Tag Archives: taat

18 Maret 2015 – Taat Ibadah

Baca: I Timotius 6:11-21
“Latihan badani terbatas gunanya, tetapi ibadah itu berguna dalam segala hal, karena mengandung janji, baik untuk hidup ini maupun untuk hidup yang akan datang.” (I Tim 4:8)

Di arena Olimpiade Paris 1942, Eric Liddell memutuskan sesuatu yang mengejutkan dunia. Eric menolak untuk bertanding di arena lari 100 yard, cabang spesialisasinya, karena pertandingan itu diadakan di hari Minggu. Eric memegang teguh keyakinannya untuk menguduskan hari Minggu sebagai harinya Tuhan. Keputusan Eric mendapat kritikan tajam dari khalayak ramai. Publik menuduhnya tidak patriotik (karena menyebabkan hilangnya kesempatan Skotlandia untuk meraih medali emas). Pangeran Wales sendiri mendesak Eric untuk menghormati raja dan negaranya lebih daripada Tuhan. Namun Eric tetap menolak untuk berlari dalam pertandingan yang telah dijadwalkan baginya, dan memilih untuk bertanding dalam nomor lari 400 yard yang sebenarnya bukan andalannya. Salah satu pelatih Eric menyelipkan kertas kecil sebelum pertandingan lari 400 yard (365,76 meter) dimulai yang berisi kutipan dari 1 Samuel 2:30, “‘Siapa yang menghormati Aku, akan Kuhormati’. Semoga berhasil dan selamat berjuang.” Pelatih itu tidak salah, Eric memenangkan medali emas untuk cabang lari tersebut. Seandainya Eric tidak memenangkan medali emas pada saat itu pun kepatuhannya terhadap perintah Tuhan patut mendapatkan medali emas. Hidup Eric pada tahun-tahun selanjutnya ditandai dengan keputusan-keputusan yang konsisten dengan kepatuhan dan kesetiaan Eric kepada Kristus dengan menjadi seorang Misionaris di China.
Bagaimana dengan Anda? Seringkali kita mempunyai seribu alasan untuk meninggalkan ibadah-ibadah. Pesan Firman Tuhan hari ini mengingatkan kita, bahwa ibadah itu berguna. Oleh sebab itu Paulus berkata kejarlah ibadah (I Timotius 6:11). Jangan menggantikan ibadah dengan hal-hal yang tidak berguna. SP

JIWA ANDA SEDANG LEMAH, PERGILAH IBADAH

04 Maret 2015 – Good Employee

Baca: 1 Raja-raja 15:9-24
“Asa melakukan apa yang benar di mata TUHAN seperti Daud, bapa leluhurnya. (1Raja-raja 15:11)”

Dalam pertandingan yang dilakukan oleh tim sepak bola nasional Indonesia melawan LA Galaxy yang dipimpin oleh David Beckham beberapa tahun yang lalu, peran Bambang Pemungkas selaku kapten TimNas Indonesia sangat terlihat ketika ia berusaha mengatur serangan bagi timnya dengan instruksi-instruksi yang diberikan kepada rekan-rekannya di lapangan. Walaupun skor di akhir pertandingan menandakan bahwa TimNas Indonesia harus tunduk pada kemenangan LA Galaxy, Bambang Pemungkas merasa puas. Bambang pemungkas kagum akan kegigihan salah satu rekan timnya Andik Fermansyah, yang bermain maximal di pertandingan ini.
Terkadang pemimpin menjadi momok yang manakutkan bagi para karyawan, baik yang ada di lapangan maupun di kantor, seringkali pemimpin didefinisikan dengan sifat otoriter, galak, kejam. Banyak pemimpin yang memiliki sifat disiplin kepada karyawannya yang bermasalah seperti datang terlambat, pekerjaan tidak selesai pada waktunya, keluar masuk kantor seenaknya, tidak kuat menghadapi pemimpin berdisiplin.
Jika anda seorang pemimpin, jadilah pemimpin yang bujaksana, menjadi contoh bagi karyawan Anda. Jika Anda karyawan, kerjakan sesuai aturan. Tidak pernah ada kata terlambat untuk mengubah semua tindakkan Anda, Anda bisa memulainya hari ini. RSD

SAAT ANDA TAAT KEPADA ATURAN YANG ADA, SAAT ITULAH ANDA SEDANG TAAT KEPADA TUHAN

22 Oktober 2014 – Reward Dan Penalty

Baca: Keluaran 19:5
“Jadi sekarang, jika kamu sungguh-sungguh mendengarkan firman-Ku dan berpegang pada perjanjian-Ku, maka kamu akan menjadi harta kesayangan-Ku sendiri dari antara segala bangsa, sebab Akulah yang empunya seluruh bumi”. (Keluaran 19:5)

