Tag Archives: Tuhan

07 Januari 2015 – Tuhan Ganti Berperang

Baca: Keluaran 14:14
“TUHAN akan berperang untuk kamu, dan kamu akan diam saja.” (Keluaran 14:14)

Kisah di atas bermula ketika bangsa Israel keluar dari Mesir dipimpin oleh Musa. Sebuah perjalanan rombongan besar. Ketika mereka keluar, Firaun raja Mesir yang tidak rela melepaskan mantan budak-budak negeri mengejar bangsa Israel. Enam ratus kereta kuda terpilih mengejar Israel. Lalu, ketika Israel sedang berkemah di Pi-Hahirot dekat Laut Teberau, pasukan Firaun menyusul mereka. Sungguh sangat menakutkan. Rombongan Firaun sangat besar dengan persenjataan mutakhir pada jaman itu.
Dalam kondisi yang sangat menakutkan seperti itu, Alkitab mencatat bahwa Musa sebagai pemimpin memperkatakan bahasa iman, “Janganlah takut, berdirilah tetap dan lihatlah keselamatan dari TUHAN, yang akan diberikan-Nya hari ini kepadamu; sebab orang Mesir yang kamu lihat hari ini, tidak akan kamu lihat lagi untuk selama-lamanya.” (ayat 13). Ini adalah sebuah pernyataan iman Musa. Bahkan dengan iman pula ia mengatakan selanjutnya, bahwa Tuhan berperang menggantikan mereka (ayat 14). Demikian juga, musuh tidak akan pernah rela melepaskan Anda untuk hidup merdeka dalam Roh dan dipimpin Roh (Gal 5:18,25). Sepanjang hidup, musuh mencoba untuk menahan kita melalui kuk perhambaan, kuk depresi, kuk rendah diri, kuk kompromi. Musuh mencoba untuk menahan Anda maju, setiap langkah Anda adalah langkah perjuangan.
Mungkin Anda telah berupaya dengan keras, tetapi Anda tidak juga maju karena Anda masih memiliki semua belenggu ini.
Anda sedang berjuang dalam pernikahan Anda. Anak-anak Anda tidak melakukan yang benar, harga diri yang rendah.
Tetapi firman Tuhan hari ini, “TUHAN akan berperang untuk kamu, dan kamu akan diam saja.” TL

BILA TAKUT DAN BIMBANG MEMBAYAN, PANDANG T’RUS PADA TUHAN, HARAP DAN SEMBAHYANG

05 Januari 2015 – Diberkati Mengandalkan Tuhan

Baca: Yeremia 17:5-10
“Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN!.”(Yeremia 17:7)

Robert T. Kiyosaki membenarkan bahwa uang memang tidak bisa membeli kebahagiaan, tetapi uang bisa menjadi sarana untuk mencapai kebahagiaan. Meskipun uang menjadi sarana,bisa membeli apa saja tetapi uang bukanlah segala-galanya! Atau pun kemampuan, kekuasaan bahkan popularitas Anda. Pada akhirnya, tidak menjamin. Tuhanlah satu-satunya yang dapat di andalkan
Nabi Yeremia memperingatkan raja-raja terakhir Yehuda supaya mereka tidak mengandalkan raja-raja duniawi (ayat 5-6). Akan tetapi, rupanya mereka terus-menerus mencari pertolongan dari Mesir. Alangkah bodohnya mereka! Mereka seharusnya bertobat dari kefasikan mereka dan berbalik mencari pertolongan Allah yang Mahakuasa. Siapakah yang dapat kita andalkan untuk menolong kita di saat-saat yang sulit dan tidak pasti? Firman Allah mengatakan bahwa mereka yang mengandalkan Allah adalah seperti pohon yang ditanam di tepi air. Bahkan di musim kering mereka tidak akan berhenti menghasilkan buah (ayat 7-8). Akan tetapi sebaliknya bila kita mengandalkan manusia,kekuatan sendiri dan hatinya jauh dari pada Tuhan maka bukan diberkati melainkan terkutuk oleh Allah(ayat 9-10). Tuhan senang bila kita hidup dengan menaruh kepercayaan kepada-Nya. Dengan demikian kita mengakui bahwa kita hanyalah manusia terbatas, tidak berdaya dengan mengandalkan kekuatan sendiri dan beralih dengan menggantungkan seluruh hidup kita hanya kepada Tuhan.
Kemampuan manusia terbatas. Bagaimanapun, manusia memerlukan Tuhan dan campur tangan-Nya di dalam setiap kehidupannya. Apakah Anda mengandalkan Dia sepenuhnya ? YN

