Tag Archives: taat

17 Juni 2014 – Komitmen Untuk Berkomitmen

Baca: 1 Samuel 15:1-35
“Sebab jika kita hidup, kita hidup untuk Tuhan, dan jika kita mati, kita mati untuk Tuhan. Jadi baik hidup atau mati, kita adalah milik Tuhan.” (Roma 14:9).

“Ada perbedaan antara minat dan komitmen. Minat adalah saat Anda tertarik melakukan sesuatu, Anda mengerjakannya hanya jika situasi mengizinkan. Tetapi saat Anda berkomitmen melakukan sesuatu, Anda tidak menerima alasan untuk berhenti, kecuali hanya hasil.” (Anonim). Kata bijak ini jika kita renungkan memang benar. Jika kita berkomitmen mengerjakan sesuatu, maka tidak ada alasan untuk berhenti melakukan sesuatu. Komitmen merupakan suatu hal sangat penting yang harus dimiliki oleh setiap orang yang sudah mengambil keputusan untuk percaya Kristus. Yaitu, komitmen untuk taat akan segala perintah-perintah-Nya.
Kisah bacaan kita hari ini, menceritakan tentang raja Saul, yang kemudian ditolak oleh Tuhan, karena meninggalkan komitmennya untuk mentaati Tuhan. Saul, merupakan raja pertama Israel yang pada awalnya hebat dan mau taat. Tetapi, apa yang telah menjadi komitmennya ketika diurapi menjadi raja, tidak dipertahankan. Seharusnya Saul tetap berkomitmen untuk taat kepada Tuhan. Karena jika kita sudah berkeputusan untuk percaya Kristus, maka kita pun harus hidup untuk Tuhan. Seperti halnya komitmen rasul Paulus, “”Sebab jika kita hidup, kita hidup untuk Tuhan, dan jika kita mati, kita mati untuk Tuhan. Jadi baik hidup atau mati, kita adalah milik Tuhan.” (Roma 14:9).
Renungan hari ini, mengingatkan komitmen yang pernah kita katakan kepada Tuhan. Apakah Anda masih melakukannya? Oleh sebab itu, mari berkomitmen untuk melakukan komitmen kita. Kadang-kadang, kegagalan dalam hidup kita, disebabkan oleh gagalnya dalam berkomitmen. Sudahkah hari ini Anda melakukan komitmen Anda? SP

KOMITMEN MEMBANTU KITA UNTUK MEMUSATKAN PERHATIAN KEPADA SASARAN YANG TERUTAMA

27 April 2014 – Yang Chung Syn

Baca: Mazmur 145:1-13
“TUHAN dekat pada setiap orang yang berseru kepada-Nya, pada setiap orang yang berseru kepada-Nya dalam kesetiaan.” (Mazmur 145:18 )

Donita Dyer menulis sebuah buku yang berjudul Srikandi Iman, yang diterbitkan oleh Yayasan Komunikasi Bina Kasih, Jakarta 2005. Buku ini menceritakan kisah Yang Chung Syn, seorang wanita Korea yang dilahirkan tahun 1920-an dalam sebuah keluarga miskin dan kolot. Ia dianggap pembawa sial, karena selain buta dia juga anak yang tidak diharapkan oleh orang tuanya.
Tuhan membuka kesempatan untuk Chung Syn bersekolah hingga SMA, meskipun ia harus berjuang keras dengan bekerja sambilan untuk mencukupi biaya sekolahnya. Dengan berkat Tuhan dia lulus dengan hasil gemilang, bahkan melebihi siswa-siswa yang tidak buta. Bukan itu saja, ia bahkan memperoleh bea siswa ke Jepang untuk kuliah kedokteran. Anda mungkin takjub mendengar bagaimana Tuhan memberi kepandaian luar biasa kepada Chung Syn sebagai dokter buta yang berhasil membedah pasien. Di balik semua itu, ada kisah yang kelam yang harus ia lewati. Chung Syn, sempat ingin bunuh diri karena putus asa, namun niatnya diurungkan ketika ia mendengar suara Tuhan. Ia pernah hampir diperkosa sewaktu memberitakan firman Tuhan. Tetapi bukan hanya ia luput, orang yang mau memperkosa akhirnya bertobat. Hal yang paling mengerikan adalah pada waktu ia dipenjara oleh tentara Jepang. Ia disiksa dan diperkosa berbulan-bulan lamanya.
Dalam keadaan yang mengerikan seperti itu ia tidak menyalahkan Tuhan, bahkan tetap berkata bahwa Tuhan tidak pernah mengecewakannya, bahkan ia diberi kekuatan untuk mengampuni orang-orang yang menyiksanya. Justru lewat ketaatannya, Tuhan mempercayai tugas-tugas mulia yang mulia. Apakah penderitaan Anda melebihi Chung Syn? Tetaplah setia. SP