Untuk mengingatkan bangsa itu agar takut kepada-Nya, Tuhan menunjukkan kuasa-Nya di Sinai dan memperingatkan mereka untuk tidak datang mendekat. Seperti kanak-kanak, mereka belajar penghargaan dan hukuman yang diberikan Tuhan, Bangsa Israel tidak diselamatkan dari Mesir dengan mentaati Hukum Taurat, tetapi ketaatan memungkinkan mereka menikmati semua berkat yang Tuhan sediakan bagi mereka. Tuhan sering memberi perintah kepada kita untuk melakukan sesuatu yang tidak masuk akal, tidak logis, tidak ada dalam rencana kita.
“Tuhan, apakah aku harus studi lagi, umurku sudah 40 tahun?” “Tuhan, apakah aku harus memberikannya kepada dia, sedangkan aku sudah menabung untuk mempersiapkan impianku?” “Tuhan, apakah Engkau ingin aku meninggalkan posisiku yang sudah mapan selama ini?” Terlalu sering kita meng-analisa, kita berdebat dengan Tuhan. Kita hanya melihat dan berpikir secara natural, bahkan mengatakan, ‘Tidak mungkin aku melakukan hal itu, Tuhan!’ Namun ketahuilah, jikalau Anda ingin meraih potensi-maksimal. Anda harus taat-total kepada-Nya. Artinya, Anda taat sekalipun Anda tidak mengerti! Anda tetap melakukannya, itulah iman! Jikalau Anda sudah mengerti, keuangan Anda cukup, semuanya sudah tersedia, mudah untuk dikerjakan-kondisi seperti itu tidak dibutuhkan iman lagi!
Allah memberi perintah kepada Anda akan sesuatu yang tidak mudah Anda kerjakan, tidak biasa, tidak praktis.
Ketika Anda taat dan mengerjakan apapun yang Anda tahu hal itulah yang dikehendaki Allah, maka berkat Allah akan menyertai Anda! TL

GOD REWARDS OBEDIENCE!

20 Oktober 2014 – Biarkan Kakimu Tenggelam

Baca: Keluaran 14:15-31
“Demikianlah orang Israel berjalan dari tengah-tengah laut di tempat kering; sedang di kiri dan di kanan mereka air itu sebagai tembok bagi mereka.” (Keluaran 14:22)

Ketika Josua dan bangsa Israel akan menyeberang sungai Yordan, Allah berkata bahwa Dia akan ‘membelah’ sungai itu, namun bangsa itu harus taat. Mereka tidak boleh menunggu Allah membelah air sungai itu baru mereka melangkah! Tidak! Air sungai masih tetap mengalir seperti biasa. Tidak ada perubahan, semuanya seperti biasa, tidak ada yang aneh! Tetapi mereka harus maju melangkah menuju ke sungai itu, dan mereka melakukan hal itu. Mereka melakukan langkah-langkah iman.
Saya membayangkan ketika kaki mereka sudah masuk kesungai, air sudah naik sampai mata kaki mereka, mereka terus melangkah, mereka tidak berbalik ketakutan karena tidak ada perubahan pada sungai itu! Mereka tetap melangkah dengan iman. Mereka tidak bertanya-tanya “apa yang sedang kita hadapi ini?” “Akankah kita tenggelam bersama-sama disungai ini?” Air sungai bertambah dalam sampai ke lutut mereka, namun mereka terus maju melangkah! Pikiran mereka sudah mulai mengganggu, “Lebih baik kita balik lagi, kita sudah salah kaprah ini!” air sudah sampai ke pinggang mereka, mereka tetap saja melangkah dengan tenang! Itulah ‘ketaatan-total’ Pada saat itu juga, secara supranatural air laut terbelah. Mereka berjalan dalam kekeringan menuju “Tanah Perjanjian” Hal yang sama, ketika Anda sedang berjalan menuju “Tanah Perjanjian” Anda membutuhkan ‘ketaatan-total’.
Anda tidak perlu tahu, Anda tidak perlu mengerti tuntunan Allah. Allah selalu tidak masuk akal. Iman tidak bersarang dalam otak kita, iman ada dalam hati kita! Anda harus ‘mematikan otak’ dan mendengar apa kata Tuhan! Maju melangkah iman. TL

JANGAN TAKUT KAKI ANDA TENGGELAM, MAJU TERUS MENGGAPAI BERKAT DAN KEMENANGAN KRISTUS

20 Juli 2014 – Ketaatan atau Kemandirian?

Baca: Lukas 9:22-27
“Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku.” (Yohanes 14:15)