JANGAN BIARKAN SEGALA SESUATU YANG ANDA ANDALKAN MENGGANTIKAN POSISI ALLAH

15 Desember 2014 – Tidak Menahan Kebaikan

Baca: Mazmur 84
Sebab TUHAN Allah adalah matahari dan perisai; kasih dan kemuliaan Ia berikan; Ia tidak menahan kebaikan dari orang yang hidup tidak bercela. (Mazmur 84:12)

Apakah yang Anda butuhkan dari Allah hari ini? Anda membutuhkan damai, perlindungan, dan arahan-Nya? Firman Allah hari ini menjanjikan, “Ia tidak menahan kebaikan dari orang yang hidup tidak bercela” (Mazmur 84:12). Mungkin Anda mengela, “Mana mungkin hidupku tidak bercela dihadapan-Nya?” Ketahuilah, ketika Anda menerima Dia sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadi, Anda, Dia telah menjadikan Anda ‘ciptaan-baru’ yang lama sudah berlalu, yang baru muncul. Allah ingin melimpahkan kebaikan dan kemurahan-Nya kepada manusia baru..
Allah berkehendak menjadi ‘Matahari dan perisai’ dalam hidup Anda. Apa artinya? Matahari sangat dibutuhkan oleh kehidupan baik manusia, binatang, tanaman, dsb. Matahari memberikan panas, memberikan cahaya, terang, memberikan nutrisi kepada tanaman, supaya manusia mendapatkan makanan. Seluruh kehidupan dibumi ini ditopang oleh keberadaan matahari setiap hari. Demikian juga Allah berkehendak menopang hidup orang percaya melalui persekutuan dengan Dia! Allah juga berkehendak menjadi ‘perisai’ dalam hidup orang percaya. Perisai menangkal serangan musuh-musuh. Adakah sesuatu atau seseorang yang Anda andalkan dalam hidup ini? Kenapa Anda tidak mengandalkan sepenuhnya hidup Anda kepada sang Pencipta langit bumi dan segala isinya? Tuhan berkehendak menerangi dan memberikan arahan bagi jalan-hidup Anda!
Gantungkanlah kepercayaan Anda sepenuhnya kepada Dia. Di dalam Tuhan lah masa depan Anda. Terimalah kebaikan-Nya, kemurahan-Nya, berkat dan perlindungan-Nya, sebab Dia adalah Matahari dan perisai hidup kita. TL

JANGAN RAGUKAN KEBAIKAN-NYA, DIA TIDAK PERNAH MENAHANNYA UNTUK ANDA

11 Desember 2014 – Jalan Di Depan Anda

Baca: Mazmur 32:8-9
Aku hendak mengajar dan menunjukkan kepadamu jalan yang harus kautempuh; Aku hendak memberi nasihat, mata-Ku tertuju kepadamu. (Mazmur 32:8)