PEMBERIAN ANDA YANG PALING BERHARGA KEPADA TUHAN ADALAH, KESETIAAN

09 Februari 2014 – Takut Akan Tuhan

Baca: 2 Tawarikh 26:1-5
“Tetapi Musa berkata kepada bangsa itu: “Janganlah takut, sebab Allah telah datang dengan maksud untuk mencoba kamu dan dengan maksud supaya takut akan Dia ada padamu, agar kamu jangan berbuat dosa.” (Keluaran 20:20)

Apakah maksudnya takut akan Tuhan? Seperti ayat nas kita, “agar kamu jangan berbuat dosa.” Jadi, orang yang hidup dalam dosa, menunjukkan tidak takut akan Allah. Takut akan Tuhan juga berarti “Hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya, mengasihi Dia, beribadah kepada TUHAN, Allahmu, dengan segenap jiwamu.” (Ulangan 10:12). Takut akan Tuhan merupakan cara yang efektif untuk menyempurnakan kekudusan kita (2 Korintus 7:1) dan saling merendahkan diri (Efesus 5:21). Takut akan Tuhan membuat setiap karyawan atau bawahan bekerja dengan taat dan tulus hati kepada majikan atau atasannya di dunia ini (Kolose 3:32). Takut akan Tuhan menjadi sandaran bagi hidup kita (Ayub 4:6).
Bidan-bidan di Mesir lebih takut akan Tuhan, dari pada takut akan raja mereka, Firaun, sehingga mereka membiarkan bayi laki-laki bangsa Israel tetap hidup (Keluaran 1:15-21). Hidup suci, merupakan perwujudan dari orang yang takut akan Tuhan (Mazmur 19:10). Sekarang, silahkan Anda simak ayat ini: “Ia mencari Allah selama hidup Zakharia, yang mengajarnya supaya takut akan Allah. Dan selama ia mencari TUHAN, Allah membuat segala usahanya berhasil.” (2 Tawarikh 26:5). Artinya, takut akan Allah juga harus diajarkan kepada generasi yang lebih muda, sebagai generasi penerus.
Lalu, sampai berapa lama kita harus takut akan Tuhan? Seumur hidup (Ulangan 6:2). Dan bagaimana nasibnya orang yang takut akan Tuhan? Mereka akan dimuliakan oleh Allah (Mazmur 15:4). Takut akan Tuhan awal dari keberhasilan Anda. GS

TAKUT AKAN TUHAN ITU NUANSANYA KUDUS, HORMAT DAN TAAT

29 Desember 2013 – Ishak Dipelihara Tuhan

Baca: Kejadian 26:1-31
“Maka menaburlah Ishak di tanah itu dalam tahun itu juga ia mendapat hasil seratus kali lipat; sebab ia diberkati Tuhan.” (Kejadian 26:12)