Tuhan tidak pernah ‘memaksa’ kita untuk mentaati perintah-Nya, Tuhan hanya menekankan apa yang seharusnya kita lakukan untuk Dia. Ketaatan kita kepada Tuhan harus berasal dari kesatuan Roh dengan Dia. Itulah sebabnya, setiap kali Tuhan berbicara tentang pemuridan, Dia selalu mengawali dengan kata, ‘jika’ (‘if’) artinya: “Tidak ada keharusan bagi Anda untuk melakukan hal ini kecuali engkau rela melakukannya.” Ketaatan atau kesetiaan bukan karena sesuatu hal, melainkan karena dorongan dari dalam untuk melakukannya, bukan dorongan dari luar.
Perhatikan Lukas 9:23 dalam versi KJV “.. If any man will come after me, let him deny himself, and take up his cross daily, and follow me.” “Untuk menjadi murid-Ku, biarlah ia menyerahkan haknya atas dirinya kepada-Ku.” Tuhan berbicara tentang bagaimana kita bisa bernilai bagi-Nya dalam kehidupan di dunia sekarang ini juga. Itulah sebabnya perkataan-Nya terdengar begitu keras: “Jikalau seorang datang kepada-Ku dan ia tidak membenci bapanya, ibunya, isterinya, anak-anaknya, saudara-saudaranya laki-laki atau perempuan, bahkan nyawanya sendiri, ia tidak dapat menjadi murid-Ku” (Lukas 14:26)
Jika relasi Anda dengan Tuhan adalah relasi kasih, tanpa ragu Anda akan melakukan apa yang dikatakan-Nya. Tuhan tidak akan pernah memaksa kita mentaati-Nya, tetapi kita harus taat. Melalui ketaatan yang sedemikian. Jika Anda mentaati Tuhan sedemikian rupa, maka penebusan Allah akan mengalir melalui Anda ke dalam hidup orang lain, karena dampak ketaatan itu ada realitas Allah yang Maha Kuasa. TL

KETAATAN/ KESETIAAN BUKAN KARENA SESUATU HAL NAMUN KARENA MEMANG MAU MELAKUKANNYA

12 Juli 2014 – Perintah Tuhan

Baca: Ulangan 28:1-14
“Jika engkau baik-baik mendengarkan suara TUHAN, Allahmu, dan melakukan dengansetia segala perintah-Nya yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, maka TUHAN,Allahmu, akan mengangkat engkau di atas segala bangsa di bumi” (Ulangan 28:1).

Kepala Desa atau Lurah mentaati perintah Camat, Camat mentaati perintah Bupati / Walikota, Bupati / Walikota mentaati perintah Gubernur dan Gubernur mentaati perintah Presiden. Kapolsek mentaati perintah Kapolres, Kapolres mentaati perintah Kapolda dan Kapolda mentaati perintah Kapolri. Meskipun jabatan / pangkat hanya selisih satu tingkat mereka harus taat pada perintah atasan. Apalagi kita umat manusia dengan Tuhan Allah, ciptaan dengan Pencipta. Jadi selisihnya sangat banyak, sebab jabatan dan pangkat kita umat dan ciptaan. Kita umat dan ciptaan harus taat pada perintah atasan yang tertinggi, yaitu taat pada perintah Tuhan Sang Pencipta.
Kita harus taat pada perintah Tuhan seperti nabi Nuh, tertulis dalam kitab Kejadian 6:22 “Lalu Nuh melakukan semuanya itu; tepat seperti yang diperintahkan Allah kepadanya, demikianlah dilakukannya.” Kita harus lebih taat kepada Tuhan Allah dari pada kepada sesama manusia, seperti Petrus dan rasul-rasul, tertulis dalam kitab Kisah Para Rasul 5:29. Taat pada perintah Tuhan dan melakukan kebenaran, meskipun ada orang banyak tidak boleh malu dan takut. Tetapi kalau tidak taat pada perintah Tuhan dan melakukan kejahatan, meskipun tidak ada orang yang melihat, kita harus malu dan takut.
Yang mentaati perintah Tuhan berarti tinggal di dalam kasih Tuhan, sebaliknya yang tidak mentaati perintah Tuhan berarti tinggal di luar kasih Tuhan. Pembaca setia Gandoem Mas, apakah kita rindu tinggal di dalam kasih Tuhan? Dan sudahkah kita mentaati perintah-perintah-Nya? Renungkanlah! DS

BAGIAN KITA MENTAATI PERINTAH TUHAN, BAGIAN TUHAN MEMBERKATI HIDUP KITA

02 Juli 2014 – Mendengar Firman Kristus

Baca: Ulangan 18:9-22
“Seorang nabi dari tengah-tengahmu, dari antara saudara-saudaramu, sama seperti aku,akan dibangkitkan bagimu oleh TUHAN, Allahmu; dialah yang harus kamu dengarkan” (Ulangan 18:15).