Daud seperti hewan keras kepala yang perlu dijinakkan. Apakah Anda perlu arahan dalam hidup Anda hari ini? Mungkin Anda menghadapi sebuah keputusan penting dalam pekerjaan Anda, di rumah atau dalam hubungan Anda. Ketahuilah, Tuhan sendiri akan mengajarkan kepada Anda apa yang harus Anda lakukan. Dia berjanji menunjukkan jalan yang harus Anda tempuh. Dia mengawasi Anda dan memberi Anda nasihat setiap langkah dari perjalanan Anda! Memahami bahwa Allah tidak hanya peduli dengan hasil atau tujuan akhir. Bukan saja menuntun Anda dari satu tempat ketempat yang lain, namun Dia bersama Anda disetiap langkah perjalanan hidup Anda. Tuhan ingin melihat karakter Anda terbentuk dalam kedewasaan. Melalui tuntunanNya, Tuhan berkehendak agar Anda bertumbuh dalam iman dan pemahaman yang semakin benar akan Dia, Tuhan dan Juruselamat pribadi Anda.
Sering kali, pertumbuhan dalam hidup ini terjadi ketika keadaan sulit, keadaan tidak menentu. Seringkali Tuhan mengijinkan keadaan sulit dalam hidup ini dengan maksud supaya kita semakin dekat dan semakin mengandalkan Dia. Dalam keadaan yang tidak pasti sekalipun Tuhan tetap dekat dan peduli akan hidup Anda. Dia ingin memastikan bahwa Anda membuat pilihan yang tepat. Ingat, Dia berjanji tidak akan pernah membiarkan Anda dan tidak akan meninggalkan Anda.
Kita tidak melihat apa yang akan terjadi, namun dengan iman kita tahu bahwa Dia tetap memimpin, memberi arahan perjalanan kita kedepan. TL

KEPUTUSAN DILUAR KEHENDAK TUHAN AKAN MENCIPTAKAN MASALAH KETIMBANG PENYELESAIAN

04 Desember 2014 – Tuhan Adalah Kebutuhan

Baca: Mazmur 22:1-12
“Seperti rusa yang merindukan sungai yang berair, demikianlah jiwaku merindukan Engkau, ya Allah.” (Mazmur 42:2)

Seorang filsuf Yunani, Epicurus, memiliki ungkapan terkenal “Epicurus, Problems of Evil.” Bagian dari isinya berbunyi: “Kalau Tuhan sanggup tetapi tidak mau menghilangkan penderitaan manusia, maka dia jahat. Kalau Tuhan mau tetapi tidak sanggup menghilangkan penderitaan, maka dia tak maha kuasa. Kalau Tuhan sanggup dan mau menghilangkan penderitaan, maka penderitaan tidak seharusnya ada. Kalau Tuhan tidak mau dan tidak sanggup menghilangkan penderitaan, kenapa disebut Tuhan?” Ungkapan inilah yang kemudian dikutip oleh beberapa orang Atheis, untuk mempertanyakan keberadaan Tuhan. Kita tahu, bahwa orang-orang Atheis adalah orang-orang yang tidak mengakui adanya Tuhan. Hal ini mengingatkan saya ketika saya dan teman sedang sharing tentang campur tangan Tuhan dalam hidup manusia. Teman saya bertanya, “Sebenarnya Tuhan yang butuh kita atau kita yang membutuhkan Tuhan?” Tentu, kita semua tahu bahwa kitalah yang memerlukan Tuhan. Tuhan bisa hidup tanpa kita. Apakah kita mampu hidup tanpa campur tangan Tuhan?
Daud sungguh menyadari kebutuhan hidupnya akan Tuhan. Jika kita memperhatikan bacaan perikop hari ini, betapa Daud merindukan Tuhan hadir dalam hidupnya. Daud berkata: “Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan aku,.. (Mazmur 22:1). Kemudian, di ayat yang ke-12 kembali Ia memohon Tuhan hadir dalam hidupnya, “Janganlah jauh dari padaku,…” Betapa takutnya Daud, jika Tuhan tidak campur tangan dalam hidupnya, sementara ada banyak orang yang tidak peduli akan Tuhan.
Bagaimana dengan Anda? Apakah jiwa Anda merindukan Tuhan setiap waktu? Kiranya firman hari ini berbicara kepada kita, bahwa kita tidak bisa hidup tanpa penyertaan Tuhan. SP

