Tag Archives: sumber

07 April 2015 – Hanya Tuhan

Baca: Keluaran 20:1-6
“Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku.”(Keluaran 20:3)

Maneki Neko (kucing mengundang) adalah pajangan berbentuk kucing dari Jepang yang dibuat dari porselen atau keramik. Sebelah kaki depan (tangan) pajangan ini diangkat seperti sedang memanggil orang. Pajangan ini dipercaya membawa keberuntungan kepada pemiliknya dan biasa dipajang di toko, restoran dan tempat-tempat usaha. Maneki neko yang mengangkat kaki depan sebelah kanan dipercaya dapat mendatangkan uang, sementara maneki neko yang mengangkat kaki depan sebelah kiri dipercaya mendatangkan pembeli. Maneki neko umumnya tidak dibuat dengan kedua belah kaki depan diangkat karena tidak ingin dikatakan sudah menyerah angkat tangan. Model pajangan ini biasanya adalah kucing belang tiga, kucing Japanese Bobtail dengan buntut pendek seperti buntut kelinci. Maneki neko juga dibuat dalam warna-warna lain seperti kuning emas atau hitam..(www.wikipedia.org).
Ada orang-orang yang mempercayai bahkan menyimpan benda-benda tertentu atau melakukan kebiasaan-kebiasaan tertentu, yang menurut mereka akan membawa keberuntungan bagi mereka. Tetapi sebagai orang percaya yang terbaik adalah bahwa kita punya Tuhan dalam hidup kita. Tuhanlah sumber keberuntungan kita. Tuhan berfirman kepada kita tentang benda-benda tersebut, “Jangan sujud menyembah j kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, adalah Allah yang cemburu, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenci Aku.”(Keluaran 20:5).
Allah ingin mempunyai tempat yang istimewa dalam hidup kita. Sudahkah Tuhan menjadi yang terutama di dalam hidup kita? LBS

JADIKAN TUHAN YESUS YANG TERUTAMA DI DALAM HIDUPMU

30 Desember 2014 – Firman Vs Hikmat

Baca: 1 Raja-raja 3:16-28
Kata raja: “Penggallah anak yang hidup itu menjadi dua dan berikanlah setengah kepada yang satu dan yang setengah lagi kepada yang lain.” (1 Raja-raja 3:25)

Pada tahun 1995, seorang bernama Robert Harlan divonis bersalah dalam kasus pemerkosaan dan pembunuhan secara keji terhadap seorang pelayan bar.  Dia dihukum mati. Namun lebih dari sepuluh tahun kemudian, Kejaksaan Agung Colorado mencoret hukuman mati dari daftar alternatif hukuman seorang narapidana.  Yang menarik adalah bahwa alasan pencabutan aturan ini ternyata sama sekali tidak ada hubungannya dengan bukti-bukti baru atau kesalahan analisa DNA.  Pengadilan mendengar bahwa beberapa juri yang memutuskan perkara tersebut mengaku bahwa mereka membaca dan menyelidiki Alkitab selama mereka menggumulkan kasus tersebut.  Para juri tersebut memfokuskan penyelidikan Alkitab mereka pada ayat-ayat yang berhubungan dengan prinsip keadilan, seperti konsep “mata ganti mata”.  Dengan tuduhan negatif mencari dukungan Alkitab untuk mencari apa yang Tuhan katakan mengenai hukuman mati, pengadilan memproklamirkan bahwa “Alkitab adalah penghalang bagi para juri untuk memikirkan perkara tersebut dengan pemikiran mereka sendiri.”  Pengadilan memutuskan bahwa Alkitab dilarang untuk digunakan sebagai pertimbangan benar salah! Sementara itu siapa pun boleh mencari pertimbangan apa pun dari materi yang lain.
Seperti pengadilan mencari keputusan dengan menyelidiki Alkitab demikian Salomo diawal pemerintahannya meminta hikmat Tuhan. Hal hasil Tuhan memberikan dengan memutuskan dengan benar perkara perseturuan dua perempuan yang memperebutkan seorang anak. Jadi di zaman sekarang ini kemana kita mencari hikmat Tuhan tentunya dengan membaca Alkitab dan merenungkannya. Sebab itu sumber hikmat. HR

SUMBER HIKMAT ADALAH FIRMAN ALLAH

04 Desember 2014 – Tuhan Adalah Kebutuhan

Baca: Mazmur 22:1-12
“Seperti rusa yang merindukan sungai yang berair, demikianlah jiwaku merindukan Engkau, ya Allah.” (Mazmur 42:2)

Seorang filsuf Yunani, Epicurus, memiliki ungkapan terkenal “Epicurus, Problems of Evil.” Bagian dari isinya berbunyi: “Kalau Tuhan sanggup tetapi tidak mau menghilangkan penderitaan manusia, maka dia jahat. Kalau Tuhan mau tetapi tidak sanggup menghilangkan penderitaan, maka dia tak maha kuasa. Kalau Tuhan sanggup dan mau menghilangkan penderitaan, maka penderitaan tidak seharusnya ada. Kalau Tuhan tidak mau dan tidak sanggup menghilangkan penderitaan, kenapa disebut Tuhan?” Ungkapan inilah yang kemudian dikutip oleh beberapa orang Atheis, untuk mempertanyakan keberadaan Tuhan. Kita tahu, bahwa orang-orang Atheis adalah orang-orang yang tidak mengakui adanya Tuhan. Hal ini mengingatkan saya ketika saya dan teman sedang sharing tentang campur tangan Tuhan dalam hidup manusia. Teman saya bertanya, “Sebenarnya Tuhan yang butuh kita atau kita yang membutuhkan Tuhan?” Tentu, kita semua tahu bahwa kitalah yang memerlukan Tuhan. Tuhan bisa hidup tanpa kita. Apakah kita mampu hidup tanpa campur tangan Tuhan?
Daud sungguh menyadari kebutuhan hidupnya akan Tuhan. Jika kita memperhatikan bacaan perikop hari ini, betapa Daud merindukan Tuhan hadir dalam hidupnya. Daud berkata: “Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan aku,.. (Mazmur 22:1). Kemudian, di ayat yang ke-12 kembali Ia memohon Tuhan hadir dalam hidupnya, “Janganlah jauh dari padaku,…” Betapa takutnya Daud, jika Tuhan tidak campur tangan dalam hidupnya, sementara ada banyak orang yang tidak peduli akan Tuhan.
Bagaimana dengan Anda? Apakah jiwa Anda merindukan Tuhan setiap waktu? Kiranya firman hari ini berbicara kepada kita, bahwa kita tidak bisa hidup tanpa penyertaan Tuhan. SP

TUHAN BUKAN SEKADAR TEMPAT PERTOLONGAN, TETAPI TUHAN ADALAH SUMBER KEHIDUPAN