Seorang ayah yang berumur 50 tahun pergi ke pasar hewan dengan anak bungsu yang berumur 12 tahun. Mereka bermaksud untuk membeli seekor keledai. Setelah mendapat keledai, mereka pulang dengan menuntun keledai. Lalu mereka mendengar suara orang berkata: bodoh ayah dan anak itu membeli keledai kok tidak dinaiki. Mereka berdua menaiki keledai, lalu mendengar suara orang lain berkata: ayah dan anak itu tidak punya belaskasihan, keledai lebih kecil dari kuda kok dinaiki dua orang. Si ayah turun dan anaknya saja yang naik, lalu orang lain lagi berkata: wow anak tidak tahu diri, ayahnya sudah tua kok suruh jalan. Si anak turun dan ayahnya naik, lalu ada lagi orang lain berkata: wow ayah tidak punya kasih, anaknya masih kecil kok suruh jalan. Dalam perjalanan mereka mendengar suara banyak orang yang membuat mereka bingung dan susah.
Musa menasehati bangsa Israel, untuk tidak mendengarkan kepada peramal dan petenung, jika masuk negeri Kanaan. “Sebab bangsa-bangsa yang daerahnya akan kaududuki ini mendengarkan kepada peramal atau petenung, tetapi engkau ini tidak diizinkan TUHAN, Allahmu, melakukan yang demikian. Seorang nabi dari tengah-tengahmu, dari antara saudara-saudaramu, sama seperti aku, akan dibangkitkan bagimu oleh TUHAN, Allahmu; dialah yang harus kamu dengarkan.” (Ulangan 18:14-15). Yang dimaksud nabi seperti Musa adalah Yesus Kristus. Jadi dengarkanlah firman Kristus dan taatilah firman-Nya.
Sahabat Gandoem Mas, apakah Anda rindu firman Kristus dan apakah Anda sudah menyukai firman Kristus? DS
IMAN TIMBUL KARENA MENDENGAR, YAITU MENDENGAR FIRMAN KRISTUS

29 Juni 2014 – Pahlawan Gagah Berani

Baca: Hakim 6:1-40
“Malaikat TUHAN menampakkan diri kepadanya dan berfirman kepadanya, demikian: “TUHAN menyertai engkau, ya pahlawan yang gagah berani.” (Hakim-hakim 6:12)

Dalam Alkitab, Tuhan memanggil Gideon “pahlawan yang gagah berani”. Gideon mengatakan, “Ah Tuhan ku, kaumku adalah yang paling kecil diantara suku Manasye dan akupun seorang yang paling muda diantara kaum keluargaku”(15). Gideon melihat dirinya lemah, kecil, muda, dan tidak pantas memimpin. Kebanyakan orang pun tak akan berpikir bahwa Gideon pantas masuk dalam daftar “saksi-saksi iman” (Ibrani 11:32). Ketika Tuhan memanggilnya, ia sedang bersembunyi. Ketika Tuhan berbicara kepadanya, ia malah banyak mengemukakan masalah ketimbang mempercayai janji.Ketika Gideon mulai mentaati Tuhan, ia bekerja pada malam hari (27) dan harus berulang kali mendapat kepastian bahwa Tuhan berada bersamanya. Namun Tuhan melihat potensi di dalam diri Gideon dan bahkan menyebutnya “pahlawan yang gagah berani” (12).
Tuhan melihat potensi didalam diri Anda. Masalahnya, apakah Anda percaya apa yang Tuhan katakan tentang diri Anda sendiri? Atau Anda lebih percaya kepada apa yang Anda rasakan? Apa yang Anda lihat? Apa yang Anda pikirkan? Situasi dan kondisi Anda saat ini? Anda melihat diri Anda lemah, tapi Tuhan melihat Anda kuat. Anda melihat diri Anda penakut, tapi Tuhan melihat Anda pahlawan. Anda melihat diri Anda ragu tapi Tuhan melihat Anda percaya-diri. Anda melihat diri Anda miskin, tapi Tuhan melihat diri Anda kaya. Anda mungkin sedang sakit, tapi Tuhan melihat Anda sehat.
Hari ini, sikapi hidup Anda seturut apa kata Tuhan, jangan ‘apa kata Anda’ jangan melihat situasi dan kondisi Anda! Percayalah kepada Tuhan. TL