TUHAN BUKAN SEKADAR TEMPAT PERTOLONGAN, TETAPI TUHAN ADALAH SUMBER KEHIDUPAN

13 November 2014 – Tuhan Tetap Baik

Baca: Mazmur 73:1-28
“Tetapi jawab Ayub kepadanya: “Engkau berbicara seperti perempuan gila! Apakah kita mau menerima yang baik dari Allah, tetapi tidak mau menerima yang buruk?” Dalam kesemuanya itu Ayub tidak berbuat dosa dengan bibirnya.” (Ayub 2:10)

Arthur Ashe adalah seorang petenis dunia yang sukses dalam karirnya. Ia dilahirkan di Richmond, Virginia, Amerika Serikat. Begitu banyak gelar juara yang sudah ia raih, baik ditingkat nasional maupun internasional. Salah satunya adalah gelar juara Wimbledon pada tahun 1975, yaitu gelar tertinggi olah raga tenis di dunia. Namun, pada tahun 1988, orang berkulit hitam ini harus mengalami pengalaman pahit dalam hidupnya, karena infeksi AIDS yang ia dapatkan dari tranfusi darah sewaktu ia menjalani pembedahan untuk mengobati penyakit di hatinya. Berita tersebut membuat penggemarnya menaruh simpati terhadapnya. Dari sekian banyak surat, salah satu surat yang ia terima berbunyi, “Mengapa Tuhan memberikanmu penyakit seburuk ini?” Kemudian Ashe membalas, “Di dunia ini, ada 50 juta anak yang mulai belajar tenis, lima juta yang belajar tenis secara rutin, 500.000 orang belajar secara profesional, 50.000 orang ikut pertandingan tenis, 5.000 di antaranya berhasil ke grand slam, 50 orang yang berhasil ke turnamen wimbledon, empat orang yang ke semi final, dua orang yang berhasil ke babak final, ketika saya merayakan kemenangan dan memegang piala Wimbledon, saya tidak pernah bertanya kepada Tuhan, mengapa saya? Dan hari ini walaupun sakit, saya tidak seharusnya bertanya kepada Tuhan, mengapa saya?”
Iman yang luar biasa bukan? Seperti halnya kisah Ayub, ia tetap rela Tuhan mengijinkannya menderita. Asaf pun berkomitmen untuk tetap dekat Tuhan, meskipun ia tidak mengerti rencana Tuhan. Anda mengalami masa sulit hari-hari ini? Apa pun yang sedang terjadi, percayalah bahwa Tuhan itu tetap baik. SP

SEGALA SESUATU INDAH PADA WAKTUNYA, JIKA KITA TETAP TEGUH PERCAYA, KARENA TUHAN ITU BAIK

05 November 2014 – Besarkan Nama Tuhan

Baca: Nehemiah 2:11-20
“Ketika kuberitahukan kepada mereka, betapa murahnya tangan Allahku yang melindungi aku dan juga apa yang dikatakan raja kepadaku, berkatalah mereka: “Kami siap untuk membangun!” Dan dengan sekuat tenaga mereka mulai melakukan pekerjaan yang baik itu”. (Nehemia 2:18)

Dalam Alkitab dikatakan, Nehemia mempunyai mimpi untuk membangun tembok Yerusalem, Nehemia tidak mempunyai uang, demikian juga SDM. Yang dihadapi adalah lawan-lawannya. Pemimpin-pemimpin rakyat tidak berpihak kepada Nehemia. Kritik-kritik dilontarkan kepada Nehemia. Seharusnya, Nehemia berpikir, ‘Halangan yang kuhadapi terlampau berat, aku tidak akap dapat mengalahkan musuh-musuhku ini!’ TIDAK… ditengah-tengah kesulitan yang dihadapinya, Nehemia mengatakan, “aku mampu melakukan pekerjaan ini, karena kemurahan Tuhan akan membuka jalan”
Nehemia selalu menyikapi tantangan dengan statement, “Kemurahan Allah saja yang kuterima!” Pada akhirnya, Nehemia tidak saja mampu merampungkan pembangunan tembok Yerusalem yang seharusnya selesai dalam 1-2 tahun, namun Nehemia menyelesaikan dalam 52 hari. Ketika Anda selalu menyikapi masalah dengan “Hanya kemurahan Allah saja” – maka Anda segera akan mengalami kebaikan Tuhan, penyertaan-Nya dalam jalan keluar!
Mungkin Anda sedang dalam masalah hari hari ini, namun jangan ‘membesar-besarkan’ masalah Anda! Sebaliknya besarkan nama Tuhan! Besarkan nama Tuhan dan maju dalam kemenangan-Nya. TL

