselamatan yang Yesus berikan, Anda tidak lagi merasa “harus” untuk membaca dan merenungkan firman-Nya. Sehingga tidak menyediakan waktu untuk itu. Tetapi pernahkah Anda berpikir bahwa Anda sebagai “yang terdahulu akan menjadi yang terakhir?” Karena itu, hauskanlah firman-Nya setiap hari supaya Anda tidak akan menjadi yang terakhir. EJG

BACALAH FIRMAN TUHAN SETIAP HARI, MAKA IMAN ANDA TERUS BERTUMBUH DI DALAM YESUS