A. B. Simpson menjawab panggilan Tuhan yang jelas dalam hidupnya pada tahun 1881. Ia berhenti dari kedudukannya sebagai pendeta terkemuka di kota terbesar di Amerika Serikat dan melepaskan gajinya sebesar 5,000 USD. Banyak orang yang meramalkan kegagalannya. Namun, Tuhan sungguh memelihara hidup Simpson yang menuntunnya kepada pelayanan yang lebih besar. Di akhir hidupnya tahun 1919 ia meninggalkan lima sekolah latihan pengabar Injil, beratus-ratus pengabar Injil di 16 negara termasuk Amerika Serikat dan Kanada.
Pemeliharaan Tuhan begitu nyata, ketika kita taat akan panggilan-Nya. Begitu juga Ishak, Tuhan memeliharanya ketika ia mentaati perintah-Nya. Allah memeliharanya ketika terjadi kelaparan di Kanaan. Allah berfirman kepada Ishak agar tidak perlu pergi ke Mesir. Tetapi tetap tinggal di Gerar. Rupanya Ishak berniat pergi ke Mesir untuk menghindari kelaparan di Kanaan. Tetapi Ishak menunjukkan ketaatannya kepada Allah dan ia tetap tinggal di Gerar. Ishak pun menabur di tanah itu dan ia melihat penyertaan dan pemeliharaan Tuhan yang sungguh nyata. Ia mendapat hasil seratus kali lipat! Ia makin kaya dan makin lama makin kaya dan ia menjadi penguasa di Gerar. Setiap sumur yang ia gali pasti mengeluarkan air. Sekalipun orang-orang Filistin merebut apa yang diperoleh Ishak, namun Ishak tidak pernah kehilangan berkatnya, karena Ishak disertai oleh Tuhan. Betapa indahnya jika kita taat, Ia menyertai dan memelihara hidup kita.
Mari senantiasa mentaati-Nya, karena dalam keadaan sulit sekalipun Allah akan membuktikan pemeliharaan-Nya pada Anda. Percayalah. YN

KUNCI PENYERTAAN DAN PEMELIHARAAN TUHAN ATAS HIDUP ANDA IALAH KETAATAN MUTLAK

21 Desember 2013 – Dedikasi

Baca: Mamzur 73:21-28
“Orang yang menghendaki jabatan penilik jemaat menginginkan pekerjaan yang indah.” (1 Timotius 3:1)

Makna Dedikasi adalah apa yang kita korbankan/persembahkan. Bisa berkorban waktu, tenaga, uang atau harta, pikiran dan juga perasaan. Tapi, tahukah Anda, bahwa ada beberapa tingkatan atau klasifikasi dalam Dedikasi. Tingkat pertama dari dedikasi adalah, yang kita lakukan sesuai dengan bakat atau talenta yang kita miliki. Misalnya, korbankan waktu untuk berlatih musik dan menyanyi. Ini dedikasi yang pada dasarnya, memang suka menyanyi dan suka bermain musik. Seperti ayat di atas (2 Timotius 3:1), menjadi guru Sekolah Minggu, dll.
Tingkat kedua adalah belajar taat. Anda bisa renungkan makna dari Yohanes 21:18, “Sesungguhnya ketika engkau masih muda, engkau mengikat pinggangmu sendiri dan engkau berjalan ke mana saja kaukehendaki, tetapi jika engkau sudah menjadi tua, engkau akan mengulurkan tanganmu dan orang lain akan mengikat engkau dan membawa engkau ke tempat yang tidak kaukehendaki.” Mengulurkan tangan berarti menyerah, pasrah. Tingkat ketiga, adalah rela, walau dipaksa untuk melakukan yang berlipat (Matius 5:41). Dalam tingkat ini yang dibutuhkan terutama adalah penundukan diri. Ada peperangan batin untuk mengalahkan diri sendiri.
Meskipun ada tingkatan dedikasi, terlebih dari semua tingkatan tersebut mari kita melayani oleh karena hati kita terpikat kepada Yesus Kristus. Sudah terlanjur jatuh cinta (Mazmur 73:25-28). Seperti Maria yang mencurahkan minyak narwastu murni bagi Yesus (Yohanes 12:1-3). Sepertu David Livingstone, Hudson Taylor, Sadhu Sundar Singh, David Braidnard, Watchman Nee dan Mother Teresa. Apakah seperti Anda juga? GS

DEDIKASI TERTINGGI, SAAT YESUS RELA DI SALIB