SEMAKIN ANDA MEMBESAR-BESARKAN NAMA TUHAN, SEMAKIN KECIL MASALAH YANG SEDANG ANDA HADAPI.

26 Oktober 2014 – Mintalah Kepada-Ku

Baca: Mazmur 2:8
“Mintalah kepada-Ku, maka bangsa-bangsa akan Kuberikan kepadamu menjadi milik pusakamu, dan ujung bumi menjadi kepunyaanmu”. (Mazmur 2:8)

Kita cenderung memiliki gambaran yang tidak seimbang tentang Allah, dan pemazmur mengoreksinya. Apabila ada yang menganggap Allah itu hanya mengasihi maka ia diingatkan bahwa Allah juga membangkitkan rasa takut. Apabila ada yang menganggap Allah itu hanya memurkai ia diingatkan bahwa Allah juga penuh belas kasihan. Kita perlu belajar menyembah Allah dengan sikap yang patut (11, 12). Untuk memenuhi kehidupan hidup tubuh, jiwa dan roh sang Pencipta mengingatkan kita untuk: “Mintalah kepadaKu” sebab Dia lah pencipta kita, bukan kepada siapapun atau apapun! Bahkan juga bukan dari diri sendiri, sebab pertolongan bukan dari diri sendiri, tapi dari Dia yang menciptakan langit dan bumi. Tapi ingat, Yakobus mencatat, “Kamu berdoa juga tetapi kamu tidak menerima apa-apa, …sebab yang kamu minta itu hendak kamu habiskan untuk memuaskan hawa nafsumu” (Yakobus 4:3)
Allah tidak menghendaki kita hidup dalam kondisi ‘pas-pasan’, apalagi dalam kekurangan dalam segala hal. Allah sangat menghendaki kita hidup dalam kepenuhan berkat-berkatNya. Bukan saja kebutuhan kita terpenuhi. Tidak, kita dipanggil untuk menjadi berkat bagi banyak orang. Ketika kita berdoa kepada Allah untuk sesuatu kebutuhan, doa kita akan membuka pintu supranatura. Allah berkenan akan Iman kita. Allah bekerja dengan iman kita. Iman memindahkan gunung-gunung.
Sangat menyenangkan Allah jikalau kita dengan yakin meminta perkara-perkara besar. Karena Allah kita adalah Allah Yang Besar, Dia sanggup melakukan perkara-perkara besar. TL

KASIH ALLAH DAN MURKA ALLAH TIDAK DAPAT DIPISAHKAN ITU DUA SISI PRIBADI ALLAH YANG SEMPURNA

24 Oktober 2014 – Tuhan Sang Pencipta

Baca: Nehemiah 9:6-15
“Hanya Engkau adalah TUHAN! Engkau telah menjadikan langit, ya langit segala langit dengan segala bala tentaranya, dan bumi dengan segala yang ada di atasnya, dan laut dengan segala yang ada di dalamnya. Engkau memberi hidup kepada semuanya itu dan bala tentara langit sujud menyembah kepada-Mu.” (Nehemiah 9:6)