“TUHAN ITU DAMAI SEJAHTERAKU” (24 NKJV) ADALAH PERNYATAAN YANG PALING DIPERLUKANNYA

27 Juni 2014 – Kebahagiaan Hidup

Baca: Mazmur 37:1-11
“Percayalah kepada TUHAN dan lakukanlah yang baik, diamlah di negeri dan berlakulah setia.” (Mazmur 37:3)

Kehidupan merupakan suatu proses yang panjang dan melelahkan. Namun dengan mengikut sertakan Allah dalam setiap langkah kehidupan kita, akan ada kemampuan menjalani, bersyukur kepada-Nya atas anugerah-Nya yang senantiasa mengalir memberikan kemampuan dan kebahagiaan, dengan demikian kita dapat menerima segala keberadaan kita. “Siapakah orang yang takut akan TUHAN? Kepadanya TUHAN menunjukkan jalan yang harus dipilihnya. Orang itu sendiri akan menetap dalam kebahagiaan dan anak cucunya akan mewarisi bumi.” (Mazmur 25:12-13).
Untuk kita dapat menikmati kebahagiaan dalam kehidupan ini, perlu berusaha mengenal Allah dengan benar, bijaksana dan tidak mudah tergiur oleh segala promosi-promosi manusiawi (1 Yohanes 4:1-6, bd Matius7:21-23). Karena jika konsep kita tentang Tuhan Allah keliru, semakin kita menunjukkan ketaatan, semakin memperburuk keadaan kita, sebaliknya jika konsep kita tentang Tuhan Allah benar sesuai terang Firman Tuhan, semakin kita taat melakukan kehendak-Nya, semakin indah buah-buahnya karena menempatkan Tuhan Allah sepatutnya dalam kehidupan kita, semakin banyak kemajuan yang kita lakukan dijalan kebenaran Firman Tuhan. “Sekiranya engkau memperhatikan perintah-perintah-Ku, maka damai sejahteramu akan seperti sungai yang tidak pernah kering, dan kebahagiaanmu akan terus berlimpah seperti gelombang-gelombang laut yang tidak pernah berhenti,” (Yesaya.48:17-19). AK

“BERBAHAGIALAH ORANG YANG SENANTIASA TAKUT AKAN TUHAN…” (AMSAL 28:14)

25 Juni 2014 – Hadirat-Nya Semakin Kuat

Bacaan: Daniel 3:13-25
“Maka berkatalah Yesus kepadanya: “Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!” Lalu Iblis meninggalkan Dia, dan lihatlah, malaikat-malaikat datang melayani Yesus.” (Matius 4:10-11).

Satu kali saya menegaskan suatu kebenaran kepada seorang ibu, jemaat kami, karena dia telah melakukan sesuatu yang jelas sangat bertentangan dengan firman Tuhan. Apa yang saya lakukan ini sangat beresiko untuk membuatnya tersinggung bahkan bisa saja meninggalkan gereja. Namun setelah banyak berdoa, saya memutuskan untuk segera melakukannya. Dan setelah meninggalkan rumah ibu ini, sambil naik motor saya pulang ke pastori. Namun sepanjang jalan saya merasakan betapa kuatnya hadirat Tuhan menguasai saya sampai tanpa terasa air mata keluar dan membasahi pipi saya.
Kalau kita perhatikan kisah tentang Yesus dicobai dan bagaimana Dia dengan tegas menolak semua tawaran-tawaran menggiurkan dari Iblis, maka dalam bacaan kali ini (Matius 4:11), kita bisa melihat dampak yang dialami oleh Yesus, yaitu “… malaikat-malaikat datang melayani Yesus.” Begitu juga dengan pengalaman Sadrakh, Mesakh dan Abednego, yang baru saja menegaskan pilihannya untuk tetap lebih taat kepada Allah dengan resiko yang sangat besar, maka akibatnya adalah dia mengalami penyertaan Allah yang ajaib dalam dapur perapian (Daniel 3:25).
Setiap pilihan dan keputusan yang kita buat dalam hidup ini, akan membuat hadirat Tuhan semakin kuat kita rasakan atau sebaliknya. Maka, setiap pencobaan yang menghampiri hidup kita, berarti adalah sebuah kesempatan untuk kita bisa lebih dekat dengan hati Tuhan, yaitu ketika kita memutuskan untuk lebih mentaati Allah. SW

PILIHLAH KEHIDUPAN, SUPAYA ENGKAU HIDUP, BAIK ENGKAU MAUPUN KETURUNANMU. UL 30:19B.