Setiap hari kita semua harus membuat keputusan, entah Anda sebagai Direktur, Manager, Pegawai, Ibu Rumah-tangga, Mahasiswa, Pelajar, maupun Anak-anak. Disamping keputusan-keputusan yang kita buat, kita semua juga menantikan ‘jawaban’ entah dari atasan, lingkungan, ataupun siapa saja. Kita membutuhkan arahan dan tujuan baik pekerjaan, pelayanan, Masalahnya sekarang kepada siapa kita tunduk dan taat akan arahan, nasehat, perintahnya?Sebagian orang menanti petunjuk dari benda-benda langit dan ‘balatentaranya’ (6a), maupun unsur-unsur bumi (6b), ataupun laut dengan segala yang ada didalamnya (6c)
Namun, kenapa kita tidak saja langsung menanti arahan, nasehat, perintah dari Sang Pencipta langit, bumi dan laut itu sendiri!? Allah tidak saja menciptakan langit bumi dan segala isinya, bahkan pada hari penciptaan keenam Allah menciptakan manusia. Mahakarya-Nya itu ditempatkan di Taman Eden yang telah dipersiapkan sebelumnya untuk manusia itu sendiri! Allah tidak saja melepaskan manusia di Taman Eden yang sangat sempurna untuk hidup semaunya sendiri, Allah ingin berkomunikasi dengan ciptaan-Nya ini.
Dia tidak saja mencipta kemudian mengatakan, ‘Silahkan engkau hidup sendiri!‘ Tidak! Dia tetap peduli, pemelihara dan pelindung kita. Bahkan Dia ingin dipriotaskan diatas segala sesuatu yang ditawarkan oleh langit, bumi dan segala isinya. Dialah Allah Sumber kehidupan! TL

MINTA KEPADA-NYA UNTUK MENUNJUKKAN JALAN-NYA SUPAYA KITA BISA MENGENAL DIA

19 Oktober 2014 – Tuhan Tidak Buta

Baca: Markus 6:45-52
“Mata TUHAN tertuju kepada orang-orang benar, dan telinga-Nya kepada teriak mereka minta tolong.” (Mazmur 34:16)

Ketika kita memutuskan untuk hidup menyerahkan diri kepada Tuhan, Tuhan akan senantiasa menyertai hidup kita. Gambaran perjalanan bangsa Israel dalam mengikut Tuhan, adalah fakta bahwa Tuhan bertanggung jawab atas Israel. Tuhan yang memilih, Tuhan yang memanggil dan Tuhan juga yang senantiasa didepan memberi perlindungan. “Mata TUHAN tertuju kepada orang-orang benar, dan telinga-Nya kepada teriak mereka minta tolong.” (Mazmur 34:16)
Dalam perikop ini diceritakan Tuhan Yesus sedang memerintahkan para murid untuk pergi keseberang. Artinya kepergian murid bukan atas kemauan mereka sendiri, melainkan atas perintah Tuhan. itu sebabnya ketika para murid mendapat masalah dalam perjalanan mereka, Tuhan tidak tinggal diam. Alkitab berkata bahwa Tuhan segera menolong mereka. Pertolongan Tuhan kepada para murid, merupakan bentuk tanggung jawab Tuhan yang telah memilih dan yang telah memerintahkan para murid untuk pergi. Perhatikan kata melihat (Markus 6:48). Dalam terjemahan bahasa aslinya, kata ini mempunyai arti yang sagat dalam. Yaitu, melihat untuk mendapatkan pengetahuan, memahami, merasakan dari setiap fakta. Juga mempunyai arti untuk melihat tentang sesuatu, yaitu untuk memastikan apa yang harus dilakukan tentang itu. Ini yang dilakukan Yesus. Dalam situasi yang terpisah Yesus mengetahui apa yang sedang terjadi terhadap para murid pada waktu itu. Yesus mengetahui bahwa para murid membutuhkan pertolongan.
Kisah ini memberi pelajaran bagi kita, sebagai orang percaya. Meskipun secara fisik kita tidak melihat Tuhan, tetapi Ia tidak buta. Ia memperhatikan hidup kita. Janganlah takut! SP

TUHAN TIDAK AKAN MEMBIARKAN KITA SENANTIASA MENGHADAPI MASALAH SENDIRI